Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10844

Bin Container Sampah di Kota Batam Minim, Kepala DLH Ngomong Begini

0

batampos.co.id – Bin container sampah di Batam sangat minim. Tercatat hanya ada 112 unit bin container yang ada di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang kondisinya masih layak.

Padahal untuk kebutuhan Batam minimal harus 200 bin container. Dari data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bin container yang masih dalam kondisi baik tersebar di sembilan kecamatan yang ada di mainland.

Yakni di Sekupang 16 unit, di Nongsa 13 unit, di Bengkong 11 unit, Sagulung 11 unit, Batuaji 11 unit, Batuampar 10 unit, Batam Kota 19 unit, Lubukbaja 10 unit dan di Seibeduk 11 unit.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herman Rozie, mengatakan, selain kondisi yang masih bagus, ada sekitar 32 unit bin container yang sudah rusak ringan.

Sementara yang sudag rusak ada 69 unit dan kini sudah terduduk di TPA Punggur.

“Lain lagi kalau bin container yang melekat di armada. Itu jumlahnya ada sekitar 38 unit. Jadi dengan jumlah semua itu, artinya bin container masih butuh banyak,” katanya.

Bin container sampah Kota Batam sangat minim. Rencananya pada 2020, DLH akan menambah jumlah bin container. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ia mengatakan, di 2020 mendatang, pihaknya sudah menganggarkan untuk pembelian 20 bin container. Di mana satu bin container harganya sekitar Rp 44,5 juta.

“Jadi yang dianggarkan 2020 itu hanya 20 unit saja. Dan kita berharap tahun-tahun berikutnya bisa bertambah,” katanya.

Meski jumlah bin conatiner berkurang, tetapi pengangkutan sampah sejauh ini tidak ada masalah.

TPS di semua kecamatan pun sejauh tidak ada kendala meski diakui, bahwa jumlah TPS pun masih kurang.

“Kalau dibilang kurangm ya tetap kurang. Tapi intinya, apa yang ada sekarang kita maksimalkan sebaik mungkin. Pelayanan kepada masyarakat tetap kita utamakan,” ujarnya.

Sementara ketua komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean mengatakan, dengan anggaran yang terbatas saat ini, pembelian bin container memang tidak bisa langsung banyak.

Tetapi ia yakin dengan jumlah bin container yang ada sekarang pelayanan akan tetap maksimal.

“Jadi menurut saya tidak ada kendala. Kalau bin container yang masih rusak ringan masih bisa digunakan. Dan saya berharap untuk tahun 2021 mendatang jumlah pengadaan bin container ini akan semakin banyak,” katanya.

Terkait jumlah TPS yang terbatas, ia berharap ada koordinasi antara Pemko, BP Batam dan masyarakat.

“Jadi harus ada kesepahaman dan saling pengertian mengenai titik TPS ini. Intinya tugas kita bersama untuk menjadikan Batam menjadi kota yang rapi dan bersih,” katanya.(ian)

Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman Daftar Batam 2

0

batampos.co.id – Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman, Olfriady Letunggamu mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Batam.

Pria yang akrab disapa Osco itu mendaftarakan di dua partai yakni Gerindra dan Demokrat.

Ketua Tim Osco Untuk Batam 2, Boy, mengatakan, Osco merupakan sosok muda yang dapat mewakilkan kaum intelektual dan pengusaha di Kota Batam.

“Keberhasilannya mendatangkan investor terpampang jelas dengan banyaknya pemberitaan mengenai dirinya baik mengunjungi investor di luar negeri bersama pemerintah maupun kunjungan para menteri dan duta besar ke kamar dagang dan industri Indonesia (KADIN) yang disambut langsung oleh Osco,” ucapnya, Kamis (14/11/2019).

Ketua Umum Perhimpunan Alumni Jerman, Olfriady Letunggamu mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Batam di Partai Demokrat. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

Kata dia, Executive Advisor di Indonesian Business Council Australia itu diyakini akan membawa investor kembali melirik dan menanamkan modalnya di kota Batam.

“Motivasi Osco maju sebagai calon Wakil Wali Kota Batam untuk menjadi semangat baru sehingga dapat membangkitkan semangat angkatan muda dalam bekerja dan berkarya,” jelasnya.

