Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 11721

Dicari: Posisi Pemimpin Badan Usaha Batam

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah menjaring sumber daya mumpuni untuk menempati posisi direksi di dua BUMD Batam, yakni untuk PT Pelabuhan Batam Indonesia dan PT Pembangunan Batam.

“Pemko Batam kan punya BUMD ada dua, satu yang bergerak di bidang pelabuhan, satu lagi multi usaha,” ucap sekretaris tim seleksi Zurniati, kemarin.

Ia mengatakan, kelak direksi terpilih akan diminta untuk memaparkan rencana pengembangan usahannya ke depan.

“Ke depan tergantung direksi (terpilih), visi misinya apa,” kata dia.

Khusus untuk, posisi Direktur PT Pelabuhan Batam Indonesia periode 2018-2023, nanti bisa saja dikerjasamakan dengan pihak lain seperti Pelindo maupun pihakn yang juga membawahi pelabuhan, seperti BP Batam.

Syarat untuk menjadi calon direktur BUP seleksi terbuka bagi Warga Negara Indonesia berusia 35-55 tahun. Syarat lainnya yaitu berijazah paling rendahStrata-1 (S1). Serta memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun di bidang manajerial perusahaan berbadan hukum dan pernah memimpin tim.

“Calon tidak pernah menjadi anggota direksi, dewan pengawas, atau komisaris yang dinyatakan bersalah hingga menyebabkan badan usaha yang dipimpin dinyatakan pailit,” kata Zurniati.

Ketentuan lainnya yakni tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara atau daerah. Juga tidak sedang menjalani sanksi pidana, tidak sedang menjadi pengurus partai politik. Serta bukan merupakan calon kepala atau wakil kepala daerah, dan bukan calon anggota legislatif.

Penerimaan berkas pendaftaran akan ditutup pada 17 September 2018 pukul 16.00. Berkas kelengkapan administrasi dipindai menggunakan format .pdf dan disampaikan ke Tim Seleksi Calon Direksi BUP PT Pelabuhan Batam Indonesia Periode 2018-2023.
Hasil seleksi administrasi diumumkan pada 18 September. Dan di hari yang sama dilaksanakan pendaftaran ulang.

Tes tertulis dijadwalkan pada 19-20 September. Kemudian tes penulisan makalah sehari setelahnya. Dan dilanjutkan presentasi serta wawancara pada 24-25 September.

“Berkas pendaftaran dikirim melalui email ke [email protected]. Hasil akhir akan diumumkan pada 28 September. Dan calon Direktur akan ditetapkan pada 1 Oktober,” ujarnya.

Sementara untuk posisi direkktur PT Pembangunan Batam, juga akan dilelang sembari menunggu perpanjangan masa jabatan direksi lama untuk menyelesaikan piutang juga dibuka. Untuk diketahui, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pembangunan Batam – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Batam menelurkan keputusan jabatan Direktur BUMD Batam Hari Basuki diperpanjang hingga Januari 2019 mendatang.

Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan, keputusan ini diambil karena BUMD Batam dibawah kepemimpinan Hari masih memiliki piutang.

Menurut dia, BUMD masih memiliki piutang setelah jajaran direksi menyampaikan laporang pertanggungjawaban. Soal besaran piutang, Rudi mengaku tidak tahu.

“Intinya kami minta mereka tagih dulu,” tambahnya.

Ia tidak ingin kepemimpinan baru BUMD kelak mewarisi hal yang ada dari direksi yang akan didemosioner. Hal ini untuk menghindari permasalahan di kemudian hari.

“Kami tak mau kalau ada masalah, kami akan terima kalau persoalan piutang itu selesai,” sebut dia. (iza)

Tingkatkan Kewaspadaan di Laut

0
Pegawai Dinas Pemko Batam yang ditugaskan di Kantor Camat Bulang menaiki boat pancung dari Pulau Buluh, Bulang menuju Pelabuhan Sagulung. Satu-satunya transportasi dari Pulau Buluh menuju pelabuhan Sagulung adalah menggunakan boat pancung, begitu sebaliknya dari Sagulung ke Pulau Buluh. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP), AKP Reza Tarigan mengatakan bahwa untuk meningkatkan kewaspadaan cuaca buruk di wilayah perairan Batam, pihaknya sudah mengimbau pihak pengelola jasa transportasi laut antar pulau untuk berhati-hati dalam mengangkut penumpang.

