Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12692

Pemko Batam, Lelang Pelebaran Jalan Bengkong, Berminat?!

0
ilustrasi, .F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas kegiatan Pemerintah Kota Batam. Awal tahun ini, pemko Batam mulai melelang pelebaran jalan yang ada di kawasan Bengkong dan sekitarnya.

“Sudah mulai kami lelang, besok ada rapat muspida saya akan laporkan pada rapat tersebut. Targetnya dalam tahun ini pelebaran jalan sudah harus selesai,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Rabu (3/1).

Rudi mengatakan tujuan dia dan wakilnya, Amsakar Achmad melakukan pengembangan infrastruktur di Batam, termasuk di kawasan Bengkong-Seipanas. Hal itu sebagaimana janji politik mereka saat Pilwako 2 tahun lalu.

Mereka ingin menjadikan Batam sebagai kota yang indah dan bebas dari macet dan banjir. Hal itu secara langsung maupun tidak langsung, akan berimbas pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Batam.

“Pembangunan infrastruktur inilah yang akan kita bangun untuk pariwisata,” sambung Rudi.

Hal ini, lanjut dia, bukan tanpa asalan. Pasalnya industri yang menjadi andalan Batam mengalami penurunan sejak dua tahun terakhir. Dan pariwisata inilah cara kami meningkatkan lagi ekonomi di Batam,” ujarnya.

Ia menambahkan juga siapa saja dan lembaga apa saja boleh berpartisipasi meningkatkan pariwisata tersebut, sehingga memicu percepatan ekonomi sehingga disitulah perputaran uang terjadi.

“Siapa saja boleh membantu pemerintah meningkatkan pariwisata. Tapi pariwisata nasional atau macanegara. Kalau lokal-lokal saja sudah di tangan pemerintah. Ingat juga kewajiaban yang sesungguhnya apa,” jelasnya.

Terpisah Ketua Komisi III DPRD kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura menyebutkan, anggaran yang dikucurkan untuk infrastuktur kota Batam tahun 2018 menyentuh angka Rp 290 miliar. Anggaran ini terdiri dari pembangunan dan peningkatan jalan jembatan sebesar Rp 207,4 miliar, peningkaan kebinamargaan Rp 39,1 miliar, pengendalian banjir Rp 32,6 miliar serta infrastruktur hinterland yakni Rp 10,5 miliar.

“Anggaran infrastruktur ini menjadi kegiatan di Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Batam,” kata Nyanyang.

Adapun pembangunan dan peningkatan jalan dibagi untuk beberapa wilayah. Wilayah satu meliputi Bengkong dan Batuampar dialokasikan Rp 8,9 miliar, semisal peningkatan jalan Simpang kuda ke simpang Bengkong seken Rp 7,2 miliar. Wilayah dua meliputi Batamkota Rp 15,3 miliar dan wilayah tiga Lubukbaja sebesar Rp 108 miliar.

Sementara itu untuk program peningatan kebinamargaan terdiri dari pembangunan lampu penerangan jalan umum sebesar Rp 4,8 miliar, pembangunan lampu highmast Rp 1,2 miliar dan pembangunan lampu hias sebesar Rp 1,9 miliar. Ada lagi biaya operasional alat berat Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Rp 8,8 miliar dan pemeliharaan rutin alat berat Rp 1 miliar.

Untuk program pembangunan infrasturktur dan sarana prasarana hinterland sendiri terdiri dari peningkatan jalan sebesar Rp 3,5 miliar, pembangunan jembatan beton wilayah hinterland Rp 5,1 miliar, pembangunan lampu penerangan jalan umum Rp 1,12 miliar serta pemeliharaan lampu penerangan jalan umum di hinterlan sebesar 766 juta.

