Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11537

Realisasi Sektor Pajak Tumbuh Signifikan

0
Tapping box.
foto: batampos.co.id / william s

batampos.co.id – Realisasi pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam pada Januari 2019 tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Meningkatkan realisasi PAD ini didorong oleh meningkatnya pendapatan daerah dari beberapa sektor pajak unggulan.

“Alhamdulilah start kita bagus. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu cukup signifikan peningkatannya,” kata Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam Raja Azmansyah, Rabu (13/2).

Diakuinya, salah satu paling signifikan kenaikannya ialah sektor pajak restoran. Kenaikannya mencapai 60,6 persen.

Bila Januari 2018 lalu realiasi pajak restoran hanya Rp 6,2 miliar. Pada periode yang sama Januari 2019, realisasi dari sektor pajak ini diangka Rp 9,98 miliar.

“Peningkatannya cukup signifikan, khususnya dari rumah makan dan kedai kopi,” terang Raja.

Sektor unggulan lainnya ialah Pajak Hotel dan Pajak Bea Perolehan Hak Tanah Bangunan (BPHTB). Pajak hotel misalnya, Januari 2019 ini sudah tercapai Rp 12,5 miliar. Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 10 miliar. Begitu juga dengan BPHTB, naik 31,79 persen dari Rp 12,3 miliar, naik menjadi Rp 16,9 miliar di tahun 2019.

Kondisi yang sama juga terlihat pada Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Realisasi di Januari 2019 dari sektor pajak ini naik 28,61 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Secara keseluruhan Raja mengakui kenaikan pajak daerah mencapai 24,9 persen.

Raja mengakui naiknya realisasi PAD Batam ini tidak lepas dari peran alat pemantau transaksi atau lebih dikenal dengan tapping box. Sebab, hampir di setiap sektor pajak unggulan yang mengalami kenaikan pajak telah dilngkapi dengan alat tersebut.

“Harapan kita dengan start yang bagus ini, selanjutnya bisa lebih maksimal lagi,” tambah Raja.

Dari sekian sektor pajak tersebut, hanya pajak parkir dan pajak mineral bukan logam yang masih rendah realisasinya. Untuk parkir, Raja mengakui disebabkan adanya perubahan regulasi seperti pemberlakuan drop out 15 menit sehingga menyebabkan realisasi parkir berkurang.

“Namun demikian tetap akan kita pantau lewat tapping box, karena tiap transaksi pajak parkir akan langsung terhubung ke kami,” jelasnya. (rng)

Kenji Benedict Kohlee, Peraih Emas yang Gigih Berlatih

0

batampos.co.id – Berlatih taekwondo, bagi Kenji Benedict Kohlee, Siswa Avava School bukan hanya sekadar olahraga. Namun, agar tetap bugar juga untuk menjaga diri. Karena itu, dia gigih berlatih.

“Sejak kelas 1 SD saya sudah ikut latihan taekwondo,” ungkapnya ketika ditemui di Dojang Kharisma Bangsa Batam di Kepri Mall tempat dia berlatih, Kamis (14/2/2019).

Kegemaran pemegang sabuk biru strip (geup 4) ini terhadap olahraga bela diri taekwondo, juga mendapat dukungan kedua orangtuanya. Itu pula yang memicunya untuk memberikan yang terbaik terhadap olahraga yang digemarinya.

Alhasil, putra kelahiran Batam 19 Januari 2009 ini berhasil meraih juara fighting di Kejuaraan 6th Daedo Taekwondo Open Championships 2018 di Singapura dan berhasil menggondol medali emas pada perhelatan akbar itu.

Kenji mengaku sebelum bertanding di kejuaraan itu, dirinya terlebih dahulu harus melewati seleksi yang dilakukan di dojang tempat ia berlatih. Hasil kerja kerasnya berlatih membawanya menjadi juara dengan nilai poin yang lebih unggul.

Meraih medali emas di Kejuaraan 6th Daedo Taekwondo Open Championships 2018 itu diakuinya tidak mudah. Sebab, dia harus berhadapan dengan atlet-atlet dari luar yang juga tangguh.

“Mereka semua mempunyai teknik bertarung yang sangat bagus,” ujar anak dari pasangan Ali Henri dan Liesan itu.