“Kami sudah berkoodinasi dengan kapal tujuan antar pulau, tujuan Dumai, Tanjungpinang dan Karimun dari seluruh Pelabuhan agar lebih berhati-hati,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Reza, untuk mewaspadai datangnya cuaca buruk yang seketika saja bisa terjadi, pihaknya tetap mengacu pada imbauan yang dirilis BMKG Batam yang setiap harinya selalu mengupdate kondisi cuaca.

Kendati demikian, hingga kini arus transportasi laut dari beberapa Pelabuhan di Batam masih berlangsung lancar dan kondusif. Namun, jika sewaktu-waktu cuaca berubah, maka pihaknya meminta kepada pengelola jasa transportasi laut melakukan penundaan pemberangkatan. Hingga, kondisi cuaca kembali normal.

“Kami akan terus imbau kepada pengelola jasa transportasi laut untuk lebih mengutamakan keselamatan penumpang. Kita tidak ingin adanya korban akibat cuaca yang buruk dalam beberapa hari ini,” tuturnya.

Tak hanya itu, tambahnya, Polsek KPPP juga mengimbau bagi pengelola Fery, jika di tengah perjalanan terjadi cuaca buruk, maka disarankan untuk menempuh jalur yang aman. Hal itu dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang hingga sampai ke daerah tujuan.

“Kami sudah berkoordinasi. Antisipasi kalau di tengah perjalanan mengalami kondisi cuaca buruk, maka disarankan untuk mencari jalur aman,” imbuhnya. (gie)

Gandeng Pesohor, Kapolda Kepri Antisipasi Hoax

0

batampos.co.id – Belum sebulan menjadi Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi R langsung bikin gebrakan untuk mencegah masyarakat Kepulauan Riau dari informasi bohong atau hoax.

Pasalnya menurut Andap Budhi, informasi bahkan berita hoax yang disebar melalui media sosial (medsos) seperti facebook, twitter, group-group wattsapp dan lainnya dapat mengancam menimbulkan masalah hingga mengancam keutuhan di masyarakat bahkan persatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Untuk itu, Andap Budhi mengajak sejumlah pesohor ibukota serta atlet-atlet berprestasi tanah air yang baru saja menjuarai sejumlah cabang olahraga di Asian Games 2018 untuk mengajak masyarakat agar melawan hoax.

Artis-artis ibukota itu antara lain aktor dan penyanyi Okan Cornelius, artis dan penyanyi Selfie KDI, artis dan penyanyi Bemby Putuanda, artis dan presenter Gracia Indri, presenter dan model Ovi Dian, artis dan presenter Gilang Dirga serta Ramsi.

Sedangkan kalangan atlet nasional yang ikut melawan hoax di Kepri bersama Irjen Andap Budhi antara lain pebulutangkis ganda campuran kelas 1 dunia Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir, atlet nasionalk sepak takraw Husni Uba, mantan atlet nasional bulutangkis tunggal putra Marleve Mainaky, mantan atlet nasional bulutangkis tunggal putra Hariyanto Arbi dan beberapa politisi Batam salah satunya anggota Komisi II DPRD Batam, Hendra Asman.

Menurut Irjen Andap Budhi, video-video ajakan melawan hoax ini sebagai salah satu upaya antisipasi ke masyarakat.

“Ini salah satu upaya Polda Kepri antisipasi hoax di Kepri,” ujar Andap Budhi kepada batampos.co.id siang tadi (10/9/2018).

Ia juga berharap agar gerakan anti hoax ini dapat diikuti oleh para politisi lain di daerah ini seperti yang dilakukan Hendra Asman.

“Semoga ini dapat dilakukan politisi bahkan pihak lain,” pungkas alumni Akpol tahun 1988 ini. (spt)

Ketua Kadin Menuding, Walikota Batam Membantah

0

batampos.co.id– Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Batam Jadi Rajagukguk menuding Walikota Batam Muhammad Rudi menaikkan pajak dan retribusi secara diam-diam. Tak tanggung-tanggung, kenaikan dari 100 persen hingga 300 persen di berbagai sektor pajak seperti PBB, IMB, juga pajak hiburan.

“Ini sangat memberatkan masyarakat dan pengusaha di tengah kondisi ekonomi yang belum baik,” ucap Jadi.

