batampos.co.id – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang meningkatkan pengawasan di pintu masuk internasional setelah dua warga negara Tiongkok yang berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei.
Terutama mereka diduga terpapar virus corona (2019-nCov) atau biasa disebut flu Wuhan saat tiba di Bintan melalui Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT), Lagoi.
Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang, Nolita Sephana, mengatakan, pada 20 Januari 2020, pihaknya mendapat informasi dari rumah sakit Kijang tentang dua WNA yang diduga terkena virus flu Wuhan.
”Kemudian kita laporkan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan sebagai pihak yang mempunyai wewenang,” kata Nolita, saat ditemui di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Rabu (22/1/2020).
Dijelaskan Nolita, menurut laporan dari pemandu wisata, dua orang yang diduga tersebut merupakan seorang perempuan berusia 35 tahun dan anaknya yang berusia 4 tahun.
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam melakukan pendektesian suhu tubuh penumpang dengan alat thermal scanner di pintu kedatangan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Rabu (22/1). Di Bintan, dua turis asal Tiongkok diduga terpapar virus flu Wuhan, dan kini dirawat di rumah sakit Kijang. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
”Wisatawan tersebut kebetulan berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, dan diketahui Wuhan ini sedang menjadi perhatian terkait kasus itu,” ujarnya.
Nolita menyatakan, yang pertama mengetahui wisatawan asing diduga terpapar virus corona adalah pemandu wisata.
”Ada wisatawan yang dipandu minta antar ke rumah sakit karena ada keluhan demam, dan ditangani pihak rumah sakit Kijang,” ucapnya.
Selanjutnya pemandu wisata itu memberi tahu kepada Dinkes Bintan dan KKP. Sedangkan untuk penanganannya, seperti orang demam biasanya, serta pemeriksaan lanjutan sebagai klarifikasi apakah kasus itu berkaitan dengan pneunomia dari Wuhan atau tidak.
”Pemeriksaan itu butuh waktu sampai sekarang belum diketahui hasilnya,” kata dia.
“Sampai sekarang masih penyelidikan dan tetap memantau perkembangan kesehatan dua orang WNA tersebut,” ujarnya.
Ia mengatakan, atas kejadian itu pihaknya meningkat pengawasan seperti pemeriksaan melalui thermo scanner, memperhatikan suhu tubuh, jika suhu tubuhnya lebih dari 38 derajat celcius maka akan muncul alarm kemudian petugas akan melakukan pemeriksaan.
”Semua penumpang yang lewat di sini akan diperiksa,” sebutnya.
Saat ini KKP Kelas II Tanjungpinang membawahi 11 wilayah kerja, yang tersebar di Lingga, Tanjungpinang, Bintan, Anambas, dan Natuna. ”Kami awasi pelabuhan dan bandara,” tegasnya.(per)
batampos.co.id – Pusat Rehabilitasi Sosial Nonpanti (PRSN) Teluk Pandan atau yang dikenal dengan kawasan Sintai, awalnya dibangun untuk mengatasi penyakit sosial dan masyarakat, yakni prostitusi.
Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut berubah menjadi pusat prostitusi ilegal di Kota Batam.
Bahkan tak sedikit kasus trafficking dan eksploitasi anak terjadi di sini.
Ironisnya, pemerintah daerah seakan tak berdaya dan terkesan membiarkan kawasan prostitusi ilegal tersebut tetap berjalan.
Permintaan menutup kawasan Sintai terus digaungkan masyarakat. Tak terkecuali dari DPRD Batam.
Anggota Komisi I DPRD Batam, Safari Ramadhan, dengan tegas meminta Pemko Batam segera melakukan penutupan lokalisasi tersebut.
Batam yang dikenal sebagai kota berslogan Bandar Dunia Madani, harus terbebas dari adanya prostitusi berkedok tempat hiburan malam.
”Kita melihat ada kesan pembiaran kawasan lokalisasi ini,” ujar Safari, Rabu (22/1/2020).
