batampos.co.id – Ruas jalan menuju Dapur 12,Seilangkai, Sagulung, mulai dilebarkan. Pelebaran jalan ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan terutama di pagi hari dan sore hari.
Pantauan di lapangan, satu unit alat berat dioperasikan untuk membongkar akar pohon yang sebelumnya sudah ditebang di pinggir jalan. Untuk sementara pelebaran jalan ini akan dilakukan mulai dari Simpang Nato menuju Pasar Buana Bisnis Center (BBC).
Masardi, warga Kaveling Nato, mengatakan, ruas jalan yang dilebarkan tersebut memang terlalu sempit. Padahal pengguna jalan tersebut sangat ramai karena merupakan akses yang paling cepat dilalui dari Simpang Hutatap menuju Kampung Tua Dapur 12. Tidak jarang terjadi kecelakaan di sepanjang jalan itu.
foto: batampos.co.id / dalil harahap
”Jalan ini sangat ramai, waktu pagi jalannya sangat padat mulai angkutan umum, anak sekolah, para pekerja, dan juga ibu-ibu yang hendak belanja ke pasar. Syukurlah kalau sudah dikerjakan,” katanya.
Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan, untuk tahapan awal pelebaran jalan dilakukan dari Simpang Nato menuju Pasar BBC. Diharapkan dengan pelebaran jalan ini, kepadatan kendaraan bisa berkurang, terlebih jalan ini juga banyak dilalui kenda-raan proyek dan juga kendaraan perusahaan,
”Ke depan kita akan tetap usulkan untuk pelebaran jalan sampai Kampung Tua Dapur 12’,’ jelasnya. (cr1)
batampos.co.id – Harga cabai di pasar tradisional di Batam masih mahal. Dua bulan setelah Lebaran, har-ganya masih sekitar Rp 100 ribu per kilogram.
Asnah, warga Batam Center, mengaku harus mengurangi mengonsumsi cabai karena harganya yang masih mahal. Padahal ia berharap harga tersebut turun usai Lebaran.
”Harga cabai sampai saat ini masih dijual Rp 100 ribu. Apa karena mau Lebaran haji,” ujar Asnah.
Menurut dia, seharusnya pemerintah bisa berperan menurunkan harga komoditas di pasaran, terutama cabai.
”Kondisi ekonomi lagi kek gini. Tapi harga-harga pada naik. Mohon pemerintah jangan diam,” ujar ibu dua anak ini.
Amang, pedagang di Pasar Botania 1 membenarkan harga-harga komoditas terutama cabai masih tinggi.
”Memang tinggi dari daerah asal. Banyak pembeli protes, cuma kami bisa apa,” ucap Amang.
Menurut dia, tingginya harga cabai juga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Sebagai penjual ia juga tak berani menyediakan cabai dalam jumlah banyak.
”Cabai ini kan kebutuhan setiap hari, namun karena harga tinggi, yang beli pun hanya sedikit-sedikit. Kami berharap pemerintah bisa membuat harga Sembako di pasaran normal kembali,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dispe-rindag Kota Batam Gustian Riau belum bisa dikonfirmasi terkait masih tingginya harga cabai di Batam. (she)
batampos.co.id – Sehari sebelum memasuki ajaran baru 2019, penjual seragam di Pasar Botania dan beberapa pusat perbelanjaan diserbu orang tua yang hendak membeli perlengkapan sekolah anaknya.
“Hari ini memang banyak orangtua yang belanja,” ujar Muslimah, salah seorang penjual seragam sekolah di Pasar Botania I, Minggu (14/7/2019).
Dia menuturkan memasuki tahun ajaran baru penjualan perlengkapan seragam mengalami peningkatan hingga 20 persen dari hari biasa. Dalam sehari, tokonya bisa melayani 5 hingga 8 pembeli.
“Sudah seminggu belakangan ini ramai. Mereka beli seragam untuk anak mereka,” katanya.
Perempuan yang juga menjual pakaian muslim ini mengatakan seragam sekolah ia jual mulai Rp 100 ribu untuk seragam SD, sementara seragam SMA dan SMP mulai Rp 150 ribu.
“Lengan panjang dan pendek beda harga,” katanya.
foto: batampos.co.id / dalil harahap
Sementara itu, pantauan Batam Pos di beberapa toko di Komplek Pasar Botania, pembeli yang didominasi oleh orangtua ini datang membawa serta anaknya. Mereka langsung memilih seragam yang sesuai dengan ukuran tubuh anaknya yang hendak masuk sekolah. Ada juga sebagian remaja SMA yang terlihat memilih seragamnya.
