Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12698

Mukakuning- Kepri Mall Padat Merayap

0
Pemotor dan mobil padat merayap dari arah Batuaji tujuan Batamcentre, Senin (8/1). Kemacetan terjadi dari turunan bukit Deang sampai simpang Panbil Mukakuning. Kemacetan ini dikarenakan jalan terlalu sempit ditambah volume kendaraan yangs emakin banyak. Pengendara berharap jalan ini diperlebar supaya tidak terjadi macet. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kemacetan di jalan Ahmad Yani mulai dari Mukakuning hingga Simpang Kabil, Batamcenter kian bertambah parah. Untuk melewati jalan tersebut butuh waktu sekitar satu jam bagi kendaraan roda empat. Kemacetan itu terjadi setiap hari disaat jam sibuk yakni pagi dan sore hari.

Kemacetan terjadi karena volume kendaraan yang melintas disaat jam sibuk sangat banyak. Jalan yang lebarnya sekitar 12 meter sepertinya tak mampu lagi menampung padatnya kendaraaan yang melintasi jalan dua jalur itu.

Dari Batuaji, situasi jalan yang tak bersabahat terjadi di dua tempat yakni Mukakuning dan Simpang Kabil atau sebelum Kepri Mall. Mukakuning kemacetan terjadi mulai dari Dam Mukakuning hingga ke simpang Panbil. Sementara di simpang Kabil, macet mulai dari depan gedung Pemadam Kebakaran Mukakuning sampai depan Kepri Mall.

Kemacetan arus lalulintas ini tidak saja dirasakan pengendara kendaraan roda empat tapi juga roda dua. Untuk kendaraan roda dua butuh waktu sekitar 30 menit untuk melewati jalur jalan yang padat merayap itu. Padahal kendaraan roda umumnya sudah menggunakan pinggiran aspal jalan yang tak dilalui kendaraan roda empat, namun kemacetan tetap saja terjadi.

Batam Pos yang mencoba melintasi dua titik lokasi macet itu dengan kendaraan roda dua setidaknya memakan waktu sekitar 30 menit. Di mukakuning kemacetan memakan waktu sekitar 15 sampai 20 menit. Begitu juga di depan Kepri Mall.

Pantauan di lapangan, kemacetan terjadi karena memang volume kendaraan yang melintasi badan jalan itu sangat padat. Ruas jalan yang ada sepertinya sudah tak cukup lagi menampung kendaraan yang ada. Kondisi ini diperparah lagi dengan aktifitas angkutan kota (Angkot) yang berhenti untuk naik atau menurunkan penumpang.

Situasi yang tak bersabahat itu menjadi keluhan serius pengguna jalan di sana. Aktifitas warga jadi terhambat akibat kemacetan itu. Tidak saja pekerja, pelajar dan warga yang hendak berpergian dengan pesawat kerap terlambat sampai ke tempat tujuan. Warga berharap agar pemerintah terkait secepatnya mengatasi persoalan itu.

“Kalau tidak bisa tambah jalan, sebaiknya dilebarkan lagi jalan ini. Kendaraan tambah banyak sementara jalan begini-begini saja terus ya tambah macetlah,” ujar Sarwono, seorang pengendara di Mukakuning, kemarin.

Harapan serupa juga disampaikan para sopir kendaraan operasional perusahaan di Batam. Situasi jalan yang kerap macet itu menyebabkan aktifitas produksi perusahaan terhambat. Itu karena material untuk aktifitas produksi perusahaan kerap terlambat tiba di perusahaan karena kendaraan operasional mereka terjebak macet.

“Ini bisa menghambat iklim investasi di Batam. Pemerintah harus perhatikan persoalan ini,” tutur Toto Warman, seorang sopir kendaraan operasional. (eja)

Anggaran Belum Cair, Penertiban Bangunan Liar Belum Dilakukan

0
Ilustrasi Satpol PP melakukan razia. Foto: jpnn

batampos.co.id – Sejak direncanakan untuk ditertibkan pekan pertama Januari 2018, penertiban bangunan warga yang berdiri di atas buffer zone yang akan terdampak pelebaran jalan tak kunjung dilakukan. Tim beralasan, tersendatnya rencana tersebut karena terkendala anggaran.