Deretan bar berdiri di kawasan Teluk Pandan atau yang dikenal dengan nama kawasan Sintai, Tanjunguncang, Batuaji, Sabtu (28/9/2019) lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Diakuinya, sudah saatnya Pemko Batam mengambil sikap tegas menutup lokasi hiburan yakni bar-bar tanpa izin tersebut.
Salah satu alasannya, masyarakat Batam yang terpapar HIV/AIDS mencapai 7.150 orang. Dikhawatirkan, keberadaan Sintai yang terus beroperasi secara bebas, bakal menambah jumlah warga Batam yang terkena HIV/AIDS.
Selain itu, Sintai yang terletak dekat dengan pusat ibadah baru yang baru dibangun, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, menjadi alasan utama politikus Partai Amanat Nasional itu meminta Wali Kota Batam menutup tempat hiburan malam itu.
”Lokalisasi itu tidak cocok dengan jargon Batam sebagai Bandar Dunia Madani. Surabaya dan Semarang saja tidak ada lagi namanya lokalisasi, Batam harus bisa seperti Surabaya dan Semarang,” tegasnya.
Ditambahkan Safari, keberadaan tempat hiburan malam Sintai juga tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. Karena bar-bar di sana berdiri tanpa izin.
”Tak ada kontribusi dan kawasan ini sudah jauh dari tujuan awalnya. Sudah saatnya pemerintah berani menutup,” paparnya.
“Menyangkut masalah pekerjaan dan ekonomi, saya pikir masih banyak pekerjaan yang lebih halal,” terang Safari lagi.
Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, Erry Syahrial, mengaku, dalam waktu terakhir ini, sudah ada dua orang yang menjadi korban trafficking dan eksploitasi anak di kawasan Sintai.
Erry juga menyebut kawasan ini menjadi salah satu daerah yang rentan terhadap kasus eksploitasi anak.
”Beberapa kasus ada di sana. Tidak menutup kemungkinan masih banyak kasus-kasus lain yang sayang belum terungkap,” tutur Erry.
Ia meminta pemerintah daerah harus tegas. Jika tidak bermanfaat dan banyak keluhan dari masyarakat, Pemko Batam harus berani menutup kawasan prostitusi tersebut.
”Seperti (kawasan prostitusi) Doli di Surabaya. Di sisi lain, ini juga langkah antisipasi kita dalam meminimalisir tindakan eksploitasi anak. Berangkat dari temuan-temuan di sana, kami mendukung agar kawasan tersebut ditutup oleh pemerintah,” pungkasnya.(rng,iza,eja)
batampos.co.id – Revitalisasi Masjid Agung Batam di Batam Center dipastikan akan dilakukan tahun ini.
Lelang pengerjaan fisik direncanakan pada awal April mendatang dan selesai Maret 2021.
”Kalau perkiraan kami, jika pertengahan Maret kontrak, awal April sudah mulai pengerjaan fisik. Mudah-mudahan lancar lelangnya,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Batam, Suhar, Rabu (22/1/2020).
Dalam pengerjaan fisik, Suhar menjelaskan, akan mengganggu aktivitas di masjid tersebut.
Terutama, ruang utama untuk salat. Karena, akan ada perubahan konsep bangunan pada kubah, dari berbentuk limas, menjadi kubah bulat.
Masjid Agung Batam di Batam Center. Kubah masjid ini akan diubah dari limas ke bulat. Cecep Mulyana/batampos.co.id
”Nanti kami akan rundingkan dengan (pengelola) masjid, bagaimana caranya, apakah samping masjid akan kami siapkan dulu,” jelasnya.
“Soalnya kalau kita kerjakan kubah, pasti akan ditutup sementara bagian masjid tersebut, berbulan-bulan juga kan,” paparnya lagi.
Sementara itu, Ketua Masjid Agung Batam, Firmansyah, mengatakan, pihaknya kini menunggu pemenang lelang revitalisasi masjid ini.
