Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 11745

Narkoba sebagai Multi Faceted Problem

0
Andrei Simanjuntak

Andrei Simanjuntak menyatakan adiksi, atau kecanduan dan ketergantungan, biasanya kepada narkoba maupun kepada zat-zat lain adalah sebuah masalah yang memiliki beberapa dimensi, disebut juga Multi Faceted Problem. Oleh karena itu penyembuhannya harus melibatkan beberapa proses sekaligus, atau disebut juga Multi-Disciplinary Method karena terdiri dari beberapa disiplin ilmu yang diperlukan untuk mengatasi berbagai dimensi kerusakan di diri si pecandu.

“Adiksi atau kecanduan Narkoba adalah masalah yang sangat kompleks. Jika tidak ditangani secara serius maka hampir pasti secara progresif akan menjadi semakin buruk, dan biasanya akan berujung di satu dari tiga hal ini: Penjara, Rehabillitasi, atau Maut” ulas Andrei di Batam, Kamis, 23 Agustus 2018.

Andrei memiliki pengalaman memimpin Panti Rehabilitasi Yayasan Bali Nurani di Bali selama 10 tahun dan juga memiliki gelar S2 di Bidang Addiction Counseling dari Hazelden Graduate School of Addiction Studies di Minnesota, Amerika Serikat.

Andrei menjelaskan karena ketergantungannya seorang pecandu bisa melakukan hal hal yang bukan bagian dari sifatnya sebelum kecanduan dan tidak disangka-sangka, seperti mencuri, merampok, menjual diri dan tindakan kriminal lainnya.

Menurutnya inilah yang oleh para ahli disebut “Jekyll & Hyde” syndrome, disebut demikian karena si Pecandu seolah olah mempunyai dua sifat yang sangat berlawanan, seperti digambarkan oleh novel Robert Louis Stevenson dengan judul itu.

“Nah seperti inilah pecandu. Dia mampu melakukan hal yang kita tidak sangka termasuk menjadi pengedar meski masih sekolah dasar, atau meski sudah jadi anggota dewan sekalipun,” tambahnya serius.

Penanganan narkoba yang Multi-Disciplinary adalah kuncinya, dimana tidak bisa hanya satu dimensi saja yang ditanggulangi sedang yang lain tidak. Contohnya, merehabilitasi dari segi hukum saja untuk memberi “efek jera”. Atau dari segi pengobatan melalui program agama saja, atau semata mata perbaikan fisik atau jasmaninya saja.

Tapi ini semua harus diterapkan secara bersamaan dalam suatu Rancangan Rawatan (Treatment Plan) yang terintegrasi, karena Narkoba merusak Mental, Spiritual, Kognitif, Fisik, dan kemampuan Sosial si Pecandu.

Belum lama isu tak sedap tentang narkoba mengena kepada siswa sekolah dasar yang menjadi pengedar. Yang terbaru wakil rakyat dari partai pimpinan Surya Paloh diduga terlibat sebagai pengedar Sabu.

Ia menjelaskan narkoba adalah fenomena gunung es yang akan terus “mencair” menembus pertahanan berbagai level anak bangsa. Ia akan menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

“Persoalan narkoba itu bisa kita temukan di semua lapisan masyarakat, sehingga semua pihak harus bekerja sama untuk mencegahnya,” tutupnya. *

Roti Jala Sepanjang 73 Meter hanya di Batam

0
foto: kuali.com

batampos.co.id – Pasti pada suka makan roti jalan kan….

Nah, bila biasanya hanya seukuran sejengkal di Batam akan ada roti jala sepanjang 73 meter !

Funtastic Ragam Indonesia ialah perhelatan yang ditaja Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membuat roti jalan sepanjang itu Sabtu (25/8/2018) mendatang.

Panitia kegiatan akan menghadirkan roti jala untuk mencetak rekor MURI.

Roti Jala merupakan panganan khas masyarakat Melayu. Tampilannya unik dan berbeda dengan roti pada umumnya. Roti jala tidak berbentuk bulat. Melainkan memanjang dan biasanya disajikan dengan cara digulung.

Roti jala berwarana kuning dan berlubang layaknya jala atau jaring nelayan. Tampilan itulah yang kemudian membuatnya diberi nama Roti Jala.

