Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 11410

DPRD Batam Minta Kasus TKA Ilegal Disanksi Tegas

0

batampos.co.id – Dugaan tenaga kerja asing (TKA) buruh kasar asal Tiongkok di PT San Hai, Batam, membuat anggota DPRD Batam gerah. Pasalnya, kasus serupa sudah sering terjadi. Anggota dewan meminta pemerintah dan instansi terkait meningkatkan pengawasan pekerja asing sehingga masalah ini tidak terus terulang.

“Kasus TKA sebagai buruh kasar ini sudah berulang kali terjadi. Dan ini bentuk kelalaian pemerintah,” kata anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Riky Indrakari, Minggu (10/3).

Riky mengatakan, kasus TKA buruh kasar asal Tiongkok ini pernah ditemukan dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjungkasam, Batam, pada 2015 lalu. Saat itu, Komisi IV DPRD Batam mendapati ada 10 orang TKA asal Tiongkok yang bermasalah dengan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

Dari 10 TKA yang bermasalah dengan RPTKA itu, tiga orang di antaranya diketahui memalsukan kompetensinya. Di administrasi, mereka tercatat teknisi. Namun faktanya bekerja sebagai koki atau tukang masak.

Begitu juga dengan TKA lainnya sebagai buruh kasar.

Menurut Riky, di sinilah fungsi pengawasan pemerintah, dalam hal ini Pemko Batam. Sebab bisa saja saat pengajuan izin, para pekerja asing ini memalsukan data administrasinya.

Untuk itu, pihak pemerintah dan instansi terkait harus rutin mengecek ke lapangan.

“Ini sebenarnya bentuk kelalaian pemerintah dalam pengawasan tenaga kerja asing,” bebernya.

Riky sendiri menyadari bahwa tidak akan maksimal lagi bila hanya diawasi oleh pengawas ketenagakerjaan saja. Sebab jumlah personelnya terbatas. Kerenanya, pada tahun 2016 lalu pihaknya mengajukan Ranperda Pengawasan Penanaman Modal.

Tujuannya untuk membentuk gugus tugas pengawas investasi. Termasuk mengawasi para pekerja asing yang dilibatkan.

“Tapi sampai sekarang belum direspons oleh Bapemperda DPRD Batam. Jadi ini kesalahan kolektif termasuk DPRD,” sesalnya.

Padahal, kata Riky, keberadaan Perda tersebut sangat penting. Sebab, saat ini, disinyalir banyak perusahaan asing yang mempekerjakan TKA tidak sesuai kompetensinya.

Keberadaan Perda ini juga bisa menjadi payung hukum dalam memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran ketenagakerjaan. Sebab, selama ini, sanksi yang diberikan cukup ringan.

Misalnya, dalam kasus TKA di Tanjungkasam, sanksinya hanya berupa deportasi saja.

“Tapi kalau itu sudah berulang kali, menurut saya polisi bisa turun,” tegas Riky.

Riky menduga, pelanggaran ketenagakerjaan itu disengaja oleh pihak manajemen. Sebab pihak perusahaan pasti mengetahui keberadaan dan kompetensi TKA yang dipekerjakan. Sehingga perlu ada sanksi tegas ke pihak perusahaan, agar memberikan efek jera.

“Kalau tidak seperti itu gak akan kapok-kapok, akan berulang terus,” tuturnya.

Politikus PKS ini menambahkan, kasus TKA buruh kasar sebenarnya bukan hanya terjadi di perusahaan asal Tiongkok saja. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perusahaan galangan kapal, Komisi IV DPRD Batam juga kerap mendapati pekerja asing asal Bangladesh yang bekerja sebagai buruh kasar. Begitu juga pekerja asal India. Banyak yang posisinya sebagai buruh kasar yang seharusnya bisa dijalankan oleh pekerja lokal.

“Pemerintah secara kolektif tidak hadir dan lalai. Artinya wali kota Batam sebagai ketua tripartit juga lalai,” jelas Riky.