Dikatakan sang ibu, medali yang berhasil diraih anaknya tidak terlepas dari dukungan pelatihnya Sabeum Soewito Trikusuman, tempat putranya belajar bela diri taekwondo.

“Sebagai orangtua kita selalu mendukung mereka, semangati terus tapi tidak memaksa. Apa lagi kita semakin senang karena anak kita ini dalam taekwondo merupakan keinginan mereka. Setelah ini tentu kita harapkan anak-anak mampu meraih prestasi lebih baik lagi,” ujar Liesan.

“Kebanggaan luar biasa sebagai orang tua, karena Kenji mampu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya dan juga disukainya. Apalagi dalam hal akademik Kenji pun unggul. Berkat dukungan dari keluarga, sekolah, dan tempat dia berlatih taekwondo,” ungkapnya.

Disinggung terkait dojang tempat putranya menimba ilmu beladiri taekwondo, Liesan melihat bahwa dojang Kharisma Bangsa Batam sebuah wadah yang disiplin yang menanamkan nilai-nilai tanggungjawab dan kejujuran. Menumbuhkan jiwa kebersamaan serta kesetiakawanan. Atlet-atlet yang berlatih di dojang tersebut pun dinilainya bisa menjadi generasi yang tanggguh.

Sementara itu Sabeum Soewito Trikusuman mengatakan, bahwa Dojang Kharisma Bangsa Batam tempatnya melatih selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan dan tanggungjawab kepada anak didiknya agar kelak anak didiknya selain tangguh di arena juga sopan dan santun di dalam pergaulan sehari-hari agar dapat menjadi contoh di mana pun mereka berada.

“Dari atlet yang kami bina di sini kami tidak berharap muluk-muluk. Yang penting bagi kami bahwa mereka yang kami latih di sini bisa menjadi pribadi yang baik, rajin, disiplin, bertanggungjawab dan tangguh. Adapun kalau mereka meraih juara pada pertandingan-pertandingan yang mereka ikuti itu merupakan bonus dari ketekunan dan kedisiplinan mereka dalam berlatih,” ujar pemegang sabuk hitam Dan IV Internasional Kukkiwon itu. (iwa)

Wajah Angkot Kota Batam; Bemper Bercopotan Hingga Pintu Diikat Pakai Tali

0
ilustrasi
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pengawasan dan penertiban angkot di Batam belum berjalan maksimal. Masih banyak angkot yang tak laik operasi bebas berkeliaran di Batuaji dan Sagulung. Masyarakat semakin resah sebab angkot yang tak terawasi ini kerap berulah dan mengancam keselamatan penumpang atau pengguna jalan lainnya.

Pantauan di lapangan, angkot yang beroperasi di Batuaji dan Sagulung banyak yang bermasalah. Aksesoris pendukung kendaraan banyak yang bercopotan atau tidak berfungsi, seperti lampu rem atau lampu sign yang tak berfungsi, mengularkan asap yang berlebihan hingga bolongnya sebagian bodi angkot.

Selain itu, kaca angkot juga umumnya terlampau gelap sehingga tidak tembus pandang dari luar. Ini menyalahi aturan sebab angkot harus berkaca bening yang bisa dilihat dari luar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terhadap penumpang.

Meskipun banyak menyalahi aturan dan tak laik pakai, namun angkot-angkot ini merajai jalanan. Aksi kebut-kebutan hingga ngetem di tengah jalan menjadi hal yang biasa bagi para sopirnya. Ini yang paling dikeluhkan masyarakat sebab kerap menyebabkan kecelakaan lalulintas dan kemacetan.

“Banyak tak tak beres angkot di sini. Bemper bercopotan, lampu rem tak ada sampai pintu mobil yang diikat pakai karetpun ada. Sudah kayak gerobak jadinya tapi enteng saja sopirnya. Nambang terus walau tak pernah uji KIR,” ujar Nikson, pengguna angkot di Batuaji, Kamis (14/2/2019).

Bebas beroperasinya angkot yang tak laik operasi ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat umum lainnya. Masyarakat menilai kinerja kerja dari Dinas Perhubungan Kota Batam dan Satlantas Polresta Barelang belum maksimal. Bahkan sebagian masyarakat menilai ada unsur pemeliharaan sehingga angkot-angkot bermasalah itu tetap beroperasi.