Jadi menyebutkan, dasar Kadin menyebutkan hal ini karean sudah ada laporan dan pengaduan atas pembayaran yang telah dilakukan, seperti PBB.

“Dasarnya tentu tagihan ketika membayar,” sebutnya.

Menurut dia, walaupun kenaikan pajak dan retribusi daerah kewenangan kepala daerah, ia menilai seharusnya mempertimbangkan kondisi ekonomi yang belum pulih, dengan tidak semena-mena menaikan pajak dan retribusi.

“Sebagai kepala daerah, walikota seharusnya lebih mementingkan membuat program pertumbuhan ekonomi daripada menggenjot kenaikan penerimaan PAD dengan menaikan pajak dan retribusi,” kata dia.

Ia mengatakan, kebijakan ini akan membuat Batam menjadi mahal dan dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi Batam, apalagi Kadin Batam slama ini mencanangkan Batam 2018 sebagai Tahun Investasi. Ia meminta Pemko Batam tidak mengorbankan masyarakat dengan memberikan beban pajak, walau kini Batam sedang mengalami defisit.

“Padahal defisit pada APBD itu terjadi karena peningkatan anggaran belanja pada pemerintah kota yang mengakibatkan anggaran belanja lebih besar dibandingkan pendapatan yang diterima oleh Pemko Batam,” bebernya.

Ia menyampaikan, Pemko Batam tidak boleh semena-mena menetapan kebijakan, karena otonomi daerah Pemko Batam adalah otonomi yang harus di kerjasamakan. Maka kebijakan pajak dan retribusi di Batam harus dikoordinasikan dengan berbagai elemen.

“Ini belum di koordinasikan dengan KADIN Kota Batam sebagai Wadah Organisasi Pengusaha di Batam, maka dengan ini Kadin Batam minta agar supaya ditunda dulu pemberlakuannya, sambil akan di evaluasi dasar aturan penatapan kebijakan kenaikan tersebut,” ucap dia.

Tidak hanya itu, Kadin akan menggelar diskusi publik dengan tema ‘Membedah Kenaikan Pajak dan Retribusi Daerah yang Memberatkan Masyarakat Batam’.

“Kadin Batam, akan mengevaluasi kebijakan Walikota Batam ini dan akan mempersoalkannya kepada para pemangku kepentingan di pemerintah pusat dari Mendagri hingga Presiden,” paparnya.

Baliho
F Dalil Harahap/Batam Pos

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah membantah ada kenaikan terbaru terkait pajak dan retribusi di Batam. Apalagi sampai 100 persen bahkan 300 persen.

“Yang terakhir Perda nomor 7, kan itu udah lama udah tahun kemarin., tidak ada lagi sekarang. Makanya saya heran, Kadin bilang ada, pajak apa yang naik? Retribusi dan lain-lain belum ada perubahan,” katanya.

Pajak yang dimaksud Raja adalah Peraturan Daerah (Perda) Batam Nomor 7 tahun 2017 tentang Pajak Daerah revisi Perda Nomor 5 tahun 2011 ini berlaku Maret 2018 lalu untuk pembayaran April. Pemberlakuan ini seiring berakhirnya masa penundaan selama tiga bulan pajak dari Desember 2017 hingga Februari 2018 ini. Penundaan ini tertuang dalam Peraturan Wali Kota Batam Nomor 72 tahun 2017 tentang Pemberian Keringanan Pajak Daerah Berupa Penundaan Kenaikan Tarif Pajak.

Adapun rincian kenaikan pajak-pajak yakni pajak hiburan di antaranya pajak diskotik, klub malam, panti pijat, spa dan sejenisnya mengalami kenaikan dari 15 persen menjadi 35 persen. Sementara permainan ketangkasan atau gelanggang permainan yang semula tunggal 15 persen, kini dibagi dua, husus ketangkasan dewasa naik menjadi 50 persen sedangkan untuk anak-anak tetap 15 persen. Didalamnya juga diatur pajak pacuan kuda dan balap kendaraan bermotor yang semula 10 persen naik menjadi 20 persen. Pajak boling dari 5 persen menjadi 15 persen.

Pajak reklame juga naik. Kenaikan dibagi dalam dua kategori, jika reklame non rokok dan non alkohol naik dari 15 persen jadi 20 persen. Sementara, reklame rokok dan alkohol dari 15 persen jadi 25 persen. Sedangkan pajak parkir dari 20 persen menjadi 25 persen.