Ketua DPRD Batam Nuryanto
foto: cecep mulyana / batam pos

Ketua DPRD Batam, Nuryanto, mengatakan masalah TKA ilegal maupun buruh kasar harus dikembalikan ke aturan main. Ia juga tidak mau berspekulasi siapa yang salah terkait hal ini.

Oleh sebab itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang Pemko Batam, Imigrasi, dan pihak terkait lainnya dalam menyikapi permasalahan ini.

“Tadi saat rapat koordinasi di BP Batam saya juga singgung ini. Kita sampaikan pada saat kita giat mengundang investor untuk berinvestasi ke Batam ternyata ada perusahaan asing yang tak miliki izin tapi bisa beroperasi. Dan ini harus disikapi, pekan depan kita undang,” ucapnya.

Menurut Nuryanto, yang tak kalah penting untuk disikapi adalah adanya dugaan perusahaan asing yang beroperasi, padahal belum memiliki izin yang lengkap.

“Yang salah bisa pemerintah atau pengusaha,” tegasnya.

Stop Impor Limbah Plastik

Kasus dugaan pelanggaran pabrik daur ulang limbah plastik, PT San Hai, semakin menguatkan langkah Pemko Batam untuk menentang impor limbah plastik ke Batam. Pemko Batam juga berkomitmen menolak investasi baru yang bergerak di sektor daur ulang limbah plastik.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, mengatakan maraknya pabrik daur ulang limbah plastik akan memperburuk lingkungan di Batam. Sebab, saat ini saja limbah plastik di Batam sudah cukup banyak.

“Pertama, plastik itu tidak bisa didaur ulang. Proses terurainya sampai 50 tahun dan kondisi ini akan sangat menekan lingkungan kita,” kata Amsakar.

Amsakar menyebutkan, saat ini produksi sampah domestik di Batam mencapai 900 ton per hari. Sekitar 20 persennya merupakan sampah plastik yang sulit terurai.

“Sepatutnya hal ini kita minimalisir,” jelasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie, mengatakan untuk meminimalisir plastik, sampai saat ini pihaknya masih meminta kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Kemenko Kemaritiman untuk menghentikan impor plastik ke Batam sesuai dengan kemewenangan masing-masing.

“Wali Kota Batam konsen dengan lingkungan, karena beliau punya cita-cita besar menjadikan Batam kota yang bersih, dan ramai dikunjungi wisatawan,” katanya.

Makanya, kata Herman, komitmen ini harus didukung semua pihak. Sehingga Batam harus selektif dalam memilih jenis investasi.

“Investasi, yes. Sampah, no!” katanya.

Sementara warga di sekitar pabrik PT San Hai di Tanjunguncang, Batam, mendesak agar pabrik limbah plastik dilarang beroperasi di Batam. Apalagi jika lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Mereka khawatir aktivitas pabrik akan menimbulkan pencemaran dan berdampak pada kesehatan warga.

“Sampah orang luar dibiarkan masuk ke Batam. Kasarnya bisa dibilang negara kita ini jadi tempat pembuangan sampah,” ujar Purnomo, warga Tanjunguncang, Minggu (10/3).

Menurut dia, selain PT San Hai, saat ini ada satu pabrik serupa yang beroperasi di wilayah Tanjunguncang. Purnomo mengakui, hingga saat ini warga belum merasakan dampak pencemaran dari aktivitas dua pabrik daur ulang limbah plastik itu. Namun jika dibiarkan dalam jangka waktu yang panjang, ia khawatir dampaknya akan sangat buruk bagi warga sekitar.

“Lama-lama Batam bisa tercemar semuanya. Aktivitas produksi itu pasti ada limbahnya. Ini yang harus dipertimbangkan pemerintah,” kata Paulus, warga lainnya.

