Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12578

Taksi Konvensional Diminta Gabung ke Online

0
Pengemudi taksi online saat demo

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri belum merevisi jumlah kuota taksi online di Batam. Sampai saat ini kuota taksi online masih 300 unit dan harus dibagi rata untuk 16 badan usaha dan koperasi yang sudah mengurus izin ke Dishub Kepri.

“Setelah izin prinsip keluar, tak bisa operasi langsung (beroperasi). Harus urus KIR dan lainnya dulu, seuai Permenhub 108-lah,” kata Kepala Dishub Kepri Jamhur Ismail usai rapat di Batam, Rabu (14/3).

Jamhur menjelaskan, dari 16 badan usaha dan koperasi yang telah mengurus izin, baru empat badan usaha yang sudah memenuhi syarat. Sementara 12 lainnya masih dalam tahap melengkapi berkas perizinan.

Ditambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan melekat terhadap operasional taksi online. Bekerja sama dengan kepolisian, Dishub Kepri akan menindak taksi online di luar 300 unit yang masuk kuota.

“Di luar 300 itu berarti ilegal. Yang ilegal akan ada penindakan,” katanya.

Menurut dia, nantinya taksi online akan diberi tanda khusus. Juga akan dipasang dasboard. Tanda khusus ini akan mempermudah pengawasan.

Selain itu, sebelum taksi online beroperasi, akan atur dulu terkait dengan tarif. Termasuk zonasi yang akan digunakan dalam menjemput penumpang. Misalnya, tidak boleh jemput di bandara. Nantinya akan diatur radiusnya berapa meter dari bandara, baru bisa menjemput penumpang.

Ke depan, aturan terkait taksi online akan diatur dalam Pergub. Tapi Pergub akan dikeluarkan setelah survei kebutuhan dan ketersediaan taksi sudah keluar. Sehingga 300 taksi online yang diizinkan beroperasi, akan jalan dulu sebelum Pergub terbit.

Jamhur menegaskan, kuota sebanyak 300 unit itu sifatnya sementara. Pihaknya akan menggelar survei dengan melibatkan konsultan independen untuk menghitung kebutuhan taksi online di Batam.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga menegaskan kuota taksi Batam kemungkinan akan bertambah. “Kalau pun ada yang ditambah setelah ada kajian mendalam sesuai kebutuhan Kota Batam,” kata Nurdin usai Rapat Pembahasan Angkutan Sewa Khusus Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/3).

Penetapan kuota ini disampaikan agar pengelola dan penyedia aplikasi taksi online mengetahui kebutuhan taksi saat ini. Hal ini diharapkan juga mampu menyelesaikan polemik taksi online di Kota Batam. “Semuanya mengharapkan cepat diselesaikan. Tentu harus ada keputusan mengeluarkan izin taksi online,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Yusfa Hendri menambahkan, selain penetapan kuota, dalam rapat kemarin juga memutuskan empat poin. Yakni, seluruh aplikator diwajibkan untuk menerima angkutan taksi plat kuning yang masih layak operasional. Artinya, semua taksi pelat kuning dianjurkan memberikan pelayanan online seperti yang disediakan taksi berbasis aplikasi.

foto: cecep mulyana / batampos

“Kami minta supaya bergabung ke online, sehingga bisa memenuhi kebutuhan taksi online,” kata Yusfa.

Selanjutnya, Asosiasi Driver Online, aplikator dan juga badan usaha yang diberikan izin untuk melakukan seleksi perekrutan. Seperti yang disampaikan Wali Kota Batam, kata Yusfa, seleksi ini dilakukan secara transparan.

“Karena kuota sementara hanya 300 unit. Sementara driver online banyak, silakan diseleksi sendiri,” tuturnya.

Selain itu, tidak diperkenankan juga adanya pungutan di luar apa yang telah ditentukan. Karena nanti akan berpengaruh kepada tarif taksi. “Misalnya tarifnya sekian, karena bergabung di koperasi jadi sekian, ini nanti jadi masalah lagi,” sebut Yusfa.

Selanjutnya, lanjut Yusfa, aplikator tidak diperkenankan merekrut anggota baru di luar kuota 300.

Terkait penambahan kuota, kata Yusfa, akan mengikuti hasil kajian dari konsultan. Misalnya konsultan menyebutkan kebutuhan taksi di Batam ada 3.000 unit. Sementara saat ini di Batam sudah ada 2.000 taksi pelat kuning dan 300 taksi online. Berarti perlu ada penambahan lagi sekitar 700 taksi. Bisa saja diambil dari taksi online. Kebijakan seperti ini dilakukan secara nasional.

“Artinya bisa saja bertambah, sesuai hasil perhitungan konsultan,” paparnya.

Perusahaan aplikasi wajib menyampaikan rute operasional, data driver dan sebagainya. Sehingga dengan akses digital dasboard ini, Dishub bisa memantau pergerakan taksi.

Ketua Organda Kepri, Syaiful meminta pemerintah daerah harus tegas dalam menerapkan aturan yang sudah dibentuk. Ia juga mendesak agar Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai angkutan sewa khusus segera dikeluarkan.

“Tujuan kita sama-sama menjaga kondusivitas Batam,” katanya.