“Kalau pemotor yang tak pakai helm atau spion cepat ditilang tapi kalau bimbar yang asapnya kayak mesin asap nyamuk itu tak pernah disentuh. Sudah banyak korban loh. Tunggu sampai kapan lagi baru ditertibkan,” ujar Daus, warga lain. (eja)

Industri Lebih Suka Pakai Robot

0
Para pencari kerja di Batamindo, Batam.
foto: batampos.co.id / sapna

batampos.co.id – Tuntutan industri di era global meminta Batam untuk segera beralih ke industri 4.0. Tipikal industri seperti ini akan mampu menarik lokomotif industri pendukung lainnya lebih optimal. Tapi, di sisi lain, karena sistemnya sudah otomatis, maka perusahaan industri akan mengandalkan robot dan hanya sedikit merekrut tenaga kerja. Itupun hanya tenaga kerja yang terampil di bidang teknologi industri 4.0.

“Kalau industri manufaktur kita mau naik kelas, suka tidak suka harus beralih ke industri 4.0. Saat ini, mayoritas masih gunakan teknologi revolusi industri 1.0 hingga 3.0. Tapi teknologi industri 4.0 akan meningkatkan produktivitas, tenaga kerja dan memperluas pasar,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, Rabu (13/2/2019).

Memang bagi sejumlah pihak, mereka memandang revolusi industri 4.0 menjadi ancaman pengurangan lapangan pekerjaan. Namun, Tjaw menilai bahwa revolusi industri 4.0 dapat dipandang sebagai kesempatan melahirkan peluang pekerjaan baru yang berpotensi unutk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Perlunya menyiapkan tenaga kerja yang terampil dengan perubahan yang fundamental terhadap pendidikan dan pelatihan vokasi. Dari tenaga kerja tak berskill menjadi fullskill,” jelasnya.

Industri 4.0 berbasis kepada pengoperasian sebuah mesin dari jarak jauh menggunakan fasilitas Internet of Things (IoT).”Kalau sudah fullskill, bisa saja pengoperasian sebuah mesin hanya dilakukan dari jarak jauh ke sejumlah pabrik dengan menggunakan IoT, artificial intelligence (AI) dan sampai tahapan komputasi,” paparnya.

Memang dalam beberapa tahun terakhir ini, jumlah perekrutan sudah mulai menurun. Sebagai contoh, perekrutan tenaga kerja buruh di Batamindo pada tahun 2017 mencapai 12.367 orang. Tapi pada tahun 2018, menurun menjadi 4.891 orang. Faktor utama memang karena penurunan ekonomi Batam yang disebabkan lambannnya perekonomian global. Tapi faktor revolusi industri 4.0 juga ikut berkontribusi.

Pada umumnya, perusahaan akan merekrut ribuan tenaga kerja ketika ada peningkatan order atau ada ekspansi. Tapi perusahaan yang berekspansi pun tidak terlalu banyak merekrut tenaga kerja. Rubicon di Batamindo yang melakukan ekspansi hanya merekrut 250 tenaga kerja, Sat Nusapersada yang mendapatkan limpahan investasi dari Pegatron juga hanya merekrut 200 tenaga kerja. Kemudian perusahaan asal Jepang, Maruho yang akan segera masuk hanya merekrut 70 orang dan Simatelex dari Hongkong yang hanya merekrut 120 orang.

Lalu bagaimana keunggulan dari teknologi revolusi industri 4.0 ini yang sekarang banyak diterapkan oleh perusahaan industri di Batam. Direktur Human Resource Development PT Schneider Electric Manufacturing Batam, Susi mengatakan bahwa ada beberapa poin yang menjadi dasar perusahaan saat ini bergerak ke arah industri berbasis IoT ini.

“Pertama, kita tidak bisa lari dari perkembangan zaman yang mengharuskan kita untuk ikut ambil bagian dan perubahan revolusi industri 4.0,” kata Susi, Rabu (13/2).

Susi mengungkapkan bahwa mengadopsi teknologi IoT akan membuat perusahan industri memiliki daya saing baik dari segi tingkat produktivitas dan efisiensi yang bisa dihasilkan serta daya saing dalam merangkul generasi milenial untuk ikut bergabung.