Tidak hanya sibuk membeli seragam, orangtua juga terlihat sibuk memilih perlengkapan sekolah seperti tas, alat tulis dan lainnya.
“Kalau anak masuk sekolah, orangtua pasti sibuk juga,” ungkap Muslimah.
Sementara Radiah, seorang pembeli mengaku baru membelikan baju seragam dan perlengkapan sekolah anaknya karena baru memgetahui anaknya diterima di sekolah negeri di Batamkota.
“Iya, setelah tahu anak saya diterima saya langsung belanja. Beli dua setelan seragam SD,” katanya. (une)
batampos.co.id – PERTUMBUHAN ekonomi Singapura pada kuartal kedua tahun ini melambat menjadi 0,1 persen. Persentasi ini menjadi yang terendah dalam satu dekade pertumbuhan bisnis di negara kota tersebut.
Fakta penurunan ini mematahkan perkiraan para ahli ekonomi negara tersebut yang menyebutkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 1,2 persen.
Menurut data Bloomberg seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (12/7) lalu, dilihat dari Produk Domestik Bruto, ini terendah sejak 2009 di kuartal yang sama.
Sebelumnya, dalam jajak pendapat yang dilakukan Reuters, angka kuartal kedua ini jauh lebih rendah dari 1,1 persen dibanding perkiraan para ekonom.
Pada basis tahunan yang disesuaikan antarkuartal, PDB Singapura berada pada angka 3,4 persen, jauh di bawah perkiraan median 0,1 persen dalam jajak pendapat Reuters dan pembalikan dari pertumbuhan 3,8 persen pada kuartal sebelumnya.
Singapura
Adalah industri manufaktur, menjadi penyumbang terbesar sekitar 1/5 pertumbuhan ekonomi 0,4 persen pada kuartal pertama untuk kontrak dengan 3,8 persen pertumbuhan antara April dan Juni pada basis year on year.
Juru Bicara Departemen Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura menyebutkan, kondisi ini disebabkan penurunan pendapatan dari industri elektronik dan kelompok teknik presisi.
”Sementara di sisi lain, sektor konstruksi turut menyum-bang pertumbuhan ekonomi setelah manufaktur dan di belakang peningkatan kegiatan konstruksi sektor pub-lik. Ini tumbuh sebesar 2,2 persen pada basis year on year tahun sebelumnya, memperluas ekspansi 2,7 persen pada kuartal sebelumnya,” ujar MTI.
Sementara itu, ekspor domestik non migas mencatat penurunan dua digit secara berturut-turut sejak tiba bulan lalu. Untuk setahun penuh, MTI memperkirakan pertumbuhan PDB Singapura akan berada di antara 1,5 dan 2,5 persen, meskipun kisaran perkiraan itu akan direvisi Agustus mendatang, menyusul serangkaian indikator ekonomi yang hasilnya tidak memuaskan.
Para ekonom berpendapat, penurunan ini terjadi turut dipengaruhi kondisi perang dagang yang berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
”Tentu ini membebani industri, perdagangan, dan investasi secara global,” jelas MTI.
Sementara itu, Kepala Sentral Bank Singapura Ravi Menon menyebutkan, pertumbuhan Singapura untuk 2019 berjalan ini akan terjadi pelemahan di bulan-bulan berikutnya.
”Kemung-kinan akan lebih lemah daripada yang diperkirakan sebelumnya,” ujarnya. (cha)
barampos.co.id – Warga Perumahan Air Mas, Sagulung, kembali menagih janji Satpol PP dan Kecamatan Sagulung yang akan menertibkan posko yang dialihkan fungsinya oleh ormas di lingkungan mereka. Warga juga mempertanyakan kinerja Satpol PP Kota Batam maupun Kecamatan Sagulung yang dinilai kurang tegas.
“Bilangnya ditertibkan bahkan pihak kecamatan sudah berapa kali datang ke lokasi untuk memantau poskonya dan mau ditertibkan,” kata Izul, warga setempat, Jumat (12/7) siang.
Izul mengatakan, jika tidak ditertibkan maka pihak kecamatan seakan memberikan peluang bagi warga untuk membangun bangunan liar di kawasan terbuka hijau.
“Kesannya kios lain bisa ditertibkan. Sementara bangunan yang sudah menyalahi aturan masih dibiarkan berdiri kokoh,” sambung warga lainnya.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sagulung Hardianus mengatakan, kedua bangunan tersebut awalnya hanya diba-ngun posko. Namun, kenyataan di lapangan malah tak sesuai dengan surat yang dilampirkan kepada mereka (Kecamatan Sagulung). Bangunan liar di depan Ruko Air Mas, Sungai Langkai, dan di Kaveling Baru tersebut malah dijadikan tempat permainan biliar.