Gesekan Terus Terjadi

Sementara di lapangan, gesekan antara pengemudi transportasi online dengan transportasi konvensional masih terus terjadi. Seperti yang terjadi di halte dekat kawasan Harbourbay, Batuampar, Rabu (14/3) siang dan di Pasar Fanindo Batuaji, kemarin.

Seorang pengemudi ojek online, Johan Prayitno, 41, menjadi korban penganiayaan di halte dekat kawasan Harbourbay, Batuampar. Diduga, Johan dianiaya oleh seorang pengemudi ojek pangkalan.

Johan mengatakan, awalnya ia sedang duduk di halte itu. Tiba-tiba, pelaku mendatanginya dan duduk di sebelahnya. Tidak berapa lama kemudian, pelaku meminta kepada Johan untuk tidak mangkal di kawasan Harbourbay.

“Dia minta saya tidak mangkal di sini. Kemudian saya jawab, emang kenapa tidak boleh mangkal di sini. Kemudian dia bilang, pokoknya kamu jangan mangkal di sini,” kata Johan.

Saat itu, terjadi perdebatan antara keduanya. Karena tidak mau memperpanjang masalah, Johan kemudian mengajak pelaku bicara baik-baik. Akan tetapi, pelaku menolak dan situasi semakin memanas. Pelaku pun berusaha mengambil sesuatu dari dalam bagasi sepeda motornya.

“Tidak tahu mau ambil apa dalam joknya. Saat itu langsung dilerai sama bapak-bapak yang ada di sana juga. Bapak itu bilang jangan ribut, kalian sama-sama cari makan. Setelah datang bapak itu, dia pergi,” katanya.

Setelah pelaku pergi meninggalkannya dan sepeda motornya, selanjutnya Johan menghubungi teman-temannya yang lain dengan maksud untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik dengan pelaku. Selanjutnya, Johan pun mencari dan mendatangi pelaku seorang diri.

“Kemudian setelah ketemu, tiba-tiba dia langsung menyerang saya dengan rantai motor. Sempat saya tangkis, tapi kena juga kepala saya,” tuturnya.

Akibat kejadian itu, beberapa orang teman Johan langsung berlari menghampiri Johan. Sementara pelaku, langsung lari meninggalkan Johan yang sudah dalam kondisi luka di bagian kening sebelah kanan serta luka memar di lengan kirinya.

Usai kejadian itu, Johan langsung bergegas ke rumah sakit untuk mengobati lukanya dan membuat surat visum. Selanjutnya, Johan mendatangi Polsek Batuampar dengan membawa hasil visum itu untuk membuat laporan polisi dengan di dampingi rekannya sesama pengemudi ojek online.

Kapolsek Batuampar Kompol Arya Tesa Brahmana mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengumpulkan bukti terkait kasus dugaan penganiayaan ini.

“Masih dalam penyelidikan. Untuk sementara, kita masih memintai keterangan dari saksi-saksi maupun keterangan dari korban,” ujarnya singkat.

Keributan antara pengemudi ojek online dan konvesional juga terjadi di Pasar Fanindo Batuaji, Batam, kemarin. Persoalannya sama, yakni masalah rebutan area pangkalan.

“Kalau ojek online tetap mengambil penumpang dari dalam Pasar Fanindo, lantas kami mau ambil penumpang dimana lagi,” kata Herman, pengemudi ojek pangkalan, kemarin.

Ia mengaku pihak ojek pangkalan tidak pernah melarang ojek online untuk masuk ke Pasar Fanindo jika hanya mengantar penumpang. Namun mereka meminta agar ojek online tidak mengambil penumpang dari pasar.

Sementara Amin perwakilan ojek online mengaku mengambil penumpang di Pasar Fanindo lantaran mendapatkan orderan dari dalam pasar tersebut. “Kalau ada yang memesan kami juga biasanya meminta agar calon penumpang menunggu di jalan raya tetapi itulah terkadang penumpang tidak mau,” kata Amin.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko yang menengahi kedua belah pihak tersebut meminta kepada mereka agar tidak ada lagi persoalan antara ojek pangkalan dan online. “Kalian ini sama-sama cari makan jangan selalu timbulkan masalah,” ujar Sujoko. (une/gie/rng/adi)

Gubernur H Nurdin Basirun mengajak semua pihak untuk mereformasi diri agar bisa berdaya saing. Tidak bisa lagi kota modern seperti Batam ini kelompok masyarakatnya berpikir dengan cara lama.

“Dengan perkembangan zaman saat ini, kita harus masuk dalam kemajuan itu. Ada masalah, kita duduk bersama mencari win win solution. Wali Kota dan semua pihak berusaha semaksimal mungkin agar kota ini bergairah lagi,” kata Nurdin saat membuka pertemuan membahas Angkutan Sewa Khusus Kota Batam, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/3).

Sejak Maret 2017 memang mulai terpicu polemik keberadaan taksi online di Kota Batam. Berkali-kali perselisihan muncul yang membuat kota yang semakin bangkit pariwisatanya ini kenyamanannya agak terganggu.

Gubernur menegaskan agar tidak ada polemik berkepanjangan. Energi besar membangkitkan ekonomi daerah ini jangan tersia-sia karena masalah ini. Karena itu, Nurdin solusi yang didapat dalam pertemuan ini cepat dieksekusi.