Sementara untuk Nilai Jual Objek Tanah, ia mengatakan memang kewajiban kepala daerah melakukan penyesuaian berdasarkan penilaian pasar dan pendekatan ekonomi.

“Itupun per wilayah sesuai dengan pertimbangan. Tahun ini misal wilayah A, tahun lain wilayah B,” kata dia.

Walikota Batam Muhammad Rudi mengatakan, terkhusus penyesuaian NJOP merupakan keharusan, karena kalau tidak disesuaikan akan jadi temuan dan dirinya sebagai kepala daerah akan bermasalah dengan hukum. Bahakn ia menggarisbawahi hal ini bukanlah kenaikan namun penyesuaian. Perkataan Rudi bukan tanpa alasa, karean setiap wilayah bahkan ada yang tetap dan turun sesuai dengan penilaian pasar.

“Nilai jual begini, tapi saya sesuaikan saya kena proses hukum, saya tak berani. Kalau ruko NJOP-nya satu meter Rp 2 juta, masa saya bikin Rp 1 juta, kena saya, nggak mau saya,” kata dia.

Soal NJOP sebagai dasar penerapan PBB ini, ia mengaku tidak ada yang mempersoalkan. Namun ia mengaku tidak tahu kenapa Kadin justru yang keberatan. “Kadin tak punya tanah, mereka organisasi , yang punya tanah mereka-mereka yang jadi pengurus itu,” ujar Rudi.

Sementara sektor lain yakni IMB ia membantah ada kenaikan.

“Mana ada IMB yang naik. Naik ke langit? bilang ke mereka naik ke langit,” imbuhnya.

Ia juga memastikan tidak ada aturan baru terkait kenaikan pajak dan retribusi. Sebagai kepala daerah, ia menyebutkan belum ada satupun surat atau keputusan pun yang ia tandatangani terkait kenaikan seperti yang disebut Kadin Batam.

“Kan masih perda lama, belum ada perda baru, tak ada kenaikan retribusi. Misalkan ada perda yang akan dirubah, kan perlu Perwako, saya tak ada tanda tangan,” pungkasnya (iza)

Butuh Waktu Lama untuk Wujudkan Sentra Pertanian di Batam

0

batampos.co.id – Rencana sentra pertanian oleh Pemerintah Kota Batam di Pulau Subang Mas dan Pulau Kenon, Galang tidak bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. Hal ini karena pembebasan lahan tak kunjung selesai.

“Masih panjang prosesnya, pembebasan hari ini belum clear,” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Minggu (9/9/2018) siang.

Ia mengatakan, tanah tersebut susah untuk dibebaskan karena sudah dikuasai warga. Dengan kata lain, Pemko Batam dihadapkan pada persoalan pengakuan warga atas tanah tersebut. “Ruapanya tanah itu sudah dikuasai orang, setengah mati mau dibebaskan,” imbuhnya.

Rudi mengaku tidak pesimis rencana tersebut tidak akan terelisasi. Menurut rencana tersebut akan terwujud dan ini hanya persoalan waktu. “Pelan-pelanlah. Nanti kalau mau pakai duit negara akan jadi masalah, saya tidak mau terlibat hukum, maka prosesnya pelan-pelan,” paparnya.

Ia mengatakan, proses penyiapan sentra pertanian tersebut akan terus berproses. Menurut dia, yang terpenting pihaknya telah meleltakkan terlebih dahulu ide dasar upaya peningkatan ketahanan pangan tersebut.

“Sambil berjalan saja, punya ide kan boleh, yang penting blue print sudah saya siapkan, perencanaan saya sudah siapkan tinggal menunggu waktu saja,” ucap dia.

Sejatinya pengukuran tanah sudah dimulai. Khusus di Pulau Subang Mas, kini sudah memasuki tahap tersebut, sementara di pulau Kenon akan diukur tahun 2019 mendatang.

“Kami ukur persilnya, nanti akan ketahuan si A atau si B berapa luas lahannya,” kata Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam Mardanis, belum lama ini.

Ia menyampaikan pada 2019 mendatang juga pihaknya akan langsung mensosialisasikan hasil pengukuran pada warga. Pengukuran ini dimaksudkan selain untuk melakukan pemetaan juga untung menimbang berapa yang dana yang dipersiapkan untuk pembebasan lahan yang direncanakan tahun 2020 mendatang.