“Kita bisa analogikan para lulusan universitas dengan kompetensi dan pengetahuan teknologi terdepan akan lebih memilih perusahaan yang sudah modern dan adopsi teknologi terbaru agar tidak tertinggal,” paparnya.

Selain itu, konsep teknologi industri 4.0 mampu memberikan transparansi sehingga keputusan strategis bisa diambil dengan cepat dan akurat. “Targetnya bukan untuk menggantikan tenaga kerja tapi memberikan tools dan kemudahan dalam operasional perusahaan sehingga lebih produktif dan efisien,” katanya lagi.

Susi kemudian mengupas soal efisiensi penggunaan teknologi industri 4.0. Sekarang banyak perusahaan industri di Batam yang mengandalkan robot yang dikendalikan dari jauh untuk proses yang membutuhkan perlakuan khusus.

“Misalnya di area kritikal seperti di area unsafe atau risk for human. Kemudian juga untuk proses yang related dengan ergonomic, dimana robot digunakan untuk mengangkat barang yang cukup berat dan berulang-ulang,” jelasnya.

Salah satu keunggulan lainnya yakni robot bisa digunakan untuk melakukan suatu pekerjaan yang sama berulang kali tanpa istirahat. “Dan juga proses yang berhubungan dengan CTQ atau critical to quality yang menghasilkan kualitas sesuai dengan yang diinginkan,” tambahnya.

Dengan kata lain, penggunaan robot sangat penting untuk tahapan produksi dari tingkat yang berbahaya hingga yang ekonomis dan efisien seperti mengangkat barang berulang kali. Mereka juga tidak digaji. “Pakai robot lebih terjamin safety-nya,” tambahnya lagi.

Lebih jauh lagi, Susi mengatakan saat ini perusahaan industri sudah berkenalan dengan collaborative robot atau robot yang mampu bekerja sama. “Collaborative robot ini dapat bekerja berdampingan dengan tenaga kerja. Robot-robot ini sudah mendapatkan sertifikat keamanan untuk bekerja di area terbuka bersama tenaga kerja di shop floor,” paparnya.

Penggunaan robot memang tengah dicoba oleh kalangan industriawan di Batam. Mengingat lebih efisien karena tidak membutuhkan gaji. Polemik kenaikan upah minimal kerja (UMK) tiap tahun dianggap menggangu kelancaran usaha.

Pengusaha terkenal Batam sekaligus Presiden Direktur (Presdir) Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan pernah mengatakan Kenaikan upah minimum kerja (UMK) tiap tahunnya dapat membuat pengusaha di Batam mengambil opsi untuk mulai melakukan robotisasi dalam bidang produksi.

“Tiap tahun ada kenaikan. Pengusaha jadi hati-hati karena belum ada solusinya. Sekarang upah Batam lebih tinggi dari Johor Bahru,” ungkapnya.

Abidin mengatakan kenaikan UMK akan membuat pengusaha menguragi tenaga kerja. Untuk meminimalisir pengurangan tenaga kerja, maka pengusaha akan beralih ke proses robotisasi atau auto motion.

“Itu satu-satunya jalan setelah terpaksa mengurangi karyawan adalah tambah mesin. Kalau tidak, perusahaan akan merugi,” ujarnya.

Lagipula, Abidin mengatakan proses produksi industri saat ini sudah bergerak ke arah robotisasi.”Di China sudah luar biasa. Salah satunya perusahaan smartphone Foxcon mampu membuat smartphone hanya dengan empat orang. Semuanya sudah pakai auto motion,” jelasnya. (leo)

Lima Orang Terjangkit DBD di Seibeduk

0
ilustrasi

batampos.co.id – Penyebaran Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Seibeduk mulai memasuki fase serius. Tercatat, di Puskesmas Seipancur pada Januari lalu ada lima orang terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

Kepala Puskesmas Seipancur Hatta Syaifulah mengatakan, kasus tersebut langsung ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. Selan-jutnya, direkomendasikan ke puskesmas lalu ditinjau kembali di titik manakah yang dianggap rawan terjangkitnya DBD di kawasan tersebut.

“Faktor kebersihan menjadi faktor utama. Pasalnya, lingkungan di sekitar Kecamatan Seibeduk yang dekat dengan Dam Duriangkang dan juga saluran air yang tidak bersih, berpotensi mendorong nyamuk aedes aegypti bersarang,” katanya, Rabu (13/2).