“Tunggu anggaran keluar, makanya belum dilakukan (penertiban),” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpo PP Batam, Imam Tohari, Senin (8/1).

Ia menyampaikan ada beberapa titik yang tinggal ditertibkan, bahkan ini telah direncakan sejak pekan pertama tahun 2018 ini.

“Contohnya di depan Edukit itu (jalan Raja Haji Fisabillah) , seharusnya sudah mulai kami tertibkan,” terangnya.

Namun demikian, ia berpendapat anggaran tersebut tengah diproses. Anggaran diperlukan, kata dia, untuk keperluan peralatan hingga konsumsi tim terpadu.

“Biasanya sekitar tanggal 15 Januari, mudah-mudahan cepat turun. Kita tunggu saja,” imbuhnya.

Selain titik pelbaran jalan yang akan dibongkar tersebut, bangunan liar di sepanjang ruas jalan Laksamana Bintan dari Simpang Gelael ke Simpang Frengki sudah mendapat Surat Peringatan (SP) III. Bangunan pada ruas jalan Ahmad Yani dari Simpang Frengky ke Simpangkabil dan bangunan pada ruas jalan Simpang Kuda-Bengkong Seken telah mendapat SP I.

“Untuk yang dari Polsek Lubukbaja ke Simpang Baloicenter dan Simpang Baloi center ke arah Universitas Internasional Batam (UIB) sedang kami himbau,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan penertiban ini meruapakan suatu keharusan agar proyek pelbaran jalan dapat berjalan dengan baik. Namun ia menegaskan dalam prakteknya, petugas diminta untuk menghindari benturan fisik dengan warga.

“Ini tidak boleh terjadi, sampaikan dengan baik. Bahwa ini juga untuk kepentingan mereka,” ucapnya.

Terkhusus di ruas jalan Raja Haji Fisabillah (Flyover-Simpang Gelael), RUdi menyampaikan akan membangun lima lajur, hal ini untuyk mengimbangi berdirinya Flyover Laluan Madani. Tak hanya itu, di sisi kanan dan kiri ruas jalan setelah diperbaiki akan digelar serupa pasar malam, seperti di singapura.

“Kita buat ada lampu-lampunya. Dan aktivitasnya kita tentukan, bisa dua kali tiap bulannya,” pungkasnya. (cr13)

Pasir Putih Residence Cashback Rp 50 Juta

0
Hunian tipe 80/126 di Perumahan Pasir Putih Residence. F.Nurjanah untuk Batam Pos 

batampos.co.id – Pengembang PT Limindo Putra Properti memberikan promo untuk pembelian hunian di Perumahan Pasir Putih Residence di Batamcenter. Konsumen bisa mendapatkan cashback 50 juta.

“Sekarang kami tawarkan harga termurah. Ditambah bonus iPhone X,” ujar Marketing Perumahan Pasir Putih Residence, Nurjannah di Batamcenter, Senin (8/1).

Pembelian hunian ini konsumen dibebaskan biaya pengurusan sertifikat Akta Jual Beli (AJB), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Perumahan Pasir Putih Residence dibangun dengan total 150 unit tipe 78/81, 88/126, 98/126. Hunian ini diharga Rp 1,3 milyar dengan bangunan dua lantai, terdiri dari 3 kamar tidur, ruang tamu, dan 2 kamar mandi.

“Harga jauh terjangkau. Kalau mau pilih unit bisa bayar booking fee dulu, karena unitnya terbatas,” tutur Nurjannah.

Keunggulannya, huniannya berada di lokasi strategis dan fasilitas eksklusive seperti taman bermain, indihome dan gazebo. Sedangkan huniannya berdekatan dengan Pelabuhan Batamcenter, pusat perbelanjaan Mega Mall, pusat pemerintahan, dan sekolah.