Pihak PT San Hai hingga Minggu (10/3) belum memberikan tanggapan apapun tentang permasalahan ini. Wartawan Batam Pos mencoba mengkonfirmasi. Namun pihak perusahaan mengaku belum bisa karena belum ada perwakilan dari manajemen perusahaan yang mewakili untuk memberikan pernyataan ke media. (une/rng/eja)

1Day Badminton Home Tournament CBN Batam

0

batampos.co.id – Klub Cahaya Bulutangkis Nusantara (CBN) kembali menggelar turnamen internal bertajuk 1Day Badminton Home Tournament CBN Batam, di GOR Pusat Bulutangkis Batam (PBB), Kompleks Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Kamis (7/3) lalu.

Turnamen internal yang rutin digelar CBN Batam setiap tahun ini, bertujuan untuk menguji daya ketahanan dalam bertanding, serta sebagai tolok ukur atas hasil dan pencapaian dalam latihasn yang dilakukan atlet-atlet CBN sehari-hari.

Pelatih CBN Batam Gizcard Mamangkey menuturkan, untuk turnamen internal kali ini sengaja membuat program latihan endurance (daya tahan) diterapkan ke sistem pertandingan yang durasinya hanya sehari.

”Jadi kita menguji seorang atlet untuk melatih daya tahan sampai bertanding berulang-ulang dari babak awal sampai akhir. Tujuannya adalah si atlet akan mendapatkan daya tahan yang kuat dalam pertandingan,” terangnya.

Home Tournament CBN Batam kali ini diikuti sebanyak 87 pemain baik putra dan putri.

Dibagi dalam 7 kategori, mulai dari kategori pra usia dini, usia dini, anak-anak, pemula, remaja, serta taruna/dewasa.

”Dan yang tidak kalah seru yaitu kategori eksebisi ganda putra antarorang tua atlet,” sebutnya.

Gizcard mengatakan, untuk rencana ke depan akan kembali melaksanakan turnamen internal yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada September 2019.

“Jadi turnamen internasl ini kita gelar setiap 6 bulan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pelatih dan pengurus CBN Batam berharap kepada PBSI Kota Batam dan Kepri agar bisa menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan sebanyak banyaknya, sehingga bisa membuat semangat atlet-atlet Batam dan Kepri lebih giat lagi berlatih.

Tentu saja, sambungnya, tujuan akhirnya agar bisa lahir pebulu tangkis-pebulu tangkis yang andal dari Kota Batam ini untuk menjadi pemain profesional dan bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.(mta)

Singapura Larang Gunakan Minyak Goreng Beku

0
ilustrasi

batampos.co.id – Singapura melarang penjualan minyak terhidrogenasi dalam bentuk lemak trans yang ditemukan dalam setiap makanan ringan seperti cookies, serta makanan yang dipanggang.

Minyak partially terhidrogenasi (PHO) ini dianggap menjadi sumber utama lemak trans penyebab sejumlah penyakit pada tubuh manusia.

Sekretaris Senior Kementerian Kesehatan Singapura Amrin Amin menyebutkan, sumber utama lemak trans buatan banyak ditemukan dalam sejumlah makanan seperti margarin, keripik kentang, dan makanan cepat saji.

“Departemen Kesehatan agar segera melarang peredarannya,” ujarnya dalam Rapat Parlemen, sebagaimana dilansir dari Channel News Asia, Rabu (6/3) lalu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lemak trans buatan meningkatkan risiko penyakit jantung dan tidak memiliki manfaat kese-hatan.

“WHO telah meminta negara-negara untuk menghilangkan lemak trans buatan dari pasokan makanan,” kata­nya.

Singapura mengelompokkan kategori produk makanan yang cenderung mengandung PHO, yaitu makanan ringan, makanan yang dipanggang, dan makanan siap saji. Di seluruh kategori ini, kurang dari 10 persen produk di pasar saat ini mengandung PHO.

Produsen makanan diharuskan oleh hukum untuk menyatakan dan membatasi jumlah lemak trans dalam minyak goreng dan lemak.

