Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12741

Warga Tanjungpinang Hilang Terseret Ombak

0
Penyidik sedang mengumpulkan keterangan dari saksi yang merupakan keluarga korban usai kejadian tenggelamnya warga Tanjungpinang di Pantai Trikora, Selasa (2/1). F. Satpolair Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Seorang warga kilometer 15 Tanjungpinang, Daniel Siahaan,22, tenggelam terseret ombak di Pantai Trikora, Selasa (2/1) sekitar pukul 15.00. Hingga kemarin, tim gabungan dari Basarnas dan Kepolisian masih mencari korban yang memiliki tato di punggung tersebut.

Informasi yang dikumpulkan Batam Pos, siang itu korban bersama belasan anggota keluarganya berlibur ke pantai Trikora. Tiba di pantai, korban bersama beberapa anggota keluarga langsung berenang di pantai namun sejumlah saksi yang merupakan anggota keluarga korban ini telah memperingatkan korban agar tidak berenang ke tengah laut.

“Tiga orang saksi yang merupakan saudara korban telah mengingatkan tapi korban tidak menghiraukan dan tetap berenang melawan arus,” kata Kasatpolair Polres Bintan AKP Norman kepada Batam Pos yang dihubungi sore kemarin.

Selang 10 menit, korban melambaikan tangan. Saat itu, badan dan kepala korban sudah tenggelam. Melihat korban melambai tangan, keluarga korban langsung berenang dan berusaha menolong namun korban sudah menghilang setelah terseret ombak. “Korban menghilang setelah terseret ombak,” katanya.

Ia juga mengatakan, kejadian ini baru diketahui setelah keluarga korban melaporkan kejadian tenggelamnya korban ke masyarakat. Lalu, pihak masyarakat melaporkan ke pihak kepolisian. “kami mengimbau kepada masyarakat yang waktu itu berenang di pantai agar tidak berenang lagi dan kami juga menghubungi pihak sar,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke warga setempat dan laporan diteruskan ke pihak kepolisian. “kami masih berusaha melakukan pencarian,” katanya.

Terpisah, prakirawan BMKG Tanjungpinang, Ardito mengimbau masyarakat agar tidak berenang karena akan terjadi fenomena supermoon. Fenomena ini mengakibatkan ketinggian air laut khususnya di daerah pesisir timur dan utara pulau Bintan mencapai 2 meter.

“Untuk itu, sebaiknya masyarakat waspada jika air laut sedang pasang, dan ada gelombang tinggi,” imbuhnya. Fenomena ini diprediksi terjadi pada 4 januari dan akhir januari hingga awal februari 2018. (cr21)

Penghapusan UPTD Tunggu Petunjuk Bupati

0
Salah satu UPTD Pendidikan Karimun, yang saat ini sudah di hapuskan oleh Pemerintah Pusat. F.Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Tahun 2018, Pemerintah Pusat bakal menghapus Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan di kabupaten/kota melalui Permendagri no 12 tahun 2017. Tidak terkecuali lima UPTD Pendidikan di Kabupaten Karimun, masing-masing UPTD Pendidikan Karimun-Buru, UPTD Meral-Meral Barat-Tebing, UPTD Kundur-Ungar, UPTD Kundur Barat-Utara-Belat, dan UPTD Moro-Durai.

“Benar untuk 5 UPTD Pendidikan statusnya dihapuskan. Tapi dialihfungsikan menjadi Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan, menurut Permendagri tersebut,” jawab Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim, Selasa (2/1).

Namun, saat ini masih tetap beraktivitas sambil menunggu petunjuk dari Bupati Karimun sebagai kepala daerah. Dalam mengambil kebijakan melalui Peraturan Bupati, untuk status UPTD Pendidikan di kecamatan. Artinya, apakah UPTD Pendidikan tersebut langsung dilikuidasi atau peralihannya menunggu waktu beberapa bulan ke depan.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Karimun Anwar Abu Bakar mengatakan, kebijakan dari Pemerintah Pusat yang menghapuskan keberadaan UPTD Pendidikan di Kecamatan sangat disayangkan. Sebab, letak geogratis Kabupaten Karimun terdiri dari pulau-pulau sangat terbantuk adanya UPTD Pendidikan sebagai perpanjangan tangan dari Dinas Pendidikan bagi para guru-guru dalam pengurusan administrasi.

