batampos.co.id – Warga binaan yang divonis hukuman mati di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Batam terus bertambah.
Jika sebelumnya hanya 20 orang, saat ini bertambah 2 orang sehingga menjadi 22 orang. Dua orang tambahan dari Rutan Batam itu tersandung kasus narkoba.
Kepala Lapas Kelas II Batam, Dannie Firmansyah, menuturkan, 90 persen dari total seluruh warga binaan yang ada di Lapas
Batam tersandung kasus narkoba.
Termasuk untuk warga binaan yang divonis hukuman mati ataupun seumur hidup.
Ilustrasi warga binaan di Lapas Batam. Foto: Haris/batampos.co.id
”Pada umumnya kasus narkoba. Begitu juga yang terima hukuman mati dan seumur hidup juga didominasi kasus narkoba,” ujar Dannie, Rabu (21/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Khusus warga binaan yang divonis hukuman seumur hidup, masih bertahan di angka 30 orang. Sama juga, hukuman seumur hidup
ini didominasi kasus narkoba.
Warga binaan, baik yang menerima hukuman berkala ataupun hukuman seumur hidup hingga hukuman mati sama-sama menjalani masa pidana di dalam blok penjara yang ada sesuai dengan level kerawanan dari para terpidana.
Lapas Batam saat ini juga dalam kondisi over kapasitas. Itu karena warga binaan yang ditampung tiga kali lipat lebih banyak dari daya tampung ideal Lapas.
Jumlah warga binaan di atas seribuan orang, sementara daya tampung ideal hanya 400-an orang.
Potensi jumlah terpidana hukuman mati bertambah masih besar, karena Batam masih menjadi jalur favorit penyelundupan narkoba.
Apalagi berbatasan langsung dengan negeri Jiran Malaysia yang narkoba jenis sabu dan ekstasi banyak dari Malaysia.
Menurut Dannie, hal ini terbukti dengan masih maraknya penyelundupan narkoba ke Batam maupun melalui Batam.
Belum lagi Batam yang merupakan kepulauan bisa disandari kapal-kapal yang membawa narkoba.(jpg)
batampos.co.id – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam mencatat, per hari Rabu (21/4), ada 446 orang yang dirawat dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 6.684 orang.
Bila melihat data per kecamatan, Batam Kota menjadi kecamatan dengan jumlah pasien dirawat terbanyak yakni 102 orang. Di posisi kedua ada Kecamatan Sekupang dan Batuaji dengan jumlah pasien dirawat sama-sama 63 orang. Di bawah itu, ada Bengkong dengan 45 orang dirawat dan Seibeduk dengan jumlah 45 orang dirawat.
Sedangkan Kecamatan Lubukbaja dengan jumlah pasien dirawat 36 orang, dan Sagulung yakni dengan 32 pasien. ”Memang ada peningkatan (pasien Covid-19). Saat ini ada delapan kecamatan mainland berzona merah,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam itu.
Sementara itu, Kecamatan Nongsa yang sebelumnya zona oranye, saat ini menjadi merah dengan jumlah pasien yang dirawat yakni 21 orang. Kecamatan Belakangpadang menjadi salah satu kecamatan di hinterland yang berzona oranye dengan jumlah pasien yang dirawat yakni sebanyak 17 orang.
”Sementara dua kecamatan lainnya, Galang berstatus kuning dan Bulang berstatus zona hijau,” tambahnya.
Didi menambahkan, berdasarkan data Tim Gugus Tugas, sepanjang Selasa (20/4) saja, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 40 orang. Dimana, 35 orang di antaranya terkonfirmasi tanpa gejala dan lima orang lain terkonfirmasi bergejala.
Sementara itu, pasien yang sembuh juga bertambah 19 orang. ”Total pasien Covid-19 yang sembuh saat ini sebanyak 6.080 orang,” terang Didi.
Sampai kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam telah memeriksa 30.415 RT PCR, dengan hasil 23.698 negatif dan 6.644 lainnya positif, sedangkan 33 sampel lain masih dalam proses.