Setelahnya, pembicaraan dengan pihak yang membangun akan dilakukan.
”Tentu ini akan kami bicarakan. Jika bagian tertentu ditutup, kan ada penambahan kiri kanan, mungkin ini bisa diselesaikan dulu, setelah itu selesai baru ke kubahnya,” imbuh Firman.
Bagian samping masjid yang dibangun, akan menjadi lokasi sementara kegiatan sembari menunggu pemasangan kubah masjid.
”Jadi, fungsional masjid tetap jalan, cuma yang terganggu sementara mungkin kapasitasnya. Memang perlu diatur sistemnya supaya tidak tutup total. Kan ibadah lima waktu harus tetap jalan,” pungkas dia.(iza)
batampos.co.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri memiliki tim walet putih, yang bertugas khusus untuk mengatasi balap liar, menekan angka kecelakaan lalu lintas dan kriminal umum.
Tim yang telah cukup lama dibentuk ini, diakui oleh Direktur Lalu Lintas Polda Kepri Kombes Mujiyono, sudah beraksi di jalanan Batam.
Hingga kini, sebutnya tak terhitung jumlah kendaraan yang diamankan dari aksi balap liar.
“Tim ini khusus patroli malam dan bekerjanya hampir setiap hari,” kata Kombes Mujiyono, Rabu (22/1/2020).
Tim ini, katanya hanya berisikan unsur Direktorat Lalu Lintas. Tim ini dipimpin seorang perwira menengah, yang beranggotakan 12 orang.
Untuk di wilayah Batam, tim secara khusus akan mengawasi praktek balap liar.
“Kami sering menerima pengaduan balap liar. Di beberapa tempat kami sudah turun, memberantas hal ini,” ujarnya.
Walet Putih akan terus melakukan patroli malam hari. Mujiyono mengaku sedari sore, tim ini sudah mulai persiapan.
Ilustrasi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
“Pukul 16.00 apel. Lalu pukul 21.00 hingga dini hari jalan. Fokusnya kami Sabtu dan Minggu. Karena sering aduan balap liar di hari tersebut,” ucapnya.
Mujiyono mengatakan tim untuk patroli malam hari ini, juga telah dibentuk di tingkat Polresta, Polres-Polres se Kepri.
“Untuk luar kepri mungkin gangguan kamtibmas secara umum,” ujarnya.
Masyarakat dapat melaporkan segala kejadian atau tindakan balap liar ke kantor polisi terdekat.
Aduan ini nantinya akan direspon petugas kepolisian, mendatangi kawasan yang disebutkan terjadinya tindak balap liar.
“Sampaikan ke kami, tim pasti akan turun,” ucapnya.
Mujiyono berharap tim ini dapat meminimalisir tindak kejahatan malam hari, balap liar ataupun gangguan kamtibmas lainnya.
Kepada masyarakat, Mujiyono meminta agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas dan tidak melakukan tindakan balap liar.(ska)
batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam masih mempersiapkan diri untuk mengambil tanggungjawab untuk mengelola rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah.
Sesuai dengan PP nomor 72 tahun 2019 RSUD harus berada di bawah Dinkes. Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, tahun ini RSUD Embung Fatimah masih dikelola dan memiliki manajemen sendiri.
Seluruh pengelolaan mulai dari pendapatan hingga pengeluaran serta target menjadi tanggung jawab Direktur dan perangkat di rumah RSUDEF.
“Belum tahun ini diterapkan. Karena masih butuh persiapan termasuk Perwako yang mengatur tentang perubahan tersebut,” kata dia, Rabu (22/1/2020).
Didi menjelaskan penerapan peraturan tersebut paling lambat dua tahun pasca dikeluarkan.
Pasien antre di bagian pendaftaran RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji, beberapa waktu lalu. Saat ini, RSUD EF telah menerapkan e-Resep untuk memudahkan penebusan resep obat. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Selama rentang waktu tersebut, pemerintah daerah diminta mematangkan perubahan struktur, kebijakan dan tanggung jawab dan hal lainnya.