“Nanti segera kita hearing dengan Disdik Karimun, tentang penghapusan UPTD Pendidikan,” katanya.

Terpisah pemerhati Pendidikan Karimun Raja Jurantiaz saat dimintai tanggapannya mengungkapkan, selain Permendagri no12 tahun 2017 sebelumnya didalam PP No 18 Tahun 2016 tersebut diatur secara terperinci sejumlah organisasi perangkat daerah baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Dan di dalam Pasal 5 ayat 2 untuk tingkat kabupaten/ kota jenis perangkat daerah terdiri yang keberadaan UPTD Pendidikan tidak diakomodir.

“Sebenarnya, kebijakan tersebut sudah lama. Sekarang yang kita pertanyakan, bagaimana kebijakan Bupati untuk menyelesaikan UPTD Pendidikan. Bukan, sudah diberlakukan tahun 2018 baru berpikir,” tanyanya.

Sebab, akan berpengaruh terhadap para ASN itu sendiri yang telah di tempatkan disetiap UPTD Pendidikan. Ditambah lagi, alokasi APBD 2018 yang sudah di sahkan oleh Legislatif. Apakah sudah dianggarankan atau belum, kalau sudah berarti tidak bisa dipergunakan harus dilakukan revisi anggaran dalam APBD-P 2018 nanti.

“Mau tidak mau mereka (ASN-red) yang mempunyai jabatan harus segera di carikan posisi sesuai eselonnya,” ucapnya. (tri)

Segera Rombak Kabinet Berdasarkan Kinerja Tahun Lalu

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersalaman dengan Kepala OPD dan ASN saat apel perdana 2018. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Mengawali tahun baru 2018, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun langsung menggelar apel perdana dengan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kepri. Tanpa melakukan inspeksi mendadak, Gubernur Nurdin mengklaim tingkat kehadiran ASN Kepri tembus 99 persen.

“Seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir. Lebih kurang 99 persen tingkat kehadirannya. Ini menunjukan sikap disiplin pegawai sudah semakin baik,” ujar Gubernur

Nurdin, kemarin menjawab pertanyaan media di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang. Ditegaskan Gubernur, awal tahun 2018 ini menjadi spirit baru baginya untuk mewujudkan sesuatu yang lebih baik bagi Provinsi Kepri. Disebutkannya, kinerja 2017 lalu menjadi evaluasi, baik untuk dirinya sendiri maupun Kepala OPD Kepri. Mantan Bupati Karimun tersebut mengungkapkan, tahun ini ada sejumlah Kepala OPD yang akan purna tugasnya.

“Momentum ini kita pergunakan untuk melakukan promosi dan penyegaran. Secara umum, kita puas dengan apa yang sudah dilakukan sejauh ini,” papar Nurdin.

Menurut Gubernur Nurdin, evaluasi kinerja ini, adalah hal yang lumrah untuk percepatan dan penyegaran. Ditegaskannya,  keinginan ini bukan gertak sambal. Karena harus segera dilakukan. Adapun harapannya adalah memproleh sesuatu yang lebih baik lagi.

“Kita ingin menyesuaian dengan istilah the right man on the right place. Ini yang akan kita lakukan dalam waktu dekat,” tegas Nurdin

Lebih lanjut katanya, dalam membuat keputusan nanti, meskipun menjadi hak prerogative dirinya sebagai Kepala Daerah. Akan tetapi dirinya tetap akan berdiskusi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) yang merupakan Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Bapperjakat) Pemprov Kepri.