Osco lanjutnya akan memenuhi seluruh persyaratan untuk maju pada Pilwako 2020.

“Kalau sudah lengkap dan tidak ada halangan serta rintangan, Osco pasti akan mengembalikan formulir pendaftaran ini,” ujarnya.(iwa)

Mengintip Sayuran Hidroponik di SMKN 6 Batam

0

batampos.co.id – Sekolah tidak hanya mendidik para siswa/siswinya dalam hal mendapatkan ilmu pengetahuan dari lembaran buku.

Selain itu proses belajar mengajar juga tidak hanya dilakukan dalam ruangan kelas, namun juga bisa di luar ruangan.

Seperti yang dilakukan oleh SMKN 6 Batam. Sekolah tersebut memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam hidroponik.

Jumat (15/11/2019) batampos.co.id berkesempatan melihat langsung bagaimana para tenaga pendidik di SMKN 6 bercocok tanam.

Hidroponik yaitu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah. Media tanam yang digunakan berupa air yang telah dicampur dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman.

Kepala sekolah SMKN 6 Batam, Deden Suryana, mengatakan, bercocok tanam hidroponik di lingkungan sekolah sangat banyak manfaatnya.

Seperti membuat lingkungan sekolah menjadi lebih nyaman serta dapat menjadi bahan edukasi untuk para siswa/siswinya.

Kegiatan tersebut lanjutnya dilakukan sejak 2017 lalu. Bibit tanaman hidroponik didapatkan pihaknya sekoalh dari Bank Indonesia.

Kepala sekolah SMKN 6 Batam, Deden Suryana (kiri) bersama Betty Deviana dan Dita Anggun Meirani, memperlihatkan jus dari olahan tanaman hidroponik yang ditanam di lingkunagn sekolah mereka. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Serta meningkatkan jiwa wirausaha anak-anak didik SMKN 6 Batam. Aktivitas tersebut lanjutnya dilakukan di lahan sekolah dengan luas 15×20 meter.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada warga sekolah untuk mencintai lingkungan,” ujarnya

Adapun jenis tanaman hidroponik yang ditanam, yaitu sawi, pak coy, samhong, cabai keriting, dan cabai setan.

“Perawatan tanaman hidroponik ini cukup mudah, kita hanya mengontrol campuran air dan nutrisi,” ungkap Betty Deviana selaku guru kimia SMKN 6 Batam.

Sayur sawi yang ditanam dengan cara hidroponik di SMKN 6 Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Menariknya, tanaman hidroponik ini disulap menjadi jus yang sangat bermanfaat dan dijual ke masyarakat luas.

“Jus ini diolah dari sayuran, lemon, nanas, susu, dan sedikit gula,” kata dia.

“Banyak sekali manfaat dari jus ini, seperti anti oksidan, menguatkan tulang, menyehatkan mata, dan mencegah kanker,” sambung Dita Anggun Meirani, guru Bahasa Indonesia SMKN 6 Batam.

Dari kegiatan tersebut pihak sekolah menjual jus hasil olahan sayuran di lingkungan sekolah dan di luar sekolah.

Dengan harga Rp 5 ribu untuk warga lingkungan sekolah dan Rp 8 ribu untuk masyarakat sekitar. Dengan ukuran 250 mililiter

“Kalau untuk cup dan botol kita jual Rp 15 ribu,” ujarnya.

Sementara untuk sayuran hidroponik seperi sawi, samhong dan pachoy, pihaknya menjual dengan harga Rp 30 ribu per kilogramnya.

Dita berharap tanaman hidroponik di SMKN 6 Batam dapat masuk ke Usaha Kecil Menengah (UKM) dan dikenal oleh masyarakat, khususnya di Kota Batam.(nto)

Efektif Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha, BPJS Kesehatan Cabang Batam Kembali Gelar CoEx.

0

batampos.co.id – CoEx atau Complience Express for Company merupakan inovasi
BPJS Kesehatan yang dilakukan sebagai upaya untuk mendorong kepatuhan badan usaha
dalam mendaftarkan tenaga kerja, keluarga, pelaporan gaji yang benar kepada BPJS
Kesehatan.