“Nanti digodok dulu. Ke depan Dinkes akan membawahi rumah sakit. Sebelum diterapkan tentu ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan evaluasi,” jelasnya.
Menurutnya, penerapan aturan ini akan memudahkan Dinkes dalam mengawasi jalannya pelayanan di RSUD.
Permasalahan yang dihadapi rumah sakit saat ini akan dijadikan evaluasi untuk ke depannya.
“Tujuannya untuk memudahkan pastinya. Sekarang Dinkes tidak bisa ikut campur dalam pengelolaan RSUDEF. Setelah diterapkan tentu akan berbeda. Itu yang kami harapkan,” ujarnya.
Untuk itu, masih ada waktu selama dua tahun ke depan menerapkan peraturan baru ini.
Selama itu, RSUDEF tetap beroperasi dan menjalankan tugas serta pelayanan terpisah dari Dinkes Batam.
“Masih panjang prosesnnya. Mudah-mudahan nanti bisa segera dibahas dan diterbitkan Perwako terkait ini dan pelayanan jauh lebih baik,” tutupnya.(yui)
batampos.co.id – Kasus pemecatan Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya, akhirnya dibawa ke DPR RI.
Komisi I mengundang Dewan Pengawas (Dewas) TVRI kemarin (21/1/2020). Muncul usulan agar dilakukan audit investigasi untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi pada stasiun televisi pelat merah itu.
Hadir dalam rapat tersebut, Ketua Dewas TVRI Arif Hidayat Thamrin dan seluruh anggota dewas.
Yaitu, Ada Made Ayu Dwie Mahenny, Supra Wimbarti, Maryuni Kabul Budiono, dan Pamungkas Trishadiatmoko.
Wakil Ketua Komisi I, Abdul Kharis Almasyhari, mengatakan, rapat itu dilakukan untuk mendengarkan penjelasan dari dewas terkait pemberhentian Dirut TVRI Helmy Yahya.
”Kami mendengerkan dari bapak-bapak proses penyelesaian pemberhentian dirut, ” terang dia.
Kasus pemecatan Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya, akhirnya dibawa ke DPR RI. Foto: Jawa Pos
Dewas pun diberi waktu untuk menyampaikan keterangan. Dewas pun menjelaskan kronologi pemecatan Helmy Yahya pada 16 Januari lalu.
Pemecatan itu bermula ketika mencuat kasus keterlambatan pembayaran honor satuan kerabat kerja (SKK) karyawan pada Desember 2018 lalu, senilai Rp7,6 miliar.
Ketua Dewas Arif mengatakan, televisi milik pemerintah itu mempunyai utang anggaran 2019 sebesar Rp 37,7 miliar, yang terdiri dari Liga Inggris Rp 27 miliar dan bulu tangkis BWF senilai Rp5,8 miliar.
Kondisi tersebut diduga menyebabkan banyaknya penundaan pembayaran honor, terutama honor SKK karyawan TVRI.
Karyawan pun memprotes keterlambatan pembayaran honor. Mereka pun melakukan pemberhentian siaran pada 10 Januari 2019.
Selain itu, karyawan juga melayangkan mosi tidak percaya terhadap dirut dan dewan direksi.
Arif menyatakan, dewas mempunyai tugas menindak tegas dewan direksi, jika mereka melakukan pelanggaran.
Namun, sebelum melalukan tindakan, dewas terlebih dahulu melakukan pembinaan. Pada11 Januari dan 29 November 2019, dewas memberikan surat teguran kepada dirut TVRI.
”Kami sudah melakukan pembinaan,” kata dia.
Tapi, Helmy malah mempertanyakan kewenangan dewas, dan mengirim surat tembusan ke DPR, BPK dan Kominfo. Akhirnya dilakukan mediasi antara dewas dan dewan direksi.
Namun, persoalan tak kunjung selesai. Dewas akhirnya mengambil keputusan memberhentikan dirut.