“Batam banyak sekali perubahan, semakin tampak keindahan dan harus semakin nyaman. Peran masyarakat perlu untuk mendukung kenyamanan itu. Jangan memaksakan ego,” Nurdin mengingatkan.

Perjalanan kesuksesan Kota Batam, kata Nurdin harus didukung semua komponen masyarakat, termasuk transportasi. Persoalan harus diselesaikan dengan kebersamaan dan musyawarah. Karena, kata Nurdin, kalau mengedepankan siapa kuat, tak akan menyelesaikan masalah.

Nurdin mengajak semua pihak terkait transportasi ini mundur selangkah untuk maju 10 langkah. Sebagai orang Kepri, laksanakan petuah dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Dalam pertemuan itu, dihasilkan empat solusi yang diusulkan.

Pertama, Pemerintah Kota Batam, Pemprov dan FKPD mewajibkan aplikator untuk menerima seluruh taksi plat kuning yang layak beroperasi untuk bergabung ke aplikasi.

Kedua, diminta kepada aplikator dan Asosiasi Driver Online (ADO) untuk menseleksi keanggotaan Angkutan Sewa Khusus sesuai dengan kuota yang diberikan oleh Gubernur (kuota sementara yang akan diberikan kepada badan usaha adalah sebanyak 300 unit).

Ketiga, aplikator tidak boleh melakukan perekrutan driver online baru dan memberikan akses aplikasi kepada driver serta mengacu kepada hal sebagaimana disebutkan dalam poin satu dan dua.

Keempat, penambahan kuota akan diberikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kepri setelah ada kajian dari konsultan yang ditunjuk oleh Provinsi Kepri.

Menurut Nurdin pemerintah selalu berada di tengah. Semua harus mendukung sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena semua pihak ingin masalah ini selesai dan tidak merugikan pihak manapun.

“Semua ingin penegakan hukum. Pak Kapolres siap untuk itu,” kata Nurdin sambil menambahkan dia ingin persoalan taksi online di Batam ini menjadi rule model penyelesaiannya untuk berbagai daerah di Indonesia.

Pada pertemuan itu hadir Wali Kota Batam H Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, Kepala Kejaksaan Negeri Batam Roch Adi Wibowo, Kepala Pengadilan Negeri M Syahlan, Organda Kepri Syaidul, perwakilan taksi pangkalan atau konvensional, Perwakilan asosiasi angkutan umum, Asosiasi Driver Online (ADO), Aplikator Grab, Go-car dan Uber serta perwakilan dari Danlanal Batam, Kodim Batam serta Marinir Satria Bumi Yudha.

Wali Kota Batam HM Rudi mengajak semua pihak jangan melihat secara sepotong-sepotong, karena bisa tidak menyelesaikan masalah. Batam ini baru bangkit lagi dan jangan memburuk karena kejadian-kejadian yang membuat tak nyaman.

“Batam ini milik kita semua. Kalau ribut ribut sepi pelabuhan, tak ada orang datang. Kalau ada masalah kita dudukkan bersama sama. Kita membangun Batam, perlu dukungan transfortasi yang baik,” kata Rudi.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengajak semua pihak menuntaskan masalah ini dengan kepala dingin. Jangan sia-siakan waktu datang dalam pertemuan ini namun tidak tuntas.

“Pertumbuhan ekonomi sedang meningkat. Kota ini harus sukses, harus maju. Jangan berkontribusi menjatuhkan pertumbuhan ekonomi daerah ini,” kata Kapolresta.

Hengki yang menyiapkan kertas kerja hingga pukul dua dini hari untuk menuntaskan masalah ini mengatakan tindakan tegas akan dilakukan terhadap pelanggaran kesepakatan. Dia menegaskan harus ada komitmen bersama mengakhiri permasalahan ini.

“Kalau ada persekusi akan ditindak tegas,” kata Hengki. Pada kesempatan itu, Hengki juga mengingatkan agar seluruh angkutan untuk tidak lalai dengan kewajiban membayar pajak.

 

Natuna-Anambas Diperkuat Kapal Perang

0
Pewarta berfoto bersama di geladak KRI Teluk Celukan Bawang 532, Rabu (14/3). F. Anggota TNI AL untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Kapal Perang milik TNI Angkatan Laut, KRI Teluk Celukan Bawang 532 dan sejumlah KRI lainnya rutin melakukan patroli di perairan Natuna Anambas. Kegiatan ini guna memastikan kondisi perairan tetap dalam kondisi aman terkendali.

Komandan KRI Teluk Celukan Bawang 532, Rama Rimerar Putra, memastikan saat ini kondisi Laut Natuna-Anambas aman dan kondusif dari aktivitas kapal ikan asing pencurian ikan. “Laut kita aman,” ungkapnya saat temu media di KRI Teluk Celukan Bawang yang berlabuh di Pelabuhan Tarempa Rabu (14/3).

Menurutnya, patroli yang mereka lakukan hingga ke perairan utara atau perbatasan Indonesia dengan Vietnam dan rig petronas perbatasan Indonesia dengan Malaysia.
Rama Rimerar yang didampingi oleh Palaksa Lanal Tarempa Mayor Laut (P) Budi Dermawan, menerangkan KRI Teluk Celukan Bawang bertugas sebagai armada pendarat bagi pasukan Marinir TNI AL dan juga sebagai kapal pengangkut logistik serta patroli keamanan laut.