“Ini mengakibatkan asupan lemak trans lokal berkurang sekitar dua gram per hari pada 2010 menjadi 1 gram per hari pada 2018, kata Amrin.

Singapura merupakan negara yang mengikuti Amerika Serikat, Kanada, dan Thailand dalam melarang penjualan PHO ini di negaranya.

“Namun, melarang produsen menggunakan PHO seharusnya tidak memiliki efek buruk pada pilihan makanan dan biaya Singapura,” tambah Amrin menambahkan.

Depkes telah berkonsultasi dengan industri makanan lokal. Dan umumnya mereka mendukung.

Seorang juru bicara Departemen Kesehatan mengatakan, pelarangan PHO dan menghilangkan lemak trans dari berbagai makanan Singapura harus mendapat dukungan penuh dari berbagai pengusaha kuliner. Banyak solusi dan alternatif yang bisa digunakan sebagai pengganti PHO ini, di antaranya, minyak biji bunga matahari dan minyak canola. Dua produk ini merupakan minyak tidak jenuh, dan aman bagi kesehatan. Ahli diet senior di National Healthcare Group Polyclinics Singapura Alvernia Chua mengatakan, bahan umum yang digunakan dalam pembuatan makanan olahan, PHO meningkatkan rasa dan tekstur makanan ini, dan juga meningkatkan stabilitas rasa.

Dia menambahkan bahwa minyak ini dapat menahan pemanasan berulang, membuatnya ideal untuk makanan yang digoreng dan cepat.

”Kebanyakan PHO dibuat oleh proses industri yang dise­bu­t hidrogenasi, dimana mo­lekul hidrogen ditambahkan ke minyak nabati, yang menye­babkan minyak menjadi padat pada suhu kamar,” jelasnya.

Dia memperingatkan, kesa-lahpahaman bisa muncul dari larangan yang dimaksudkan, yang menyebabkan konsumen memilih mentega daripada margarin sebagai pilihan yang lebih sehat.

“Ini juga tidak direkomendasikan karena mentega, meski tidak mengandung PHO, tapi tetap tinggi lemak jenuh. Pilihan yang lebih sehat adalah memilih margarin lunak yang bebas PHO dan lemak jenuh tinggi, ”katanya.

Menarik referensi dari Denmark, Chua mengatakan bahwa larangan yang bertujuan mengurangi PHO dalam produk makanan dapat me-ngurangi tingkat penyakit jantung dan stroke dari waktu ke waktu dalam populasi. Di Denmark, negara pertama yang memberlakukan larangan seperti itu pada tahun 2004, angka kematian akibat penyakit jantung telah menurun. (*)

Lahan Baru Pembangunan BLK di Kabil

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sejak tahun lalu, pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Tanjungundap, Tembesi tak kunjung terealisasi. Pembebasan lahan menjadi kendala. Kemungkinan pem­ba­ngunan BLK akan bergeser ke Kabil karena di sana ada lahan yang sudah siap bangun yang dihibahkan PT Citramas Kabil.

“Kemarin kami sudah lihat lokasinya. Ada dua yang ditawarkan. Kami sudah cek lahannya. Kondisinya sudah siap bangun. Hal ini didukung juga karena berada di kawasasan industri,” kata Kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti, Sabtu (9/3).

Rudi mengatakan, lahan yang dihibahkan tersebut luasnya sampai empat hektare. Dan Disnaker sudah menyampai kan hal ini ke wali kota. Nantinya kalau disetujui maka akan langsung disampaikan ke Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker).

“Kami laporkan dulu ke pusat. Mungkin dalam waktu dekat ini kami akan temui Kemenaker terkait kesiapan lahan ini. “Kalau mereka setuju akan dilanjutkan ke proses hibah dan usulan anggaran pembangunan tahun mendatang,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses hibah nanti akan memakan waktu dua hingga tiga bulan. Lahan yang ditawarkan sudah siap untuk dibangun. Kondisi ini berbeda dengan lahan yang di Tanjungundap yang prosesnya belum selesai hingga saat ini

“Kita lihat nantilah. Apapun jawaban dari kementerian pasti kita dukung. Hal terpenting Batam bisa punya BLK agar pencari kerja bisa diberikan pelatihan di sana nantinya,” lanjutnya.

