Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12077

Dolar Singapura Menguat, saatnya Genjot Pariwisata

0
Sejumlah turis mancanegara saat menikmati suasana Dataran Engku Putri Batamcenter.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura tidak selalu mendatangkan dampak negatif bagi perekonomian Batam. Sebaliknya, kondisi ini bisa menjadi peluang yang baik bagi sektor pariwisata Batam.

“Batam dapat mendatangkan wisatawan dari Singapura lebih banyak,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putra, Kamis (26/7).

Ia mengatakan, menguatnya nilai tukar dolar Singapura ini bisa mendorong wisatawan asal Negeri Singa datang ke Batam. Tak hanya datang saja, tapi juga dapat mendorong wisatawan asal Singapura berbelanja lebih banyak di Batam.

“Dari Rp 9 ribu per dolar Singapura menjadi Rp 10 ribu lebih, akan membuat wisatawan berbelanja lebih banyak. Karena belanja jadi terasa lebih murah,” ungkapnya.

Potensi itu, kata Gusti, bisa menjadi jalan keluar jangka pendek bagi pemerintah saat ini. Namun, untuk solusi jangka panjang, harus mendorong ekspor lebih baik lagi.

“Impornya dikurangi, tapi kalau kita berbicara saat ini, tentu sulit merealisasikannya. Karena ini pekerjaan yang tidak bisa dilakukan satu atau dua hari. Yang cepat itu yah pariwisata,” ujarnya.

Meningkatkan nilai ekspor ini, lanjut Gusti, menjadi pekerjaan rumah pemerintah saat ini. Selain itu, pemerintah harus mendorong industri-industri yang ada di Batam agar menggunakan bahan baku lokal. Penggunaan bahan baku lokal ini diyakini dapat meningkatkan ketahanan perkekonomian Batam.

“Eskpor lebih baik lagi, impor dikurangi. Lalu mengutamakan mengkonsumsi produk-produk dalam negeri. Inilah yang harus dilakukan,” tuturnya.

Ia mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura saat ini juga dampak dari kondisi global seperti mulai membaiknya perekonomian Amerika Serikat sampai perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Sehingga Indonesia umumnya, serta Batam khususnya, terkena dampaknya.

“Tapi kalau melihat saat ini, Kepri masih positif-lah,” ungkapnya. (ska)

300 Sekolah di Linggaa Perlu Perbaikan

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga mengaku tahun ini mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK), namun hanya untuk perbaikan dua ruang kelas. Perbaikan sejumlah SMP dan lainnya tidak termasuk dalam program DAK. Harus menggunakan dan menunggu dana APBD Kabupaten Lingga.

Hal ini diungkapkan Kadis Pendidikan Junaidi Adjam menanggapi mencuatnya salah satu SMP yang mengalami kerusakan pada plafon ruang-an kelas mereka. Terlebih, Junaidi mengatakaan SMP memang menjadi wewenang kabupaten sehingga perlu dilakukan pembenahan dengan dana APBD sendiri.

“Walau demikian kami juga memperhatikan kesiapan serta kemampuan APBD Kabupaten Lingga untuk mengatasi itu semua,” kata Junaidi belum lama ini.

Junaidi menambahkan Dinas Pendidikan telah mengantongi data sebanyak 300 sekolah yang memerlukan perhatian dalam segi pembangunan, rehab dan rehab berat. Hal ini mesti dilakukan pada setiap sekolah yang ditemui dan didata bersama K1 dan tim takola.

Temuan ini memang perlu dilakukan tindakan pembenahan untuk menciptakan kondisi pendidikan di Tanah Bunda Melayu ke arah yang lebih baik. Selanjutnya mening-katkan mutu pendidikan melalui sejumlah tindakan terutama mutu tenaga pengajar.

Awalnya, masalah bangunan atau sarana sekolah di Kabupaten Lingga ini mencuat setelah adanya posting-an foto sekolah SMP Negeri 2 Singkep Barat. Dalam foto tersebut, terlihat plafon sekolah mereka yang hampir roboh karena rusak berat. Posting-an tersebut, mendapat tanggapan dari sejumlah netizen. (wsa)

Mengenang Kematian Brigadir Maria Magdalena Marpaung

0
Suasana rumah duka.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kematian Brigadir Maria Magdalena Marpaung bersamaan dengan upaya penyidik Polsek Batuaji mengungkap pelaku pembuang bayi yang ditemukan terbakar di tempat sampah di Perumahan Pemda II Batuaji.