Setelah berhasil diimplementasikan pada bulan Agustus lalu, Maihendra selaku Kepala
Bidang Perluasan Peserta dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Batam, mengaku,
kegiatan ini dinilai sangat efektif untuk mendorong kepatuhan badan usaha
khususnya di wilayah Kota Batam.

Karena itu pihaknya kembali menggelar kegiatan tersebut pada hari Selasa (12/11) sampai dengan Jumat (15/11/2019) di Aula PIH Batam Center.

“Agustus lalu, untuk pertama kalinya kami mengimplementasikan CoEx dengan
mengundang beberapa badan usaha yang berpotensi tidak patuh untuk datang ke kantor,
agar lebih efektif dan kondusif sekarang kita laksanakan di Aula PIH,” kata Maihendra.

Menurutnya, kegiatan di PIH ini sudah ketiga kalinya di lakukan sepanjang Agustus hingga
November yaitu bulan September, Oktober, dan November ini.

Pegawai BPJS Kesehatan memberikan penjelasan kepada masyarakat yang hendak mendaftar sebagai peserta JKN-KIS. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Jumlah itu menurut Maihendra belum termasuk kegiatan CoEx yang dilakukan di kantor dan 1 (satu) kali di Karimun.

Dalam kurun waktu tersebut menurutnya, 438 badan usaha di wilayah Batam dan Karimun telah diundang untuk melaksanakan CoEx.

“Sampai hari ini sudah 438 badan usaha yang kami undang, khusus CoEx yang
dilaksanakan minggu ini, kami mengundang 144 badan usaha yang berpotensi tidak patuh,” kata Maihendra.

Dari 438 badan usaha yang diundang, CoEx memberikan hasil berupa penambahan pekerja serta pendapatan iuran. Penambahan pekerja tersebut didapat dari selisih data BPJS Kesehatan dengan data yang dilaporkan badan usaha ke Dinas Tenaga Kerja.

“Sampai dengan bulan September kemarin total penambahan pekerja yang didapat dari
CoEx adalah 2.229 jiwa. Dengan biaya yang minimal, hasilnya maksimal,” kata Maihendra.

Lisna selaku HRD PT Prawira Utama Bhakti selaku salah satu badan usaha yang diundang
untuk melaksanakan CoEx mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan.

Tidak hanya untuk BPJS Kesehatan tapi juga untuk badan usaha.

“Positifnya CoEx ini, perusahaan lebih mudah memantau data pekerja,baik iuran maupun
kepesertaannya. Jadi semuanya selesai,” kata Lisna.

Dengan CoEx ini diharapkan BPJS Kesehatan dapat meningkatkan kepatuhan badan
usaha, terutama badan usaha yang tidak mendaftarkan 100% pekerjanya sehingga seluruh pekerja dapat dijamin kesehatannya melalui program JKN-KIS.(*)

Lakukan Pencegahan dan Penanganan Kecurangan, BPJS Kesehatan Kumpulkan Manajemen Faskes

0

batampos.co.id – Dalam rangka menyambut implementasi Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Penanganan Kecurangan serta
Pengenaan Sanksi Administrasi terhadap Kecurangan dalam Program Jaminan Kesehatan
Nasional, BPJS Kesehatan mengundang pimpinan rumah sakit, kepala dinas kesehatan,
asosiasi profesi, dan Tim TKMKB provinsi untuk mengikuti kegiatan pertemuan manajemen faskes dan pemangku kepentingan se-Provinsi Riau, Kepulauan Riau dan Jambi di Batam pada Kamis (14/11/2019).

Ari Dwi Aryani selaku Deputi Direksi Wilayah Sumbagteng dan Jambi BPJS Kesehatan,
mengatakan, bahwa sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya untuk pengembangan budaya
pencegahan kekurangan sebagai langkah untuk edukasi budaya anti kecurangan.

Ia mengatakan untuk penyelenggaraan program JKN yang lebih baik di masa mendatang
dibutuhkan persamaan persepsi antara pihak penyelenggara JKN, dengan seluruh
stakeholder terkait dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk persamaan persepsi, antara BPJS Kesehatan
dengan manajemen rumah sakit serta instansi yang menjadi mitra kita karena mencegah
fraud demi JKN-KIS yang bebas kecurangan merupakan tugas bersama,” kata Ari.