Sementara itu, untuk mendalami masalah tersebut, Komisi I pun meminta dilakukan audit Investigasi.
”Itu salah satu usulan,” terang Abdul Kharis.
Namun, pihaknya akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mendalami persoalan itu. Dirut Helmy juga akan dimintai keterangan.
Yang pasti, kata dia, keputusan terakhir akan dikeluarkan setelah semuanya diminta keterangan.(lum/jpg)
Yang satu datang dari mitologi Yunani. Satunya lagi dari sebuah kampung di Pinrang di Sulawesi Selatan sana. Tapi, keduanya disatukan hasrat manusia yang tak pernah lapuk dimakan zaman: keinginan untuk terbang. Dalam berbagai definisinya.
IKARUS, si pemuda dalam mitologi Yunani itu, ingin lepas dari kungkungan sang raja di Pulau Kreta dengan cara terbang. Dia mewujudkannya dengan menggunakan dua pasang sayap buatan ayahnya, Daidalos.
Terbuat dari bulu unggas yang ditempelkan dengan lilin.
Di Kampung Pallameang, Pinrang, Haerul juga ingin terbang, tapi tidak dengan cara demikian.
”Saya hanya ingin merasakan namanya naik pesawat terbang,” ujar pria tak lulus SD kelahiran 31 Desember 1985 itu.
Haerul mewujudkan mimpi tersebut bukan dengan membeli tiket pesawat. Melainkan dengan membuat pesawat ringan.
Menggunakan baling-baling dari kayu, roda bekas gerobak pengangkut pasir, serta mesin sepeda motor.
Dan, pada 15 Januari lalu, setelah di empat kali percobaan sebelumnya selalu gagal, mimpinya terwujud.
Haerul berhasil menerbangkan pesawat buatannya itu di Pantai Ujung Tape Pallameang.
Seperti dilaporkan Fajar (grup Batam Pos), daya terbangnya tak tinggi memang. Sekitar 35 kaki.
Jarak yang ditempuh juga baru sekitar 300 meter. Tapi, Haerul puas. Keberhasilan itu pula yang akhirnya menerbangkannya ke Istana Negara. Bertemu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Haerul saat akan melakukan uji coba menerbangkan pesawat buatannya di Pantai Ujung Tape Pallameang, Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu (15/1/2020) lalu. Foto: Bontang Post.id
”(Seperti Haerul), saya berharap anak-anak muda Indonesia tidak takut melakukan sesuatu. Patut dijadikan teladan. Apalagi di era yang serbakompetitif seperti sekarang ini,” puji Moeldoko.
Pesawat yang berhasil terbang itu sebenarnya ”burung besi” kedua kreasi Haerul. Jauh sebelumnya, pada 2002, pria yang menyukai dunia mesin sejak kecil tersebut juga pernah membuat helikopter.
”Tapi gagal, nggak bisa terbang,” katanya kepada Jawa Pos (grup Batam Pos).
Keinginan Haerul untuk ”terbang” sempat surut akibat kegagalan itu. Barulah pada 2019 ide liarnya kembali muncul.
Berbekal pengalamannya sebagai montir yang kian bertambah, dia memulai lagi proyek tersebut.
Untuk menambah pengetahuan, Haerul mengakses berbagai kanal terkait pesawat di YouTube, khususnya konten milik akun luar negeri. Setiap hari dia isi dengan merakit dan menonton YouTube.
”Tidak pernah belajar (langsung) ke orang,” kenangnya.
Sadar kemampuan ekonominya terbatas, Haerul menggunakan bahan seadanya. Sayap, misalnya, terbuat dari baja ringan dengan panjang sekitar 8 meter dan ditutup parasut bekas penutup mobil.
Sedangkan tempat duduk dan sandaran pesawat dibuat dari barang bekas jok motor serta besi bekas yang disambung-sambung memakai las untuk menghubungkan rangka pesawat.
Itu pun tidak semua barang bisa didapat secara cuma-cuma. Beberapa kebutuhan harus dia beli sendiri.