“Memang untuk posko yang di Ruko Air Mas, sudah dilampirkan permohonannya. Tapi setelah poskonya selesai diba-ngun. Lagian posko itu tepatnya di jalur utama. Kalau di Kavling Baru malah dijadikan tempat permainan biliar,” katanya.
Pembangunan posko ini kata Hardianus sudah menuai banyak protes dari warga. Ia berharap ormas yang bersangkutan membongkar posko tersebut secara sukarela.
Sebelum mereka memohon untuk membangun posko, lanjut Hardianus, warga Perumahan Air Mas sudah mempertanyakan adanya posko yang dibangun di depan jalur utama atau jalur penghijauan.
“Hal itu akan kita tindak lanjut. Karna permohonannya buat posko saja. Tapi malah jadi berubah,” katanya lagi.
Dia juga menyampaikan, untuk penertibannya sudah diserahkan ke Satpol PP Kota Batam. Dan ia berharap Satpol PP juga dalam waktu dekat bisa melakukan penertiban.
“Jadi, mereka (Satpol PP Batam) yang menangani masalah kedua posko tersebut,” pungkasnya. (cr1)
batampos.co.id – Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Gubernur Kepri (nonaktif), Nurdin Basirun menyisakan persoalan baru mengenai status hutan lindung di Batam.
Seperti diketahui, kasus suap yang membelit Nurdin berkaitan dengan pemberian izin untuk pemanfaatan hutan lindung di kawasan Tanjungpiayu, Batam, untuk pengusaha yang ingin membangun resort.
Izin yang diberikan berupa izin budidaya hasil laut.
Tujuannya adalah untuk mengelabui pemerintah pusat agar tidak mencurigainya.
Sebelumnya, alokasi lahan di hutan lindung di Batam memang kerap terjadi. Sejati-nya alokasi di hutan lindung tidak boleh dilakukan. Tapi karena sejumlah oknum turut berperan serta dalam proses pengalokasian, maka banyak pengusaha yang mendapat lahan di hutan lindung.
BP juga dahulu banyak mengubah status hutan lindung menjadi daerah penting dalam cakupan luas bernilai strategis (DPCLS).
Lahan DPCLS tentu tidak bisa dikelola. Makanya banyak pengusaha yang dulu mendapat lahan di DPCLS mengaku banyak mengalami kerugian besar dan bahkan tidak tahu lahannya berstatus DPCLS.
Maka, BP pun mengambil tindakan dengan membawa persoalan ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hasilnya, terbitlah Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.272/MENLHK/SETJEN/PLA.0/6/2018 yang terbit pada 21 Juni 2018.
Isinya adalah pelepasan 330 hektare lahan DPCLS dari statusnya menjadi lahan yang bisa diolah, tapi harus tetap mengurus perizinan dari awal lagi untuk mendapatkan surat keputusan dan surat perjanjian.
”Ada DPCLS lepas sekitar 330 hektare dari 1.300 hektare lahan DPCLS di Batam,” kata Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo, belum lama ini.
Di Batam, luas lahan hutan lindung seluas 14.495 hektare. Kawasan Piayu yang menye-ret gubernur ke KPK banyak diisi hutan lindung. Hampir seluruh bibir pantai di sana merupakan kawasan hutan lindung. Sehingga tidak ba-nyak perusahaan yang meminta alokasi lahan di Piayu.
Sejauh ini, baru ada satu konsorsium yang memanfaatkan lahan piayu untuk membangun kawasan pariwisata, yakni PT Damai Indopermata dan PT China Railway Enggineering.
Rencananya kedua perusahaan ini akan mengembangkan kota baru Batam bertajuk Batam Damai Eco-City di Piayu.
Konsepnya adalah pembangunan kota modern yang dilengkapi dengan taman mangrove, taman hiburan kota, wisata pinggir laut, dan lain-lain. (leo)
batampos.co.id – Kepolisian Negara Singapura merilis, seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun ketahuan mencuri uang tunai sebesar SGD 1.000 (sekitar Rp 11 juta, red) dari salah satu rumah di kawasan Tampines.
Akibat perbuatannya itu, remaja tersebut terancam hukuman 7 tahun penjara.
Juru bicara kepolisian Singapura menyebutkan, mereka menerima laporan kehilangan dari warga pemilik rumah, Kamis (11/7) lalu sekitar pukul 6.30 pagi waktu setempat.
”Kami menerima laporan, uang tunai senilai SGD 1.000 telah hilang dari salah satu unit perumahan di sepanjang Tampines Street 24,” ujar pihak kepolisian Singapura seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (12/7) lalu.