Sebagai kota industri, lanjutnya, keberadaan BLK sangat dibutuhkan. Pembangunan ini sudah tertunda selama satu tahun. Ia berharap anggaran yang kemarin disiapkan untuk BLK bisa digunakan kembali tahun 2020.

“Mudah-mudahan rencana ini bisa direalisasikan segera,” harap mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batam ini.(*)

KPU Batam Masih Terima Pindah Memilih

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam masih menerima permohonan pindah memilih bagi warga yang akan memilih 17 April mendatang. Hal ini disampaikan Komisioner KPU Batam Sudarmadi, Sabtu (9/3).

”Deadline-nya 30 hari sebelum pemilihan. Jadi, masih kami buka hingga tanggal tersebut paling lambat pukul 16.00 WIB,” kata dia.

Ia juga menjelaskan, saat ini proses Daftar Pemilihan Tetap tambahan (DPT-b) masih terus berjalan. Data terakhir menyebutkan untuk kawasan industri terdapat 600 pemilih yang sudah terdata pindah memilih di Batam.

”Kami sudah cek dan hasilnya mereka belum terdaftar di daerah asal jadi bisa memilih di sini,” kata dia.

Sudarmadi mengungkapkan, proses perhitungan daftar pemilih ini sudah memakan waktu hampir satu tahun. Sementara Daftar Pemilih Khusus (DPK) masih akan diterima hingga pemilihan nantinya.

Ia menyebutkan pemilih yang masuk dalam DPk yaitu me-reka yang sudah cukup umur untuk memilih, memiliki e-KTP Batam namun terlewatkan atau tidak masuk dalam DPTHP2 yang sudah diplenokan Januari lalu. Kemudian warga yang sudah berusia 17 tahun saat pemilihan dan sudah memiliki e-KTP Batam.

”Jadi, mereka tetap bisa memilih dan membawa e-KTP milik mereka,” ujarnya.

Terkait permasalahan masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP karena permasalahan kekosongan blangko, Sudarmadi mengungkapkan mungkin mereka bisa membawa bukti perekaman yang menyatakan e-KTP me-reka belum jadi.

”Surat keterangan (Suket, red) kan sudah tidak dikeluarkan lagi. Mungkin mereka bisa bawa resi perekaman. Tapi itu masih menunggu informasi dari pusat juga,” lanjutnya.
Sementara itu, tahapan pelipatan surat suara terus berlanjut. Surat suara presiden yang pertama dilipat dilanjutkan DPR RI, DPD dan DPRD.(*)

Survei: Di Bengkong Sadai dan Bengkong Indah Sebut 81 Persen Warga Tidak Sehat

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sekitar 81 persen warga Kelurahan Bengkong Sadai dan Bengkong Indah tidak sehat. Data itu didapat dari survei petugas Puskesmas Seipanas sejak tahun lalu dan sudah mendata Sekitar 9.000 Kepala Keluarga.

Kepala Pukesmas Seipanas dr Anggrainie NW mengatakan, pendataan kesehatan warga di dua kelurahan tersebut akan dilakukan hingga November 2019.

“Jumlah KK di dua kelurahan ada 18 ribu, 50 persen telah kami data. Hasilnya, hanya 19 persen warga yang sehat,” ujar wanita yang akrab disapa Anggi ini.

Menurut dia, kesimpulan itu didapat dari survei 12 item, sesuai dengan program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (Pispeka). Di antaranya, survei KB, pemeriksaan kehamilan, imunisasi, ASI eksklusif, berat badan bayi, tuberkulosis, tekanan darah tinggi, sehat jiwa, rokok, sarana air bersih, jamban sehat, serta anggota JKN.