Kapal tersebut merupakan buatan Jerman yang diproduksi 1978 yang lalu. Meski sudah sekitar 40 tahun usianya, tapi mampu mengangkut personel hingga 200 orang dan mampu membawa 7 unit tank. “Kecepatan kapal ekonomis 12 knot dan kecepatan maksimal 18 knot dan diawaki 58 pelaut,” jelasnya.

Palaksa Lanal Tarempa, Mayor Laut (P) Budi Darmawan menambahkan, selama adanya kebijakan penenggelaman kapal ikan asing oleh pemerintah pusat telah memberikan efek jera bagi pencuri ikan dari negara tetangga. “Aktivitas pencurian ikan sangat berkurang. Apalagi dikuatkan dengan melakukan patroli,” tambahnya.

Budi, menerangkan, sambil beristirahat di Pelabuhan Tarempa, KRI memberikan kesempatan kepada para pelajar dan masyarakat umum untuk mengenal lebih jauh apa itu KRI dan jiwa kemaritiman. Para pelajar akan dibawa mengelilingi kapal dan diperkenalkan bahwa ini salah satu kapal perang milik Indonesia. Saat ini yang sudah mendaftar yakni siswaSMP 5 Batu Tambun. “Mereka akan meninjau KRI pada hari ini Kamis (15/3),” terang Budi. (sya)

Mari Gabung Batam Menari

0
Latihan menari di dormitori batamindo

batampos.co.id – Persiapan untuk pagelaran Batam Menari yang akan digelar pada 8 April mendatang semakin ramai diikuti masyarakat Batam. Total perkiraan jumlah masyarakat yang akan mengikuti acara ini dengan mendaftar di website www.batammenari.com mencapai 2.640 orang.

“Nama-namanya sudah terdata di website. Mereka yang telah mendaftar akan dilatih di 25 titik lokasi,” kata Plt Kasubdit Humas BP Batam, Rabu (14/3) di ruang kerjanya.

Diluar dari masyarakat yang telah mendaftar lewat website resmi event Batam Menari, peserta juga datang dari karyawan BP Batam sebanyak 3.000 orang. Lalu ditambah lagi dari pelajar SMA sebanyak 4000 orang.

“Kami memang membatasi jumlah peserta pelajar hanya dari SMA saja. Selain itu event ini juga akan diikuti oleh peserta dari sanggar-sanggar tari di Batam,” katanya.

Para peserta dilatih oleh 170 instruktur terlatih yang akan mengajarkan gerakan Tari Rampai Batam dalam satu melodi. Setiap 50 peserta akan dilatih oleh dua atau tiga instruktur. Hingga saat ini, tempat untuk berlatih tersebar di 25 titik yakni di lapangan parkir BP Batam, pelabuhan, Rumah Sakit BP Batam, Perumahan Bida Asri, Taman Sari Tiban, Seri Harapan, Rumah Sakit Awal Bros (RSAB), Megamall, rusun-rusun BP Batam, sekolah-sekolah dan lainnya.

“Untuk latihannya biasa dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu pagi,” ujarnya.

Untuk akhir pekan nanti, BP Batam akan menggelar latihan bersama untuk Batam Menari di lapangan yang berada di depan Landmark Welcome to Batam. Event Batam Menari ini juga akan diikuti oleh wisman asing. Untuk mewujudkannya, BP Batam sudah menjalin kerjasama promosi dengan Kedubes Indonesia di lima negara Asia Tenggara. Promosi ini ditujukan agar target menjaring 16.000 peserta dapat tercapai sehingga dapat memecahkan rekor MURI yang sebelumnya dicapai oleh event menari di Aceh.

“Negara-negara tersebut antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei dan Filipina. Kami sudah mengundangnya jadi tinggal menunggu feedback dari sana,” jelasnya.

Partisipasi warga negara asing sangat penting karena event ini nanti akan dimeriahkan oleh tarian-tarian dari negara-negara tetangga tersebut.

“Acara Batam Menari ini akan dilakukan di Bundaran BP Batam. Sebelum acara ini, maka akan dimulai dengan acara Car Free Night sehari sebelumnya,” pungkasnya.(leo)

DPRD Diminta Rampungkan Perda RDTR

0
Ribuan unit rumah warga di kawasan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota, Kamis (14/9). Perda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan zonasi Kota Tanjungpinang sangat penting untuk penataan kota di Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Tanjungpinang, Surjadi meminta jajaran anggota legislatif agar dapat mengesahkan Ranperda Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) dalam waktu dekat. Hal ini jadi penting lantaran substansi RDTR yang sudah dikantongi dari Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional punya tempo kedaluwarsa.

“Kalau bisa jauh sebelum September. Karena jika tidak, bisa kedaluwarsa dan mesti mengulang dari awal lagi pengajuan substansinya itu,” ujar Surjadi, Rabu (14/3).