Usai menerima laporan, tim langsung turun ke lapangan. Melakukan investigasi dan memeriksa kamera CCTv. Dari hasil tersebut, polisi mengidentifikasi pelakunya adalah seorang remaja dan langsung mengamankannya di hari yang sama.
”Investigasi awal mengungkapkan bahwa remaja itu diyakini terlibat dalam kasus serupa lainnya. Investigasi lanjutan kini sedang berlangsung,” kata polisi.
Meski pun masih anak di bawah umur, Kepolisian Singapura menegaskan, bagi mereka yang dinyatakan bersalah karena pencurian, akan menghadapi hukuman penjara hingga tujuh tahun atau denda.
”Atau bisa jadi keduanya. Penjara dan denda,” tutupnya. (cha)
batampos.co.id – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri telah menyelesaikan petunjuk teknis untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK gelombang 3, Jumat (13/7) lalu. Berdasarkan juknis dengan nomor B/420/459/DISDIK/2019, PPDB SMA dibagi dalam empat zona. Pendaftaran akan berlangsung dua hari, mulai besok, Senin (15/7).
Gelombang ketiga tidak diperuntukkan bagi siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), prestasi, dan perpindahan orangtua.
”Murni zonasi. Tidak ada lagi untuk perpindahan orang tua,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri M Dali, Sabtu (13/7).
Sekolah yang masuk Zona A yakni SMAN 3, 15, 20, dan 21. Zona A ini diperuntukkan bagi siswa yang tinggal atau berdomisili di wilayah Batam Kota dan Nongsa.
Sementara sekolah yang masuk dalam Zona B, SMAN 1, 4, dan 24.
Siswa yang berdomisili di Sekupang, bisa mendaftar di zona B.
SMAN 5, 16, 17, 18, 19, dan 23, masuk dalam Zona C.
Pendaftar yang tinggal di Sagulung, Batuaji, Sungai Beduk masuk dalam Zona C.
Sementara itu Zona D meliputi SMAN 8, 12, dan 14. Siswa yang masuk ke zona D ini tinggal di wilayah Bengkong, Lubukbaja, dan Batuampar.
Saat pendaftaran, setiap peserta didik harus memilih semua SMA di zona yang ada. Diurutkan sesuai dengan jarak terdekat sampai terjauh di pilihan sekolah. Jika tidak, maka peserta didik tidak bisa mencetak bukti pendaftaran.
”Ada beberapa tata cara pendaftaran. Dimulai dari mengisi user name dan password di laman PPDB. Lalu klik login, muncul biodata peserta dan alamat yang sudah terisi. Setelah itu pilih sekolahnya, dan cetak bukti pendaftaran,” paparnya.
Dali mengatakan, tidak ada penambahan user name baru di gelombang ketiga ini. Seluruh siswa bisa menggunakan user nama yang lama. Selain itu, calon siswa SMA tidak perlu lagi melakukan verifikasi data ke sekolah tujuan.
”Peserta didik bisa langsung melihat data secara real time melalui website,” ucapnya.
Sedangkan khusus SMA masih dilakukan verifikasi yang dilaksanakan 15 hingga 16 Juli, dari pukul 08.00 hingga 15.00.
”Pengumuman sudah dapat dilihat 17 Juli, pukul 12.00. Dan daftar ulang di esok harinya, 18 hingga 19 Juli, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 saja,” ujarnya.
Sebelumnya, diberitakan kuota masing-masing sekolah di PPDB gelombang ke-3 yakni SMAN 1 Batam menerima sebanyak 72 siswa, SMAN 4 Batam menerima 72 siswa, SMAN 3 Batam menerima 144 siswa, SMAN 15 menerima 41 siswa, SMAN 20 menerima sebanyak 82 siswa, SMAN 21 Batam ada 180 siswa, SMAN 12 ada 36 siswa, SMAN 14 ada 72 siswa, SMAN 5 sebanyak 72 siswa, SMAN 16 144 siswa, SMAN 17 ada 144 siswa, SMAN 18 ada 77 siswa, SMAN 19 ada 180 siswa, dan SMAN 23 Batam sebanyak 252 siswa.
Sedangkan di SMKN 1 Batam, jurusan Teknik Elektronika Industri menerima 36 siswa, Teknik Permesinan 36 siswa, lalu Teknik Komputer dan Jaringan menerima 36 siswa. SMKN 2 Batam jurusan Usaha Perjalanan Wisata menerima 36 siswa dan jurusan Akomodasi Perhotelan menerima 36 siswa.