Lima orang yang terjangkit DBD tersebut, berada pada rentang usia anak-anak dan dewasa. Terdapat di Kelurahan Mangsang, Duriangkang, dan Mukakuning.

“Semuanya terbagi dalam tiga kelurahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sedangkan untuk bulan Februari, pada siklus pertama masih perlu pendataan kembali dan bisa berpotensi bertambah. Dikarenakan saat ini, pola pikir dan pola hidup masyarakat sekitar masih menganggap fogging salah satu solusi yang tepat untuk mencegah DBD. Padahal, yang lebih utama menjaga kebersihan lingkungan dengan cara 3M plus dan gotong royong.

“Masyarakatnya belum terlalu mengerti tentang penanganan DBD, padahal dengan fogging hanya mengusir nya-muk dewasa, sementara jentik nyamuk masih bertahan,” ucapnya.

Ia menyebutkan, dalam 10 hari jentik nyamuk itu akan kembali menjadi nyamuk dewasa, dan fogging bukan juga solusi terbaik karena tidak bagus untuk kesehatan, malahan bisa menjadikan nyamuk kebal.

“Jadi, langkah terbaik penanganannya adalah selalu menjaga lingkungan tetap bersih,” jelasnya.(cr1)

Pembunuh Yu Weiwei Terancam Hukuman Mati

0
Tersangka pembunuhan terancam hukuman mati.
Foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Yuda Lesmana, 26, tersangka pembunuh Fitri Suryati alis Yu Weiwei, 24, dikenakan pasal berlapis. Selain dijerat pasal pembunuhan berencana, pelaku juga dikenai pasal pencurian disertai dengan kekerasan. Yuda dijerat dengan pasal 340 junto pasal 365 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Pasal 340 ancamannya hukuman pidana mati, pidana seumur hidup atau 20 tahun penjara. Sementara pasal 365 diancam dengan hukuman minimal 5 tahun penjara,” kata Kapolresta Barelang Kombes Hengki, Rabu (13/2).

Dijelaskan Hengki, dalam kasus ini pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop milik korban, satu unit ponsel milik adik korban yang dibawa Yuda usai membunuh Weiwei, satu unit ponsel, satu unit sepeda motor serta satu lembar celana yang digunakan Yuda saat beraksi.

“Ada satu robekan kertas bercak darah yang menjadi petunjuk kita. Robekan kertas yang tertulis nomor handphone (ponsel) korban yang dijumpai di saku celana tersangka,” ujarnya.

Sementara, untuk barang bukti lainnya seperti pisau yang digunakan tersangka dan menyebabkan korban meninggal dunia, diakui pelaku sudah dibuang ke Dam Seiladi. Kapolres menyatakan pihaknya tetap berupaya mencari barang bukti pisau tersebut. Selain pisau, sebuah CCTv yang berada di rumah Fitri juga diambil Yuda dan kemudian dibuang ke Seiladi.

“Kalau bisa diselam atau dicari alat yang digunakan untuk melakukan kejahatan ini, kita cari,” tegasnya.

Ia menambahkan, autopsi juga sudah dilakukan terhadap jenazah Yu Weiwei oleh dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Terdapat beberapa luka bekas benda tajam di bagian leher korban, sehingga menyebabkan korban meninggal.

Sebelumnya, aksi pencurian dengan kekerasan hingga menyababkan Weiwei meninggal dunia ini bermula ketika Yuda Lesmana hendak membeli gas di rumah Fitri. Adapun motif kasus ini adalah dendam. Yuda merasa sakit hati karena hubungan dengan pacarnya yang diketahui bernama Dewi, harus berakhir karena campur tangan Weiwei, 5 tahun silam.

Pada saat itu, korban atau Weiwei meminta Dewi tidak melanjutkan hubungannya dengan Yuda karena pria tersebut hanya tamatan SMP dan tidak mempunyai masa depan yang jelas.

Hubungan Yuda dan Dewi akhirnya memang kandas. Atas dasar itu, Yuda menyimpan dendam pada Weiwei. Hingga akhirnya, Yuda bertemu Weiwei Januari lalu saat hendak membeli gas.