“Bagi yang ingin berinvestasi juga bisa jadi pilihan. Karena kawasan ini sangat menjanjikan,” jelas Nurjannah.

Informasi lebih lanjut dan pemesanan hunian ini bisa mengunjungi kantor pemasaran di Pasir Putih Residence blok A nomor 12. (opi)

Tak Ada Petugas, Pengendara Nekat Langgar Rambu Larangan

0
Meskipun sudah dipasangan spanduk himbauan larangan parkir namun sejumlah pemilik kendaraan tidak mengindahkan himbauan tersebut. Terlihat sejumlah kendaraan parkir di jalan Engku Putri Batamcenter, Senin (8/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah pengendara roda empat tetap memarkirkan kendaraan di sepanjang Jalan Engku Putri atau tepatnya di depan Kantor Imigrasi Batam meski sudah ada larangan parkir. Bahkan, pengendara tersebut tak takut akan saksi pengembosan hingga penderekan karena parkir disana.

Kemarin siang, puluhan mobil secara bergantian terparkir di sepanjang jalan tersebut. Padahal di kawasan tersebut sudah ada rambu-rambu dilarang parkir. Bahkan disana juga telah terpasang spanduk besar larangan untuk tidak parkir. Di spanduk tertulis jika kawasan tersebut dilarang parkir, jika tetap nakal maka pemilik kendaraan harus siap dengan saksi pengembokan, pengembosan hingga penderekan.

Veronika pengendara mobil Xenia mengaku terpaksa parkir disana karena tak adanya lahan parkir. Apalagi kedatangannya ke Imigrasi hanya untuk mengantarkan berkas untuk permohonan paspor.

“Saya mau parkir dimana, bingung. Saya sebentar saja kok,” terang wanita berusia sekitar 45 tahunan ini.

Kenekatannya karena melihat banyaknya mobil yang juga parkir disana. Bahkan, ia sengaja menghiraukan rambu-rambu dilarang parkir.

“Yang lain bisa, jadi saya ikutlah,” ujar wanita ini tetap ngotot parkir disana.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri mengakui kesadaran masyarakat untuk tidak parkir sembarangan masih kurang. Padahal sudah jelas di daerah tersebut dilarang parkir, apalagi sudah ada rambu-rambu dilarang parkir berserta spanduk.

“Tahun 2017 petugas Dishub rutin berjaga dan kawasan tersebut bebas dari pengendara nakal. Dan sekarang ternyata disaat kami tak ada, pengendara parkir disana,” terang Yusfa.

Karena melihat minimnya kesadaran pengendara, ia pun berencana kembali menugaskan petugas Dishub untuk berjaga. Pihaknya pun tak segan-segan menerapkan beberapa sanksi kepada pengendara nakal.

“Besok (hari ini, red) petugas kami akan kembali berjaga disana. Jadi pengendara nakal akan langsung ditindak,” pungkas Yusfa. (she)

Listrik dan Air Masalah Utama di Pulau

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat berkunjung ke pulau, Minggu (7/1). F. Humas Pemprof Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya, selalu ikut dalam setiap kegiatan kunjungannya ke pulau-pulau terpencil. Terutama OPD yang menangani masalah listrik dan air serta infrastruktur pendukung lainnya. Karena hal tersebut yang sering menjadi pertanyaan masyarakat dalam setiap kunjungannya.

“Saya ini sering ke pulau-pulau. Makanya saya minta betul agar OPD ikut dalam kunjungan ke pulau-pulau. Banyak masyarakat di pesisir yang bertanya masalah listrik dan air. Secara teknis tentu OPD terkaitlah yang bisa menjawabnya. Listrik serta air ini adalah dua kebutuhan pokok yang selalu ditanya,” kata Gubernur saat rapat bersama pimpinan OPD di ruang kerjanya, Pulau Dompak, lantai 4, Tanjungpinang, Senin (8/1).

