batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam terus mengebut penyelesaian dua sekolah baru (SKB) yang berlokasi di Tibanlama dan Patamlestari, Sekupang.
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan setelah memastikan tidak adanya rasionalisasi di pembangunan kedua sekolah, pihaknya terus menggesa pembangunan sekolah.
Ia menjelaskan kedua sekolah ini ditargetkan selesai sebelum akhir tahun dan bisa ditempati Januari tahun depan. Untuk progres pembangunan Hendri menyebutkan terus berjalan. SMPN 56 Batam yang berada di Tibanlama sudah mulai terlihat bentuk fisiknya. Sedangkan SMPN 57 Batam di Patamlestari baru berjalan.
Saat ini siswa masih menumpang di sekolah terdekat hingga akhir tahun ini. Ia memastikan tahun depan mereka sudah tidak menumpang lagi.
Pantau di lapangan beberapa pekerja terlihat tengah mengerjakan pembangunan bangunan SMPN 57 Batam di Patamlestari. Siswa yang sebelumnya menumpang di SDN 003 Sekupsng harus pindah ke sekolah lain karena tidak tersedianya ruang kelas yang cukup untul menampung siswa lama dan baru.
“Iya kami pindah karena tak cukup RKBnya,” kata Kepala SMPN 57 Batam, Nyimini.
Dia berharap proses pembangunan bisa rampung tahun ini, sehingga siswa bisa menggunakan ruangan baru dan tidak menumpang lagi.
Dinas pendidikan mengucurkan dana hingga Rp 9 miliar untuk membangun dua sekolah baru (SKB) tahun ini. Sekolah direncanakan selesai akhir tahun ini.(yui)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan segera mengesahkan biro baru bernama Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif. Biro ini akan fokus mengembangkan potensi sektor pariwisata di Batam.
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Syaffrudin, mengatakan persiapan pembentukan biro ini sudah hampir selesai. Karenanya, ia berjanji akan segera mengesahkannya, dalam waktu dekat.
“Kami akan realisasikan segera. Kalau itu sudah saya yang putuskan, karena tinggal di level menteri,” ucapnya saat berkunjung ke Kantor BP Batam, Kamis (20/9).
Ia mengatakan, akan memberikan dukungan penuh agar segala bentuk perizinan dan layanan di BP meningkat. Termasuk juga dukungan mengembangkan ekonomi kreatif di Batam.
Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif merupakan biro yang sangat penting di BP Batam. “Ini penting karena bicara soal bagaimana memajukan ekonomi kreatif di Batam,” jelasnya.
Lukita mengatakan, biro ini akan mendukung Pemko Batam dalam mengembangkan pariwisata di Batam. Berikut juga memberdayakan potensi-potensi yang masih bisa digali dari Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjamur di Batam.
Tak Bisa Kerja Sendiri
Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengakui saat ini pengembangan potensi pariwisata di Batam belum maksimal. Ada beberapa poin, kata dia, yang membuat sektor ini belum tumbuh pesat.
Salah satunya sinergi antar-semua pihak. Untuk internal, Rudi sudah meminta Kadis Pariwisata dan sekretarisnya satu visi untuk mengembangkan pariwisata Batam. “Kadis dan sekretaris harus klop dan memiliki seni. Pariwisata ini harus hidup kembali,” katanya.
Tidak hanya itu saja, Rudi menilai event yang dibuat harus benar-benar terencana. Sehingga gaungnya terdengar hingga ke luar negeri. Dan dapat mengundang wisatawan datang ke Batam.
“Bila eventnya membuat duit habis, dan hanya dinikmati (orang lokal saja). Sayang rasanya,” ucapnya.
Ia mengatakan, semua pihak harus duduk bersama, agar dapat meningkatkan pariwisata. Apabila pihak-pihak terkait berjalan sendiri-sendiri, tentunya pariwisata Batam tidak akan maju-maju. Karena meningkatkan pariwisata membutuhkan dukungan dan sinergi dari semua pihak.
Rudi juga menyebut, promosi pariwisata juga akan menjadi sia-sia jika tak didukung dengan penataan dan pembangunan fasilitas kota yang baik.
foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Oleh sebab itu, kata Rudi, Pemko Batam melebarkan jalan-jalan di Batam agar dapat melancarkan arus lalu lintas. Perbaikan gorong-gorong juga sedang giat-giatnya dilakukan untuk meminimalisir terjadinya banjir.