”Tidak hentinya kami mengingatkan masyarakat untuk tetap memakai masker, menjaga jarak, serta hidup bersih untuk meminimalisir penyebaran Covid-19,” ungkap Didi. (*/jpg)
batampos.co.id – Travel bubble antara Nongsa (Indonesia)-Singapura dan Bintan-Singapura yang awalnya akan dibuka mulai 21 April 2021 diundur menjadi 7 Mei 2021.
Bahkan, rencananya bisa mundur lagi menjadi Agustus 2021 karena memperhatikan kasus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang mengalami peningkatan drastis dalam beberapa waktu belakangan ini.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, sangat menyayangkan penundaan pembukaan travel bubble yang sudah direncanakan dengan matang oleh pelaku usaha akibat meningkatnya kasus Covid-19 di Kepri.
Penundaan itu, tentunya akan memperparah kondisi pelaku usaha yang berada di sektor pariwisata dan sejenisnya.
”Kemungkinan akan semakin banyak lagi hotel yang akan mengurangi tenaga kerjanya, sehingga akan menambah jumlah pengangguran,” ungkap Rafki, Rabu (21/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Ia mengaku tidak yakin travel bubble akan bisa dibuka kembali pada Juni 2021 mendatang jika dilihat dari fluktuatif penyebaran Covid-19 di Kepri.
Selain itu, saat ini, ia juga melihat banyaknya masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan (protkes).
Ilustrasi. Wisatawan dan pengunjung berkeliling di pusat perbelanjaan Grand Batam Mall, Lubuk Baja beberapa waktu lalu. Foto diambil sebelum pandemi Covid-19. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Ditambah program vaksinasi dari pemerintah yang dinilai lambat karena adanya penolakan dan sebagainya dari sebagian masyarakat.
”Maka, melihat kondisi ini kita pesimistis travel bubble ini akan bisa berjalan dalam waktu dekat,” tuturnya.
Meski demikian, ia juga sangat berharap travel bubble ini bisa segera dibuka dengan memberi keyakinan kepada pemerintah Singapura bahwa penyebaran Covid-19 di Kepri dapat dikendalikan.
Sebab, saat ini industri pariwisata semakin terpuruk dengan adanya pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang terus berlangsung sampai dengan saat ini.
”Kita berharap masyarakat menjalankan disiplin yang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan. Tanpa adanya kerja sama dari masyarakat, mustahil Covid-19 akan segera bisa dikendalikan,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwista, Buralimar, juga mengatakan, kunjungan wisata ke Kepri sejak pandemi Covid-19 terjun bebas hingga ke angka 85 persen penurunannya.
Efek dominonya begitu besar. Sektor pariwsata dan usaha terkait, seperti hotel dan restoran yang selama ini mengandalkan tamu asing, kini semakin terpuruk.
Bahkan, jika program travel corridor ini mundur terus, bisa
berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di sektor pariwisata.
“Iya, jika sampai tidak buka pada Juni, bisa banyak hotel tutup dan terjadi PHK. Tentunya kami tak ingin hal itu terjadi. Maka, kami berharap program travel corridor ini tetap dibuka,” ujar Buralimar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, berharap pembukaan pintu masuk wisman tak mundur lagi.
Ia tetap yakin ujicoba di Batam, Bintan, dan Bali tetap dilakukan Mei mendatang. Karena itu, perlu persiapan yang matang untuk menjamin kenyamanan wisatawan asing (wisman) selama menikmati liburan di Batam.
Mengenai kondisi Batam yang kembali diwarnai zona merah, Ardi mengatakan untuk pergerakkan Covid-19 itu fluktuatif.
Ia tetap optimistis hal ini segera berakhir dan kembali ke zona hijau. Untuk itu, penerapan protokol kesehatan itu penting untuk diterapkan.
”Tentu nanti kita tidak asal buka saja, karena itu kan mempertaruhkan kesiapan kita juga. Makanya kalau sudah benar-benar ready kita baru buka,” terangnya.