Sebelum ditemukan tewas dengan leher terjerat tali, Maria dicari oleh penyidik Polsek Batuaji untuk bantu mengungkap pelaku pembuang mayat bayi tadi. Dia berkali-kali ditelepon oleh pihak penyidik agar segera datang ke Polsek untuk menginterogasi tiga wanita yang diamankan polisi sebagai saksi atas temuan jasad bayi tersebut. Dia dibutuhkan karena kesehariannya dia bertugas sebagai penyidik di unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polsek Batuaji.

“Lagian polwan yang ada satu-satunya cuma dia. Kami butuh dia supaya bisa mengecek tiga saksi tadi untuk cari tahu mana yang keluar ASI. Nggak mungkin juga kami laki-laki yang cek itu,” ujar seorang penyidik Polsek Batuaji.

Namun setelah beberapa kali ditelepon, Brigadir Maria tak mengangkat ponselnya.

Upaya untuk menghubungi Brigadir Maria ini juga dilakukan oleh Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto dan Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe. Namun sampai pukul 22.00 WIB Maria tak merespon panggilan telepon.

Penyidik Polsek Batuaji akhirnya meminta bantuan polwan lain dari Polresta Barelang untuk mengecek tiga saksi kasus pembuangan bayi.

Disinggung terkait kematian anggotanya itu, Kapolsek Batuaji Kompol Syarifuddin Dalimunthe enggan berkomentar banyak. Sebab kasus tersebut ditangani langsung oleh Mapolresta Barelang.

“Yang bisa saya sampaikan dia memang angggota saya. Dia orangnya baik dan tak masalah selama ini. Kami turut berduka untuk musibah ini,” ujar Dalimunthe.

Sementara hingga Kamis (26/7) siang, Biddokes Polda Kepri masih belum melakukan autopsi terhadap jenazah Maria Magdalena. Kabiddokes Polda Kepri Kombes Pol Djarot Wibowo mengatakan masih menunggu arahan dari Polresta Barelang.

“Belum lagi, nanti saya kabarkan,” kata Djarot singkat, Kamis (26/7).

Petugas-petugas di Rumah Sakit Bhayangkara juga tidak ada satupun yang mau berbicara terkait jenazah Maria yang berada di ruang instalasi forensik. Namun, dari pantauan Batam Pos beberapa rekan-rekan Maria berdatangan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Direskrimum Polda Kepri Kombes Pol Hernowo juga enggan mengomentari kasus kematian Brigadir Maria. “Bukan kami, itu Polresta Barelang yang handle,” kata Hernowo.

Seperti telah kami beritakan, Brigadir Maria Magdalena Marpaung ditemukan meninggal di kediamannya di Perumahan Taman Cipta Asri Tahap I Blok F/70, Sagulung, Batam, Rabu (26/7) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Anggota Polsek Batuaji itu tewas dengan posisi setengah tergantung di bawah tangga rumahnya.

Polisi yang menangani kasus ini menemukan sejumlah kejanggalan. Sebab meskipuan ada tali yang menjerat leher dan ujung tali itu diikatkan di teralis tangga, posisi tubuh Maria tidak benar-benar menggantung. Kedua kakinya masih menjangkau lantai. Sehingga tubuh istri perwira polisi di Korps Brimob Polda Kepri itu setengah bersandar di tembok di bawah anak tangga ke lantai dua rumahnya.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki yang turun langsung ke lokasi kejadian dini hari kemarin enggan menanggapi kejanggalan tersebut. Ia menyebut anggotanya masih menyelidiki semua dugaan dan kemungkinan yang terjadi.

“Belum bisa mengandai-andai. Masih didalami,” ujar Hengki, singkat.

Informasi di lapangan menyebutkan, kematian polwan itu pertama kali diketahui Togar Silalahi yang tak lain adalah suami korban. Saat itu Togar baru pulang karena ada urusan di luar. Saat melihat sang istri sudah tak bernyawa dengan posisi leher dijerat tali, Togar langsung berteriak meminta bantuan warga.