Rapat OPD ini diselenggarakan setiap hari Senin, guna membahas progres kegiatan serta mendeteksi berbagai persoalan yang menghambat dalam pelaksanaannya. Dalam memimpin rapat ini Gubernur didampingi Sekdaprov Kepri TS. Arif Fadillah dan Kepala Barenlitbang Naharuddin. Tampak hadir juga Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum dan Administrasi Umum M. Hasbi.

Gubernur memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada OPD untuk menyampaikan segala jenis kegiatan yang sudah mendesak untuk dilakukan, dan secara teknis harus dimantapkan.

Pada intinya Gubernur menginginkan agar seluruh OPD konsentrasi dengan kegiatannya masing-masing dengan menjaga komunikasi serta koordinasi. Agar apapun yang menjadi kendala bisa diselesaikan secara bersama. Sehingga semua program kerja pemerintah bisa berjalan sesuai rencana bahkan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sepanjang 2017, puluhan pulau dikunjungi Gubernur. Beberapa pulau tersebut dikunjungi karena teragendakan. Beberapa lainnya dikunjungi Gubernur sambil menyusuri lautan dan menyinggahi pulau-pulau yang terlintasi.

Di penghujung 2017 dan awal 2018 ini sudah 15 pulau disinggahi Gubernur. Antusias warga sangat tinggi menyambut kehadiran Gubernur yang kadang tiba-tiba. Sesampai di pulau-pulau, Gubernur selalu menyempatkan diri bertanya masalah yang ada di masyarakat. Masalah-masalah itu ada yang didapatkan solusinya saat itu atau dibawa kembali ke ibu kita untuk dicarikan formulasi penyelesaiannya. Ini semau agar pulau-pulau di Kepri perlahan-lahan semakin bedelau.

“Untuk menuntaskan setiap permasalahan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua butuh waktu dan proses. Pembangunan bukan seperti main sulap, tiba-tiba langsung jadi. Yang pasti, semua diselesaikan satu persatu sesuai skala prioritas,” kata Nurdin dalam berbagai kesempatan kunjungannya ke pulau-pulau.
Kepri merupakan provinsi dengan jumlah pulau terbanyak di Indonesia. Ada 2.408 pulau yang membentang di Negeri Segantang Lada ini. Seribu lebih di antaranya berpenghuni.
Karena itu, Gubernur selalu menyempatkan diri mengunjungi pulau-pulau. Saat menjelajah, persoalan Konektivitas menjadi salah satu prioritas Nurdin. Sementara, dengan masyarakatnya, konektivitas hati selalu terbangun setelah kunjungan kunjungan tersebut.
Di pulau-pulau, pembangunan sumber daya manusia juga selalu menjadi bahan perhatian Nurdin. Dia selalu mendorong anak-anak pulau melanjutkan pendidikan yang semakin tinggi.
“Jangan pernah bersentuhan dengan narkoba,” Nurdin selalu mengingatkan masalah ini kepada anak-anak.
Kepri yang berada di posisi strategis juga menjadi “keuntungan” buat perusak generasi muda dengan memasok narkoba. Apalagi kawasan ini berbatasan langsung dengan dengan sejumlah negara tetangga. (bni)

Panwaslu Awasi KPU

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Memasuki masa pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah, Senin (8/1) kemarin, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tanjungpinang akan menerapkan pola pengawasan melekat di sekretariat KPU Tanjungpinang. Pengawasan ini akan berlangsung sampai Rabu (10/1) sebagai hari terakhir pendaftaran bakal paslon.

Ketua Panwaslu Tanjungpinang, Maryamah menjelaskan, pengawasan melekat ini bertujuan untuk memastikan prosedur yang dilakukan KPU Tanjungpinamg dalam melayani pendaftaran sudah sesuai dengan aturan yang ada. “Semakin mendekati masa pemilihan, pengawasan yang dilakukan sudah pasti akan semakin intensif,” tegas Maryamah, kemarin.