Ardi menambahkan, sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang terbesar untuk PAD (pendapatan asli daerah). Lebih dari 25 persen pendapatan diraih dari sektor wisata.
Untuk itu, pemulihan pariwisata ini sangat penting dan perlu percepatan.(jpg)
batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan pembayaran zakat di sejumlah ritel. Adapun, ritel tersebut antara lain Pegadaian, Indomaret, Lotte Grosir, Alfamart, Alfamidi serta Dan+Dan.
“Salah satunya melalui kerja sama dengan Pegadaian, Indomaret, Lotte Grosir, Alfamart, Alfamidi serta Dan+Dan,” kata Pimpinan BAZNAS Supervisi Bidang Penghimpunan Rizaludin Kurniawan di Jakarta, Rabu (21/4).
Dengan adanya fleksibilitas ini, diharapkan masyarakat dapat menunaikan zakat ke BAZNAS sekaligus mendukung kampanye Gerakan Cinta Zakat yang digencarkan BAZNAS pada bulan Ramadan kali ini.
“BAZNAS berkomitmen melahirkan berbagai inovasi dalam memberikan kemudahan berzakat, infak, sedekah, dan kurban hingga sedekat mungkin menyentuh gaya hidup masyarakat,” ujarnya.
“Kami berikan kemudahan berzakat dengan layanan dari petugas kasir Pegadaian, Indomaret, Lotte Grosir, Alfamart, Alfamidi serta Dan+Dan. Diharapkan masyarakat makin banyak yang bersedekah, makin banyak juga yang terbantu,” sambungnya.
Kata dia, kemudahan ini memudahkan para muzaki (pembayar zakat) untuk membantu mustahik (penerima zakat) untuk bangkit sekaligus mendorong kampanye Gerakan Cinta Zakat di bulan Ramadhan.
“Adanya kemitraan ini, diharapkan semakin mendekatkan masyarakat untuk berzakat. Pembayaran zakat lewat kasir retail dapat dilakukan di Pegadaian, Indomaret, Lotte Grosir, Alfamart, Alfamidi serta Dan+Dan yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelas dia.
Menurutnya juga, ini akan mempermudah kinerja BAZNAS dalam upaya jemput bola zakat. Hal ini juga membuktikan bahwa dalam berzakat atau lainnya, semua dapat dilakukan di mana saja dan praktis, selain itu lebih cepat.
“Kami juga akan memastikan dana yang disalurkan akan tepat sasaran dan sampai di tangan mereka yang benar-benar membutuhkan. BAZNAS memiliki program-program yang memang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Dalam hal ini, pelanggan hanya perlu mendatangi kasir Pegadaian, Indomaret, Lotte Grosir, Alfamart, Alfamidi atau Dan+Dan, kemudian pilih lembaga zakat BAZNAS dan jenis zakat yang akan dibayarkan, antara lain zakat fitrah, zakat maal, zakat penghasilan dan bayar fidyah.
Pelanggan lalu membayar seperti bertransaksi saat belanja. Petugas kasir akan memasukkan transaksi tersebut ke dalam sistem dan mencetak bukti pembayaran kemudian menyerahkannya kepada pelanggan.(jpg)
batampos.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, meninjau proyek pembangunan data center di Kota Batam.
“Iya, Pak Menteri Kominfo hari ini berkunjung ke Batam,” kata Rudi di Bandara Internasional Hang Nadim, Kamis (22/4/2021).
Tiba di Batam, Menkominfo langsung melakukan rapat koordinasi bersama Pemprov Kepri dan Pemko Batam.
Ada beberapa hal yang dibahas bersama pemerintah daerah di Kepri tersebut. Di antaranya terkait dengan pembangunan data center di Batam.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (kemeja putih) menyambut kedatangan Menkominfo, Johnny G Plate di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Menkominfo dijadwalkan meninjau proyek pembangunan data center di Kota Batam. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
“Agenda beliau ground breaking proyek infrastruktur telekomunikasi di Natuna dan juga pembangunan pusat data (data center) nasional di Batam,” katanya.