Brigadir Maria Magdalena bersama suami.

“Kaget dengar suaminya minta tolong. Rupanya istrinya gantung diri,” ujar Salim, seorang warga di lokasi kejadian.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Batuaji. Tak lama berselang, polisi datang. Bahkan Kapolresta Barelang Kombes Hengki dan Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi juga ikut mendatangi lokasi, tadi malam.

Menurut sejumlah warga, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui masih bersama sang suami di rumah mereka. Saat itu keduanya terlihat ngobrol berdua di lantai satu.

Sementara dua anak dan seorang pembantu rumah tangga berada di lantai dua. Sekitar pukul 20.00 WIB sang suami terlihat keluar rumah. “Sekitar 22.30 WIB, dia balik ke rumah lihat istrinya sudah meninggal,” kata sumber di lokasi kejadian.

Meninggalnya penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolsek Batuaji menyisakan tanda tanya besar bagi warga sekitar dan rekan polisi lainnya. Mereka tak menyangka hidup polwan yang pendiam dan tenang itu bisa berakhir tragis seperti itu.

“Awal dikasih tahu saya tak percaya. Saya pikir itu hoax,” ujar seorang anggota Polsek Batuaji, kemarin.

Menurut rekan-rekan kerjanya, selama ini, Maria dikenal sebagai sosok polwan yang pendiam dan selalu fokus dalam melaksanakan pekerjaannya. Namun belakangan ini ada banyak perubahan pada Maria.

Misalnya dari segi penampilan. Maria yang biasanya tampil rapi, belakangan seperti tak mempedulikan penampilannya lagi.

Tidak itu saja, sepekan sebelum naas itu tiba, Maria juga kerap berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon genggamnya. Tak seperti biasanya, setiap kali telepon Maria ngobrol panjang lebar.

“Pakai headset terus dia dan ngobrolnya bisa berjam-jam. Seperti curhat gitu,” ujar sumber.

Sikap tak lazim serupa juga diakui tetangga korban. Siang hari sebelum ditemukan meninggal, Maria terlihat gelisah saat berada di rumah. Dia sering mondar mandir ke luar rumah.

“Bahkan sore tadi dia juga sempat duduk lama di dekat gerbang masuk ini. Seperti lagi banyak masalah dia. Termenung gitu,” ujar Yati, tetangga korban.

Yati mengatakan, korban merupakan sosok yang ramah meskipun cenderung pendiam. “Dia ramah. Kalau berangkat kerja pasti nyapa kami,” kata Yati.

 

(eja/ska/une)

Pemberi Gratifikasi Sekda Juga Harus Diberi Sanksi

0

batampos.co.id – Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Tanjungpinang Endri Sanopaka mengatakan, sanksi penurunan pangkat bukan hanya bagi penerima gratifikasi. Tetapi pemberi gratifikasi juga mestinya mendapatkan sanksi yang sama.

”Tidak adil rasanya jika hanya penerima gratifikasi yang disanksi. Sementara pemberinya diperlakukan berbeda,” ujar Endri kepada Batam Pos, Kamis (26/7) di Tanjungpinang.

Menurut Endri, jika merujuk pada ketentuan Undang-Undang (UU) Korupsi, pasal 5 jo pasal 12 huruf a dan huruf b UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), baik pelaku pemberi maupun penerima gratifikasi diancam dengan hukuman pidana.

”Jika ingin menerapkan pemerintahan yang baik dan bersih. Harusnya pemberi gratifikasi juga disanksi,” tegas Endri.

Dijelaskannya, sanksi yang diberikan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadillah adalah merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomo 21 Tahun 2010 tentang Ketentuaan Pelaksanaan PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

Sejumlah sanksi atas pelanggaran berat yang dilakukan PNS termaktum dalam Pasal 7 PP nomor 53 tahun 2010 berupa rincian sanksi hukuman pada ASN yang terbukti melakukan pelanggaran terdiri dari hukuman disiplin ringan, hukuman disiplin sedang, dan hukuman disiplin berat.