Surjadi juga menjelaskan, Ranperda satu ini beda dengan perda lain. Karena setelah disahkan ada pembahasan lagi di tingkat provinsi untuk persetujuan gubernur. Tidak sampai di situ saja. “Tapi juga harus mendapatkan pengesahan dari Mendagri. Makanya, kami minta jauh sebelum September,” ujar Surjadi.

Mengenai protes-protes yang sempat menjadi kendala pengesahan pada tahun lalu, Surjadi menuturkan, segala masukan itu sudah ditampung dan diakomodir sesuai dengan kapasitasnya. Sepanjang tidak menyalahi aturan yang ada, kata dia, tetap akan dibahas dan dicari jalan keluarnya.

“Kami berharap bisa cepat. Karena tahun lalu sudah dilangsungkan pembahasan dengan Pansus. Tahun ini semestinya sudah bisa difinalkan,” harap Surjadi.

Sebelumnya, Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga menyebut, Ranperda RDTR menjadi prioritas pengesahan tahun ini. Politisi Partai Golkar ini menegaskan, kesibukan riuh-rendah Pilkada tahun ini tidak boleh mengurangi integrasi jajaran anggota legislatif dalam bekerja. “Ranperda RDTR sudah jadi prioritas. Insyallah, bisa disahkan tahun ini,” pungkasnya.(aya)

Curi Motor, Dua Residivis Ditangkap

0
Petugas dari Mapolsek Bukit Bestari menggiring Mulyadi dan Zikri ke ruang tahanan, Rabu (14/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dinginnya dinding penjara tidak membuat seseorang jera dari tindakan kriminal. Seperti Mulyadi, 22 dan Zikri, 20, dua resedivis yang belum lama ini bebas dari penjara, kembali dibekuk Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari, Selasa (6/3). Pelaku diamankan beserta barang bukti yakni satu unit sepeda motor hasil kejahatannya dan sejumlah spare part motor.

Berawal dari laporan kehilangan sepeda motor Honda Beat milik Farel di jalan Senayang Tanjungpinang, tidak butuh waktu lama, petugas langsung mengamankan kedua pelaku di dua tempat berbeda.

“Pelaku baru seminggu bebas dari penjara,” jelas Kapolsek Bukit Bestari Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim Ipda Haris Baltasar, Rabu (14/3).

Modus yang digunakan pelaku dengan berkeliling pada malam hari di tempat tempat sepi. Bila ada sepeda motor tidak terkunci keduanya langsung melakukan aksinya dengan cara mendorong sepeda motor tersebut. Lalu pelaku mengganti plat dan nomor mesin motor dengan menggunakan amplas. Kemudian mengganti warna sepada motor dengan cat pylox.

“Pelaku mengaku memodifikasi motor untuk digunakan sehari-hari,” kata Haris.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 Ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Pelaku diancam hukuman 7 tahun penjara,” kata Haris. (odi)

Nur Ismi Wahyudinie Bergelut dengan Usaha Hantaran

0
Nur Ismi Wahyudinie

batampos.co.id – Nur Ismi Wahyudinie saat ini tengah meniti karir sebagai staf administrasi di Kampus Politeknik Batam. Meski sibuk dengan rutinitas kerjanya, tak membuat dara yang akrab disapa Mimis ini puas.

Dara manis ini ternyata punya usaha sampingan yang fokus ia geluti sejak tiga tahun lalu. Namun menurutnya, usaha itu sudah ia mulai sejak masih duduk dibangku kuliah.

“Saat kuliah sudah mulai bikin handmade kecil-kecilan. Pas 2015, baru fokus bikin hantaran. Itu pun nekat setelah ada permintaan kalau ingin hantaran bikinanku,” terang gadis kelahiran Batam, 2 Februari 1992 silam.

Usaha anak pertama dari dua bersaudara ini ternyata dapat dukungan kedua orangtuanya. Ia pun mulai membagi waktu antara pekerjaan dan usahanya. Jika banyak pesanan, ia akan mengerjakan hantaran itu usai pulang kerja. Namun saat santai, hantaran itu baru dikerjakan pada Sabtu dan Minggu.

“Alhamdulillah mama mendukung, kadang dibantu mama juga. Biasanya bikin sendiri, karena beda tangan beda hasil juga. Dalam seminggu bisa mengerjakan 5 pesanan dan Alhamdulillah sudah bisa membagi waktu dengan kerjaan lain,” imbuhnya.

Menurutnya, hasil buah tangan itu sudah bisa dirasakan sejak duduk dibangku kuliah, meski dengan pendapatan masih kecil. Namun kini, karena pesanan sudah mulai banyak ia pun sudah mulai menikmati hasil dari jerih payahnya. Bahkan bulan April nanti, Mimis berencana membuka usahanya di sebuah ruko.

“Alhamdulillah sudah bisa mandiri sejak kuliah dan sekarang sudah bisa bantu-bantu orangtua. Rencananya bulan April nanti juga mau buka usaha di ruko, selama ini kan masih di rumah,” pungkas anak pasangan Hadi Suryoso dan Yun Firda ini. (she)

Deby Ajak IRT Tanam Cabai

0
Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Deby Maryanti menyerahkan bibit cabai kepada ibu-ibu rumah tangga. F. Kominfo Pemkab Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Bintan diajak memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam. “Pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai di pot,” ujar Ketua Penggerak PKK Kabupaten Bintan, Deby Maryanti, Rabu (14/3).

