Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10894

ATB Terpilih Mewakili Kepri Jadi Nominator OSHNET Award Se ASEAN

0

Tim verifikator dari Kementerian Ketenagakerja RI saat melakukan penilaian langsung ke area Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang. ATB terpilih mewakili Kepri jadi nominator OSHNET Award Se ASEAN.

Sebagai perusahaan pelayanan publik di bidang air bersih, ATB turut peduli terhadap penerapan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan baik. Komitmen ATB melaksanakan penerapan K3 yang dipadukan dengan penerapan teknologi informasi, menjadikan ATB sebagai perusahaan air terbaik dengan standar keselamatan kerja tinggi.

Dedikasi ATB dipilih oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Disnaker Provinsi Kepri untuk masuk dalam nominasi Occupational Safety And Health Network (OSHNET). OSHNET Award diberikan atas apresiasi terhadap perusahaan se-ASEAN, yang dalam kurun waktu 3 tahun berturut-turut nihil kecelakaan kerja (zero accident), menerapkan SMK3, Program Penanggulangan dan Pencegahan bahaya HIV/AIDS, serta memiliki keunggulan dalam penerapan K3.

“Tentu ini sebuah kebanggan bagi kita (ATB-red), bagi kota Batam dan Indonesia secara keseluruhan. ATB sebagai perusahaan air yang berada di daerah mampu dilirik Kemenaker untuk masuk dalam 6 nominator penerima penghargaan dibidang K3,” jelas Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Senin (14/10).

ATB menjadi salah satu nominator dari 6 perusahaan yang dipilih setelah melewati seleksi penyaringan secara ketat. Total 445 ribu perusahaan yang masuk dalam dalam penilaian, diseleksi menjadi 700 perusahaan. Kemudian disaring lagi jadi 10 besar perusahaan, hingga dipilih 6 perusahaan.

Nominator yang terpilih dilakukan verifikasi atau penilaian di masing-masing perusahaan, untuk nanti dipilih satu perusahaan mewakili Indonesia menerima penghargaan OSHNET se-ASEAN yang berlangsung di Laos 2020 mendatang.

“Capaian ini merupakan kepercayaan dari pemerintah, melalui Kemenaker, yang mengapresiasi pelaksanaan K3 di ATB. Penghargaan ini memang bukan tujuan utama, namun penghargaan bisa dijadikan sebagai bukti komitmen direksi bahwa sistem manajemen K3 dijalankan dengan sungguh-sungguh sesuai standar di ATB,” jelas Maria.

Proses penilaian dari tim Kemenaker di ATB terbagi dalam dua kategori, yakni penilaian dokumen dan penilaian aktual di lapangan. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang jadi objek penilaian, sebagai IPA terbesar memproduksi air di Batam berkapasitas 2.200 liter per detik.

“Tim penilai melakukan verifikasi di area IPA Duriangkang, karena merupakan area instalasi pengolahan terbesar dan banyak penerapan K3, termasuk terdapat potensi-potensi bahaya,” ujar Maria.

Setelah mengunjungi area IPA Duriangkang, ATB mendapatkan masukan-masukan positif dari tim Kemenaker. Hal ini untuk memastikan bahwa penerapan sistem manajemen K3 di lingkungan ATB berjalan dengan baik. Meski penerapan pelaksanaan sistem manajemen K3 tidak sepenuhnya sempurna, namun ATB berkomitmen untuk terus melakukan continuous improvement di berbagai bidang.

“Hasil penilaian di lapangan penerapan K3 di ATB sudah cukup bagus dan memastikan konsistensi penerapan K3 di ATB bisa dipertahankan,” ujar Maria.

Sebagai perusahaan air terkini mengusung konsep smart water company, ATB tentu merasakan manfaat dari ajang OSHNET Award. Terlebih dapat mewakili Indonesia dilevel ASEAN akan meningkatkan nilai dan daya saing posisi ATB di kancah dunia.

“ATB bisa membuktikan sebagai perusahaan air bersih yang tak terganti. Melalui kesempatan ini kita bisa membuktikan ATB tidak hanya berbicara di level Batam, namun bisa berbicara di level yang lebih tinggi, tidak hanya di Indonesia namun bisa dilevel ASEAN,” kata Maria

Lebih dari itu, penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi ATB. ATB mampu menjadi pelaksana penerapan sistem K3 dengan baik. ATB bahkan sudah sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Harapannya, ini bukan hanya kebanggaan, namun bisa dibuktikan.