“Camilan ini biasanya dinikmati dengan tambahan kuah kari. Mulai dari kari ayam, kari sapi, kari kambing, disesuaikan dengan selera,” kata Kepala Biro Umum dan Sekretariat BP Batam sekaligus Ketua Panitia Batam Funtastic Ragam Indonesia Ilham Eka Hartawan, Kamis (23/8).

Untuk semakin menyemarakkan acara memasak, panitia Funtastic Ragam Indonesia turut menghadirkan Priscilya Princessa atau Chef Priscil. Chef cantik itu akan menampilkan demo memasak roti jala.

Panitia juga menghadirkan musisi Irfan Fahri Lazuardy atau akrab disapa Ipang. Turut dihadirkan pula pertunjukkan nonstop seni dan budaya yang akan ditampilkan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia. Lalu menampilkan teater kebangsaan yang dibawakan Teater Bumi Batam. Mereka mengusung tema Kebangsaan dan Nusantara Indonesia.

Even juga menjadi ajang reuni bagi para penari Rampai Kota Batam karya dari koreografer terkenal Guruh Soekarno Putra yang sempat ditampilan pada Batam Menari pada April lalu. Sebuah karya seni bertajuk Tari Rampai Batam yang merepresentasikan Kota Batam yang kerap dijuluki sebagai miniatur Indonesia dengan keragaman suku di dalamnya.

(bbi/JPC)

Anambas Gelar Festival Inai

0

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Anambas menyelenggarakan Festival Inai atau menghiasi jari tangan dengan tinta khusus. Festival ini juga merupakan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73 di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur, menjelaskan menghias tangan merupakan tradisi turun temurun yang sakral. Biasanya dilakukan pada prosesi acara pernikahan. Kedua mempelai dihiasi inai pada malam perkawinan.

Selain berinai terdapat sejumlah kegiatan lain yang dilaksanakan seperti pawai pembangunan dan malam hiburan. ”Agenda-agenda yang kita laksanakan pada tahun ini sangat menarik animo masyarakat untuk datang karena bersampena dengan HUT ke-73 RI,” ujar Masykur.

Proses berinai yang diangkat adalah tata cara berinai menurut masyarakat Anambas, dari mulai mempersiapkan bahan, tata cara sampai dengan prosesinya. ”Pelan tapi pasti kita akan bangkitkan tradisi dan budaya melalui event-event yang diselenggarakan sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan,” jelasnya.

Anambas, lanjut Masykur, sangat kaya dengan khazanah budaya yang sangat luar biasa. Kekayaan itu menurut dia akan dipoles sedemikian rupa hingga mampu menjadi suatu pesona yang menjadi daya tarik tersendiri.

”Dalam setiap event yang diselenggarakan kita akan eksplor khazanah budaya yang membuat wisatawan terperangah,” bebernya.

Agar terealisasi, maka pihaknya melibatkan pihak-pihak yang bersinggungan agar dapat memberikan saran dan masukan supaya kegiatan yang dilaksanakan tepat sasaran serta dapat mempertahan-kan tradisi seni dan budaya di Anambas. ”Ini butuh kerja keras dan kebersamaan, dengan melibatkan semua pihak,” pungkasnya.(sya)

Sistem Data KPU Dibobol

0
KPU Natuna melakukan rapat pleno penetapan DPT Natuna, Senin (20/8). F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – KPU Natuna menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 50.439 pemilih untuk pemilu 2019 mendatang. Penetapan DPT dilakukan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Dengan rincian sebanyak 25.666 pemilih perempuan dan sebanyak 24.773 orang laki-laki.

”Angka DPT ini tersebar di 76 desa dan kelurahan serta 225 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kabupaten Natuna,” kata Junaedi Abdilah, ketua KPU Natuna, di acara rapat pleno penetapan DPT yang dihadiri 13 perwakilan partai politik, Rabu (22/8).

Menurutnya, angka ini kemungkinan besar akan menga-lami perubahan pada tahapan Pleno Penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) mendatang. Rapat pleno KPU sempat tertunda karena terjadi kerusakan pada sistem informasi data pemilih (Sidalih). Karena diduga terjadi pembobolan pada sistem KPU Natuna.

”Pleno sempat ditunda karena sistem data dibobol oleh orang tidak bertanggung jawab. Tapi beberapa jam diskor, kami bersama partai politik sepa-kati angka DPT,” ujarnya.