“Nanti pihak ketiga akan menghitung (ganti rugi). Penentuan harga akan ditentukan pemerintah, melalui SK akan ada harga per meternya,” kata Mardanis. (iza)

167 Ribu Rumah Rusak Akibat Gempa di NTB

0
Gempa NTB Merusak 167 Ribu Rumah Warga, 32 Ribu Terverifikasi Rusak Berat (Angger Bondan/Jawa Pos)

batampos.co.id – Sebanyak 167.961 rumah rusak akibat gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi beberapa waktu lalu, demikian catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi tanggal 8 September 2018.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, dari total tersebut, kerusakan di wilayah Lombok Barat merupakan yang paling parah. Tercatat sebanyak 33,3 persen atau 55.924 rumah rusak.

“Lombok Barat ini yang paling banyak terjadi kerusakannya,” ujarnya di DPR, Jakarta, Senin (10/9).

Lanjut Willem, dari total 167.961 rumah rusak, sebanyak 32. 724 rumah sudah diverifikasi terjadi kerusakan berat. Sebanyak 74 persen atau 23.899 rumah sudah mendapat Surat Keputusan (SK) Bupati/Wali Kota.

“Kemudian sisahnya sebesar 8.353 masih dalam proses penerbitan,” tuturnya.

Berikut rincian rumah rusak berdasar wilayahnya di Lombok dan Sumbawa :

  • Lombok Utara = 38.497 rumah rusak

  • Lombok Barat = 55.924 rumah rusak

  • Lombok Timur = 15.642 rumah rusak

  • Lombok Tengah = 27.039 rumah rusak

  • Mataram = 6.894 rumah rusak

  • Sumbawa = 8.604 rumah rusak

  • Sumbawa Barat = 15.361 rumah rusak

(hap/JPC)

PKS Kepri Gelar Pelatihan Perempuan Siaga

0

PKS tidak saja menyiapkan kader-kader perempuannya yang cakap dalam bidang dakwah saja, namun juga kader perempuan yang siaga. Untuk itu Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK), Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO), dan Bidang Kaderisasi DPW PKS Kepri menggelar Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa), pada Ahad (9/9) di Marina Waterfront, Batam.

Suryani, Ketua BPKK DPW PKS Kepri menyampaikan bahwa tujuan diadakannya Latansa adalah untuk menjaga soliditas kader perempuan PKS menyongsong kemenangan dakwah.

“Tugas kader perempuan PKS tidak saja siap membina majelis taklim, tapi juga cakap dalam bersosmed dan juga siaga dan jika terjadi kebakaran di lingkungan rumah tinggal,” tambah Suryani yang juga sebagai anggota DPRD Kepri.

Setelah senam bersama, peserta disuguhi dua sesi materi menarik yang disampaikan oleh dua instruktur dari BKO DPP PKS. Materi pertama tentang Wawasan Pemenangan Dakwah dilanjutkan dengan materi Sadar IT dan Cerdas Bermedsos.

Hujan turun dengan deras saat sesi materi, namun semangat yang membara tak menyurutkan peserta untuk tetap bertahan di lapangan terbuka. Peserta Latansa yang berjumlah 350 orang ini.

Sesi ketiga, peserta dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan dasar tentang kesiagaan dan penanganan kebakaran di lingkungan rumah tinggal, yang menghadirkan 2 instruktur dari Damkar BP Batam. Satu persatu peserta Latansa mempraktikkan cara memadamkan api dengan karung goni basah dan juga menggunakan APAR, Alat Pemadam Api Ringan.

Sesi terakhir dari Latansa adalah outbound dan game yang dipandu oleh tim dari BKO DPW PKS Kepri dan Santika Batam hingga acara berakhir pada pukul 17.00. (*)

Bebek Goreng H. Slamet Hadir di Batam Center

0
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Siti Sendhari memperlihatkan menu bebek goreng di Bebek Goreng H. Slamet Batamcenter, Senin (10/9/2018).

batampos.co.id – Bagi Anda yang tinggal atau beraktifitas sehari-hari di sekitaran Batamcenter. Kini Anda tidak perlu lagi jauh-jauh ke Baloi untuk menikmati kuliner Bebek Goreng H. Slamet. Pasalnya kini, kuliner asal Solo ini sudah hadir di Batamcenter. Tepatnya di Jalan Gurindam Greenland Batamcenter.