“Tapi konektivitas gorong-gorong ini terganggu karena beberapa alirannya tertutup. Inilah yang harus didudukkan bersama juga. Jangan diam-diam saja, harus bicara sebagai langkah awal meningkatkan pariwisata Batam,” ujarnya.
Tumbuh 17,7 Persen
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Febrialin optimistis target 1,8 juta wisatawan mancanegara (wisman) tercapai hingga pengujung tahun ini. Optimisme ini muncul jika melihat realisasi kunjungan wisman tahun ini yang terus meningkat.
Febrialin menyebut, hingga Juni 2018 sudah lebih 974 ribu wisman yang datang ke Batam. Angka ini tumbuh 17,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 755 ribu wisman.
“Kalau melihat target RPJMD 1,8 juta wisman, kita optimistis tercapai,” kata Febrialin usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPRD Kota Batam, Kamis (20/9).
Febrialin menambahkan, realiasai kunjungan wisman dari bulan ke bulan terjadi peningkatan yang cukup baik. Kondisi ini akan terus ditingkatkan mengingat tingginya target yang diberikan pemerintah pusat untuk tahun 2019 yakni sebesar 2,5 juta wisaman.
“Ke depan jauh lebih besar. Karena untuk Kepri sendiri ditargetkan 3,5 juta wisman,” tuturnya.
Berbagai usaha dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk menggenjot kunjungan turis. Salah satunya dengan menggandeng pihak swasta dalam menyediakan event di kota Batam. Ditambah dengan bekerja sama dengan agen-agen travel.
Selain itu, pihaknya turut dibantu Kementerian Pariwisata di dalam program hot deal Batam. Program spesial harga tiket feri dari Singapura-Batam dan Johor Bahru-Batam tersebut terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Pulau Batam.
“Sangat positif. Jadi mereka yang berkunjung ke sini diberikan tiket promo,” tambahnya.
Sementara anggota Komisi IV DPRD Batam Ruslan mengingatkan agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam lebih memperhatikan anggaran. Sebab tanpa anggaran yang cukup, sangat tidak mungkin bisa mencapai target yang begitu besar diberikan pusat.
“Kita lihat anggarannya hanya Rp 3 miliar. Harapan kami di 2019 ini lebih diperhatikan, sehingga dinas tersebut memiliki kegiatan yang mampu mendongkrak kunjungan wisman ke Batam,” kata Ruslan. (rng/ska/leo)
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Syafruddin, meresmikan MPP Kota Batam. (dok. Humas Pemkot Batam)
batampos.co.id – Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam, Kamis (20/9) siang. Presmian MPP ke sembilan sekaligus terbesar dan terlengkap se Indonesia ini diharapkan seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi. Harapn tersebut bukan tanpa alasan, Batam berada di titik silang strategis jalur dunia.
“Mudah-mudahan dengan MPP, apa yang dicita-citakan ‘founding father’ kita. Batam menjadi pintu gerbang utama dari kawasan ekonomi nasional. Masyarakat ingin perizinan yang cepat,”kata dia.
Ia mengatakan, data yang ia dapat sedikitnya ada 60 ribu kapal pertahun melewati selat malaka, bukan tidak mungkin angka tersebut akan terus meningkat. Namun ia mengaku prihatin melihat pertumbuhan ekonomi Batam yang hany 4 persen.
“Dulu Batam tempat segalanya, belanja wisata, pertemuan para investor. Pertumbuhan ekonomi sampai 17 persen era 90an, awal 1990 hingga 1998,” imbuhnya.
Maka dari itu, momentum peresmian MPP ini ia harapkan dapat meningkatkan layanan perizinan sehingga ekonomi semakin baik. Ia mengaku pusa dengan apa yang ada di MPP Bata, menurutnya apa yang ada melebihi harapan dan dia meminta ini terus dipertahankan.
“Dengan MPP ini, ada harapan cita-cita kita tercapai. Sehingga pertumbuhan ekonomi Batam setidaknya menyamai pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuh dia.
Dalam kesempatan tersebut ia memberikan apresiasi kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi karena mampu menghadirkan pusat layanan tersebut.