Anggota Panwaslu Natuna, Lindawati menekankan kepada KPU agar memaksimalkan fungsi Posko Pemilu yang telah dibuka oleh KPU. ”Masyarakat harus dapat informasi yang terbuka demi transparansi dan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya konflik,” kata Linda.

Sejumlah parpol seperti perwakilan Partai Nasdem, Wan Aris Munandar mengusulkan agar KPU dapat mengatasi berbagai kelemahan dalam aturan. Beberapa aturan KPU yang masih sangat mungkin digugat oleh para pihak karena dinilai masih memiliki kelemahan.

Ia mencontohkan, pada aturan pertama, KPU mengharuskan bacaleg mengecek kesehatan di rumah sakit yang sudah ditentukan KPU. Tetapi belakangan aturan tersebut berubah lagi sehingga bacaleg boleh melakukan tes keseha-tan di rumah sakit mana saja dan bahkan di puskesmas.

”Kelemahan ini bukan ha-nya merugikan parpol, tapi juga KPU itu sendiri. Ini salah satu contoh saja dan saya rasa hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Aris.

Terhadap masukan-masukan yang disampaikan oleh para pihak di atas, KPU Natuna berjanji akan menyampaikannya ke tataran yang lebih tinggi.

”Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak. Masukan yang diberikan malam ini menjadi PR bagi kami, nanti pada rapat pleno provinsi yang akan digelar pada tanggal 29-30 Agustus mendatang akan kami sampaikan semuanya untuk ditindaklanjuti,” kata Risno, Komisioner KPU.(arn)

Pesan Kabareskrim untuk Polisi

0
Kabareskrim Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

batampos.co.id – Kabareskrim Irjen Pol Arief Sulistyanto mengancam anak buahnya untuk tidak menggunakan kegiatan penyidikan demi memperoleh keuntungan pribadi. Sebab, hal tersebut bukan saja merugikan pihak yang berperkara namun juga membuat citra polisi buruk di masyarakat.

“Kalau datang bawa data jadi perdata. Kalau datang bawa dana jadi pidana. Sindiran sarkastik yang selalu diberikan kepada kita ini mari kita hilangkan dengan melakukan penyidikan yang profesional,” pintanya kepada reserse di seluruh Indonesia saat menggelar video conference di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/8).

Untuk itu, kejujuran dan moralitas menurutnya harus ditingkatkan. Sebab jikalau jujur, otomatis reserse itu akan bekerja dengan baik dan hasilnya menerapkan hukum dengan benar serta menyidik dengan objektif.

“Jangan rekayasa penyidikan perkara ingin untungkan pribadi salah satu pihak. Ini yang disebut penghianat. Sekarang tidak ada lagi tempat sembunyi. Semakin kita tutupi, semakin terbuka. Sumbernya bisa dari mana saja,” imbuhnya.

Kata Arief, tak perlu melakukan penyimpangan untuk mendapatkan rezeki. Cukup menjalankan kewenangan dengan amanah. “Saya yakin kita tidak akan mati kelaparan tanpa lakukan penyimpangan. Rezeki bukan kewenangan kita, rezeki dari tuhan,” sebut polisi yang dikenal bersih itu.

Karenanya, Arief mengajak kepada seluruh reserse di Indonesia untuk menjalankan kewenangannya dengan benar. Dia juga meminta agar anak buahnya itu mencari rezeki yang halal dan berkah dengan bersikap adil dan benar dalam penyidikan. “Sampean mau masuk neraka silakan menyimpang. Saya ajak saudara masuk surga semuanya, karena kita taat pada aturan,” pungkas mantan Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri itu.

(dna/JPC)

Jumlah Penduduk Natuna Bertambah 2.500 Jiwa

0

batampos.co.id – Pertumbuhan jumlah penduduk Natuna belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dalam rentang waktu kurang dari satu tahun, jumlah penduduk bertambah hingga 2.000 lebih.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemkab Natuna Ilham Kauli menga-takan jumlah penduduk Natuna tidak lagi pada angka 70 an ribu jiwa. Angka itu kini sudah bertambah.

Berdasarkan angka Data Konsolidasi Bersih (DKB) semester 2 tepatnya akhir Desember 2017, jumlah penduduk Natuna sebanyak 79.058 jiwa.

Kemudian pada DKB semester 1 tepatnya Juni 2018, angka berubah menjadi 81.558 jiwa. Ini artinya dalam rentang waktu beberapa bulan saja jumlah penduduk bertambah banyak.