Seperti bahan aluminium yang kebutuhannya mencapai 50 kilogram. Jika ditotal keseluruhannya, Haerul mengaku menghabiskan hingga 30 juta rupiah.
Proses pembuatannya juga tidak mudah. Haerul harus memastikan kerangka pesawat memiliki akurasi yang presisi.
Itu dibutuhkan untuk meng-hasilkan daya jelajah yang seimbang. Setelah kurang lebih dua bulan berjalan, pesawat rakitannya selesai digarap.
Namun, masalah tak lantas selesai. Sebab, dia punya tantangan baru: bagaimana menerbangkannya?
Jangankan belajar ilmu pilot, mencicipi pesawat saja belum pernah dimilikinya. Lagi-lagi, Haerul menjadikan YouTube sebagai guru.
Dengan telaten dia mempelajari teknik dasar menerbangkan pesawat dan trik-triknya. Hasilnya? Pesawat terbang, tapi jatuh tidak lama setelah lepas landas.
”Sempat tiga kali, terbang jatuh lagi. Parah saya luka dan pesawatnya diperbaiki lagi,” ungkapnya.
Kerja keras dan pengorbanan itu akhirnya terbayar lunas pada uji coba kelima. Seperti Ikarus yang berhasil mengepak meninggalkan Pulau Kreta, Haerul akhirnya bisa terbang dengan pesawat.
”Rasanya deg-degan, tapi senang,” ucapnya.
Moeldoko pun menegaskan bahwa pemerintah siap mendukung apa yang dilakukan Haerul jika dilakukan pengembangan.
Bahkan, lanjut dia, pihaknya sudah berdiskusi dengan Haerul soal peluangnya terlibat dalam industri penerbangan di Tanah Air.
Saat ini Indonesia tengah melakukan pengembangan pesawat amfibi yang akan terbang 15 sampai 20 meter di atas permukaan laut.
”Bisa kita ambil Pak Haerul karena tadi sudah sama ketinggiannya antara 30 meter lah,” ungkap Moeldoko.
Haerul tentu ingin kreasinya terus diperbaiki. Agar kian bisa terbang dengan lancar dan mantap.
Dulu Ikarus juga tak cuma berhasil terbang. Tapi terbang tinggi sekali. Hanya sayang, dia mengabaikan peringatan sang ayah: hati-hati, jangan mendekati matahari.
Dia melanggarnya, lilin meleleh, bulu-bulu tercerabut, sayapnya tak bisa mengepak lagi. Ikarus pun jatuh.(*/far/sua/c9/ttg)
batampso.co.id – Jumlah peraturan turunan Undang-undang Nomor 19 tahun 2019 yang disiapkan istana bertambah. Setelah sebelumnya hanya tiga, terbaru, istana menyebut ada tujuh peraturan yang tengah disiapkan.
Staf khusus presiden bidang Hukum, Dini Purwono, membenarkan informasi tersebut. Dia menjelaskan, tujuh peraturan tersebut akan terbagi dalam dua jenis beleid.
Yakni tiga berupa Peraturan Pemerintah (PP) dan empat lainnya berupa Peraturan Presiden (Perpres).
Ilustrasi. Foto:M Fedrik Tarigan/Jawa Pos
“(Semua) masih proses pembahasan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (21/1/2020).
Tiga PP tersebut yakni:
PP tentang Pengangkatan Ketua dan Anggota Dewan Pengawas.
PP tentang Hasil Penggeledahan dan Penyitaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
PP tentang Pengalihan Pegawai KPK menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sementara empat perpres tambahan adalah:
Perpres tentang Supervisi Pemberantasan Tipikor.
Perpres tentang Gaji dan Tunjangan Pegawai KPK.
Perpres tentang Besaran Hak Keuangan dan Fasilitas Dewan Pengawas KPK.
Perpres tentang Organisasi dan tata kerja pimpinan dan organ pelaksana KPK.