Menurut Deby, kegiatan memanfaatkan pekarangan sudah jarang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Padahal kegiatan ini bisa meringankan beban belanja ibu rumah tangga akibat lonjakan harga sejumlah bahan pangan, terutama cabai.

Bila masyarakat gemar membudidayakan tanaman cabai secara mandiri di perkarangan rumahnya, maka dipastikan tidak akan terjadi lonjakan permintaan yang menyebabkan fluktuasi harga cabai.”Sehingga ibu-ibu bisa mengurangi pengeluaran. Terutama saat harga cabai mahal,” ujarnya.

Dikatakan Deby, cabai salah satu komoditas penyumbang fluktuasi di Indonesia. Bahkan setiap tahunnya disaat-saat bulan tertentu, hampir dipastikan masyarakat selalu dihebohkan dengan kenaikan harga cabai.”Terutama saat menjelang bulan ramadan. Harga cabai cenderung naik karena permintaan yang tinggi,”ungkapnya.(met)

Peserta UNBK Meningkat

0
Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama Kadisdik Bintan, Tamsir menyapa siswa disalah satu SMP Negeri di Tanjunguban, Rabu (14/3). F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Bintan, Tamsir mengatakan sebanyak 2.544 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Bintan siap menghadapi Ujian Nasional (UN) yang digelar mulai tanggal 23 hingga 26 April mendatang. “Tingkat SMP 2.312 siswa dan tingkat Mts 232 siswa,” kata Tamsir, Rabu (14/3).

Tamsir menjelaskan, tahun ini ada 10 sekolah yang akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) sebanyak 31 sekolah.

Jumlah sekolah yang akan melaksanakan UNBK tahun ini sambungnya, meningkat dibandingkan tahun lalu. Dimana tahun lalu hanya 5 sekolah yang UNBK.”Tahun ini sudah ada 10 sekolah yang siap melaksanakan UNBK,” ungkapnya.

Kesepuluh sekolah pelaksana UNBK adalah SMPN 1 Bintan, SMPN 2 Bintan, SMPN 11 Bintan, SMPN 12 Bintan, MtsN Bintan, SMPN 3 Bintan, SMPN 4 Bintan, SMPN 6 Bintan, SMPN 13, dan SMPN 20 Bintan.

Ke depan Tamsir berjanji, akan melengkapi sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan UNBK seperti komputer dan internet.Tamsir mengingatkan, tahun lalu Kabupaten Bintan berada diperingkat ke-3 kelulusan se-Provinsi Kepri dengan nilai rata-rata 51,60. “Kita harapkan tahun ini prestasi serupa bisa lebih meningkat,” harapnya.

Bupati Bintan, Apri Sujadi mengingatkan seluruh siswa SMP maupun Mts agar mempersiapkan yang terbaik dalam mengikuti UN. “Saya berharap tahun ini lulus 100 persen. Karena tahun 2017 kemarin, kita (Bintan, red) meraih peringkat tiga dari kelulusan rata-rata nilai se-Provinsi Kepri,” ungkapnya.

Apri berharap di tahun 2018 ini, para siswa mampu meningkatkan prestasi dengan mempersiapkan materi, mental, dan fisik. Apri juga berpesan, agar siswa peserta UN beristirahat cukup dan meninggalkan gadget-nya untuk sementara. “Takutnya asik main hape terus. Sampai lupa belajar. Saya juga minta Satpol PP untuk menertibkan jam belajar malam,” ungkapnya. (met)

 

TDA Perempuan Terpanggil Untuk Peduli

0

Sepanjang tahun 2017, Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kepri kian meningkat. Menurut komisioner Pengawasan dan Perlindungan anak Daerah (KPPAD) provinsi Kepri, Erry Syahrial kondisi ini sudah masuk kategori mengkuatirkan, sebab kekerasan seksual terhadap anak sudah mengarah pada anak usia 5-10 tahun. Pihaknya juga sudah menangani 23 kasus kekerasan terhadap anak. Diantaranya Korban kekerasan seksual pada anak perempuan 21 orang dan pada laki-laki 2 orang korban.

“Ditahun ini kasus kekerasan seksual Batamlah yang menduduki peringkat pertama sebanyak 12 kasus, sedangkan Tanjungpinang ada 8 kasus ,sementara Bintan 4 kasus kekerasan sepanjang tahun ini,”ujar Erry

Karena itulah, Ery menyebut 2017 tergolong tahun sangat rentan terhadap anak.
Maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual inilah menurutnya tidak bisa dibiarkan. Karena setiap waktu hampir selalu ada kasus-kasus terbaru yang muncul.

Ery sangat bersyukur, jika semua pihak ikut bergerak. Seperti yang dilakukan komunitas Tangan Diatas (TDA) Perempuan kota Batam ini.

” Pemerintah melalui KPPAD sangat mengapresiasi kinerja komunitas TDA Perempuan ini karena telah membantu melakukan aksi pencegahan,” katanya dalam talk show Tamu Kita digelar 104,3 Sheila FM Radio Batam beberapa waktu lalu.

TDA Perempuan Batam yang diketuai Lilis Rowiana juga hadir sebagai nara sumber pada kesempatan itu yang diwakilkan oleh Navita, salah satu pemilik Sunshine Moeslim School di KDA.