“Anggarannya bersumber dari APBD 2018, dana alokasi khusus dan dana luncuran 2018,” jelas Nyanyang. (rng)

Bangun Jembatan Babin Sebelum 2021

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan untuk mewujudkan keseimbangan ekonomi Pulau Batam dan Pulau Bintan rumusnya adalah melalui pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin). Ia yakin, pembangunan jembatan tersebut sudah dimulai sebelum 2021 mendatang.

“Tidak selamanya kita harus bergantung dengan Batam. Maka dari itu, pembangunan Jembatan Babin adalah satu keharusan,” ujar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun kemarin.

Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, keinginan pihaknya sudah mendapatkan respon dari Pemerintah Pusat. Bahkan pusat akan berupaya untuk menggandeng lembaga komersial untuk pembiayaan pembangunan mega proyek tersebut.

Diakuinya, meskipun tanpa modal investasi, melalui anggaran daerah bisa dilaksanakan melalui sistem gotong royong. Atau istilahnya dana sharing, yakni dengan melibatkan Pemerintah Pusat, Pemprov Kepri, Pemko Batam, BP Batam, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang.

“Akan tetapi, pembangunan tersebut membutuhkan biaya yang mahal. Kita khawatir, bila menggunakan sistem tersebut akan mengganggu rencana pembangunan daerah,” papar Gubernur.

Masih kata Gubernur, kehadiran Jembatan Babin bukan hanya dimaksudkan sebagai infrastruktur lalu lintas orang dan barang saja. Akan tetapi, juga menjadi laluan bagi air penyaluran air dan gas. Sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih. Melihat progres sekarang ini, ia yakin, Jembatan Babin sudah mulai dibangun sebelum 2021 mendatang.

“Pembangunan Jembatan Babin sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri 2016-2021,” jelasnya.

Ditambahkannya, karena gagasan pembangunan Jembatan Babin lahir dari BP Batam, pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan terkait hal ini. Gubernur yakin, kehadiran Jembatan Babin akan memberikan kontribusi yang hebat bagi pembangunan Kepri kedepan.

“Kita yakin, jika ada Jembatan Babin, Pulau Bintan akan berkembang dengan pesat. Terlepas dari itu adalah, saling memberikan dukungan, khususnya di bidang investasi dan pariwisata,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo juga punya keyakinan yang sama. Menurut Lukita, Bintan punya potensi yang menjanjikan untuk investasi. Apalagi berada satu lokasi dengan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Ditegaskannya, pembangunan Jembatan Babin adalah satu keharusan.

“Jika kita ingin bersaing dengan tetangga (Singapura,red). Kuncinya adalah pembangunan Jembatan Babin,” tegas Lukita.(jpg)

Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 4,5 Persen

0

batampos.co.id – Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo optimis pertumbuhan ekonomi Batam di tahun 2018 ini menunjukan progres yang menjanjikan. Adapun target realistis investasi di Batam sekitar Rp10 triliun.

Target tersebut diharapkan dapat membantu peningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri pada umumnya. “Baru-baru ini, kita sudah menandatangi invetasi Rp 1 triliun. Maka dari itu, kita optimisi bisa mengejar target pertumbuhan ekonomi 4,5 persen,” ujar Lukita Dinarsyah Tuwo di Tanjungpinang, kemarin.

Lebih lanjut katanya, berkaca dari capaian tahun lalu, pihaknya melakukan beberapa evaluasi. Sehingga ada beberapa sektor pelayanan yang diperbaiki. Menurut Lukita, Batam masih menjadi primadona investasi. Bukan hanya untuk investasi berat, tetapi di bidang pariwisata masih sangat menjanjikan.

“Kami terus melakukan promosi-promosi. Apalagi sekarang masih awal tahun, tentu masih ada waktu untuk kita sama-sama berbuat yang terbaik,” jelas Lukita.

Ditambahkannya, untuk kemajuan Batam, tidak ada istilah ego sektoral bagi dirinya. Dijelaskannya, pihaknya juga tidak bisa bekerja sendiri. Tentu harus bersinergi dengan semua pihak untuk menjadi Batam lebih hebat lagi. Apalagi Pemerintah Pusat juga berharap pertumbuhan ekonomi Batam membaik tahun ini.