Menurutnya, dalam ketentuan Pasal 4 PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS, terdapat 15 perbuatan larangan yang dapat dijatuhi sanksi berat. Adapun rincian perbuatan larang yang dilakukan PNS hingga mendapat saksi berat itu, antara lain menyalahgunakan kewenangan, menjadi perantara mendapatkan keuntungan pribadi, bekerja pada instansi lain tanpa izin pemerintah, serta menerima hadiah atau sesuatu pemberiaan apa saja dari siapapun yang berhubungan dengan jabatan atau pekerjaanya serta perbuatan lainnya.

”Dalam kasus Sekda Kepri, dia menerima hadiah atau sesuatu pemberian,” paparnya.

Ditegaskannya, perbuatan menerima hadiah atau sesuatu pemberian apa saja dari siapapun yang berhubungan dengan jabatan atau pekerjaannya, dikenakan dengan sanksi disiplin berat sebagaimana diatur dalam pasal 4 angka 1 sampai dengan 4,7,8,12,13 huruf a,15 hurup b dan c, serta pasal 4 angka 5,6 dan 11d PP Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin pegawai.

Adapun jenis sanksi disiplin berat yang dijatuhi bagi PNS yang melakukan pelanggaran berat menurut PP nomor 53 tahun 2010 adalah, penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah, pembebastugasan dari jabatan. Selain itu, ada juga pemberhentian dengan tidak hormat atas permintaan sendiri sebagai PNS dan pemberhentian tidak hormat sebagai PNS.

”Sanksi penuruan pangkat kalau dipelajari justeru paling ringan. Meskipun sanksi tersebut masuk dalam kategori berat,” tutup Endri.

Diberitakan sebelumnya, ada 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang setuju memberikan sumbangan makanan setengah berat untuk pesta pernikahan anak Arif Fadillah. Yakni Dinas P3AP2KB, BKD, Biro Organisasi, Disperindag, Bappeda, Perkim, Kesbangpol Limnas, Dinas Pariwisata, Biro Kesra, Dinas Perhubungan, Badan Kominfo, LBH, DKP, PMD, ULP, dan Disnaker.

Sesuai kesepakatan dalam rapat itu, masing-masing OPD menyumbang menu makanan setengah berat yang berbeda-beda. BKD, misalnya, menyumbang 500 porsi tekwan, Bappeda menyumbang 1.500 porsi sate, Dinas Perhubungan menyumbang 800 porsi bakso, dan sebagainya. Dari segi jumlah porsi, masing-masing OPD rata-rata menyumbang 500 porsi makanan. Anggarannya rata-rata Rp 6 juta per OPD.

Di antara OPD dengan sumbangan terbesar adalah BKD, Biro Organisasi, dan Kesbangpol Limnas. Ketiga OPD itu masing-masing menyumbang Rp 7,5 juta dengan menu makanan yang berbeda-beda sesuai yang telah diatur. Sedangkan anggaran paling rendah disumbangkan Disnaker. Yakni Rp 3 juta untuk 300 porsi bubur pedas. Kasus ini kemudian membuat Arif diperiksa KPK. KPK lalu merekomendasikan agar Kemendagri memberikan sanksi kepada Arif sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemendagri kemudian melaksanakan rekomendasi KPK dengan menurunkan pangkat Arif dari Pembina Utama (IV/e) menjadi pembina utama madya (IV/d). Namun sanksi itu tak membuat jabatan Arif sebagai Sekda tercongkel. Kemendagri menyerahkan sepenuhnya ke Gubernur Kepri Nurdin Basirun apakah akan mencopot Arif atau tetap mempertahankannya.

”Sanksi yang kami berikan sesuai dengan petujuk KPK. Sanksinya masuk dalam kategori berat. Tapi soal jabatan, terpulang ke gubernur,” ujar Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri, Sri Wahyuningsih kepada Batam Pos, Rabu (25/7) malam.
Sebelumnya Endri Sanopaka juga menilai, mestinya setelah pangkat Arif diturunkan, jabatannya sebagai Sekda juga mestinya ditanggalkan agar tak menimbulkan preseden buruk pemerintahan Nurdin Basirun. (jpg)

Budidaya Keramba Menuju Masyarakat Sejahtera

0
Masyarakat Desa Madong, Tanjungpinang Kepri panen raya perdana budidaya ikan kerapu bantuan Corporate Social Responsibility (CSR)
Pertamina melalui pengembangan Kelompok Ekonomi Masyarakat (KEM), Jumat (20/7/2018).
foto / teks: Cipi Ckandina/Batam Pos

Penderita DBD di Bintan Turun

0

batampos.co.id – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bintan menurun jika dibandingkan kasus DBD di 2017 lalu. Hingga Juli 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan mencatat ada 30 kasus DBD.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dr Yosei Susanti membenarkan kasus DBD di Kabupaten Bintan trennya menurun. Dari Januari sampai Juli 2018, hanya 30 kasus. Tertinggi terjadi bulan Mei 2018 sebanyak 8 kasus, sedangkan di bulan Juli empat kasus.