Bahkan, sambung Maryamah, pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada Tanjungpinang 2018 sudah digesa sejak masa-masa awal pengumuman secara resmi terkait pelaksanaan pilkada sejak tahun lalu.

Senada dengan itu, Kordiv Pencehagan dan Hubungan Antar Lembaga, Muhamad Zaini mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu Panwaslu telah berkoordinasi dan mengirimkan surat imbauan agar KPU memperhatikan ketepatan waktu dan prosedur dalam menerima pendaftaran pasangan calon. Tak lupa juga serta memperhatikan kelengkapan dan keabsahan berkas. “Dalam surat ‘cinta’ tersebut, kami pun mengimbau agar mendepankan sikap adil, setara dan netral sesuai amanat UU dan PKPU dalam menerima pendaftaran pasangan calon,” ujar Zaini.

Zaini menambahkan, bahwa saat ini Panwaslu telah membentuk Pokja Pencalonan dengan membentuk tim pengawasan yang selalu siap dan siaga melakukan pengawasan secara intensif.

Ia turut mengimbau kepada para pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang akan mendaftar, agar melengkapi berkas syarat calon dan syarat pencalonan. “Hindari pemalsuan berkas, karena sesuai Pasal 184 UU No.10 Tahun 2016, sanksinya sangat berat,” imbaunya. (aya)

Ngesti Santuni Nenek Korban Kebakaran

0
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menyerahkan bantuan kepada Ropiah, nenek korban kebakaran di Desa Ceruk. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti meninjau kondisi Ropiah, 80 warga Ceruk yang mengalami musibah kebakaran, Senin (8/1). Rumah nenek renta ini diduga sengaja dibakar anaknya sebelumnya, Minggu (7/1) hingga ludes.

Beruntung dalam kebakaran tersebut Ropiah dan suaminya yang sudah renta berhasil diselamatkan warga setempat. Saat ini Ropiah dan suaminya diungsikan dirumah keluarganya di Desa Ceruk Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Wakil Bupati Natuan Ngesti Yuni Suprapti menyampaikan dukungan moral kepada Ropiah dan suaminya yang hilang seluruh harta bendanya dalam insiden kebakaran. Ngesti didampingi Kepala Desa Ceruk juga menyerahkan bantuan untuk kebutuhan Ropiah dan suaminya.

Saat meninjau korban, Ngesti meminta kepada masyarakat dan pihak keluarga tidak memojokan pelaku pembakaran rumah Ropiah yang merupakan anaknya sendiri. Agar tidak menambah beban kejiwaannya yang berakibat memicu hal tidak diinginkan lagi.

“Musibah ini jangan sampai terus menyalahkan dan memojokan pelaku. Karena pelakunya juga mengalami keterbelakangan mental,” kata Ngesti.

Ngesti juga berharap, keterbelakangan mental anak korban juga akan diminta dinas teknis untuk melakukan pendapingan dan upaya agar kembali pulih secara normal.(arn)

KPUD Batam Rampungkan Verifikasi Faktual Dua Partai

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Komisioner Bidang Hukum Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Batam, Mangihut Rajagukguk mengatakan saat ini sudah merampungkan verifikasi faktual dua partai baru yakni PSI dan Perindo.

Ia menjelaskan verifikasi faktual meliputi keanggotaan, kantor, kepengurusan dan keterwakilan 30 persen perempuan di masing-masing dikedua partai tersebut.

“Hasilnya sudah kami serahkan ke pusat melalui provinsi. Kedua partai memenuhi syarat,” kata dia, Senin (8/1).

Verifikasi berjalan dengan baik, karena partai yang bersangkutan juga membantu KPUD selama melakukan verifikasi. Selanjutnya KPUD akan melanjutkan verifikasi terhadap Partai Berkarya dan Garuda.