Ditambahkannya, pihaknya juga akan menata pelabuhan-pelabuhan di Batam, khususnya Pelabuhan Batu Ampar yang menjadi andalan untuk pelabuhan bongkar muat.

“Kita akan bekerja lebih keras di tahun ini. Yang jelas potensi untuk mendatangkan investasi masih terbuka,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun juga punya keyakinan, pertumbuhan ekonomi Kepri akan membaik tahun ini. Menurut Gubernur, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bukan hanya melalui invetasi, APBD juga turut berperan.

“Jika kita gabungkan APBD Provinsi dengan Kabupaten/Kota tentu nilainya luar biasa. Sudah pasti, APBD juga punya peran untuk membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Gubernur Nurdin.(jpg)

Lebarkan Pemerataan Pendidikan Agama

0

batampos.co.id – Kondisi geografis Kepulauan Riau yang terdiri dari pulau-pulau menjadi tantangan tersendiri bagi Kanwil Kemenag Kepri. Bahwasanya kerja memeratakan pendidikan agama sudah semestinya dilakukan secara serius sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kepri ke depannya.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Jamal menyebutkan, sudah sejak setahun belakangan pihaknya memprioritaskan peningkatan kualitas madrasah binaan Kemenag Kepri. “Karena bagaimana pun madrasah juga harus mampu bersaing dengan sekolah umum,” ucap Marwin pada Hari Amal Bhakti ke-72 Kemenag RI, Rabu (3/1).

Marwin jug tak bosan-bosan mengimbau kepada seluruh jajarannya, utamanya yang bersentuhan langsung dengan sektor ini benar-benar bekerja lebih giat. “Tunjukkan madrasah mampu lebih baik. Saat ini animo masyarakat sedang tinggi-tingginya terhadap madrasah,” tegasnya.

Animo masyarakat ini, sambung Marwin, adalah momentum yang mesti dimaksimalkan. Sekaligus jadi waktu terbaik untuk membalas kepercayaan masyarakat. Sudah saatnya, tegas Marwin, guru madrasah merubah pemikiran bahwa kehadiran madrasah bukan saja hanya sekedar mengajar tetapi bagaimana dapat berkontribusi menunjukkan ke masyarakat kalau madrasah lebih baik.

Selain itu, yang menjadi catatan tersendiri dalam peringatan Hari Amal Bhakti tahun ini adalah kerja untuk terus meningkatkan kualitas mengatur, membimbing, melayani serta melindungi semua pemeluk agama di dalam NKRI. Melihat amat pentingnya tugas itu, sambung Marwin, maka pada setiap diri aparatur Kemenag melekat beberapa misi yang saling terkait.

“Ya, misi itu antara lain mengayomi bangsa dengan bimbingan kehidupan beragama yang berkualitas, melebarkan akses pendidikan agama dan keagamaan yang bermutu, memberikan pelayanan keagamaan sesuai kebutuhan, serta menjaga kerukunan hidup antar umat beragama,” ujar Marwin. (aya)

Hanya Satu Madrasah di Natuna Miliki Labor Komputer

0

batampos.co.id – Target Pemerintah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer di tingkat Madrasah tahun 2018 ini sepertinya tidak terealisasi. Terutama di Natuna, belum satupun Madrasah Aliah maupun Madrasyah Tsyanawiyah memiliki Labor komputer.

Menurut data Kantor Kementerian Agama Natuna, pada ujian nasional tahun 2018, hanya satu madrasah yang sudah bisa melaksanakan UNBK. Permintaan Dirjen Pendidikan Islam tidak tercapai.

Kepala kantor kementerian agama kabupaten Natuna Sudarmadi mengatakan, pelaksanaan UNBK tahun 2018 di Natuna belum bisa dilaksanakan keseluruhan. Saat ini hanya Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Ranai memiliki fasilitas.