Khusus untuk Perpres tentang Organisasi KPK, lanjut dia, sifatnya baru rencana. Sebab, izin prakarsa dari Presiden Joko Widodo belum terbit.
”Sehingga belum dapat dilakukan pembahasan drafting,” katanya.(jpg)
Teh memiliki beragam manfaat untuk kesehatan. Dari mulai teh hijau, teh biasa, hingga teh chamomile atau hibiscus, punya manfaat pengobatan rumahan.
Jadi Anda jangan langsung membuang kantong teh setelah selesai dicelupkan pada secangkir air.
Karena kantong teh bermanfaat untuk kecantikan terutama kulit wajah seperti dilansir dari Pink Villa, Rabu (22/1/2020).
ILUSTRASI. Kantung teh dipercaya bisa atasi persoalan kulit wajah. (Pink Villa)
Berikut tiga manfaat teh celup:
1. Kurangi Lingkar Mata Panda
Kita sering mengeluhkan adanya lingkaran hitam dan mata bengkak. Umumnya disebabkan oleh gadget atau kurang tidur. Tetapi kantong teh bekas dapat membantu mengatasi masalah kecantikan ini dengan mudah.
Caranya, simpan kantong teh di dalam freezer selama 30 hingga 40 menit. Lalu letakkan di mata hingga 15 menit untuk mengurangi bengkak dan lingkaran hitam.
2. Pengelupasan Kulit Mati
Anda dapat merobek kantong teh bekas dan menggunakan daun teh bekas untuk membuat scrub untuk pengelupasan kulit.
Lulur daun teh bekas bisa membersihkan pori-pori dan menghilangkan kotoran dari kulit serta mengangkat sel-sel kulit mati. Ini memungkinkan kulit lebih bercahaya dan menyerap nutrisi.
3. Hilangkan Noda Hitam Paparan Sinar UV
Kantong teh dingin dapat membantu menenangkan kulit. Jika kulit rentan terhadap ruam dan terbakar sinar matahari, Anda dapat membekukan atau mendinginkan kantong teh bekas hingga 30 menit.
Lalu meletakkannya di daerah yang terkena sinar matahari selama 15 hingga 20 menit atau selama dibutuhkan untuk menjadi normal. Sehingga membantu menenangkan kulit yang meradang dan mengurangi ruam atau luka bakar.(jpg)
batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Prasetyo Rachmat Purboyo, mengatakan, pihaknya akan mengerahkan 700 personel dalam pengamanan Tahun Baru Imlek 2020.
Pengamanan difokuskan ke sejumlah tempat ibadah sepperti kelenteng, vihara dan pusat keramaian.
“Kita kerahkan dua per tiga kekuatan Polresta dalam pengamanan. Sehingga perayaan Imlek nanti akan meriah dan kondusif,” kata Prasetyo di Mapolresta Barelang, Selasa (21/1/2020).
Prasetyo menjelaskan, peng-amanan untuk kelenteng dan vihara nantinya tersebar di kawasan Batam Center, Windsor dan Seipanas.
Ilustrasi personel kepolisian. Polresta Barelang mengerahkan 700 personel untuk mengamankan perayawan Tahun Baru Imlek 2020. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Untuk jumlah kelenteng dan vihara masih kita data. Nanti berapa jumlah personel yang ditugaskan di setiap lokasi, tergantung keramaian dan permintaan,” kata Prasetyo.
Kemudian, sambung Prasetyo, pengamanan juga meliputi seluruh rangkaian kegiatan masyarakat, dari sebelum perayaan, hingga nantinya seluruh rangkaian acara perayaan selesai.
“Nantinya kita lakukan sterilisasi terhadap beberapa vihara yang akan digunakan dalam perayaan Imlek tersebut,” kata Prasetyo.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat bisa segera melaporkan apabila menemukan adanya gangguan keamanan di daerahnya masing-masing.
“Harus tetap utamakan aspek keselamatan, baik saat meninggalkan rumah, di jalan serta di tempat ibadah,” tutupnya.(opi)