Pemilik Bebek Goreng H. Slamet, Siti Sendhari mengatakan Bebek Goreng H. Slamet ini merupakan cabang kedua di Batam. Dimana cabang pertama berada di Baloi depan BCS Mall yang sudah ada sejak tahun 2013 lalu. Cabang kedua ini sengaja hadir di Batamcenter, untuk memenuhi anemo masyarakat di Batamcenter, yang sering delivery order ke Baloi.

“Target kami memang karyawan perkantoran, karena kami sudah mempunyai banyak langganan disini. Seperti Poltek, BP Batam, Unilever, karyawan imigrasi, Yos Sudarso dan lainnya. Dengan hadir kami disini tentunya mereka tidak akan jauh-jauh lagi ke Baloi,” kata Siti, Senin (10/9/2018).

Bebek Goreng H. Slamet, menggunakan resep turun temurun dari keluarga Slamet, sejak tahun 1986 silam. Resep ini memiliki rasa yang sama disemua cabang Bebek Goreng H. Slamet dimana pun berada. Adapun beberapa cabang diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Bali, Jawa, Pekanbaru dan kota besar lainnya.

“Makan di semua cabang Bebek Goreng H. Slamet di Indonesia rasa bebek gorengnya akan sama. Karena resepnya memang sudah turun temurun,” terangnya.

Siti menjelaskan berbedaan rasa bebek goreng yang ditawarkan disini, bukan hanya resep yang sudah turun temurun. Tetapi juga cara mengolah masakan tersebut dengan baik dan benar.

“Kami mempunyai slogan rasanya garing diluar dan empuk didalam. Proses pembuatannya sebelum digoreng bebek direbus dengan rempah-rempah sekitar tiga jam,” jelasnya.

Bebek yang digunakan bebek afkir yang berusia diatas dua tahun. Bebek ini dikirim dari Padang dan Medan.

“Ada sekitar 80-100 ekor bebek per hari yang kami butuhkan,” terangnya.

Untuk penyajian, menambah rasa lezat, bebek goreng ini ditemani dengan sambal spesial yakni sambal korek.

“Sambal korek ini yakni sambal mentah dari cabe setan yang dimasak pakai minyak,” sebut Siti.

Selain bebek goreng, disini juga tersedia menu lainnya seperti ayam goreng, dan aneka sayuran. Dan untuk minuman tersedia es beras kencur spesial dari Bebek Goreng H. Slamet yang mana berasnya didatangkan langsung dari Solo. Mengenai harga ditawarkan cukup terjangkau,mulai dari Rp 26 ribu untuk bebek goreng, dan bebek utuh Rp 125 ribu.

“Spesial masa perkenalan kami tawarkan diskon 20 persen untuk pembelian bebek dan ayam. Promo berlaku hingga Kamis (13/10) nanti dan hanya untuk makan ditempat,” kata Siti.

Tempat makan bernuansa kafe ini hadir dua lantai, cocok untuk dijadikan tempat nongkrong bersama teman, kolega, dan keluarga. Buka setiap hari dari pukul 10.00-21.00 WIB. (ocu/ser)

Pulau Duyung Akan Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Baru Lingga

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun tengah menikmati keindahan Pantai Duyung Kabupaten Lingga, Sabtu (8/9). (Dokumentasi Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos)

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun semakin ingin menggeliatkan potensi wisata Kepri. Banyak destinasi yang sudah terekspose dan masih tersembunyi yang harus segera digarap. Sektor ini harus dapat ruang seluas-luasnya untuk masuknya investasi.

“Investor semakin yakin dengan potensi pariwisata Kepri. Banyak pulau yang mempesona, seperti Pulau Duyung, Kabupaten Lingga ini,” kata Nurdin, dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah pulau di Kabupaten Lingga, Sabtu (8/9).

Di sela aktivitasnya, Nurdin menikmati betul indahnya pantai di Pulau Duyung. Garis pantai yang panjang dan suasana yang alami serta pemandangan yang bagus, lokasi ini tidak kalah saing dengan Benan, Kabupaten Lingga.

Menjelang petang dari sisi pantai tanda-tanda sunset pun mulai terlihat. Di sisi kiri gunung Daik. Kondisi lautnya yang tenang dan jernih sangat cocok untuk berbagai permainan air laut.