“Wali Kota ini dulu anak buah saya, di daerah ini sebelum jadi Kepri saya empat tahun bertugas di sini. Rudi ini sudah lama berkecimpung tentan pelayanan publik,”kata mantan Wakapolri ini.
Kehadiran MPP ini dinilai sebagai terobosan sistem yang baik. Demikian perijinan yang terintegrasi, bisa memangkas waktu. “Batam dan Kepri, turut berbangga, karena sistem terintegrasi, sehingga hisa menjadi percontohan untuk daerah lain. BP Batam dan Pemko yang mengembangan, bisa mewujudkan Batam sebagai icon investasi,” imbuhnya.
Di MPP Batam ada 30 instansi yang bergabung dengan 430 pelayanan. Atas keberhasilan menghadirkan MPP di Batam, Menpan mendapat penghargaan sebagai penggagas MPP. Sementara Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga mendapat penghargaan sebagai pemilik MPP terbesar di Indonesia dan Kepala Dinas PTSP Gustian Riau sebagai pemilik MPP terlengkap.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto mengatakan keberadaan MPP Batam diharapkan dapat menumbuhkan minat penanam modal dari dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di sana. Selama ini, penanam modal di kawasan itu membutuhkan kepastian hukum agar bisa berinvestasi dengan tenang.
“MPP diharapkan dapat menjawab persoalan yang muncul di kalangan investor terkait pelayanan perizinan dan lainnya yang efektif dan efisien,” kata dia.
Sementara itu, Kepala DPM PTSP Kota Batam Gustian Riau berharap MPP yang telah dibangun tersebut dapat terus meningkatkan layanan. Maka tidak lain perlu peran serat semua instansi yang ada di dalam MPP Batam.
“Kami terus berinovasi. Bahkan pembayaran pajak daerah juga sudah di sini. Mari kita pertahankan layanan yang baik ini,”ucap dia.
Ia mengaku berbangga karena akhirnya MPP tersebut telah diresmikan. Ia mengatakan, MPP Batam telah hadir sejak November 2017 lalu.
“Di 2019 kami membuat sistem yakni semua layanan di MPP Batam terintegrasi,”ucapnya. (iza)
batampos.co.id – Pemerintah mulai merespon tuntutan para pegawai honorer yang tidak bisa mengikuti tes CPNS karena terkendala masalah usia, yakni di atas 35 tahun. Mereka disarankan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Seleksi pegawai kontrak ini juga bisa diikuti oleh honorer kategori 2 (K2) yang usianya masih 35 atau kurang, tetapi tidak lolos dalam seleksi CPNS tahun ini. Sebab pemerintah memastikan tidak akan ada lagi program pengangkatan honorer manjadi PNS.
“Honorer K2 sudah ada solusinya, yaitu P3K,” kata Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin usai meresmikan MPP Batam, Kamis (20/9).
Sayangnya Syafruddin belum merinci apa saja persyaratan untuk jadi pegawai kontrak atau P3K itu. Termasuk apa saja hak-hak dan fasilitas yang akan diperoleh pegawai kontrak nantinya.
Menurut dia, segala aturan tentang pegawai kontrak ini masih akan dibahas di pusat. Rencananya, Jumat (21/9) hari ini kementeriannya akan rapat dengan Presiden Joko Widodo khusus membicarakan persoalan ini.
“Setelah itu akan segera diputuskan Peraturan Pemerintah (PP)-nya oleh Presiden,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, MenPAN-RB kembali menegaskan tidak ada lagi pengangkatan PNS dari kalangan honorer tanpa melalui tes dan seleksi. Aturan ini, kata dia, tegas termaktub dalam Undang Undang Aparatur Sipil Negara.
Apalagi, lanjut Syafruddin, saat ini jumlah honorer yang telah diangkat menjadi PNS atau ASN sudah mencapai 1,1 juta orang. Jumlah tersebut setara dengan 25 persen dari total PNS di Indonesia.
“Ini terlalu banyak,” imbuhnya.
Ia mengakui, selama ini para pegawai honorer juga memiliki peran yang cukup penting seperti aparatur sipil lainnya. Apalagi tak sedikit di antara mereka yang sudah cukup lama mengabdi.
“Oleh karena itu jalannya P3K,” ucapnya.