”Rata-rata kasus DBD terjadi di Kecamatan Bintan Timur dan Mantang,” ujarnya, Kamis (26/7).

Padahal, pada 2017 lalu, kasus DBD di Kabupaten Bintan mencapai 98 kasus. Bahkan tahun 2016, kasus DBD sebanyak 300-an kasus. ”Jauh menurunnya,” kata Yosei.

Meski saat ini kasus DBD menurun, ia mengimbau masyarakat tidak lalai agar tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, Dinkes juga selalu menekankan ke berbagai pihak untuk menitikberatkan pencegahan dengan melibatkan peran aktif lintas sektoral.

Di samping itu, Dinkes selalu melakukan pemetaan kasus dan titik-titik rawan di mana kasus DBD sering muncul. ”Di situ biasanya kami tingkatkan kerja sama lintas sektornya,” katanya.

Selain itu, peran Puskesmas juga penting dalam mempromosikan kepedulian kesehatan. Hal ini bertujuan membuat kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat. ”Sekarang masyarakat mulai sadar akan kebersihan lingkungan dengan melakukan gerakan 3M (Menutup, Menguras, Mengubur) plus,” tukasnya. (met)

Fenomena Halo Matahari di Bintan

0
Fenomena alam berbentuk cincin yang melingkari matahari yang tampak di langit Bintan Kamis (26/7) siang. F. Redno untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Masyarakat di Pulau Bintan dihebohkan fenomena alam berbentuk cincin yang melingkari matahari, Kamis (26/7) siang.

Dalam video yang diterima Batam Pos melalui kiriman warga bernama Redno Sihpurnomo, memperlihatkan matahari dengan sinar yang menyengat dan dikelilingi bias sinar berbentuk cincin. Fenomena itu terekam jelas kameranya sekitar pukul 11.40 WIB.
”Fenomenanya terlihat jelas di Pasar Tepi Laut,” ujar Redno.

Kepala BMKG Tanjungpinang Dhira Utama ketika dikonfirmasi mengenai hal itu menjelaskan jika lingkaran itu disebut fenomena halo matahari. Dijelaskannya, fenomena halo matahari berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari. Hal ini disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (awan seperti sisik ayam) dengan ketinggian sekitar 510 kilo meter yang suhunya dingin di lapisan atas troposfer.

Kemudian, ada pantulan cahaya matahari ke kristal-kristal es sehingga sinar matahari menjadi terpecah atau bias ke dalam beberapa warna seperti pelangi. Di samping hal itu, BMKG juga kembali mengingatkan terkait ketinggian gelombang air laut.

Di Kepri, khususnya perairan Anambas, Natuna dan Bintan ketinggian gelombang mencapai 0,2 hingga 1,3 meter. Ketinggian gelombang ini perlu diwaspadai untuk kapal-kapal nelayan maupun aktivitas di laut lainnya.

Ia juga menyebut, transportasi laut masih kondusif, tapi tetap harus hati-hati melihat dan memantau perkembangan cuaca. ”Kami selalu meng-update cuaca, karenanya kami mengimbau nelayan dan operator kapal untuk update cuaca yang dilakukan oleh BMKG setiap harinya,” ujarnya. (met)

Waspada Gelombang Tinggi Saat Gerhana Bulan Besok Malam

0

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang mengimbau agar warga yang beraktivitas di laut lebih waspada dengan kemungkinan terjadinya gelombang tinggi berkenaan gerhana bulan, Sabtu (28/7) malam.