“Satu saja dari 12 item itu tak terpenuhi, maka keluarga dinyatakan tak sehat. Selain 12 item itu, kami juga melakukan pengecekan jentik nyamuk,” imbuh Anggi.

Dari 12 item itu, perilaku merokok, TBC hingga keanggotaan JKN sebagai indikator yang menyimpulkan bahwa warga di dua kelurahan itu tidak sehat.

“Rata-rata tiap rumah ada yang merokok. Harusnya sebagai orang tua, mereka sadar akan kesehatan anak. Sebab, partikel rokok bisa memicu kanker pada anak,” tutur Anggi.

Di tempat yang sama, Koordinator Lapangan Pispeka Novi Novera mengatakan, survei program tersebut tidak berlangsung mulus. Banyak warga yang menolak untuk didata karena merasa sudah sehat.

“Warga Perumahan kelas menengah keatas rata-rata menolak untuk di data, padahal kami hanya mengecek kondisi kesehatan mereka,” jelas Novi.

Dikatakan Novi, petugas pendataan dibagi menjadi lima tim. Satu tim terdiri dari 7-8 orang.

”Kami turun setelah pelayanan di Pukesmas, berpencar agar semua warga terdata. Target November tahun ini selesai,” pungkas Novi. (*)

Keluarga MH-370 Tuntut Pemerintah Malaysia

0

batampos.co.id – Puluhan kerabat korban hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH-370 pada 2014 lalu memadati halaman Kementerian Luar Negeri di Tiongkok, Jumat (8/3) lalu. Dengan penuh emosional, mereka meminta Pemerintah Malaysia membuka kembali kasus tersebut. Menuntut jawaban atas salah satu misteri penerbangan terbesar di dunia tersebut.

Banyak dari para keluarga menuntut, supaya pencarian dilakukan kembali. Dilansir dari Channel News Asia, Malaysia Airlines menghilang pada 8 Maret 2014 saat pener-bangan dengan rute Kuala Lumpur menuju Beijing. Penerbangan itu membawa 239 penumpang termasuk awak kabin.

Sebagian besar penum-pangnya adalah warga Tiong-kok, Malaysia, dan juga dari Indonesia, termasuk warga Malaysia.

Lima tahun berlalu, tapi sampai sekarang, tak ada tanda-tanda ditemukannya serpihan di zona pencarian Samudra Hindia, yang jaraknya sekitar 120.000 kilometer persegi (46.000 mil). Pencarian yang juga turut dibantu Australia tersebut tak membuahkan hasil, lantas dihentikan pada Januari 2017.

Sekitar 50 kerabat penumpang Tiongkok melakukan perjalanan ke Beijing dari seluruh negara untuk menandai peringatan dan berkumpul di luar kementerian luar negeri.
Hu Qiufang mengatakan kepada AFP bahwa anggota keluarga telah menghabiskan waktunya sejak tahun lalu, memohon bertemu menteri luar negeri tetapi mereka hanya diberikan pertemuan dengan pejabat tingkat rendah, yang mengatakan kepada mereka bahwa tidak ada lagi pencarian.

”Pemerintah Tiongkok tidak mendengarkan kami, kami merasa sangat tidak berdaya, Bagaimana dengan maskapai,” kata pria 78 tahun, yang put-ranya juga turut hilang dalam penerbangan tersebut.

”Sebagai negara, Tiongkok harusnya mendukung kami,” ujarnya.

Jiang Hui, yang ibunya juga turut menjadi korban, me-ngungkapkan sampai sekarang dia masih dihantui tragedi itu.

”Ini seperti mimpi buruk yang masih hidup, pemandangan itu berulang di kepala saya,” ungkapnya sambil menangis.

Demikian juga halnya de-ngan anggota keluarga dari Malaysia. Mereka menyerukan agar pencarian dimulai kembali.