Soal lama masa kontrak pegawai dalam sistem tersebut, Syafruddin mengatakan akan diatur lebih lanjut dalam PP. Menurutnya, bisa 5 tahun hingga 10 tahun. “Justru ada beberapa yang tak mau lama, seperti diaspora tak mau lebih dari 5 tahun, setelah mengabdi akan pulang,” sebut dia.
ilustrasi Pegawai Pemko Batam. foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Bima Haria Wibisana, di Kantor Wali Kota Batam belum lama ini mengatakan, ada banyak orang yang ingin jadi dokter dan guru justru menyukai sistem kerja kontrak ini. Mereka ingin mengabdi di tempat-tempat tertentu dalam kurun waktu lama.
”Banyak dokter di Jawa itu, sebenarnya mau ngabdi di Asmat sana, tapi jangan lima tahun maunya, dua tahun cukup terus ganti lagi,” imbuh dia.
Sementara dalam beberapa jenis kegiatan seperti administratif tak perlu banyak pegawai, bahkan secara umum Indonesia ini bejibun tenaga administratif yakni mencapai 75 persen dari total pegawai secara umum. Ia mencontohkan, jika salah satu pekerjaan manual biasanya dikerjakan 10 orang, dengan menggunakan komputer bisa lebih sedkit.
“Sebenarnya dibutuhkan banyak tenaga pelayanan, bukan tenaga administratif. Kalau bukan tenaga pelayanan publik ya P3K saja,” sebutnya.
Ia mengatakan, P3K merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga yang memiliki hak yang sama seperti PNS. Namun bedanya, selain dikontrak, P3K tidak memiliki tunjangan masa pensiun. Menurutnya, PNS mendapat dana pensiun karena langsung dipotong premi pensiun, sementara P3K tidak.
“Kalau P3K mau mendapat skema pensiun yang sama dengan PNS, boleh-boleh saja dengan cara manfaatkan asuransi,” ujarnya.
Ia mengklaim, negara-negara maju seperti Amerika Serikat justru sedikit PNS-nya. Yang banyak adalah pegawai dengan sistem kontrak kerja. Sistem kontrak ini biasanya dipilih oleh para guru, tenaga kesehatan, polisi, hingga pemadam kebakaran.
“Semuanya government worker, bukan civil service,” kata dia.
Sementara Wakil Gubernur Kepri, Isdianto, berharap pemerintah pusat memberikan kelonggaran bagi pemerintah daerah untuk mengangkat honorer jadi PNS.
“Perlu Pak Menteri (MenPAN-RB, red) tahu, tenaga honorer di Pempov Kepri masih ribuan, baik tenaga kesehatan dan lainnya. Mohon kiranya menjadi perhatian Pak Menteri,” kata Isdianto di sela peresmian MPP di Batam, kemarin.
Isdianto menyebut, hampir semua honorer di lingkungan Pemprov Kepri merupakan warga lokal Kepri. Jika mereka tak diangkat jadi PNS, sementara setiap tahun pemerintah terus membuka rekrutmen CPNS baru, ia khawatir selamanya mereka akan menjadi honorer.
Padahal, kata Isdianto, secara pengalaman dan keilmuan, bisa jadi tenaga honorer tersebut jauh lebih mumpuni jika dibandingkan dengan CPNS yang baru direkrut.
Sementara di lingkungan Pemko Batam saat ini masih ada 253 honorer K2. Jumlah tersebut jauh berkurang dari sebelumnya. Sebab pada 2013 lalu ada 737 honorer K2 Pemko Batam yang diangkat jadi PNS. (iza)
batampos.co.id – Muchtar B alias Bahtiar, 70, warga Kampung Baru, RT 002 RW 002, Kelurahan Batu Berdaun, ditemukan tewas dengan posisi tubuh terbaring di lantai rumahnya. Selama ini Muchtar tinggal seorang diri.
Korban pertama kali ditemukan Salmi salah seorang warga. Ketika itu, Salmi hendak mengantarkan bubur ke rumah Muchtar. Seperti biasa tetangga Muchtar sering memberikan pria yang belum berkeluarga itu makanan. Apalagi Muchtar sudah tidak bekerja lagi, ditambah kondisi tubuhnya yang renta dan menggunakan tongkat untuk berjalan.