Masyarakat mengantre di kantor BPJS Kesehatan Cabang kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ari juga mengatakan bahwa dengan pertemuan tersebut diharapkan seluruh pemangku
kepentingan dapat meningkatkan sinergi untuk pencegahan dan penanganan kecurangan
dalam program JKN-KIS.

“Diharapkan sinergi yang sudah berjalan dengan baik selama ini dapat berlanjut semakin
baik, demi jaminan kesehatan yang berkualitas di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan
Jambi” kata Ari.

Raisa Annisa selaku Spesialis Penelitian dan Pengembangan Muda Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), mengatakan, bahwa kecurangan di dalam program JKN dapat dilakukan oleh beberapa pihak yakni peserta JKN-KIS, fasilitas kesehatan, penyedia obat dan alat kesehatan serta pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, KPK selama ini fokus pada sektor kesehatan dan program JKN karena selain
menyangkut hajat hidup orang banyak dan melibatkan anggaran yang besar, hal tersebut
dikarenakan besarnya potensi penyimpangan yang dapat dilakukan.

“Untuk itu dibentuklah Permenkes No 16 Tahun 2019 tersebut untuk pencegahan, deteksi,
dan juga penyelesaian,” kata Raisa.

Dalam hal penanganan kecurangan ini, KPK tidak berdiri sendiri melainkan bersama dengan BPKP, Kementerian Kesehatan, asosiasi faskes dan profesi yang relevan serta BPJS Kesehatan sendiri.(*)

Aduh, TKI Bawa 1,5 Kilogram Sabu Dari Malaysia

0

batampos.co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri menangkap satu TKI ilegal yang juga berperan sebagai kurir sabu, Ta, 47, di Pantai Terih, Sambau, Kamis (14/11/2019) pukul 00.15.

Dari Ta polisi mengamankan narkoba jenis sabu seberat 1,5 kilogram. Berdasarkan keterangannya, sabu didapatkan dari seseorang dengan panggilan Botak di Malaysia.

“Kami amankan pelaku saat berjalan menuju arah jalan besar di kawasan Pantai Terih, Sambau,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Yani Sudarto, Kamis (14/11/2019).

Sehabis mengamankan Ta, polisi berusaha melakukan pengembangan atas kasus ini. Berdasarkan keterangan Ta, ia diminta menuju ke kawasan Botania.

Sesampai di sana, Taufik diminta oleh Botak untuk menunggu instruksi lebih lanjut.

Ta, TKI ilegal yang juga berperan sebagai kurir sabu, diamankan polisi di Pantai Terih, Sambau, Kamis (14/11/2019) pukul 00.15. Foto: Dokumentasi Polda Kepri untuk batampos.co.id

“Kami bawa pelaku ini ke Botania menunggu instruksi bandarnya. Tapi setelah cukup lama kita tunggu tidak ada arahan dari sang bandar. Kami berusaha menghubungi nomor bandarnya, sudah tidak aktif lagi,” ungkap Yani.

Kepada penyidik, Ta mengaku baru sekali membawa narkoba. Ia nekat membawa haram itu karena tergiur upah sebesar Rp 30 juta setelah barang tersebut sampai ke pembeli.

“Dijanjikan begitu, tapi uangnya belum diberikan,” tutur Yani.

Dalam keterangan itu Yani menyampikan jika penangkapan terhadap Taufik bermula dari informasi masyarakat.

Informasi tersebut menyebutkan bahwa ada TKI ilegal yang datang dari Malaysia mendarat di Pantai Terih dengan membawa narkoba.

“Informasinya valid, memang ada kurir sabu,” ucap Yani.

Sabu yang diamankan polisi tersebut, bungkusnya mirip dengan beberapa barang bukti diamankan Polda Kepri maupun BNN. Sabu seberat 1,5 kilo itu dibungkus plastik teh China.(ska)

BP Batam Alokasikan Rp 740 Juta untuk Stadion Temenggung dan Sei Harapan

0

batampos.co.id – Tahun 2019, Badan Pengusahaan (BP) Batam menganggarkan Rp 740 juta untuk perawatan dan pemeliharaan Stadion Tumenggung Abdul Jamal di Mukakuning dan Stadion Sei Harapan di Sekupang.