Menkominfo dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis (22/4/2021) dan Jumat (23/4/2021).
Selain berkunjung ke Batam, Menkominfo direncanakan akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna.
Di Batam, Menkominfo dijadwalkan mengunjungi lokasi pembangunan data center nasional.
Pemerintah akan membangun dua data center nasional di Batam. Yaitu di kawasan Jembatan I Barelang dan juga di Nongsa.(*/esa)
batampos.co.id – Sinyal pemulihan ekonomi nasional menguat tahun ini. Salah satu indikatornya adalah kinerja ekspor yang membaik. Hal tersebut langsung memicu perbaikan ekonomi dalam negeri dan belanja fiskal.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa ekspor Indonesia per Maret lalu mencapai USD 18,35 miliar (sekitar Rp 266,25 triliun). Raihan itu tercatat naik 30,74 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Ini menunjukkan bahwa kondisi perekonomian kita mampu untuk terus meningkatkan produk-produk nonmigas yang bisa menembus pasar dunia,” ujarnya, Selasa (20/4).
Raihan itu juga membuat neraca perdagangan Maret 2021 surplus sebesar USD 1,57 miliar atau setara dengan Rp 22,7 triliun. Jumlah itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ketika itu, capaian surplusnya berkisar USD 570 juta (sekitar Rp 8,26 triliun).
Ani, sapaan Sri Mulyani, mengatakan bahwa kinerja ekspor yang baik itu adalah wujud keberhasilan ekosistem ekspor nasional. Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), menurut dia, juga punya peran penting dalam meningkatkan ekspor.
Lebih lanjut, mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut menjelaskan bahwa kinerja ekspor yang membaik itu bukan hanya kerja keras satu pihak. Selain pemerintah, private sector berperan penting.
Ani meramalkan bahwa dalam jangka waktu sembilan tahun, akan lahir 500 ribu eksportir baru. Tepatnya, pada 2030 mendatang. “Saya optimistis,” tegasnya.
Terpisah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebutkan adanya perbaikan ekonomi domestik. Sebab, kinerja ekspor dan belanja fiskal juga membaik.
Menurut dia, kinerja ekspor masih akan membaik dan bahkan lebih bagus daripada proyeksi awal tahun. Optimisme itu muncul dari kinerja komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), bijih logam, pulp and waste paper, kendaraan bermotor, dan besi baja.
“Peningkatan ekspor tersebut ditopang kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama. Khususnya Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok,” kata Perry seusai rapat dewan gubernur BI kemarin.
Secara spasial, lanjut dia, kinerja ekspor yang membaik terjadi di Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Bersamaan dengan itu, stimulus fiskal pemerintah dalam bentuk bantuan sosial, belanja barang, dan belanja modal juga terus meningkat.
Namun, perbaikan konsumsi swasta masih terbatas. Itu tecermin dari indikator penjualan eceran dan ekspektasi konsumen sampai Maret 2021 yang cenderung terbatas. BI memperkirakan, penjualan eceran masih akan turun 17,1 persen year-on-year (YoY). Sementara itu, indeks ekspektasi kondisi ekonomi berada pada level 114,1.
Itu sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas masyarakat di tengah upaya pemerintah untuk mengakselerasi vaksinasi nasional. “Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 secara keseluruhan berada pada kisaran 4,1 sampai 5,1 persen,” urai Perry.
Pria asal Sukoharjo tersebut meyakini bahwa perbaikan ekonomi domestik akan terus berlanjut. Sebab, kinerja sektor industri pengolahan meningkat dan berada dalam fase ekspansif pada triwulan I 2021.
Itu terlihat pada Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang sebesar 50,01 persen. Angka tersebut meningkat dari 47,29 persen pada triwulan IV 2020.
Tren positif itu diyakini berlanjut ke triwulan II 2021. Dengan demikian, permintaan domestik akan membaik lebih cepat. Asalkan, dibarengi dengan implementasi vaksinasi dan disiplin protokol Covid-19 dalam masyarakat.
batampos.co.id – Pelaku usaha cafe dan kuliner di Kota Batam masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan.