Untuk tahun UNBK katanya, MAN 2 Sedanau juga ujian di MAN 1 Ranai. Dan satu MTs 2 Ranai, itupun kerjasama dengan SMA Negeri 1 Ranai. Karena belum memiliki fasilitas dan sarana prasarana.

“Sejauh ini baru MAN 1 Ranai bisa UNBK. MTsN 2, belum dilengkapi sarana pendukung untuk UNBK. Tapi tahun ini numpang di SMAN 1 Ranai,” kata Sudarmadi usai peringati hari bakti amal Kemenag, Rabu (3/1).

Dikatakan Sudarmadi, masih banyak Madrasah belum bisa melaksanakan UNBK. Diantaranya Madrasah Aliah di Tanjung Kumbik dan Binjai. MTSN Midai, Mts Pulau Tiga, Mts Tanjung Balai, Mts Sebuton, Mts Pulau Laut, MTs Serasan, Mts Batubi, Mts Singgang Bulan, Mts Binjai, Mts Bunguran Tengah, MTs Bunguran Timur Laut dan MTs Serasan.

“Di Natuna juga masih banyak Madrasah status swasta atau yayasan. Dan sejauh ini belum ada gambaran bantuan Kementerian mengisi kelengkapan sarana prasarana,” sebut Sudarmadi.

Dijelaskan Sudarmadi, madrasah di Natuna secara umum belum dilengkapi Labor komputer. Ada yang sudah memiliki komputer bantuan dari Bank. Tetap belum punya labornya. Ditambah belum terpasang jaringan internet. Terutama madrasah di Pulau Pulau.

“Kami sadari banyak kekurangan-kekurangan sarpras untuk UNBK. Tentu target pemerintah belum bisa dipenuhi, UNBK ditingkat madrasah secara menyeluruh,” ujar Sudarmadi. (arn)

Pemko Batam Larang Keras LGBT

0
Simbol LGBT

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melarang keras perbuatan asusila lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT).

Hal ini ditegaskan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi pada saat acara Perayaan Kementrian Agama (Kemenag) ke-72 di lapangan dataran engku puteri, Rabu (3/1).

LGBT, kata Rudi, selain dilarang oleh agama, LGBT merupakan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Perilaku ini juga tidak sesuai dengan nilai dan norma yang ada di Indonesia dimana sebagian besar norma dari agama, suku dan budaya.

Dalam mengantisipasi perilaku menyimpang ini, Wali Kota Batam turut serta mengajak seluruh masyarakat Batam untuk bersama-sama membantu pemerintah menindaklanjuti LGBT tersebut.

“Ini merupakan persoalan baru. Masyarakat semakin lama semakin banyak. Jangan sampai persoalan yang timbul juga semakin bertambah. Makanya harus sama-sama kita tindaklanjuti,” ujarnya.

Selain itu, Rudi menghimbau agar seluruh masyarakat dituntut untuk tidak membeda-bedakan SARA. Apalagi Kota Batam memiliki masyarakat heterogen yang sangat rawan dengan isu SARA tersebut.

“Itu kesepakatan kita bersama forum orasi pimpinan daerah, forum pimpinan umat beragama bahwa kita ingin deklarasi bersama. Kita adalah satu sesuai dengan yang bacakan tadi. Maka tidak boleh ada perilaku menyimpang terorisme, radikalisme, narkoba, dan semuanya,” ujarnya tegas.

Ia berharap dengan momen HUT Kemenag ini bisa menangkal apa saja yang membahayakan kota Batam.

“Mari kita bersatu dan sama-sama menjaga Batam, sehingga tetap aman dan kondusif,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Batam, Nuryanto mengaku sampai saat ini belum ada usulan mengenai rancangan peraturan daerah (Ranperda) LGBT. Hanya saja ia menilai masyarakat bisa mengusulkan perda tersebut, yang kemudian masuk di dalam ranperda insiatif di tahun 2019 mendatang.