Namun pada Rabu (19/9) sekitar pukul 15.45 WIB, Salmi yang mengantarkan bubur tak mendapat jawaban salam dari Muchtar meski sudah diucapkan beberapa kali. Karena tak ada respon, Salmi mengecek jendela rumah Muchtar yang kebetulan tidak terkunci.
Saat itulah dirinya melihat Muchtar terbaring di lantai. Karena tidak juga menawab panggilan Salmi, akhirnya wanita ini memanggil Sabrizal untuk memastikan kondisi Muchtar. Namun mereka juga tidak mendapat tanggapan dari Muchtar dan akhirnya mereka memangil warga sekitar, ketua RT dan Ketua RW juga turut melihat dan datang kerumah Muchtar dan merekapun melaporkan ke Polsek Dabo Singkep.
Bersama Polisi warga berhasil membuka pintu rumah Muchtar. Kapolsek Dabo Singkep Iptu Hanif, setelah mendatangi TKP, polisi menemukan Muchtar terbaring di lantai. Tubuh Muchtar telah mengeluarkan aroma bau. Selanjutnya membawa korban ke RSUD Dabo Singkep. (wsa)
batampos.co.id – Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Tanjungpinang, Natasya Nita Rosdiana, 15, yang sempat dilaporkan hilang ke polisi oleh orangtuanya sejak Minggu (15/9) lalu, akhirnya kembali ke rumahnya, Kamis (20/9) sore.
Siswi tersebut diketahui menghilang sejak keluar rumah orangtuanya di Jalan Darussalam Tanjungpinang sekitar pukul 13.00 WIB. Karena tak kunjung kembali, orangtuanya akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungpinang Barat.
Selain itu, informasi hilangnya Natasya cepat menyebar setelah orangtuanya, Teten Roswita, mengunggah foto Natasya di media sosial (medsos). Dalam unggahan tersebut, Teten meminta kepada seluruh masyarakat pengguna medsos dapat meng-hubungi dirinya jika melihat dan mengetahui keberadaan anak kesayangannya yang telah empat hari menghilang.
Kapolsek Tanjungpinang Barat Iptu Firuddin membenarkan pihaknya menerima laporan kehilangan orang tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, penyidik Unit Reskrim telah meminta keterangan keluarga dan teman korban. Pihaknya juga mengumpulkan saksi lainnya yang terakhir melihat keberadaan korban.
Pihaknya juga mengaku terus melakukan pencarian terhadap siswa tersebut dan telah berkoordinasi dengan Polres Tanjungpinang.
Teten Roswita yang dihubungi Batam Pos mengungkapkan bahwa putrinya telah kembali pada Kamis (20/9) sore kemarin. ”Ternyata dia menginap di rumah temannya, tapi tak kasih kabar,” kata Teten.
Meski begitu, Teten bersyukur putrinya itu telah kembali ke rumah. ”Senang sudah kembali,” katanya singkat. Ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak termasuk kepolisian yang telah berupaya membantu mencari keberadaan anaknya itu. (odi)
batampos.co.id – Polda Kepri akan mengawasi proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diadakan tahun ini di Kepri. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya praktik percaloan hingga penipuan.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga mengatakan, selain mengawasi pihaknya juga mengimbau agar masyarakat waspada. Terutama jika ada pihak-pihak yang menjanjikan bisa lolos tes CPNS dengan meminta imbalan tertentu.
“Jangan percaya dengan orang-orang yang menawarkan bantuan untuk masuk CPNS, yakin saja dengan kemampuan diri sendiri,” kata Erlangga, Kamis (20/9).
Saat ini, kata Erlangga, bukan zamannya lagi menggunakan calo. Karena proses penerimaan diawasi semua pihak, baik internal maupun eksternal. “Masak di zaman now seperti ini masih gunakan calo atau hal lainnya. Sekarang ini zaman yang sudah clear dari hal-hal seperti itu,” ungkapnya.
Apabila ditemukan calo atau oknum-oknum yang menawarkan kepastian masuk PNS, masyarakat dapat melaporkannya ke pihak kepolisian atau instansi terkait lainnya. “Kalau memenuhi semua unsur, tentu akan dilakukan pendekatan hukum,” ucapnya.
Namun, pihak kepolisian tidak ingin mengutamakan penindakan. “Kami lebih mengkedepankan pencegahan,” tuturnya.