Hal itu berdasarkan temuan tim gabungan Satgas Covid-19 saat melakukan patroli pada Rabu (21/4/2021) malam.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Salim, mengatakan, malam itu tim mendatangi sejumlah titik keramaian.
“Ada dua titik yang didatangi di Batam Kota dan Bengkong. Temuan di lapangan, para pelaku usaha masih didapati tidak mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan Perwako Nomor 49 tahun 2020,” ujarnya, Kamis (22/4/2021).
Personel satpol PP memberikan surat peringatan kepada salah satu tempat usaha yang mengabaikan protokol kesehatan. Foto: Salim untuk batampos.co.id
Ia mengatakan, di Kecamatan Batam Kota, tim menemukan rata-rata pengusaha cafe dan kuliner yang berada di Pasar Mega Legenda melanggar ketentuan jarak tempat duduk dan meja tidak sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan.
“Masih di Mega Legenda, petugas melayangkan Surat Peringatan 3 untuk Sudut Cafe karena melanggar pengaturan jarak yang tidak sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan,” tegasnya.
Di Bengkong lanjutnya, tim melakukan patroli di kawasan Golden Prawn. Di lokasi itu, petugas mendatangi Cafe Golden King, dan Pujasera Golden King.
Di dua lokasi itu, petugas mendapati tidak ada pengaturan jarak meja dengan meja dan kursi dengan kursi tidak sesuai dengan aturan protokol kesehatan.
“Kita layangkan Surat Peringatan Pertama,” ujarnya.
Salim mengimbau, seluruh para pelaku usaha agar selalu mematuhi protokol kesehatan dan para pengunjung diminata untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Pihaknya juga memberikan contoh jarak antara meja dengan meja dan jarak antara kursi dengan kursi.
“Kita kembali mengingatkan pemilik tempat usaha agar tetap menata meja dan kursi seperti yang kita berikan contoh,” katanya.
Ia menegaskan, apabila surat teguran atau pernyataan yang telah ditandatangani para pelaku usaha dan terulang lagi, maka sanksi akan ditingkatkan sesuai dengan Perwako 49/2020 berupa sanksi sosial dan denda materi atau pencabutan izin usaha.(*/esa)
batampos.co.id – Upaya pencarian terhadap kapal selam KRI Nanggala-402 masih terus dilakukan. Sampai dengan saat ini, nasib para prajurit yang berada di kapal tersebut belum dapat dipastikan.
“Mengenai kondisi ABK tadi belum dapat dipastikan,” kata Kadispenal Laksamana Pertama Julius Widjojono kepada wartawan, Selasa (22/4).
Julius mengatakan, lokasi hilang kontaknya KRI Nanggala-402 memang sudah ditemukan. Namun, fisik kapal selam tersebut belum terdeteksi oleh kapal pencari.
“Proses pencarian masih berlangsung. Areanya sudah ditemukan di tempat tumpahan minyak kemarin,” imbuhnya.
Di sisi lain, Julius memastikan KRI Nanggala-402 memiliki stok oksigen berikut cadangannya sebelum melakukan penyelaman. Dengan jumlah ABK 53 orang, oksigen yang tersebut tergolong memenuhi sarat.
“Kami dari TNI AL mohon doa agar kami bisa temukan mereka dalam keadaan baik,” jelasnya.
Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 diketahui satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia. TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.
KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4) besok. Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik.
Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal ini diproduksi perushaan Jerman pada 1979. Dan dibeli oleh Indonesia pada 1981. (jpg)
batampos.co.id – Pemko Batam memperketat aturan dalam hal berkumpulnya masyarakat dalam jumlah banyak.
Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang eskalasi kasusnya kembali meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya bakal meniadakan pawai keliling saat malam takbiran Idulfitri 1442 hijriah yang diperkirakan bakal berlangsung 12 Mei mendatang.