Fenomena alam ini merupakan sesuatu yang lumrah. Sebab, saat terjadi gerhana bulan memang akan diikuti gelombang tinggi dan air laut menjadi pasang. Terlebih, gerhana bulan akhir pekan ini sesuai perhitungan astronomi akan berlangsung sekitar 103 menit.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Bhakti menjelaskan, gelombang tinggi yang diprediksi akan terjadi di perairan Bintan. Namun tidak akan setinggi di selatan Pulau Jawa.

”Kalau di sini diperkirakan (ketinggian gelombang) berkisar antara 0,5-1,5 meter,” ujar Bhakti, Kamis (26/7).

Kendati begitu, waspada jauh lebih baik, terutama nelayan. Apalagi cuaca akhir-akhir ini di perairan Kepri terbilang berangin kencang. ”Maka waspada juga dengan arus kuat. Karena angin selatan berembus cukup kencang. Beberapa hari terakhir (kecepatannya) sampai 30 kilometer per jam,” bebernya.

Sementara itu, berkenaan dengan puncak gerhana bulan total yang akan terjadi selama 103 menit tersebut, dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. BMKG juga akan melaksanakan pengamatan di berbagai titik di Indonesia dan menyiarkannya secara langsung. (aya)

 

PKS Tawarkan Biaya Logistik Pilpres ke Prabowo

0

batampos.co.id – Pendaftaran calon presiden dan wakil presiden tinggal dua pekan lagi.

Komunikasi partai politik di luar pendukung pemerintah terus berlanjut. Kali ini, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto berencana melakukan komunikasi dengan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri. Pertemuan itu akan membahas realisasi koalisi partai di luar pemerintah, yang belum lama mendapat potensi suntikan dukungan dari Partai Demokrat.

Kabar rencana pertemuan Prabowo dengan Salim disampaikan oleh Ahmad Muzani. Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra itu menyatakan, Prabowo akan bertemu dengan Salim pada Jumat hari ini, membahas segala perkembangan terkait koalisi. Meski begitu, Muzani belum memastikan dimana dan jam berapa pertemuan keduanya berlangsung.

”Pak Prabowo akan bertemu Habib Salim dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, saya kira itu selevel (dengan Majelis Syuro PKS, red),” kata Muzani di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (26/7).

Muzani menyampaikan, pertemuan dua pimpinan partai itu merupakan inisiatif dari kedua belah pihak. Prabowo dalam hal ini ingin menyampaikan sejumlah hasil pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk mendengarkan perkembangan terbaru dari internal PKS.

”Kalau Pak Prabowo dengan PKS sudah sering sekali (bertemu), banget. Dari situ nanti kami akan merumuskan,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR itu.

Dengan sisa waktu menuju pendaftaran capres dan cawapres yang tinggal hitungan hari, Muzani menilai komunikasi antarparpol tidak memiliki banyak waktu. Maka dari itu, pertemuan intensif terus dilakukan. Muzani menilai komunikasi saat ini sudah mengerucut pada pengelompokan pokok-pokok masalah. Pada saatnya, Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat akan duduk bersama membahas itu.

”Kami sedang merancang pertemuan multilateral. Sekarang baru pertemuan bilateral dulu,” ujarnya.

Berbicara soal figur cawapres pendamping Prabowo, Muzani menyebut bahwa komunikasi antar pimpinan partai belum mengarah ke situ. Namun, Prabowo membuka semua kemungkinan mulai dari figur internal partai maupun dari luar partai. ”Nama-namanya sudah beredar di media, nanti itu kami bicarakan dengan pemimpin-pemimpin partai koalisi,” kata Muzani.

Muzani juga tidak menampik bahwa penentuan figur nantinya akan menjadi bahan perdebatan di antara partai koalisi. Sebab, masing-masing memiliki figur yang ingin diajukan, sebagai nilai tambah untuk dijual kepada para pemilih. Muzani memandang harus ada jalan tengah untuk mengatasi masalah itu.

”Harus ada kelegowoan, kerelaan dari partai-partai. Kalau gak ada ya repot. Harus ada pengertian dan harus ada take and give,” ujarnya.

Muzani menambahkan, salah satu solusi mengatasi masalah figur itu adalah membahas pembagian kekuasaan. Menurut dia, secara garis besar, komunikasi antar pimpinan partai sudah sedikit menyinggung terkait pembagian kekuasaan apabila memenangkan pilpres nanti. ”Namanya kekuasaan itu berbagi kekuasaan dan tanggung jawab menyelesaikan persoalan adalah hal biasa,” ujarnya.