SMKN 4 Batam menerima siswa jurusan Teknik Logistik sebanyak 72 orang. SMKN 5 Batam menerima siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan sebanyak 36 orang, jurusan Multimedia sebanyak 36 orang, jurusan Produksi Grafika 36 orang, dan jurusan Teknik Pengelasan Kapal 36 orang.
SMKN 6 Batam menerima siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan sebanyak 36 orang, jurusan Alat Berat 36 orang. SMKN 7 Batam menerima siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan sebanyak 36 orang, dan jurusan Multimedia 72 orang.
SMKN 8 Batam menerima siswa jurusan Keperawatan sebanyak 70 orang, dan jurusan Farmasi Klinis 36 orang. (ska)
batampos.co.id – Sebanyak 450 jemaah calon haji (JCH) Kloter 9 Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Riau, berangkat ke Tanah Suci melalui Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (13/7).
JCH yang berangkat kemarin dari beberapa daerah di Riau seperti Kabupaten Pelalawan 273 orang, Kampar ada 168 orang.
Secara umum para JCH, menurut dokter dari Kloter 9 EHA Yudi Susanto dalam kondisi sehat dan siap diberangkatkan.
”Terdapat 369 JCH yang dikategorikan berisiko tinggi dan lanjut usia dalam hal kesehatannya. Sementara JCH yang menggunakan alat bantu kursi roda ada 9 JCH,” terangnya.
Sementara bidang kesehatan PPIH Embarkasi Haji Batam, dokter Agung Sundaru mengingatkan ke petugas kesehatan kloter 9 agar selalu mengimbau para JCH tentang pentingnya penggunaan alat pelindung diri yakni perlengkapan jemaah selama di Tanah Suci seperti masker, water spray, topi, kacamata hitam, dan alas kaki berupa sandal.
”Risiko JCH terserang mimisan atau dehidrasi di Tanah Suci sangat besar, mengingat kelembabap udara yang ke-ring dan panas yang menye-ngat. Itu yang harus diwaspadai. Perbanyak minum air mineral di sana dan usahakan kurangi kegiatan di luar ruangan,” ujarnya.
Kloter 9 BTH terbang dari Bandara Hang Nadim, Batam, menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdu Aziz, Madinah pukul 09.54 WIB. Diperkirakan pesawat akan sampai di Madinah pada Sabtu (13/7) pukul 14.35 waktu setempat.
Pelepasan JCH Kloter 9 dilakukan Bupati Pelalawan M Harris, Wakil Bupati Pelalawan Zardewa, serta Wakil Ketua DPRD Pelalawan, serta unsur pejabat Kampar lainnya. (ska)
batampos.co.id – Pemerintahan Malaysia bersepakat melakukan upaya komprehensif membantu pengusaha kecil dan mene-ngah (UKM) di negara tersebut, dengan beralih ke teknologi otomatisasi robot. Hal ini diungkapkan Menteri Urusan Ekonomi Datuk Seri Mohamed Azmin Ali kepada sejumlah wartawan di sela-sela Gra-duan Aspire Career Fair di Kuala Lumpur, Sabtu (13/7).
”Membantu UKM kita supaya lebih maju, kita harus mendekatinya secara holistik jika kita ingin UKM beralih ke otomatisasi robot. Ini membutuhkan investasi besar yang mungkin tidak mampu dimiliki oleh UKM. Oleh karena itu, pemerintah turun tangan,” ujarnya seperti dilansir dari kantor berita Bernama, kemarin.
Dia menyebutkan, Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional sedang merumuskan pendekatan baru untuk membantu industri UKM membuat lompatan untuk memenuhi kebutuhan saat ini.
Mengenai target Kebijakan Kewirausahaan Nasional tahun 2030 yang menghasilkan 250 ribu pengusaha untuk menciptakan satu juta pekerjaan, Mohamed Azmin mengatakan, pemerintah akan meningkatkan sektor pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan (TVET).
”Agar Malaysia dapat maju sebagai negara industri, kita harus melengkapi tenaga kerja kita dengan keterampilan dan keahlian baru sejalan dengan kemajuan teknologi. Kami membutuhkan perubahan paradigma agar lulusan dapat memenuhi permintaan industri,” katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, perkembangan terbaru dalam teknologi membutuhkan talenta tertentu dari generasi muda.
”Kami telah menetapkan target untuk melatih teknologi kepada tenaga kerja muda untuk mengurangi ketergantungan Malaysia pada tenaga kerja asing. Kita memiliki potensi mengembangkan tenaga kerja muda yang berbakat dan harus membuka peluang bagi mereka,” tutupnya. (cha)