Hal ini dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 di Kota Batam.
”Tidak boleh ada buka puasa bersama, open house, dan malam takbiran (keliling) karena itu melibatkan banyak masyarakat. Jadi sangat berisiko untuk penyebaran,” ujarnya, Rabu (21/4/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Rudi mengungkapkan, saat ini terjadi peningkatan jumlah pasien Covid-19. Untuk itu, perlu pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak, terutama di sektor pemerintahan.
Hal ini sesuai dengan arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo.
Personel Satpol PP Kota Batam mengimbau kepada masyarkat yang sedang melakukan aktivitas jual-beli di pasar kawasan Kecamatan Sei Bduk unutk mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya menggunakan masker. Foto: Salim untuk batampos.co.id
”Sama dengan tahun lalu, jadi saya dan Pak Wakil (Wali Kota) sepakat tidak akan menggelar buka puasa bersama, open house, begitu juga dengan malam takbiran yang selalu menjadi agenda tahunan kita,” jelasnya.
Pelaksanaan malam takbiran, tetap bisa dilakukan walau hanya di masjid-masjid, sedangkan untuk takbir keliling tidak diperbolehkan.
Itu dilakukan karena dikhawatirkan menimbulkan klaster baru, karena melibatkan banyak masyarakat.
”Jangan dulu, karena kita sudah sepakat bersama, sekarang kita upayakan bagaimana kasus ini cepat selesai. Tim yang kemarin sudah dibentuk juga langsung jalan,” sebutnya.
Selama bulan puasa ini, Tim Terpadu Pengawasan Protokol Covid-19 juga sudah turun ke lapangan. Tempat-tempat keramaian disisir, seperti titik-titik bazar.
Tim memastikan tidak ada kerumunan, dan tidak ada yang melanggar jam operasional yang sudah ditentukan.
”Sekarang pukul 20.00 WIB semua sudah pada tutup, tidak ada kerumunan warga. Ini yang kita tegakkan sekarang. Karena Batam saat ini zona merah. Semua harus benar-benar ditegakkan,” tambah Rudi.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, dan tidak abai serta lalai.
Menurutnya, virus corona ini masih ada dan berpotensi menjangkiti siapa saja, sampai saat ini belum ada jaminan meskipun sudah divaksin bakal terbebas dari Covid-19. Untuk itu, perlu menjaga diri, agar tidak terpapar.
”Kita masih tidak kenakan denda (bagi pelanggar protkes), karena kondisi sulit. Jadi tolonglah pemerintah dengan mematuhi protkes. Kita tidak larang berkegiatan, karena itu berpengaruh juga terhadap roda perekonomian. Jadi tinggal bantuan masyarakat saja lagi,” tutupnya.(jpg)
batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan di Kota Batam terus mengalami penambahan. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam mencatat, sepanjang hari kemarin ada 446 orang yang dirawat dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 6.684 orang.
”Beberapa hari terakhir ada peningkatan pasien yang dirawat,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Rabu (21/4).
Tidak hanya penambahan kasus, status Kota Batam saat ini menjadi zona merah. Pasalnya, delapan dari sembilan kecamatan di mainland Kota Batam berzona merah. Hanya kecamatan Batuampar saja yang sampai hari ini masih ditetapkan berstatus zona kuning.
Didi menambahkan, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang menjadi lokasi yang paling banyak menampung pasien terkonfirmasi Covid-19. Tercacat, di RSKI sebanyak 288 warga Batam dirawat di sana.
Selain RSKI Galang, sebanyak 48 pasien lainnya dirawat di Rumah Sakit Awal Bros, Rumah Sakit Harapan Bunda 16 orang dan 16 orang di RSBP Batam. Sebanyak 15 orang di Rumah Sakit Elisabeth Lubukbaja, 15 orang di Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota dan 15 lainnya di RSUD Embung Fatimah.
”Ada juga yang dirawat di Graha Hermine dan isolasi mandiri di rumah,” ungkap Didi. (*/jpg)