Dijelaskannya, para pegawai tersebutlah yang menentukan nasibnya dengan kualitas kerja yang sudah dilakukannya selama ini. Apalagi ada sistem yang ikut menentukan semua itu. Terlepas dari itu semua, Gubernur tetap menyerukan seluruh pegawai untuk bahu membahu dalam memberikan yang terbaik bagi Provinsi Kepri.

“Tak ada titipan dari air bumi udara, apalagi uka uka. Perubahan ini tak jadi momok, akan tetapi menjadi pemicu kinerja,” tutup Gubernur Nurdin.(jpg)

Pelabuhan Masih Dipadati Penumpang

0
Warga Karimun tiba di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun, usai menikmati liburan tahun baru di negara tetangga, Selasa (2/1). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 67.772 penumpang kapal yang masuk ke Karimun, baik melalui pelabuhan domestik maupun internasional selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Sedangkan yang berangkat ke luar Karimun selama Natal dan Tahun Baru tercatat sebanyak 65.138 penumpang.

“Secara umum, arus penumpang yang berangkat maupun datang dari pelabuhan domestik dan internasional berjalan lancar. Selama Natal dan Tahun Baru tercatat 67.772 penumpang kapal yang masuk ke Karimun dan 65.138 yang berangkat ke luar Karimun,” ungkap Kasigamat KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun Syahrinaldi, Selasa (2/1).

Sementara di awal tahun, kata Syahrinaldi, masih terjadi kepadatan penumpang. “Awal tahun 2018, yang masuk ke Karimun sebanyak 5.284 penumpang. Sedangkan ke luar Karimun sebanyak 4.578 penumpang,” beber Syahrinaldi.

Sedangkan, tujuan Malaysia pada Sabtu (31/12) lalu, cukup ramai warga Karimun maupun wistawan mancanegara (wisman) yang berangkat untuk menikmati pergantian tahun. Sementara tujuan Batam juga terjadi peningkatan di hari yang sama.

“Untuk arus balik Natal dan Tahun baru, masih kami berlakukan hingga Senin (8/1). Untuk kondisi cuaca hingga saat ini masih aman untuk berlayar, namun pihaknya tetap terus melakukan koordinasi dengan nahkoda,” ungkapnya.

Pantauan di Pelabuhan Tanjungbalai Karimun, suasana arus baik ke berbagai daerah masih ramai. Tujuan Tanjungpinang, Tanjungsamak, Selatpanjang, Bengkalis Dumai, mendominasi. Selain itu, untuk pelabuhan international terlihat sudah mulai kembali normal seperti hari-hari biasanya. (tri)

Kemkominfo Tambah 49 Titik Internet di Anambas

0
Petugas sedang memasang perangkat di salah satu tower yang ada di SD N 2 Tarempa, Selasa (2/1). F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Kabupaten Kepulauan Anambas mendapatkan bantuan akses internet dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

BP3TI merupakan lembaga yang dibentuk oleh Kemkominfo. Bantuan akses Internet tersebut diberikan kepada sejumlah sekolah, puskesmas dan sejumlah kantor desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas, Japrizal, mengatakan untuk menunjang akses internet tersebut, BP3TI sudah mulai memasang tower-tower di setiap sekolah, puskesmas dan kantor desa yang mendapatkan bantuan internet tersebut.

“Totalnya ada 49 titik di Anambas yang dipasang di sekolah-sekolah, puskesmas-puskesmas dan di kantor desa yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Setiap tower memiliki kapasitas 2 mega, jadi totalnya ada 98 mega,” ungkapnya kepada wartawan Selasa (2/1).

Meskipun bantuan tersebut diberikan kepada sekolah, puskesmas dan kantor desa, tapi warga sekitar juga dapat menikmati akses internet tersebut karena ada kuota internet yang dibagikan secara terbuka di sekitar titik tower. “Sekarang ini masih dalam proses pemasangan perangkat tower, mungkin akan aktif pertengahan Januari tahun 2018,” kata Japrizal lagi.