Terpisah, anggota Fraksi yang juga anggota Majelis Pertimbangan Pusat PKS Refrizal menambahkan, komunikasi antara Prabowo dengan PKS sudah berjalan lama. PKS juga memantau proses komunikasi antara Prabowo dengan SBY, termasuk SBY dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

”Kami ingin membahas agenda kebangsaan lima tahun ke depan, nanti setelah itu baru bicara calonnya,” kata Refrizal.

Legislator asal Sumatera Barat itu optimis bahwa Prabowo akan menggandeng satu dari sembilan tokoh yang disodorkan PKS sebagai cawapres. Refrizal juga yakin jika Prabowo menggandeng cawapres PKS, baik Partai Demokrat maupun PAN tidak akan keberatan dengan keputusan itu.

”Pak Prabowo sudah bicara dengan Pak SBY, dengan Pak Zulkifli juga sudah, alhamdulillah cair. Pak SBY kan sudah menyatakan tidak harus AHY (Agus Harimurti Yudhoyono, red) menjadi calon,” kata anggota Fraksi PKS tiga periode itu.

Lebih lanjut, Refrizal juga meyakini bahwa Prabowo adalah sosok yang menghargai loyalitas PKS. Refrizal juga mengaku bahwa PKS pernah digoda pihak lain agar meninggalkan Prabowo, namun hal itu tidak dihiraukan.

”Kalau Prabowo kita bikin jomblo kan bisa juga, tapi PKS tidak mau seperti itu. Jadi kami kawan lama lima tahun, tiba-tiba last minute kita tinggalkan tidak biasalah,” ujarnya.

Refrizal juga menjamin jika PKS mampu menjadi penyokong logistik dalam pilpres 2019 nanti. Sebagai gambaran, Refrizal mengaku setiap bulannya menyumbang dana Rp 30 juta untuk PKS. Sumbangan kader kepada PKS tidak hanya dilakukan oleh para kader yang menjadi anggota dewan, kader biasa pun ikut menyumbang. ”Kalau kader tidak menyumbang, akan dijatuhi sanksi. Karena PKS hidup dari kader,” kata Refrizal.

Dari situ, dana sumbangan kader digunakan untuk seluruh kegiatan PKS. Proses sosialisasi calon kepala daerah yang melibatkan dukungan PKS, juga menggunakan dana dari kader untuk pembiayaan. ”Kami sudah buktikan di Jabar. Mesin politik PKS, termasuk uang keluar yang mendongkrak Pak Ajat (Sudrajat, red) dan Syaikhu. Apalagi ini kalau cawapresnya dari PKS,” tegasnya.

Direktur Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago saat ditemui di gedung DPR menyatakan, kengototan PKS untuk menjadi cawapres pendamping Prabowo adalah hal yang wajar. Pasalnya, dalam sejumlah jalinan koalisi PKS bersama Gerindra maupun partai lain, PKS selama ini lebih banyak mengalah.

”Misalkan saat pilpres 2014, tidak punya figur, juga tidak menjadi ketua tim pemenangan, saat pilgub DKI hanya jadi ketua tim, di pilgub Jabar juga hanya calon wakil gubernur,” kata Pangi.

Pangi menilai, figur cawapres adalah pertaruhan bagi PKS di pemilu 2019. Pasalnya, tanpa kekuatan figur, sejumlah partai politik diprediksi tidak akan lolos di parlemen. Dalam sejumlah survei, PKS yang di pemilu lalu memiliki 6,7 persen suara, diprediksi hanya memperoleh suara pemilu legislatif di kisaran 3 persen. Angka itu belum mencapai batas ambang batas parlemen, yakni sebesar 4 persen suara nasional.

”Makanya PKS tidak mau mengalah lagi, karena potensi gagal lolos di parliamentary threshold,” ujarnya.

Di sisi lain, Partai Demokrat masih terus mematangkan koalisi dengan Partai Gerindra. Tim kecil pun sudah dibentuk. “Tim kecil sudah mulai rapat,” kata Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Menurut dia, tim kecil terdiri dari beberapa orang, di antaranya, dia, Syarief Hasan (Wakil Ketua Umum Partai Demokrat), dan Amir Syamsudin (Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat).