Adapun biaya tersebut terdiri dari Rp 680 juta untuk biaya perawatan kawasan olahraga Temenggung Abdul Jamal, termasuk di dalamnya stadion sepakbola dan juga gelanggang olahraga (GOR)-nya.

Sedangkan Rp 60 juta untuk perawatan Stadion Sei Harapan, namun baru terserap sekitar 30 persen saja.

“Rp 680 juta itu untuk biaya perawatan, potong rumput, listrik, air dan pemeliharaan lainnya,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, Kamis (14/11).

“Untuk luas Tumenggung yang mencapai 22 hektar, anggarannya masih kecil. Kalah jauh dari Stadion Gelora Citramas,” jelasnya lagi.

Hingga saat ini, untuk mengumpulkan dana yang diperlukan untuk perawatan kedua stadion tersebut, BP menyewakannya.

Ilustrasi. Stadion Temenggung Abdul Jamal. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Seperti untuk pemakaian Stadion Temenggung Abdul Jamal, biaya sewa yang diberikan saat ini masih Rp 1,4 juta per harinya. Sedangkan untuk Sport Hall, Rp 6 juta per 6 jam per kegiatan.

Dendi mengatakan tiap akhir pekan, Stadion Temenggung Abdul Jamal kerap ramai dengan aktivitas olahraga, khususnya sepak bola.

Bahkan bisa dibilang untuk sewa pemakaiannya selalu penuh di hari-hari akhir pekan.

Belum lama ini, lapangan sepak bola di stadion itu pernah dipakai untuk turnamen sepak bola persahabatan, antara Indonesia melawan Singapura. Sebelumnya, timnas sepak bola Indonesia juga pernah latihan di sana. Memang, di luar akhir pekan kegiatan olahraga yang digelar di sana terbilang minim.

Sedangkan Stadion Sei Harapan masuk dalam pengajuan aset tahap kedua dari BP ke Pemko Batam.

Keduanya hingga saat ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Makanya hingga saat ini, BP tidak menganggarkan biaya untuk memperbaiki pagar beton yang rusak, karena belum jelas statusnya dan juga takut menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Meski kondisinya kurang terawat, stadion seluas 1,5 hektar tersebut banyak dipakai anak-anak main sepak bola.

Selain olahraga, kegiatan yang sifatnya pelayanan kepada masyarakat juga digelar di Stadion Sepak Bola Sei Harapan. Seperti untuk salat Ied, dan lain sebagainya. Sifatnya kebanyakan gratis.(leo)

Tenaris Salurkan Rp 273 Juta untuk 96 Siswa di Kota Batam

0

batampos.co.id – Guna mendukung meningkatkan pendidikan di Kota Batam, Tenaris, pemasok utama pipa tabung dan layanan terkait untuk industri energi Indonesia menyelenggarakan Merit Student Award, di SMKN 6 Kota Batam, Jumat (15/11/2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu program investasi sosial andalan untuk dunia pendidikan.

Menariknya pada 2019 ini, program Merit Award diberikan kepada 96 siswa dari 8 sekolah.

Di antaranya dua Sekolah Menengah Pertama (SMP), tiga Sekolah Menengah Atas (SMA), dan tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan total lebih dari Rp 273 juta.

“Ini merupakan program ke 4 yang diadakan di Batam dan ke 10 kalinya diadakan di Indonesia yang dilakukan oleh Tenaris,” ujar Managing Director Tenaris Indonesia, Martin Castro.

Kegiatan ini kata dia baru pertama kali diadakan di Batam dan sebelumnya setiap tahun dilaksanakan di Cilegon, Provinsi Banten.

Asisten Administrasi Umum Pemko Batam, Zarefriadi, memberikan bantuan kepada salah seorang siswa pada kegiatan Merit Award. Merit Award merupakan salah satu program investasi sosial andalan untuk dunia pendidikan yang disalurkan oleh Tenaris. Foto: Dhiyanto/batampso.co.id

“Kami sangat yakin bahwa kami tidak akan menjadi perusahaan yang sukses tanpa dukungan dari masyarakat dimana kami beroperasi,” ujarnya.

“Kami menginginkan masa depan yang lebih cerah dan cara terbaik adalah berinvestasi dalam hal pendidikan,” kata dia lagi.