Mereka diberi secercah harapan akhir pekan lalu selama peringatan di Kuala Lumpur, ketika Menteri Tansportasi Malaysia mengatakan dia terbuka untuk mendengar proposal untuk melanjutkan pencarian.

”Kami akan terus melakukan apa pun yang kami bisa untuk memastikan pencarian terus berjalan,” ujar Grace Nathan, yang ibunya Anne Daisy berada di pesawat, mengatakan kepada AFP.

”Selama ada kemungkinan pencarian, kami tetap berharap bahwa pesawat itu dapat ditemukan,” ujarnya.(*)

13 Kurir Narkoba Diamankan di Bandara, Sejak Januari 2019

0
Yati Rohaeti saat diinterogasi.
foto: Hang Nadim

batampos.co.id – Sejak Januari lalu, Pihak Bandara Internasional Hang Nadim mengamankan 13 orang kurir Narkoba. Totalnya, petugas sudah mengamankan 4.943 gram sabu dan 677 butir ineks. Kebanyakan dari mereka diamankan di Security Check Poin (SCP) pertama terminal Keberangkatan Hang Nadim.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (9/3) mengatakan, para kurir narkoba ini melakukan berbagai modus agar barang haram tersebut bisa masuk ke dalam pesawat. Ada yang memasukkannya ke tas ransel, tas jinjing, dalam sepatu, dililitkan dalam tubuh, hingga dimasukan dalam dubur serta kemaluan.

“Paling sering dimasukan dalam sepatu,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini pihak otoritas bandara memberlakukan sistem keamanan berlapis di Hang Nadim. Calon penumpang akan melalui proses pemeriksaan sebanyak dua kali. Apabila ada upaya penyelundupan narkoba, dan tidak terdeteksi di SCP pertama. Maka dapat terpantau di SCP kedua.

Tak hanya melakukan pemeriksaan melalui X-Ray tiap-tiap SCP, pihak bandara juga menerapkan pemeriksaan secara manual melalui beberapa orang petugas. Pihak bandara menempatkan 11 petugas pemeriksaan di setiap SCP bandara. Empat orang diantaranya mengawasi calon penumpang saat melewati walkthrough di terminal keberangkatan.

“Mereka akan langsung melakukan pemeriksaan secara manual, terutama kepada calon penumpang yang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan,” katanya.

Kemudian, ada dua petugas yang khusus mengawasi dan memantau layar monitor X-Ray. Selanjutnya ada tiga petugas di depan pintu terminal keberangkatan, dan dua orang lainnya yang bertugas mengawasi sistem keamanan secara keseluruhan.

Tahun 2018 lalu, petugas Bandara Internasional Hang Nadim mengamankan 42 kurir sabu. Barang bukti yang diamankan 32,492 kilogram sabu. (ska)

Promo Hi Tea Licious hingga Movie Night

0

batampos.co.id – Memasuki bulan Maret 2019 ini, Best Western Premier Panbil menghadirkan beberapa promosi yang dapat dinikmati di outlet hotel, mulai dari Andaliman Restaurant, Kayumanis Lobby Lounge hingga La Bella Vita Rooftop Bar lantai 15. Promo tersebut antara lain Hi Tea Licious, Saturday Oriental Buffet Brunch, dan Movie Night.

Bagi para tamu yang ingin mencari tempat untuk relaksasi melepas penat di jam istirahat siang ataupun sore, Best Western Premier Panbil menyediakan paket Hi Tea Licious dengan paket minuman coffee / tea setiap hari mulai dari jam 13.00 WIB- 15.00 WIB di Kayumanis Lobby Lounge (Ground Floor).

”Untuk dua orang dikenakan biaya Rp 89 ribu net sudah termasuk pilihan coffee/tea, slice cake, savory, croissant, cookies serta nut and crackers. Suasana hangat yang nyaman di Kayumanis Lobby Lounge, dijamin dapat membuat relax dan santai di sela-sela istirahat para tamu,” ujar Director of Food & Beverage Best Western Premier Panbil, Edi Sahputra, kemarin.