Dengan adanya akses internet ini, maka daerah yang belum ada akses telekomunikasi nantinya dapat komunikasi melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp dan sebagainya. “Kalau akses Internet ini sudah jalan, maka nantinya guru bisa mengakses Data Pokok Pendidikan (Dapodik), siswa juga bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” jelasnya.

Japrizal menjelaskan, bantuan akses internet tersebut merupakan usulan pemerintah daerah pada tahun 2017 silam. Usulan yang disampaikan untuk seluruh sekolah yang ada di Anambas. Namun yang disetujui hanya 49 titik saja. Sehingga ada sejumlah sekolah yang belum mendapatkan bantuan internet tersebut. “Ada sekolah yang belum dapat bantuan. Tapi akan kami upayakan tahun 2018 ini semuanya bisa ter-cover,” janjinya. (sya)

Turis Singapura masih Dominasi Kunjungan Wisata Batam

0
Sejumlah turis Singapura berjalan di jembatan penyebrangan Pelabuhan Internasional Batamcenter saat berliburan ke Batam, Selasa (26/12/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pergerakan jumlah turis berlibur ke Kepri selama bulan November 2017 trennya cenderung naik 3,92 persen mencapai 168.113 kunjungan. Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya 161.770 kunjungan. Turis yang berkunjung ke Kepri ini masih didominasi warga Singapura.

“Jika dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, kunjungan wisman November 2017 naik sebesar 18,35 persen,” kata Panusunan Siregar, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Selasa (2/12).

Menurut dia, dari 168.113 kunjungan wisata mancanegara yang datang ke Kepri selama Oktober 2017 ini, diantaranya dilakukan oleh turis asal Singapura sebesar 49,91 persen, Malaysia 12,16 persen, Tiongkok 7,92 prsen, India 4,32 persen dan Korea Selatan 3,2 persen disusul Philipina 2,7 persen.

“Paling banyak itu dari Singapura 49,91 persen atau 89.691 kunjungan,” kata Panusunan.

Ia mengungkapkan secara kumulatif jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 1.815.978 kunjungan atau naik 6,29 persen dari Januari hingga November 2017. Angka tersebut juga mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 1.708.500 kunjungan.

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Kepri selama November 2017 mencapai rata-rata 58,35 persen atau naik 4,85 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2017 yang tercatat sebesar 53,5 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel berbintang 1,91 hari.

“Atau turun 0,26 poin dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada Oktober 2017,” ucap dia.

Selama November 2017 jumlah kunjungan turis yang masuk ke Kepri melalui empat pintu masuk. Batam masih menjadi pintu masuk penyumbang terbesar yakni120.108 kunjungan atau 72,3 persen, disusul Bintan 32.119 kunjungan (17,8 persen) dan Tanjungpinang sebanyak 10.574 kunjungan atau 5,6 persen.

“Terakhir Karimun 6.311 kunjungan atau 4,1 persen,” jelasnya. (rng)

Banyak ASN Belum Salurkan Zakat

0

batampos.co.id – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karimun Atan AS mengatakan, hingga tahun 2017 lalu masih banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun yang belum menyalurkan zakatnya ke Baznas Kabupaten Karimun. Dari sekitar 4.000 ASN di Kabupaten Karimun, hanya di bawah 1.000 ASN yang membayar zakat ke Baznas Kabupaten Karimun.

“Masih rendah ASN yang bayar zakat ke Baznas Karimun, bila dibandingkan dengan instansi vertikal yang setiap triwulan menyetorkan zakat profesinya ke Baznas Karimun,” jelas Atan AS, kemarin (2/1).

Yang wajib untuk mengeluarkan zakat profesi adalah karyawan yang berpenghasilan di atas Rp 3,5 juta per bulan. Zakat yang dikenakan adalah 2,5 persen dari gaji.