“Masyarakat bisa juga mengusulkan, silakan lakukan kajian, dan sama-sama kita usulkan Ranperda inisiatifnya,” sebut Nuryanto. (rng)

Tahun Ini Bulog Salurkan Beras Gratis

0

batampos.co.id – Kepala kantor seksi logistik Ranai Ruyun Rajab Panjaitan mengatakan, mulai tahun 2018, penyaluran beras sejahtera (Ranstra) kepada masyarakat kurang mampu sudah digratiskan.

Pemerintah kata Rajab, sudah mengganti program Ranstra dengan program Bantuan Sosial (Bansos). Sebelumnya pada program Ranstra, setiap kepala keluarga menerima 15 kilo gram beras, namun membayar Rp 1.600 perkilonya. Namun dengan dibanti dengan program Bansos, satu kepala keluarga sasaran menerima 10 kilo beras secara gratis.

“Tahun 2018, beras Ranstra sudah gratis. Kami juga akan koordinasi dengan Dinas sosial untuk disosialisasikan,” kita Rajab kemarin.

Di Natuna sambungnya, data penerima program Ranstra Bansos tidak mengalami perubahan dibanding tahun 2017. Penerima sasarannya sebanyak 1.588 kepala keluarga, data dari BPS.

Bansos Ranstra ini dijatah setiap bulan. Namun dalam penyaluran dilaksanakan selama empat kali dalam satu tahun. Dan Natuna belum masuk dalam program bantuan pangan non tunai seperti di Batam.

“Di Natuna, bansos yang disalurkan berupa beras. Bantuan non tunai belum dilaksanakan, dan itu untuk daerah yang memiliki fasilitas yang lengkap, di Kepri baru uji coba di Batam,” ujar Rajab.(arn)

Dua Bulan Uang Makan Pegawai RSUD Tanjunguban Belum Cair

0

batampos.co.id – Dua bulan uang makan pegawai baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun non pns di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjunguban Kecamatan Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan belum cair.

Informasi yang diterima Batam Pos dari seorang sumber di rumah sakit, menyebutkan jika uang makan pegawai sejak dua bulan terakhir belum cair. Setiap bulan, uang makan yang diterima masing masing pegawai baik PNS maupun non pns sekitar Rp 600 ribu. “Sudah dua bulan uang makan kami belum cair,” katanya.

Direktur RSUD Kepri Tanjunguban dr Kurniakin yang dihubungi Batam Pos melalui sambungan telepon belum berhasil dimintai penjelasan mengenai permasalahan dua bulan uang makan yang belum cair itu. Handphone pejabat rumah sakit itu aktif, namun tidak diangkat.

Sementara itu, Kasi Tata Usaha Amat yang dihubungi Batam Pos mengklaim uang makan sudah cair belum lama ini. Ia menduga sebagian pegawai belum menerima. “Saya juga belum mengambilnya yang bulan kemarin,” katanya.

Namun ia memastikan tidak ada masalah karena tahun ini tidak seperti tahun lalu, di mana tahun lalu penyaluran uang makan pegawai di rumah sakit sempat macet karena pengesahan apbd yang molor, namun tahun ini tidak ada masalah. “Kalau tahun lalu lambat diketok,” katanya.

Ia juga mengatakan, belum menerima keluhan dari pegawai yang menyampaikan ke pihaknya terkait dua bulan uang makan yang belum cair.