Program CSR ini lanjutnya, sekaligus mendukung program pemerintah dengan memberikan solusi dalam pendidikan dan sejalan dengan program investasi sosial.

Tenaris kata dia, mengalokasikan dananya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Batam.

Selain dari program Merit Award, pada tingkat global dan domestik, pihaknya memberikan beasiswa kepada mahasiswa program sarjana melalui Program Pendidikan Roberto Rocca.

Kepala Sekolah SMKN 6 Batam, Deden Suryana, mengatakan, pemberian anugerah prestasi dan bantuan dari Tenaris, salah satunya panggung beserta lapangan olah raga di sekolah yang dipimpinnya.

Bantuan tersebut lanjutnya diberikan pada 2018 lalu.

“Ssaya sangat berterima kasih banyak kepada Tenaris karena ditunjuk sebagai tuan rumah pada acara ini,” jelasnya.(nto)

Disperindag Temui Kemendag Bahas Pasar Induk

0

batampos.co.id – Pembahasan revitalisasi Pasar Induk Jodoh terus berjalanjut. Kini Disperindag Kota Batam tengah mengunjungi Kementrian Perdagangan (Kemendag) guna membahas revitalisasi Pasar Induk yang dikabarkan menelan biaya Rp 200 miliar.

“Saat ini sedang melapor di Kemendag untuk membahas kelanjutan revitalisasi pasar induk,” sebut Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, Jumat (15/11/2019).

Puing-puing bekas bangunan kios pedagang Pasar Induk, Jodoh pasca penertiban oleh Tim Terpadu Kota Batam, Kamis (31/10/2019) lalu. Saat ini Disperindag Kota Batam sedang melakukan pembahasan dengan Kemendag mengenai revitalisasi pasar tersebut. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Baca Juga: Pedagang Minta Pemko Batam Buka Pagar di Samping Pasar Induk Jodoh, Alasannya Mengejutkan

Kemendag, kata Gustian, sudah menyetujui anggaran Rp 200 miliar. Dalam DED yang telah disusun, pasar induk nantinya menjadi pasar modern dengan fasilitas lengkap sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Masih menunggu hasil laporan dari Kemendag. Perihal lahan pedagang sejauh ini tak ada masalah, dan juga akan dibahas disini,” singkatnya.(zis)

DPD PAN Berencana Gelar Penjaringan

0

batampos.co.id – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari DPP dalam menggelar penjaringan bakal calon kepala daerah yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Batam tahun 2020 mendatang.

“Kami juga intens menjalin komunikasi dengan bakal calon dan partai politik lainnya,” ujar Ketua DPD PAN Kota Batam, Safari Ramadan, Jumat (15/11/2019) siang.

Anggota DPRD Kota Batam itu menjelaskan, untuk penjaringan akan dilakukan serentak se-Kepri.

Hingga saat ini, ia belum dapat memastikan apakah akan mengikuti Pilkada Batam 2020. Pasalnya saay ini, ia masih menunggu rancangan akhir peraturan KPU.

Bendera PAN. Foto: Jawa Pos

“Kalau partai sih meminta saya maju pilkada. Tinggal saya nanti menunggu putusan KPU apakah bisa cuti atau tidak,” terangnya.

Pihaknya juga mengklaim ada beberapa parpol intens berkomunikasi seperti misalnya PKS, Gerindra, Hanura dan Demokrat.

Pada penjaringan Partai PAN, hasilnya diserahkan ke DPP. Selanjutnya kata dia, dari DPP memiliki kewenangan penuh siapa yang berhak mendapatkan rekomendasi dan dukungan dari PAN maju pada Pilkada Batam mendatang.

Sebelumnya, Ketua PAN Kepri Hamid Rizal menegaskan, pihaknya tetap membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilkada 2020.

PAN menunggu rancangan akhir peraturan KPU. PAN sengaja tak mau buru-buru ikut-ikutan parpol lain membuka penjaringan karena ingin melihat lebih matang.

Siapa saja kader yang berpotensi bisa menang dalam Pilkada Kepri maupun Batam, tak peduli apakah itu kader internal maupun kandidat berpotensi di luar PAN.(gas)