Tim itu baru sebatas mengadakan rapat internal dan belum menggelar rapat bersama dengan tim kecil dari Partai Gerindra. “Komunikasi politik akan terus berjalan,” tutur Hinca.

Jubir Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan, tim kecil akan merumuskan cikal bakal visi-misi koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerindra. Namun, timeline pertemuan tim kecil Partai Demokrat dengan Gerindra belum disusun.

Yang pasti tim kecil tidak mempunyai banyak waktu untuk membahas koalisi. Waktu yang tersisa hanya dua minggu. Tim kecil akan bekerja selama seminggu. “Mungkin 7 sampai 10 hari,” ucap dia.

Dengan pembicaraan visi-misi, maka secara prinsip koalisi antara dua partai sudah terbentuk. Tinggal peresmiannya saja yang belum dilakukan.

Terkait komunikasi dengan partai lain, Partai Demokrat akan tetap membuka diri. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada Rabu (26/7) malam lalu. Setelah pertemuan itu, komunikasi akan terus dilakukan. (bay/lum)

NCC Peserta Fun Bike Festival Hijau 2018

0
NCC

batampos.co.id – Fun Bike Festival Hijau 2018 yang diselenggarakan PT Adhya Tirta Batam (ATB) bersama BP Batam dan Batam Pos menjadi ajang yang paling diminati masyarakat Batam. Terbukti dari jumlah peserta fun bike yang terus bertambah setiap harinya.

Kali ini peserta fun bike datang dari komunitas NOK Cycling Community (NCC). Fun Bike Festival Hijau 2018 sendiri bukan ajang pertama kali diikuti NCC. Tahun lalu komunitas yang memiliki 23 orang anggota aktif ini juga ambil bagian di kegiatan tersebut.

“Tahun lalu kita juga ikut,” kata Eko Wardoyo, Ketua NCC, Kamis (26/7).

Diakuinya, NCC terbentuk 18 Maret 2017. Awal terbentuknya bermula dari kepedulian akan kesehatan dari anggota NCC. Kepedulian ini dibuktikan dengan cara bersepeda tiap hari Sabtu ke kantor mereka yang berada di Muka Kuning dengan menggunakan sepeda.

“Setiap even sepeda di Batam kita selalu ikuti. Selain itu kita sebulan sekali rutin gowes bareng daerah Batam,” terang Eko.

Festival Hijau sendiri, lanjut dia menjadi ajang silaturahmi dengan sesama komunitas sepeda yang ada di Batam. Selain itu, kegiatan ini dinilai sangat positif karena bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Bersepeda sambil menanam pohon.

“Yang jelas dengan menanam pohon kita sudah berusaha mencegah global warming,” paparnya.

Eko berharap even menanam pohon Festival Hijau ini menjadi agenda tahunan.

“Karena dengan cara inilah, kita bisa membantu daya serap air dam, sehingga udara Batam tetap bersih,” tutup Eko.

Gelaran fun bike Festival Hijau 2018 akan dimulai di Kepri Mall. Dari Kepri Mall peserta akan bersepeda melewati Fly Over Laluan Madani, masuk ke Simpang Indomobil dan dilanjutkan ke BC Mall. Setiba di Dam Seiladi, peserta melakukan penanaman pohon.

Pendaftaran Fun Bike Festival Hijau 2018 ini dibuka di seluruh toko sepeda di Batam seperti toko sepeda Odesa Botania, Toys Gareden Botania, M’One Nagoya, My Bike Shop Nagoya, Maxi Bikers Seipnas, Polygon Nagoya Hill, Pro Rider Tiban, Kurnia Bike Mega Legenda, Barokah Mega Legenda, Simano Muka Kuning, MTV Biker Batuaji dan Toys Star Batuaji. Selain itu, peserta juga bisa mendaftarkan di bagian informasi Batam Pos di Gedung Graha Pena, lantai 2, Batamcenter.

Biaya pendaftaran cukup membayar Rp 75 ribu. Peserta akan mendapatkan jersey, souvenir, makanan, air minum dan bibit pohon. (rng)

Play sound