“Besok saya bawa kawan-kawan pengusaha main jetski ke Pulau Duyung. Pulau ini sangat menjual apalagi dari Batam cuma satu jam,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, pariwisata dapat menggerakkan ekonomi Kepri. Untuk wisata bahari, Kepri punya banyak keunggulan. Karena itu, segala potensi harus dimunculkan. Nurdin mengatakan, akan segera melakukan pembenahan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan. Pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemkab Lingga untuk segera mengembangkan sektor pariwisata pulau tersebut.

“Pak Kades Pulau Duyung tolong dijaga dan lestarikan alam maupun lingkungan serta mengingatkan kepada generasi penerus akan aset besar ini,” kata Nurdin.

Di Pulau Duyung, Nurdin juga menghadiri turnamen sepak bola dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 Tahun 2018 di Desa Pulau Duyung. Turnamen ini untuk mencari dan mengembangkan bakat pemuda dalam bidang olah raga khususnya sepak bola. Sekaligus menjalin persaudaraan antar sesama tim maupun para suporter.

Turnamen Sepak Bola Desa Pulau Duyung 2018 diikuti 64 tim yang berasal dari Kabupaten Lingga, Kabupaten Bintan, dan Kota Batam. Pertandingan ini akan berakhir pada 7 Oktober 2018.

“Tumbuh dan kembangkan semangat kebersamaan dan sportivitas dalam melaksanakan setiap event olahraga sehingga lahir bibit-bibit yang unggul dan mampu bersaing,” kata Nurdin.

Nurdin meminta kegiatan ini jadi agenda tahunan sehingga bisa memupuk silaturahmi dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Pemerintah akan melakukan pembenahan di setiap lapangan sepak bola seperti membangun tribun. (bni)

Pemprov Kejar Hak Partisipasi Migas

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri terus mengejar hak partisipasi (Participating Interest/PI) sebesar 10 persen dalam pengelolaan Minyak dan Gas (Migas). Wakil Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan Pemprov Kepri melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah berupaya namun belum membuahkan hasil sampai saat ini.

”Yang jelas kita sudah berupaya terus menerus. Tetapi sampai saat ini, usaha tersebut masih belum membuahkan hasil yang baik bagi Kepri,” ujar Wakil Gubernur Kepri, Isdianto di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang, belum lama ini.

Aturan soal hak partisipasi 10 persen itu tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 37 tahun 2016. Aturan tersebut dibuat supaya daerah dapat ikut menikmati hasil dari kekayaan migasnya. Dengan PI 10 persen, Pemda berhak mendapatkan 10 persen dari bagi hasil migas bagian kontraktor.

Diakuinya, pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) Migas untuk Kepri sebagai daerah penghasil cenderung menurun belakangan ini, sehingga hak partisipasi sebesar 10 persen itu terus dikejar untuk menutupi menurunnya DBH.

”Memang sulit untuk mewujudkan hak partisipasi 10 persen itu. Namun upaya terus dilakukan karena memang itu hak Kepri,” tegas Isdianto.

Sementara itu, Politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suryani mengatakan pembagian DBH Migas tidak lagi bisa menjadi andalan utama. Karena hasil yang diterima cenderung menurun setiap tahunnya. Bahkan pada tahun ini, ada pemangkasan dana perimbangan dari sektor migas sebanyak Rp 248 miliar.

”Kita tidak bisa lagi berpangku tangan dengan hanya menunggu pembagian DBH Migas. Sudah waktunya kita terlibat langsung. Apalagi ada kewenangan yang diberikan kepada Pemprov Kepri untuk terlibat dalam pengelolaan blok migas yang ada di Kepri,” ujar Suryani.

Legislator Komisi III DPRD Kepri tersebut menegaskan, Pemprov Kepri harus belajar dari Kabupaten Bojonegoro yang merupakan salah satu daerah penghasil migas. Bahkan nilai APBD daerah tersebut melebih besaran APBD Kepri. Salah satu kekuatan daerah itu adalah dengan terlibat langsung dalam pengelolan blok migas yang ada di sana.

”Kita harus belajar, kenapa Bojonegoro mampu untuk memanfaatkan peluang. Sementara kita tidak bisa untuk memperjuangkan itu,” tegas Suryani.

Belum lama ini, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri, Amjon mengatakan upaya Pemerintah Provinsi Kepri untuk mendapatkan PI migas 10 persen tinggal selangkah lagi. Tinggal menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Energi dan Sumber Meneral (ESDM). (jpg)