Sebelum menghabisi nyawa Weiwei, Yuda terlebih dahulu memantau kondisi rumah korbannya. Setelah dipastikan rumah itu kosong, selanjutnya ia berpura-pura membeli gas dan langsung mencekik Fitri yang keluar dari rumah.

Fitri sempat pingsan dan setelah sadar berusaha kabur keluar rumah. Yuda yang melihat kejadian itu langsung mengeluarkan pisau dan beberapa kali menusuk ke bagian leher korban.

“Saya kira dia sudah lewat (meninggal). Rupanya masih bergerak, di situ saya tikam pisau ke leher dia. Saya tidak ingat berapa kali waktu itu,” ujar Yuda.(egi)

KPU Batam Terima 4.997 Kotak Surat Suara

0
Surat suara tiba di kantor KPUD Batam.
foto:batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Sebanyak 3.326.473 surat suara tiba di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Rabu (13/2). Surat suara dikemas dalam 4.997 kotak kardus.

Ketua KPU Batam, Syahrul Huda mengatakan surat suara diangkut dari Pelabuhan Batuampar menggunakan empat truk kontainer. Selanjutnya surat suara akan dicek dan disimpan di empat kontainer yang telah disediakan KPU.

“Sementara ini kami simpan di kontainer di halaman KPU, sebab kalau digudang ditakutkan ada kebocoran jadi merusak kotak suara jika hujan,” sebutnya.

Ada lima jenis kertas suara yang diterima KPU yaitu, surat suara untuk pemilihan calon presiden, DPR-RI, DPR Provinsi, DPRD, DPD dan 1.342 surat suara pemilu ulang.

Untuk pengamanan dan pengawasan surat suara, KPU juga memasang dua titik Closed Circuit Television (CCTv) untuk membantu pengamanan surat suara.

“Nanti menyorot langsung pintu kontainer. Jadi kalau terjadi sesuatu kita bisa cek. Ada juga dari pihak kepolisian,” lanjutnya.

Syahrul menambahkan selanjutnya suara suara akan dilipat sebelum didisdtribusikan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Untuk pelipatan nanti dulu. Yang jelas kami cek dulu kesesuaian data logistik dengan manifest yang diterima dari jasa ekpedisi,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam, Nopialdi mengatakan surat suara yang tiba harus dicek terlebih dahulu. Pengecekan meliputi jumlah dan kondisi surat suara.

“Selain surat suara yang sesuai DPTplus tambahan dua persen, ada juga surat suara untuk pemilihan ulang, jika terjadi konflik atau kecurangan saat pemilihan berlangsung. Kalau ada yang rusak atau tidak sesuai akan kami buat berita acaranya,” jelas Aldi.

Sebagai logistik utama, pengamanan surat suara memerlukan pengawasan yang lebih ketat. “CCTv sudah dipasang juga. Jangan ada yang hilang. Nanti dari Bawaslu nanti juga akan terus memantau hingga pendistribusian,” bebernya.

Sebelumnya, logistik lain seperti kotak suara, stempel, tinta hingga segel juga sudah berada di gudang penyimpanan KPU. Untuk mengamankan logistik, gudang dijaga oleh pihak kepolisian dan dipasangi CCTv. Berdasarkan data KPU Batam total DPTHP-2 mencapai 650. 876 ribu. Jumlah ini kemungkinan bertambah karena perhitungan data pemilih masih berlangsung hingga Maret mendatang. (yui)

Lapor Pak Kepala, Proyek IPAL BP Batam Lambat Penyelesaian

0
Jalan rusak terlihat di sebagian jalan Fisabililah Batamcenter, Selasa (12/2/2019).Jalan rusak tersebut bekas pemasang pipa yang belum dilakukan pengaspalan baru dicor. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat mengeluhkan proyek pengerjaan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dikerjakan kontraktor yang ditunjuk Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Pengerjaan proyek dinilai asal karena setelah merusak infrastruktur seperti jalan, tidak dibereskan seperti semula. Bahkan, bekas galian yang dicor dengan semen malah tidak rata dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Seperti yang terjadi di Jalan Raja Haji Fisabillah atau di simpang empat dekat Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam di Batam Center, Rabu (13/2/2019).