TDA Perempuan saat itu terlihat aktif mengampanyekan gerakan anti kekerasan dan pelecehan seksual juga pencegahan bullying dan menggalakkan internet sehat.

Walau berlatar belakang pengusaha, namun semua anggotanya adalah para ibu yang tak pernah lepas dari pendidikan anak,” kata Lilils yang juga pemilik Toko Bahan Kue di Mega Legenda Batam.

Saat siaran itu kata Hariyanti atau Iyan istiqomah, penyiar yang juga salah satu anggota TDA Perempuan, banyak penelpon penasaran ingin gabung dengan TDA Perempuan dan ingin ikut berpartisipasi dalam champaign Tangkis.

Tak hanya itu, TDA Perempuan juga melakukan beberapa aksi yang ternyata disambut hangat baik oleh anak-anak maupun para orangtua.

Seperti saat penyebaran brosur Tangkis di lapangan Engku Putri pada saat Pesta Wirausaha beberapa waktu lalu. Kebanyakan ibu – ibu tertarik untuk membaca brosur itu dan menyimpannya. Dan berjanji akan menerapkannya di rumah.

Sedangkan para remajanya, bersemangat melakukan campaign anti bully, anti kekerasan seksual dan ramah internet melalui media sosialnya. Terbukti saat, tim TDA Perempuan menyiapkan foto booth Instagram, para remaja berebut berfoto dan langsung menpostingmya di media sosial.

Permintaan mengisi penyuluhan dan mengisi seminar parenting juga mulai berdatangan dari wali murid SD Al Kaffah dan beberapa ibu-ibu komplek perumahan.

Dukungan terus mengalir untuk TDA Perempuan baik secara lisan, maupun PM ke sosmed TDA Perempuan supaya program ini bisa terus dijalankan.

” Seperti support masuk ke IG TDAP juga terus bertambah. Kebanyakan memberikan dukungan. Lalu banyak juga yang stalking vlog TDA Perempuan,” tambah Lilis.

Sejak aktif melakukan sosialisasi program Tangkis Jawa Pos Forher ini, ibu-ibu ingin dibuatkan kelas pembekalan skill untuk anak, supaya bisa mengalihkan ketergantungan pada gadget.

Ternyata, tambah Lilis, ‘Tulisan parenting dan edukasi Tangkis sangat bermanfaat.

”Banyak juga yang coment dukungan & share. Bahkan beberapa komunitas ada yang kepo minta bocoran program-program kerja TDA Perempuan,” tutur Lilis.

Ternyata dukungan TDA Batam sebagai induk dari TDA Perempuan luar biasa. Sebuah lagu diciptakan untuk memudahkan kampanye Tangkis.

Respon orang tua terhadap lagu yang diciptakan Nur pun sangat baik. Kebanyakan memberikan dukungan. Karena bertambah lagi lagu-lagu edukatif.

”Anak anak cepet hafal lagunya karena syairnya simpel. Sambil bernyanyi anak-anak langsung mempraktekkan apa yang ada disyair. Tanpa saya ajari loh. Pertama saya lihat lucu, ternyata bagus juga. Sambil nyanyi, trus ada pantomimnya,” kata Nur.

Kebanyakan anak-anak itu, tambah Lilis, baru paham ada bagian tubuh yang benar-benar harus mereka lindungi, karena rata- rata belum diajarkan oleh orangtua mereka sendiri.
Selain lagu, ada lagi media dongeng yang menjadi sarana mengajarkan anak untuk tangkal 3 hal itu.

” Anak-anak lebih paham kesalahan yang mereka lakukan dari mencontoh tokoh dalam dongeng itu. Seperti saat saya membawa boneka Comel sebagai tokoh dongeng. Murid-murid Sunshine Moeslem School langsung berkomentar beragam. Ada yang nyeletuk, kok gak pakai kerudung,” kata Lilis yang juga seorang pendongeng.

Selain dongeng, lagu, radio, kegiatan TDA Perempuan juga disupport media terbesar di Batam.

”Kami memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan media Batam Pos. Agnes Dhamayanti, salah satu wartawatinya juga anggota TDA Perempuan. Beberapa kali membuat liputan kegiatan TDA Perempuan sehingga program-program yang dimiliki TDAP cepat tersampaikan ke seluruh masyarakat Kepri melalui pemberitaan,” tutur Lilis.

Kini kepercayaan masyarakat semakin tinggi terhadap TDA Perempuan. Karena program TDAP didukung oleh semua lini, bahkan pemerintah kota Batam secara langsung,” katanya penuh semangat.

Program tangkis ini akan dijadikan program tetap TDA Perempuan. Selain pengembangan kreativitas lainnya. Karena TDA Perempuan juga memiliki beberapa anggota bertalenta khusus. Seperti salah satunya Diantika Poppy Harun seorang ahli fotografi. Beberapa foto aksi Tangkis merupakan hasil bidikannya. Dan masih banyak yang lain. Karena saat ini anggota TDA Perempuan yang berjumlah lebih dari 100 an orang memiliki beragam talenta, mulai dari kuliner, fashion, beauty, marketing, motivator, handycraft, konsultan travel, desain dan talenta lainnya.