“Masih lanjut hingga tanggal 12 Januari nanti, setelah itu akan kami serahkan ke pusat hasilnya,” imbuh Mangihut.

Ia menyebutkan tidak semua partai mengikuti verifikasi faktual. Sesuai dengan peraturan nomor 7 tahun 2017, partai yang belum pernah menjalani verifikasi itu harus mengikuti tahapan yang satu ini sebagai persyaratan keikutsertaan di Pemilu 2019 mendatang.

“Jadi hanya empat partai itulah yang kami verifikasi, dan minggu ini selesai,” imbuhnya.

Selain verifikasi faktual, saat ini pihaknya juga tengah melakukan persiapan untuk penyusunan daerah pemilihan (dapil) nantinya. Hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah dapil sama atau ada penambahan.

“Yang ini (dapil) masih kami bahas,” ucap pria berkacamata ini.

Dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan perekrutan PPK/PPS yang akan bertugas membantu KPU menghadapi pemilu 2019 mendatang.(cr17)

KPPAD Datangi Keluarga Korban

0

batampos.co.id – Dugaan tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur pada saat penggerebekan tersangka narkoba jenis sabu-sabu di Batu Ampar Ranai diselidiki Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD).

Ketua KPPAD Natuna Tarmizi mengatakan, KPPAD akan menemui keluarga korban. Penyelidikan ini juga buntut dari penggerebekan tersangka narkoba di Batu Ampar yang berujung maut seorang ASN di Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna. Dan menurut informasi tindak kekerasan terjadi anak tersangka.

“Kami segera menemui keluarga korban. Terkait dugaan kekerasan anak pada saat penggerebekan tersangka narkoba. Kalau nanti perlu divisum, harus divisum. Dan bisa dilanjutkan ya dilanjutkan. Tetapi melihat dukungan orangtuanya,” kata Tarmizi di kantor KPPAD Natuna, Senin (8/1).

Dikatakan Tarmizi, dalam dugaan kekerasan terhadap anak yang terjadi saat penggerebekan tersangka narkoba di Batu Ampar tersebut, tidak lagi memerlukan laporan pengaduan orangtua. Namun KPPAD dapat bergerak langsung.

Ditegaskan Tarmizi, jika hasil visum terdapat kekerasan terhadap anak di bawah umum. Maka KPPAD akan menyurati Pihak Polres Natuna khususnya Satuan Narkoba untuk meminta klarifikasi. Dan oknum yang dominan melakukan tindak kekerasan saat penggerebekan tersebut juga akan dilaporkan ke Propam Polres Natuna supaya diproses internal.

“Semua informasi juga sudah kami kantongi, tinggal melengkapi dan dukungan orangtua. Kami juga siap mendampingi korban, jika anak tersebut mengalami trauma,” ujar Tarmizi. (arn)

Apartemen ialah Sebuah Keniscayaan

0
Pameran apartemen di Tanjungpinang . f Cipi Ckandina/Batam Pos

batampos.co.id – “Apartemen itu sebenernya sudah satu keniscayaan, dengan lahan yang tidak banyak untuk perumahan maka rumah itu perlu yang vertikal,” tandas Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto.

Apalagi, saat ini harga rumah tapak di Jakarta sudah di atas Rp 400 juta. Dengan rata-rata penghasilan karyawan di Jakarta sebesar Rp 5 juta, sulit rasanya dapat menebus hunian tersebut.

Ferry mengatakan, kendala itu akhirnya membuat kelas menengah menjadikan apartemen sebagai alternatif untuk memiliki hunian.

“Kalau Jabodetabek orang beli rumah atau apartemen dan mau tinggal di Jakarta itu dengan kelas menengah sekarang beli rumah itu berat banget jadi opsinya beli apartemen,” ujarnya di Gedung WTC Sudirman, Jakarta, Selasa (9/1).

Menurutnya, tren itu juga telah bergeser ke wilayah sekitarnya. Pasalnya, minimnya ketersediaan lahan membuat hunian vertikal menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat. (hap/JPC)