Beberapa alur bekas galian terlihat tidak rata meski sudah dicor semen. Begitu juga dengan galian di jalan yang melintang, terlihat coran semen lebih dalam posisinya dibanding lapisan aspal di sekitarnya. Mirisnya lagi, penger-jaan untuk mengecor bekas galian dilakukan pada jam sibuk.

Astrid, pengendara kendaraan roda dua mengeluhkan hal tersebut. Menurutnya, kenyamanan berlalu lintas jadi terhalang karena adanya bekas galian tersebut.

“Kemarin ditutupi tanah, sekarang sudah disemen. Cuma semennya tak rata dan sangat mengganggu, terutama pemotor,” ujarnya.

Diceritakannya, sejak pe-ngerjaan proyek tersebut, ia sudah melihat beberapa kali kecelakaan. Umumnya, kecelakaan dialami pengendara roda dua.

“Ada empat kali kejadian, jatuh karena lubang itu. Pengerjaan terlihat asal, dibongkar namun tak diperbaiki lagi seperti semula,” jelasnya.

Kondisi yang sama juga dikeluhkan warga di Lubukbaja. Proyek pemasangan IPAL dinilai merusak jalan.

“Yang digali kemarin saja ditutupnya asal-asalan, ini mau dibongkar lagi jalan arah lain,” kata Anton, warga setempat.

Menurut dia, karena geram dengan pengerjaan proyek yang dinilai asal, sebagian warga melarang pemotongan jalan untuk pemasangan IPAL. Mereka meminta agar bekas jalan yang sudah dirusak, kembali diperbaiki seperti semula.

“Tolong diperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, apalagi itu dekat jalan yang mau masuk ke pemukiman warga,” terang Anton.

Kasubdit Humas BP Batam Mohamad Taofan belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut. Namun, beberapa waktu lalu, pihak BP Batam menyatakan telah menurunkan tim Satuan Petugas (Satgas) untuk mengawasi proyek penanaman pipa IPAL. Hal ini terjadi menyusul banyaknya keluhan warga terkait proyek tersebut yang dianggap mengganggu kenyamanan. Satgas ini akan mengawasi 23 titik pemasangan pipa IPAL di Batam. (she)

Sehari 13 Penerbangan Dibatalkan

0
ilustrasi pesawat.
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Tingginya harga tiket dan penerapan bagasi berbayar maskapai penerbangan membuat arus penumpang di Bandara Hang Nadim Batam terus merosot. Sepanjang 1-13 Februari ini tercatat ada 138 penerbangan dari bandara tersebut dibatalkan.

“Sehari itu bisa mencapai 13 penerbangan yang dibatalkan,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, Rabu (13/2/2019).

Suwarso mengatakan, kebijakan bagasi berbayar ditambah mahalnya harga tiket sangat berdampak pada minat masya-rakat menggunakan transportasi udara. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga Maret mendatang.

Jika dibandingkan dengan Januari, jumlah pembatalan penerbangan dari Hang Nadim cenderung berkurang.

“Januari lalu itu ada 555 penerbangan yang dibatalkan. Jadi seharinya itu rata-rata 18 penerbangan,” ungkap Suwarso.

Suwarso mengatakan batalnya sejumlah penerbangan ini terjadi untuk semua rute.

“Semua daerah dominan,” tuturnya.

Saat low season, kata Suwarso, memang hal biasa adanya pengurangan jadwal penerbangan. Lalu, kenapa tiket masih mahal di saat low season? Suwarso mengaku kurang mengatahui penyebabnya.

“Tapi sudah mulai turun, memang tak banyak sih. Batam-Jakarta itu sudah Rp 1,2 juta,” sebutnya.

Turunkan Harga Avtur

Kenaikan harga tiket pesawat yang berdampak pada rendahnya tingkat keterisian penumpang dan penurunan minat wisatawan akan dikaji Presiden Joko Widodo. Persoalan itu dikeluhkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat bertemu Jokowi di sela-sela Rakernas PHRI tadi malam.

Jokowi mengatakan, dirinya sudah mendapat laporan terkait persoalan harga tiket. Di mana salah satunya disebabkan oleh harga avtur yang tinggi. Jokowi pun mengaku sudah  mendapat informasi terkait adanya monopoli avtur di pasar domestik.

“Di monopoli oleh Pertamina sendiri,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan di Grand Sahid Hotel, Jakarta, Rabu (13/2) malam.