” Semoga bersama TDA Perempuan kota Batam, anak-anak Batam bisa menjadi lebih baik dan terbebas dari kekerasan seksual, bullying juga bahaya internet,” kata Lilis penuh harap. ***

Mengajak Anak Jaga Diri Lewat Dongeng

0

Berawal dari panggilan hati, ingin turut membangun karakter anak bangsa melalui cerita, Lilis Rowiana menerima tantangan menjadi pendongeng.

Pagi itu, Sunshine Moslem school di ruko perumahan Cendana tak seperti biasanya. Mereka kedatangan tamu sebuah boneka bernama Comel dan kak Lilis, si pendongeng dari Batam.

Seketika itu juga keriuhan berubah menjadi hening. Tatapan mata bocah-bocah berseragam merah hati itupun langsung tertuju pada boneka berambut pirang yang terlihat berbicara.

Kak Lilis, begitu Lilis Rowiana biasa disapa, terlihat sangat piawai memainkan peran sebagai pengisi suara boneka. Hingga yang terlihat seolah-olah si Comel adalah sosok yang hidup. Yang menjadi teman Lilis Rowiana selama mendongeng.

Dunia mendongeng bagi Lilis memang sesuatu yang baru.

” Karena dorongan cepet action. Saya beranikan diri dengan kemampuan yang ada. Selebihnya belajar dari beberapa senior,” kata Lilis

Semuanya bermula dari pelanggan di toko Bahan Kue Legenda miliknya. ” Pelanggannya itu terus mendesak agar Lilis mengisi cerita di acara ulang tahun anaknya dan juga customernya. Ia ingin acara ulangtahun itu tak sekedar datang, nyanyi-nyanyi, tiup lilin, makan, membagi snack, game lalu pulang. Tapi lebih dari itu ada nilai-nilai yang bisa ditanamkan untuk anak-anak terkait makna kehidupan.

Dan saat itu tahun 2011, Lilis yang baru saja melahirkan anak pertamanya harus berhenti dari semua aktivitas. Ia mesti fokus mengurus anak dan keluarga.

Karena terbiasa dengan beragam kegiatan, Lilis mengaku tidak bisa berlama-lama berdiam diri di rumah.

”Akhirnya, saya mulai mendongeng ke berbagai lembaga, sekolah, yayasan yatim piatu, rumah ke rumah, media partner, event-event perusahaan dan berlanjut hingga detik ini,” kenang istri dari Riko Susanto ini.

Sebuah misipun diselipkan Lilis setiap kali mendongeng.

”Saya merasa terpanggil untuk turut memelihara fitrah anak-anak belia bangsa ini, di Batam khususnya yang dari tahun ke tahun kasus pelecehan pada anak-anak mengalami peningkatan, ” ujar ibu dari Naya, Fey dan Zara.

Lilis yakin, dengan media dongeng ia dapat mengedukasi melalui cerita. Apalagi belum banyak orang menggeluti dunia ini. Budaya orangtua bercerita pada anaknya juga berkurang sejak anak-anak lebih menyukai kecanggihan gadget.

Ternyata, ada kebahagiaan menjalani kegiatan sebagai seorang pendongeng. Yaitu tatkala pesan kebaikan yang disampaikan diingat melekat oleh anak-anak kemudian mampu merubah karakter anak menjadi lebih baik.

”Yang tadinya nakal berubah menjadi anak yang baik, yang tadinya membangkang menjadi anak yang patuh. Semua butuh proses dan orang tua memiliki peran yang lebih banyak untuk lebih membudayakan bercerita dirumahnya,” harap Lilis.

Lilispun berupaya memberikan cerita tentang kisah teladan, atau yang mempunyai nilai-nilai kebaikan.

Memang ada kalanya dongeng yang dibawakan Lilis tak menarik bagi anak-anak. Namun Lilis tak pernah menyerah. Ia mengubah strategi dengan memberi hadiah jika mereka dapat menjawab pertanyaan seputar isi dongeng. Dan upayanya sukses. Begitulah Lilis berusaha agar dongeng bisa membawa kebaikan untuk anak-anak

Saat ini pun Lilis bersama komunitas Dongeng dan Komunitas TDA Perempuan sedang melakukan kampanye Tangkis Dongeng Anti Bulliying, Anti Kekerasan Seksual, Internet Sehat bersama Media Cetak Jawa Pos.

”Tujuan campaign ini untuk menekan kejahatan pelecehan Anak-anak di Batam. Saya bersama teman-teman berupaya memunculkan kesadaran anak-anak untuk pandai menjaga dirinya dan menggalakkan orang tua di Batam menumbuhkan budaya mendongeng di rumahnya,” kata Lilis.

Melalui kegiatan ini juga, Lilis berharap semakin banyak bermunculan kader-kader pendongeng yang mampu menjangkau banyak anak-anak di tanah melayu ini yang sekarang telah diperjuangkan bersama teman-teman komunitas pendongeng.

”Sebuah kebahagiaan bisa terus berbagi tanpa harus meninggalkan kewajiban seorang ibu. Semoga gerakan Mendongeng ini dapat mencapai tujuannya, selagi nyawa di kandung badan pantang diam tanpa mengambil peran dan tindakan,” harap Lilis. ***