“Kalau dilihat di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih sangat kecil yang membayar zakat profesi. Sesuai dengan instruksi Presiden yang mengimbau kepada masyarakat agar membayar zakatnya ke Baznas. Termasuk para ASN di lingkungan Pemkab Karimun, tergantung ketegasan Bupati Karimun. Apakah bisa melalui peraturan bupati atau yang lain, seperti daerah diluar Kabupaten Karimun,” tuturnya.

Apabila ASN yang menyalurkan zakat profesinya ke Baznas Kabupaten Karimun meningkat, maka dana bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu Baznas Kabupaten Karimun pada tahun 2017 lalu sudah berhasil menghimpun dana umat dan menyalurkannya kepada masyarakat kurang mampu lebih dari Rp 2,3 miliar. (tri)

OJK Terbitkan Peraturan Baru

0
Bagian dalam kantor OJK. Foto: jawapos

batampos.co.id – Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan 3 Peraturan OJK (POJK) guna mendukung dan mendorong program pemerintah, terutama di bidang pembangunan infrastruktur di daerah. Yakni peraturan mengenai obligasi daerah, keuangan berkelanjutan (green bonds), dan percepatan proses bisnis (e-registration).

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK, Anto Prabowo mengatakan, peraturan tersebut dimaksudkan untuk semakin mempermudah pemerintah daerah dalam menerbitkan obligasi daerah, memperkuat implementasi keuangan berkelanjutan, dan mempercepat proses layanan kepada stakeholders.

“Ini salah satu upaya mendukung program prioritas pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur, yang tidak hanya menjadi dasar peningkatan daya saing nasional, namun juga sebagai alat untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi ke seluruh pelosok Indonesia. Tentunya perlu didukung sumber pendanaan yang memadai,” terang Anto, Selasa (2/1).

Ia menjelaskan, meningkatkan sumber pembiayaan pembangunan infrastruktur, yaitu selain bersumber dari APBD juga bisa di dapat dari Pasar Modal melalui penerbitan obligasi daerah dan atau sukuk daerah. “Melalui ekspansi pembiayaan APBD, maka pembangunan infrastruktur dapat dipercepat, sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat dapat segera dirasakan,” paparnya.

Dalam mekanismenya, selain diwajibkan untuk menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada OJK, pemerintah daerah juga memerlukan persetujuan Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri serta DPRD.

Sementara peraturan yang terkait dengan green bonds, OJK mengeluarkan POJK No.60/POJK.04/2017 Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan (Green Bond). “POJK ini diterbitkan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang untuk mewujudkan Indonesia asri dan lestari, antara lain pemanfaatan ekonomi sumber daya alam dan lingkungan yang berkesinambungan,” sebut Anto.

Lanjutnya, penerbitan green bonds oleh perusahaan Indonesia di pasar modal tentunya akan menjadi tonggak sejarah yang signifikan untuk menegaskan komitmen Indonesia dalam menangani isu-isu lingkungan melalui produk keuangan ramah lingkungan.

Sedangkan aturan yang terkait dengan e-registration, diterbitkan untuk mendukung efektifitas dan efisiensi pelayanan OJK kepada stakeholder yang lebih efisien dan transparan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Untuk implementasinya, OJK telah menyiapkan sistem elektronik yang diberi nama Sistem Perijinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT).

“Selain mengeluarkan aturan-aturan di atas, OJK juga menginisiasi beberapa kebijakan guna pendalaman Pasar Modal di Indonesia,” tutupnya. (nji)

Gubernur Desak Kepala OPD Segera Tayangkan Sirup

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengusung kerja cepat, hasil tepat mengawali Tahun Anggaran (TA) 2018. Bahkan Mantan Bupati Karimun tersebut menargetkan pada minggu ketiga Februari kegiatan fisik milik Pemprov Kepri sudah dimulai.

“Tahun 2018 ini, Pak Gubernur mengedepankan konsep kerja cepat, hasil tepat. Pelaksaan TA 2017 menjadi evaluasi kinerja masing-masing Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian (Barenlitbang) Kepri, Naharuddin menjawab pertanyaan media usai rapat bersama Gubernur, kemarin.