Melalui Direktorat Bimbingan Masyarakat, Polda Kepri meminta masyarakat agar mengikuti proses masuk CPNS sesuai prosedur yang berlaku.
“Selain itu jangan percaya dengan informasi yang tidak valid. Cek dulu kebenaran informasi, apakah benar instansi terkait buka lowongan. Jangan percaya begitu saja,” ungkapnya. (ska)
Keduanya berawal sama. Mereka bekerja sebagaiamana pekerjaan yang dipilih orang lain pada umumnya. Syahrul menjalani hari sebagai tenaga pengajar, sementara Rahma memulai karier sebagai pemasar. Dan sejak hari ini, keduanya bersama akan memimpin Tanjungpinang.
Gedung Daerah, akan menjadi saksi bisu dari proses pelantikan Syahrul-Rahma. Keduanya menjadi pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, selama lima tahun ke depan.
Sebuah perolehan, yang dirasa keduanya semula tak mungkin. Namun kini di depan mata. Memimpin kota berpenduduk lebih dari 250 ribu jiwa. Mengangkut setiap permasalahan yang minta dicari jalan keluarnya demi membawa kota ini lebih baik, terutama bagi warganya.
Syahrul, guru yang kemudian menjalani hari sebagai Wakil Wali Kota Tanjungpinang, lima tahun lalu. Dan Rahma, seorang pemasar. Lalu berkecimpung di dunia politik, hingga membawanya menjadi salah satu legislator Tanjungpinang.
Di tangan mereka, nasib Tanjungpinang lima tahun ke depan ditentukan. Harapannya, pembangunan Tanjungpinang semakin maju bersanding dengan sumber daya manusia yang juga tak kalah maju.
“Menjadi Wali Kota berarti memikul beban yang berat. Karena kami membawa amanah masyarakat. Namun kami pastikan, kami jalani sebaik-baiknya,” ucap Syahrul penuh keteguhan.
Jumat selalu menjadi hari istimewa bagi Syahrul sejak memantapkan niat untuk menjadi Wali Kota. “Tanpa direncanakan, semua proses penting (berjalan,red) hari Jumat,” tutur Syahrul.
Mulai dari rekomendasi yang ia terima, beber Syahrul. Hingga deklarasi, penerimaan berkas dari KPU, hingga pengumuman di DPRD Tanjungpinang. Bahkan pelantikan, yang semula diagendakan Kamis (20/9) pun bergeser menjadi hari ini, Jumat (21/9).
“Sedianya Jumat merupakan hari baik,” kata Syahrul saat menjamu Batam Pos di ruang tamunya.
Tak banyak persiapan yang ia lakukan. Di kediamannya yang ramai pun, tidak terlihat aktivitas khusus untuk menyambut hari pelantikan ini. Hanya saja, pos penjagaan di bagian depan rumah Syahrul, yang tengah dibangun beberapa orang.
Pria yang disapa ayah ini, mengaku tidak ada perbedaan dan keistimewaan dari status yang akan disandangnya. “Hanya bergeser sedikit, dari Wakil jadi Wali Kotanya. Lainnya, sama saja,” ujarnya dengan pandangan teduh.
Hal serupa juga diucapkan Rahma. Didampingi saudari kembarnya, Rahma kami temui di bandara Raja Haji Fisabilillah. Duduk santai menanti penerbangan dari Jakarta, di salah satu deretan kursi tempat penjemput menanti penumpang tiba.
“Dari pagi di rutan dulu. Rutinlah udah tiga tahun selalu ke sana,” tutur Rahma menyapa kehadiran Batam Pos.
Memberikan motivasi dan pencerahan langsung kepada ratusan warga binaan, menjadi aktivitas menjelang hari ia ditetapkan sebagai Wakil Wali Kota.
Sementara di bandara, ia menanti salah satu tamu istimewa yang akan hadir di pelantikan hari ini. Sahabatnya dari organisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK).
Persiapan untuk memimpin Tanjungpinang, menurut Rahma, telah ia dan Syahrul lakukan jauh-jauh hari. Yakni mensinkronisasikan program Syahrul-Rahma dan program pemerintahan yang sedang berjalan.
“Apalagi kami masuk saat di APBD P akan disahkan nanti,” ucap Rahma.