Untuk menuntaskan persoalan tersebut, Jokowi mengaku akan mengundang Direktur Utama Pertamina siang ini. Menurutnya, hanya ada dua pilihan yang akan dia diberikan kepada Pertamina. Pertama, Pertamina harus mau menyamakan harga avtur dengan harga internasional yang lebih murah. Namun jika tidak mau, maka dirinya akan memasukkan perusahaan internasional untuk menjadi pesaing Pertamina.

Jokowi meyakini, upaya itu tidak akan membuat laporan keuangan Pertamina bermasalah. Berdasarkan laporan sementara yang disampaikan kepadanya, Pertamina sudah mendapatkan laba keuntungan yang signifikan tahun ini.

Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, melambungnya harga tiket pesawat belakangan berdampak pada penurunan okupansi hotel hingga 20 persen.

Penurunan tersebut, bukan hanya merugikan bisnis perhotelan, namun juga rantai ekonomi lainnya seperti menurunnya omset UMKM yang menjadi mitra hotel.

“Peran monopoli avtur Pertamina perlu dihentikan,” ujarnya.

Selain persoalan avtur, Hariyadi mensinyalir adanya permainan kartel pada industri penerbangan. Pasalnya, saat ini, pasar penerbangan domestik hanya dikuasainya dua pemain besar. Yakni Lion Group dan Garuda Group. Oleh karenanya, dia mengusulkan pemerintah memberikan kemudahan agar perusahaan maskapai baru bisa masuk.

“Sehingga menghasilkan persaingan kompetitif,” tuturnya.

Terpisah, PT Pertamina (Persero) mengklaim harga avtur yang berlaku saat ini sudah sesuai dengan formula yang ditetapkan Kementerian ESDM. Awal Februari kemarin ESDM mengeluarkan formula baru dan khusus untuk Avtur.

Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora mengatakan, Pertamina telah melakukan perhitungan harga avtur sesuai dengan formula baru yang dikeluarkan Kementerian ESDM.

“Sudah kami hitung, nggak ada masalah. Selama ini harga avturnya masih di bawah (formula),” katanya.

Dia mengatakan, Pertamina akan menaati formula harga avtur yang ditetapkan pemerintah.

“Pertamina tinggal ikut saja,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti menilai respons Presiden ini sebetulnya membuat polemik tiket mahal selesai.

“Polemik ini jangan dibesarkan lagi, ini sudah langsung Presiden yang menanggapi,” kata Guntur.

Sementara persoalan tiket mahal sudah direspons Presiden, persoalan bagasi berbayar kini belum ada titik terang. Saat ditanya apakah persoalan bagasi berbayar akan dikoordinasikan dengan Kemenhub karena kebijakan ini menganggu pariwisata, Guntur tidak ingin berkomentar banyak.

“Soal bagasi otoritasnya Kemenhub dan asosiasi maskapai yang menjawab. Saya tidak enak komentar,” kata dia.(ska/iza/rng/far/vir)

Pembaca, Pagi Ini, Anda Bisa Donor Darah di Mal Botania 2 Loh….

0
Persiapan telah dilakukan, giliran kedatangan Anda dinanti, pagi ini.
foto: agus bagjana

batampos.co.id – Adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau yang tengah menggelar bakti sosial, pagi ini Kamis, (14/2/2019).

PWI bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Kota Batam menggelar acara donor darah dan cek kesehatan gratis di Mal Botania 2, Batam Center.

Acara yang akan dimulai pukul 10.00, pas.

Pak Wakil Gubernur, Isdianto akan hadir pada kesempatan ini.

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 .

“Dalam kegiatan itu PWI Kepri menargetkan 100 kantong darah,” kata Candra.

Menurutnya, 100 pendonor pertama akan mendapatkan souvenir cantik dari peringatan HPN 2019.

Sementara itu Ketua Panitia, Messa Haris mengatakan selain donor darah, PWI Kepri bersama Dinas Kesehatan Kota Batam juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Pemeriksaan kesehatan gratis terdiri dari cek tensi, gula darah dan skrining penyakit tidak menular (PTM),” ujarnya.

Jangan ketinggalan ya sebab acara akan ditutup paa pukul 14.00. (ptt)