”Jumlah penduduk kita naik 2.500 orang sejak akhir tahun 2017 kemarin. Angka ini saya rasa cukup signifikan,” kata Ilham kemarin.

Ia juga menjelaskan, jumlah penduduk yang terkategori wajib KTP juga memiliki tambahan yang cukup banyak. Pada akhir tahun 2017 lalu jumlah penduduk wajib KTP sebanyak 51,026 dan tahun ini naik menjadi sebanyak 54,049.

”Jumlah penduduk wajib KTP juga mengalami kenaikan sebanyak 3.023 orang. Kenaikan ini cukup signifikan,” jelasnya.

Menurutnya, perubahan ini disebabkan oleh sedikitnya dua faktor yakni faktor kelahiran anak dan faktor urban dari berbagai daerah tujuan Natuna. Namun begitu, Ilham me-ngaku belum bisa memastikan faktor mana yang lebih berperan dalam memacu pertumbuhan penduduk Natuna.

”Faktor kelahiran juga ada dan faktor perpindahan penduduk juga banyak. Tapi saya belum bisa pastikan mana yang lebih dominan,” tutupnya.(arn)

202 Sapi untuk Tujuh Kecamatan

0
Panitia kurban sedang memotong daging di Masjid Jamik Baiturrahim, Tarempa, Rabu (22/8). F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Sebanyak 202 hewan kurban disembelih pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1439 tahun 2018 di Kabupaten Kepulauan Anambas. Semuanya sapi, karena di Anambas tidak ada kambing.

Ke-202 sapi tersebut terbagi di tujuh kecamatan. Untuk kecamatan Siantan sebanyak 50 sapi, Siantan Timur 12 sapi, Siantan Selatan 19 sapi, Siantan Tengah 10, Palmatak 63 sapi, Kecamatan Jemaja 33 dan Jemaja Timur 15 ekor.

”Jadi, jumlahnya 202 ekor hewan kurban,” ungkap Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas Adam Nur, Rabu (22/8).

Sapi yang disembelih tersebut rata-rata berasal dari Kecamatan Siantan, Kecamatan Jemaja dan Palmatak. Namun ada beberapa didatangkan dari Midai Kabupaten Natuna. Jika dilihat dari bentuk dan ukuran fisik, se-perti sapi Bali. Tapi warga Tarempa menyebutnya sapi Kijang dan sapi kampung.

Karena menggunakan sapi, masyarakat Anambas membeli hewan kurban secara berkelompok atau patungan. Satu sapi dibayar oleh tujuh orang. ”Harganya Rp 14 juta per ekor, jadi, masing-masing peserta kurban membayar Rp 2 juta,” ungkapnya lagi.

Sementara itu, kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Rio Rizal, menjelaskan. Dari jumlah keseluruhan sapi kurban di Anambas, dari pemerintah daerah menyerahkan sebanyak 42 sapi. ”Untuk jumlah hewan kurban dari Pemda ada 42 ekor,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.(sya)

Pesawat Batal Terbang, Penumpang Kecewa

0
Penumpang pesawat Express Air sedang menunggu kepastian penerbangan, Rabu (22/8). F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Pesawat Express Air yang melayani penerbangan dari Bandara Raja Ali Haji Fisa-bililah (RHF) Tanjungpinang menuju Bandara Matak Anambas, kembali membatalkan penerbangan pada Selasa (21/8). Calon penumpang pesawat ini pun kecewa.

Staf Ahli Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Kemente-rian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Aryo Hanggono dan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas termasuk yang kecewa karena batal terbang. Sejumlah calon penumpang meluapkan amarah di kantor perwakilan maskapai penerbangan tersebut.

Salah seorang calon penumpang sekaligus sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas Tety Hadiyanti mengaku, sebagai calon penumpang ia merasa tidak nyaman dengan kejadian tersebut. Mestinya pihak maskapai memberitahukan kepada calon penumpang jika ada pembatalan penerbangan. Bukan mendadak seperti kemarin.

”Jangan mendadak dong, mestinya harus diberitahukan dari awal. Perlu diketahui untuk menuju ke Bandara Matak harus menggunakan speedboat sekitar 30 menit perjalanan melalui laut,” kata Tety, dengan nada kesal, Rabu (22/8).