Namun, persiapan pribadi menjelang pelantikan, diakuinya tidak banyak yang dilakukan. “Tapi nanti ada yang make-up-in. Tapi ya yang natural-natural aja,” kata Rahma yang mengaku tak pandai berdandan sendiri.
Menjadi Wakil Wali Kota, lanjut Rahma, merupakan amanah yang akan ia jalani sebaik-baiknya. “Ini cara untuk saya agar bisa berbuat lebih luas lagi kepada masyarakat,” tutur dia. (FARA, Tanjungpinang.)
Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengakhiri pertemuan puncak tiga hari pada Kamis, (20/9), dengan melakukan kunjungan ke Gunung Sakral Paektu (Reuters)
batampos.co.id – Akhirnya …..
Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengakhiri pertemuan puncak tiga hari pada Kamis, (20/9/2018), dengan melakukan kunjungan ke Gunung Sakral Paektu. Kim Jong Un dan Moon Jae In terbang secara terpisah ke sebuah bandara dekat Gunung Paektu hari Kamis, (20/9), pagi.
Gunung Berapi Paektu adalah gunung tertinggi di Korea Utara yang terletak dekat perbatasan ke Cina. Gunung ini punya arti penting dalam mitologi Korea. Menurut mitosnya, gunung ini adalah tempat kelahiran Dangun, pendiri kerajaan Korea kuno pertama. Sejak lama gunung ini juga dianggap salah satu tempat paling indah di Korea. Dinasti penguasa Korea Utara juga mengklaim, bahwa Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un yang meninggal 2011, dilahirkan di gunung ini.
Kedua pemimpin bersama istrinya melakukan pembicaraan terakhir, sebelum kemudian menuju puncak gunung dalam suasana udara cerah. Setelah wisata gunung, Moon Jae In kemudian terbang kembali ke Seoul, kata kantor berita Korea Selatan Yonhap.
Kedua pemimpin bersama istrinya melakukan pembicaraan terakhir, sebelum kemudian menuju puncak gunung dalam suasana udara cerah. Setelah wisata gunung, Moon Jae In (NDTV)
Dibandingkan dengan bahasa yang samar-samar dari dua pertemuan awal mereka, Kim dan Moon tampaknya telah menyetujui sebuah program ambisius yang dimaksudkan untuk mengatasi ketegangan yang melonjak tahun lalu dan menimbulkan kekhawatiran luas.
Kim Jong Un berjanji akan menerima inspektur internasional untuk memantau penutupan situs uji coba rudal utamanya. Dia juga mengatakan akan segera melakukan kunjungan ke Seoul. Kedua pemimpin bertekad bekerjasama untuk mencalonkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas tahun 2032.
Pertanyaannya adalah, apakah pernyataan itu akan cukup bagi Presiden AS Donald Trump? Kepada wartawan Trump mengatakan hari Rabu (19/9) hasil KTT itu adalah “berita yang sangat baik” dan merupakan suatu “kemajuan luar biasa”. Namun dia tidak mengatakan langkah apa yang akan diambil Amerika Serikat mengenai denuklirisasi Korea Utara.
Moon Jae In dan Kim Jong Un hari Rabu berdiri berdampingan dan membuat deklarasi perdamaian
“Kami telah sepakat untuk membuat Semenanjung Korea menjadi tanah damai yang bebas dari senjata dan ancaman nuklir,” kata Kim Jong Un. “Jalan menuju masa depan kita tidak akan selalu mulus, dan kita mungkin menghadapi tantangan dan cobaan yang tidak dapat kita antisipasi. Tapi kita tidak takut akan angin badai karena kekuatan kita akan tumbuh ketika kita mengatasi setiap pencobaan berdasarkan kekuatan bangsa kita.”
KTT minggu ini dilaksanakan ketika Moon Jae In berada di bawah tekanan meningkat dari Washington untuk menemukan langkah maju membuat Kim Jong Un meninggalkan persenjataan nuklirnya secara sepihak.
Menurut sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh para pemimpin pertahanan, kedua negara Korea sepakat membangun zona penyangga di sepanjang perbatasan darat dan laut untuk mengurangi ketegangan militer dan mencegah bentrokan yang tidak disengaja.
Mereka juga setuju menarik 11 pos penjaga dari Zona Demiliterisasi sampai Desember mendatang dan membentuk zona larangan terbang di atas garis demarkasi militer yang berlaku untuk pesawat, helikopter dan pesawat tak berawak.