Sebagaimana diketahui, sesuai peraturan gubernur nomor 52 tanggal 28 Desember 2015 tentang uang makan bagi pegawai di lingkungan pemprov kepri yang ditandatangani Pj gubernur Kepri sebelumnya Agung Mulyana mengatur besaran uang makan pns maupun non pns setiap hari, di mana per hari berkisar Rp 25 ribu per orang.

untuk diketahui juga, rumah sakit pelat merah itu mempekerjakan sekitar 350 orang pegawai yang terdiri 150 pegawai non pns dan 200 PNS. (cr21)

Kabar Gembira, Tahun Ini, Pemko Batam Buka Lowongan untuk 1000 CPNS

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Pemko Batam tahun ini berencana membuka lowongan untuk seribu lebih calon pegawai negeri sipil (CPNS). Beberapa bidang yang paling diutamakan diantaranya tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, tenaga teknis hingga tenaga administrasi.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi telah mengajukan permintaan penerimaan CPNS kepada Menteri Pembedayaan Aparatur Sipil Negara (MenPAN RB). Saat mengajukan kuota CPNS, Rudi diminta untuk menanda tangani surat pernyataan.

“Saya sudah ajukan beberapa waktu lalu. Pas mengajukan saya diminta tandatangan pernyataan. Apa isi pernyataanya tak perlu saya sampaikan,” imbuh Rudi di Engkuputri, Rabu (3/1).

Ia berharap permintaan tentang jumlah kuota penerimaan CPNS di Pemko Batam dapat dikabulkan. Karena melihat kondisi Batam saat ini yang memang butuh dengan tenaga-tenaga baru.

“Mudah-mudahan terkabul. Jadi banyak honorer yang punya kesempatan untuk jadi PNS,” jelas Rudi.

Dijelaskan Rudi, saat ini pada tenaga pendidikan terdapat ribuan honorer yang belum memiliki status yang jelas. Padahal mereka sudah bekerja cukup lama. Ditambah dengan tenaga medis yang memang sangat diperlukan untuk pelayanan kesehatan masyarakat lebih baik.

“Jumlah honorer guru saja lebih dari 2000, kesehatan 1000, belum yang lain. Kalau ini tak segera ditangani, akan mengeluarkan APBD yang semakin besar,” ungkap Rudi.

Selain tenaga medis dan pendidikan, Pemko Batam juga butuh tenaga teknis hingga akutansi. Apalagi saat ini Pemko Batam tengah gencar-gencarnya melakukan perbaikan infrastruktur dan jalanan di Batam.

“Sebenarnya banyak yang dibutuhkan, namun kami utamakan yang paling dibutuhkan saja,” ujar Rudi.

Disinggung kapan rencana pembukaan lowongan CPNS tersebut, Rudi belum bisa memastikan. Sebab, hal itu masih menunggu keputusan MenPAN RB Asman Abnur.

“Nanti kalau sudah disetujui pasti diumumkan juga. Yang penting besar harapan saya untuk permintaan itu terkabul,” pungkas Rudi. (she)

Banjir Rob Genangi Pelabuhan Domestik

0
Seorang porter pelabuhan Tanjungbatu menyeberangi genangan air banjir rob, Rabu kemarin. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Pelantaran pelabuhan domestik Tanjungbatu digenangi banjir rob, Rabu (3/1) kemarin. Selain itu air laut juga menggenangi jalan menuju pelabuhan Tanjungbatu. Meskipun banjir rob hanya berlangsung selama setengah jam, namun kondisi ini sedikit mengganggu aktifitas pelabuhan juga penumpang yang hendak bepergian.

Boby, salah satu porter pelabuhan domistik Tanjungbatu menuturkan jika banjir rob datang setia tahun. Untuk tahun ini sedikit mundur, karena biasanya banjir rob terjadi di akhir tahun sekitar bulan Desember, namun tahun ini terjadi pada awal tahun.

“Biasa orang kami menyebut pasang keling atau banjir rob. Biasanya terjadi dalam satu tahun sekali. Ketinggian genangan air di atas mata kaki hal ini cukup menggangu aktifitas pelabuhan,” kata Boby.

Pantauan di lapangan, banjir rob menggenangi sejumlah jalan di pelabuhan Tanjungbatu juga menggenangi perkebunan masyarakat. (ims)