Masih berlokasi di Ground Floor, pihak hotel juga menyediakan promo buffet brunch di Andaliman Restaurant setiap hari Sabtu pukul 11.30 – 14.00 WIB bertajuk Saturday Oriental Buffet Brunch. Berkonsep All You Can Eat, tamu dapat menikmati hidangan buffet ala BWP Panbil. Termasuk dengan berbagai macam stall seperti dimsum, aneka noodle seperti kwetiau, be hoon serta pilihan topping seperti chicken & beef, es krim beserta berbagai macam condimentnya, sambal corner, kerupuk, aneka pastry serta aneka buah segar.

”Untuk menu buffetnya sendiri berganti-ganti dari minggu ke minggu. Semua ini dapat dinikmati hanya dengan harga Rp 189 ribu net/pax,” jelasnya.

Lebih lanjut Edi menjelaskan, menuju ke lantai 15, Best Western Premier Panbil menghadirkan juga entertainment bertajuk Movie Night di La Bella Vita Rooftop Bar mulai hari Minggu- Rabu pukul 18.00 – 22.00 WIB. Untuk dapat menikmati Movie Night ini, pihak BWP Panbil tidak mengenakan HTM/harga tiket masuk bagi para tamu yang menginap dan juga umum.

”Untuk Movie Night, masuknya gratis. Pengunjung dapat langsung naik ke lantai 15 dan ini free access,” jelasnya. (ocu)

Mio S Irit hingga 66,4 Km

0

batampos.co.id – Yamaha Kepri menggelar lomba uji keiritan bahan bakar untuk motor matic Yamaha Mio S, Minggu (10/3). Kegiatan ini diikuti 30 konsumen dengan mengambil rute bukit Welcome to Batam, Batam Center-Galang.

Area Marketing Dealer Yamaha Kepri, Franky, mengatakan uji keiritan ini khusus penggunaan motor Yamaha Mio S selama 3 tahun. Setiap motor diisi bahan bakar 1 liter, dengan pemenangnya sejauh 66,4 kilomter.

”Jadi peserta dari konsumen yang membeli motor tiga tahun lalu. Di sini kami langsung menguji keiritannya, meski sudah dipakai lama,” ujar Franky.

Dalam lomba ini, peserta yang keluar sebagai pemenang mendapatkan hadiah Rp 2 juta, juara II Rp 1,5 juta, dan juara III Rp 1 juta.

F.Dalil Harahap/Batam Pos
Tiga konsumen juara lomba irit bahan bakar yang digelar Yamaha Kepri, Minggu (10/3). Ajang ini membuktikan bahwa motor matic hemat bahan bakar, 1 liter bisa 66,4 km.

Yamaha Mio S dilengkapi teknologi Blue Core. Teknologi ini membuat mesin motor irit hingga 50 persen. Kemudian dari segi penampilan, motor ini menggunakan LED Headlight. Bodi yang ramping dikombinasikan bersama lampu depan LED dan desain bernuansa berlian.

”Tampilan ini lebih terlihat elegan dan stylish. Bodinya juga ramping,” kata Franky.

Untuk mesin, motor ini dilengkapi mesin berkapasitas 125cc yang sanggup mengeluarkan tenaga sampai 7,0 kw. Keunggulannya motor ini dibekali Answer Back System (ABS), yang memudahkan pemilik motor mencari motornya di parkiran.

”Keunggulan lainnya, motor ini dilengkapi ruang kaki lebih lebar. Kemudian lampu hazard untuk memberi tanda dalam situasi darurat,” jelas Franky.

Franky menegaskan dengan kegiatan ini bisa memastikan motor matik khususnya Yamaha Mio S lebih irit meski pemakaian hingga 3 tahun.

”Jadi kami ingin mengubah pemikiran masyarakat mengenai motor matik itu boros bahan bakar,” kata Franky. (opi)