Pihaknya juga heran kenapa bisa terjadi gagal penerbangan saat itu. ”Jika saya tahu tidak terbang pesawat itu, pada pagi harinya saya menumpang saja kapal feri yang berlayar menuju pelabuhan Tanjungpinang,” ucapnya.

Sesuai informasi yang didapat, jumlah penumpang ada sekitar 11 orang. Namun, dirinya belum yakin. ”Kalau pingin lebih jelas bisa minta keterangan dengan pihak maskapai,” ungkapnya lagi.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan maskapai Express Air Wiwit Hayati mengaku belum bisa menjelaskan secara detail. Menurutnya saat ini pihaknya sedang membuat release untuk disampaikan kepada wartawan. Tujuannya agar informasi yang diberikan tidak salah.

”Kami dari manajemen sedang membuat rilis terkait hal itu, nanti kita sampaikan kepada seluruh media,” ungkapnya kepada Batam Pos, kemarin. (sya)

Pemkab Karimun Angkat 1.030 Tenaga Insentif

0
ASN dan honorer di lingkungan Pemkab Karimun saat mengikuti upacara, beberapa waktu lalu. F. Tri Haryono/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun mengangkat 1.030 tenaga insentif menjadi tenaga honorer kontrak. Peningkatan status tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.

“Ini komitmen kami bersama wakil Bupati Karimun untuk meningkatkan status tenaga insentif yang telah bekerja di atas 5 tahun,’’ kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, belum lama ini.

Menurutnya, jumlah tersebut dilakukan bertahap sejak tahun 2016 lalu hingga saat ini. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan rencana pengangkatan hingga tahun 2021 nanti. “Tenaga insentif akan diangkat secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah,’’ ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Rafiq berpesan agar para pegawai terus bersemangat mengabdi, memberikan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Karimun. Sehingga dapat menjadi motivasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya, untuk bekerja secara maksimal dengan dedikasi dan komitmen yang tinggi.

“Intinya, bagi tenaga honorer kontrak harus tetap bekerja memberikan pelayanan maksimal,’’ tuturnya.(tri)

Satu Jemaah Haji Meninggal Dunia

0
Seorang jemaah haji Karimun melaksanakan cukur rambut, belum lama ini. F. Dokumentasi Rasyid Nur/batampos.co.id

batampos.co.id – Muhammad Baharudin bin Harun, seorang jemaah haji asal Kabupaten Karimun meninggal dunia setelah melaksanakan ibadah wukuf di Padang Arafah, Selasa (21/8) pukul 13.50 waktu setempat.

”Almarhum sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Almarhum sudah haji karena telah melaksanakan ibadah wukuf,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karimun, Lukman, Rabu (22/8).

Selebihnya, kondisi jemaah haji Kabupaten Karimun dalam keadaan sehat dan tidak ada yang dirawat di rumah sakit. Saat ini para jemaah masih mabit dan melempar jumrah di Mina. Saking banyaknya, para jemaah yang hendak melakukan lempar jumrah harus bersabar menunggu giliran.

’’Saya dapat laporan siang tadi (kemarin, red), antrean cukup panjang dan berdesak-desakan ketika akan melempar jumrah,” ujarnya.

Karenanya, ada beberapa orang jemaah haji Karimun yang mengalami pusing dan sakit kepala. ”Ketika informasi ini saya terima, saya mengingatkan kepada masing-masing pemimpin regu untuk mengingatkan jemaah yang lain agar tetap bersabar dan menunggu waktu sedikit le-ngang untuk melempar jumrah. Sehingga, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ jelasnya.

Ketua rombongan tiga Kabupaten Karimun M Rasyid Nur mengatakan, 202 jemaah haji asal Kabupaten Karimun terbagi dalam empat rombongan. Walaupun kondisi cuaca panas, para jemaah Karimun tetap sabar dengan banyak berdoa dan berzikir di tenda-tenda yang telah disediakan.

’’Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Walaupun, kondisi beberapa jemaah kita sangat kelelahan dan kekurangan cairan. Tapi, mereka tetap bersemangat untuk terus memperbanyak ibadah,’’ ujarnya.

Salah seorang jemaah Karimun Martias mengungkapkan, rasa kebersamaan para jemaah cukup erat selama melaksanakan haji. Sehingga hambatan yang datang dapat dilalui dengan mudah. ”Yang penting saling membantu sesama para jemaah,” tuturnya. (san/tri)