Menurut Nahar, capaian fisik APBD 2017 lalu pada angka 95 persen. Berkaca dari capaian tersebut, Gubernur menekankan kepada setiap kepala OPD untuk segera melaporkan rencana kegiatan ke dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (Sirup). Apalagi mengingat proses pelelangan membutuhkan waktu 45 hari.

“Pengalaman-pengalaman tahun 2017 menjadi media evaluasi. Makanya tahun ini, pengesahan APBD dipercepat. Begitu juga dengan pelaksanaan lelang,” papar Nahar.

Mantan Kepala Dispenda Kepri tersebut menjelaskan, pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam rencana kerja Gubernur. Baik itu sarana jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan. Lewat rapat bersama, sejumlah kepala OPD juga sudah memaparkan beberapa rencana kegiatan yang masuk proses lelang.

“Di bidang pendidikan, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) ditargetkan rampung dan difungsikan pada Juni 2018 mendatang. Sehingga bisa menampung kebutuhan siswa baru,” jelas Nahar.

Lebih lanjut, pria yang pernah duduk sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) mengatakan, selain bidang pendidikan, bidang pekerjaan umum juga sudah ada beberapa kegiatan yang dilelang. Seperti pembangunan jalan di daerah, dan pusat pemerintahan Provinsi Kepri.

“Ada 14 miliar untuk pembangunan jalan di Dompak. Kemudian Rp 20 miliar untuk pelaksanaan pembangunan lapangan sepakbola. Karena kebutuhan besar, maka pembangunan dilakukan secara bertahap,” jelasnya lagi.

Diakui Nahar, kemampuan APBD memang masih jauh dari kata cukup. Maka dari itu, Pemprov Kepri berupaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor. Ditambahkannya, khusus untuk kegiatan TA 2018 dari masing-masing OPD akan diserahkan melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2018 oleh Gubernur.

“Besok (hari ini,red) masing-masing OPD akan menerima DIPA dari Gubernur. Semoga pelaksanaan APBD 2018 berjalan sesuai target, dan tidak terganggung dengan defisit anggaran,” tutup Nahar.(jpg)

Wisata Alam Bukit Kapur Diserbu Masyarakat

0
Antrean kendaraan terlihat di jalan menuju wisata alam Bukit Kapur, Natuna, Senin (1/1). F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Wisata alam bukit Kapur di Desa Ceruk Natuna diserbu masyarakat, saat liburan akhir tahun, Senin (1/1) kemarin. Ribuan masyarakat padat merayap di menuju kawasan wisata alam yang baru dibuka tersebut. Meski jalan masuk menuju lokasi wisata masih tanah licin. Tidak menyurutkan masyarakat yang ingin menikmati suasana dipuncak.

Berada di wisata gunung kapur, menjadi pilihan masyarakat yang biasa disuguhkan wisata pantai dan wisata bebatuan. Dan dari atas bukit pengunjung dapat menikmati pemandangan hijau hutan tropis dan perkebunan warga. Dan tak terlewatkan adalah pengunjung dapat menikmati beragam rasa durian lokal.

Wendri, pengunjung wisata Gunung Kapur mengaku, eksotis pemandangan alam dari puncak sudah lama tidak dirasakan. Selama ini selalu disuguhkan pemandangan wisata pantai.

“Dibuka wisata gunung kapur tentu menjadi daya tarik tersendir,” tutur Wendri.

Wisata alam gunung kapur dikelola masyarakat setempat. Dibuka secara gratis kepada pengunjung. Akses menuju lokasi wisata masih tanah, kalau hujan sedikit licin. Namun tetap diserbu masyarakat.

Bahkan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti bersama keluarga berwisata di Bukit Kapur mengisi liburan di akhir tahun. Menurutnya wisata sangat diminati masyarakat.

“Pemandangan alam dari puncak bukit terkesan eksotis. Kita juga penting menjaga alam yang diberikan agar tetap lestari,” sebut Ngesti.(arn)