Apa pun nama restorannya sausnya pasti ini: Sriracha. Di kota mana pun. Di Amerika ini. Saya memang suka pilih Vietnam food. Terutama untuk makan siang. Terutama lagi di tengah perjalanan. Jalan darat. Jarak jauh.
Menu pilihan pun hampir tidak berubah: pho dan lumpia basah. Sesekali tambah chicken wing. Khas Vietnam.
Dari Alaska di utara. Sampai Alabama di selatan. Pho lagi. Pho lagi. Segar kuahnya. Enak mie berasnya. Lembut daging tipisnya. Hangat di tenggorokan. Hilang penat di pantat. Setelah begitu jeri mengemudi.
Lelah terobati. Lapar teratasi.
Praktis tidak perlu pesan minum. Kuahnya sudah semangkok besar. Besar sekali. Porsi Amerika masa kini.
Dulu orang bercerita. Untuk rasa Asia Tenggara. Masakan Thailandlah yang terpopuler di negeri manca.
Saya oposisi. Sampai mati: Masakan Vietnamlah juaranya.
Semua itu berkat perang. Berkat penderitaan. Berkat pengungsian. Besar-besaran.
Begitu banyak orang Vietnam di Amerika. Setelah perang Vietnam. Setelah Amerika gagal mempertahankan wilayah selatan. Dari serangan Vietnam utara. Yang komunis.
Tahun 1975.
Begitu banyak yang ngeri komunis. Pilih mengungsi. Ada yang diangkut pesawat Amerika. Lebih banyak lagi yang mengungsi sendiri.
Naik apa saja. Terutama kapal. Perahu. Biduk. Tergopoh-gopoh. Mengabaikan keselamatan.
Asal tidak lagi di Vietnam.
Asal tidak di bawah komunis.
Tiba di Amerika mereka sudah kenyang menderita. Di perjalanan. Di lautan. Di barak pengungsian.
Mereka umumnya pernah hidup enak. Sebelum perang. Para pekerja keras. Para pedagang. Para Tionghoa. Di antaranya.
Mereka membayangkan ngeri. Tidak bisa hidup enak lagi. Di bawah pemerintahan baru. Yang komunis itu.
Tiba di Amerika mereka berstatus miskin lagi. Tercerai berai. Tergantung lokasi. Di mana saja. Yang mau menampung pengungsi.
Saya pernah ke Garden City. Di pedalamannya pedalaman Amerika. Di pelosok Kansas. Penduduknya hanya 10.000.
Dulu banyak pengungsi ditampung di sini. Kini tinggal dua keluarga lagi. Yang satu buka restoran Vietnam. Yang satu kerja di restoran itu. Saya makan siang di situ. Minta pho dan lumpia basah. Enak sekali.
Juragan resto itu anak muda. Generasi kedua. Yang sudah lahir di Amerika. Ia bangga pada bapaknya. Pejuang anti komunis di kampungnya. Bersama tentara Amerika. Foto sang bapak dipasang gagah di dekat jendela. Ternyata juga tentara.
Buka kuliner umumnya cara pertama. Di negeri baru. Yang masyarakatnya sudah mengenal Vietnam. Terutama dari berita perang. Dari drama kekalahan Amerika.
Begitulah. Restoran Vietnam tumbuh di mana-mana. Di seluruh Amerika.
Mereka tidak mau ngumpul lagi. Di satu lokasi. Tidak mungkin semua jualan pho. Atau lumpia basah.
Mereka menyebar. Terutama ke kota besar. California tempat mereka menyasar. Kampung Vietnam pun jadi besar. Besar sekali. Di sini.
Salah satu pengungsi itu bernama David Tran. Dari kota Soc Trang. Utara kota Saigon. Yang setelah kalah perang jadi kota Ho Chi Minh.
David keturunan Tionghoa. Perahunya nyasar ke Indonesia. Terdampar di Kepulauan Riau. Ditampung di satu pulau. Yang dikhususkan sebagai pulau pengungsi.
Dua tahun David Tran tinggal di barak itu. Seadanya.
Kini David jadi konglomerat di Amerika. Dengan produk sambalnya: Sambal Oelek dan Sriracha. (Dahlan Iskan/bersambung besok).