“Mengabdi selama 24 tahun melayani air bersih bagi penduduk Batam, ATB merupakan satu-satunya perusahaan air minum di Indonesia yang mendapatkan penghargaan, baik level nasional maupun internasional,” jelas Maria.

Hasil penilaian di lapangan, penerapan K3 di ATB sudah cukup bagus dan memastikan konsistensi penerapan K3 di ATB bisa dipertahankan. Tim verifikator sudah cukup puas setelah meninjau langsung ke lapangan, ATB sudah cukup baik menjalankan sistem penerapan K3.

“Kita berharap ATB bisa mendapat penghargaan ATB OSHNET Award, tinggal bagaimana mengeksplor kekuatan yang dimiliki ATB. Dari enam tim penilai dimasing-masing perusahaan akan bersaing menjadi yang terbaik,” harap Maria.

Penghargaan OSHNET diberikan atas apresiasi terhadap Perusahaan yang nihil kecelakaan kerja (zero accident) dalam kurun waktu 3 tahun berturut-turut, menerapkan SMK3, Program Penanggulangan dan Pencegahan bahaya HIV/AIDS, serta memiliki keunggulan dalam penerapan K3. (*)

Tempat Pembuangan Sementara di Bengkong Bau dan Kotor

0

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat mengeluhkan keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) sampah di kawasan pinggir jalan Sungai Nayon, Bengkong.

Tak hanya terlihat kotor, aroma busuk dari sampah tercium saat melintasi jalan tersebut. Pantaun Batam Pos, terlihat beberapa kontainer penuh sampah berada di pinggir jalan.

Bahkan ada sampah yang akhirnya bertebangan ke pinggir jalan karena kontainer sudah penuh.

Agus, warga Bengkong, baru mengetahui adanya TPS sampah di kawasan tersebut. Padahal dulu, lokasi tersebut sudah bebas dari sampah.

“Dulu tak ada lagi TPS di sana, sekarang ada lagi,” jelas Agus.

Ilustrasi tumpukan sampah di pinggir jalan. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Menurut dia, kondisi tersebut sangat disayangkan, karena tumpukan sampah langsung terlihat warga yang lewat.

Ditambah aroma busuk tercium dari sampah tersebut.

“Sayang saja sampah di pinggir jalan. Kotor dan bau,” imbuh Agus.

Hal senada dikatakan Rosma warga lainnya. Ia berharap pemerintah, khususnya Kecamatan Bengkong kembali membersihkan lokasi tersebut dari sampah. Sebab, itu jalan baru yang banyak dilalui warga.

“Sayang saja, jika harus kotor lagi. Harusnya, pemerintah bisa menempatkan lokasi TPS yang tepat biar tak terlihat kotor gitu,” imbuhnya.

Bahkan, Rosma, sempat mendengar adanya rencana TPS di dalam kawasan PT Harmoni Mas.

Namun, ternyata ia malah melihat kontainer sampah ada di luar kawasan PT tersebut.

“Kemarin katanya sudah ada lokasi TPS, tapi kok tetap diluar seperti dulu. Bedanya dulu seberang jalan ini,” ungkap Rosma.(she)

KRI Bima Suci Datang Lagi

0

batampos.co.id – Kapal Repubik Indonesia (KRI) Bima Suci kembali berlabuh di dermaga Pelabuhan Batuampar, Batam, Senin (14/10). Batam merupakan wilayah pertama di Indonesia yang disinggahi setelah kapal tersebut mengunjungi delapan negara di kawasan Asia.

Kedatangan Kapal Layar Latih milik TNI Angkatan Laut (AL) ini disambut antuasias warga Batam. Terutama pelajar dari sejumlah sekolah, mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA.

Jovan Ray, murid TK Hang Tuah, Belakangpadang, tampak terpukau pertama kali melihat kedatangan KRI Bima Suci ini. Apalagi, melihat puluhan taruna TNI AL melambaikan tangan saat KRI Bima Suci hendak bersandar.

“Kapalnya besar banget, ba­gus. Banyak om-om tenta­ra,” ujar Jovan dengan penuh kagum.

Ia mengaku baru pertama kali melihat kapal besar dengan tiang layar yang sangat banyak.

Meski pertama kali melihat KRI Bima Suci, ia senang bisa langsung naik dan melihat-lihat apa saja yang ada di atas kapal. “Biasanya lihat kapal-kapal kecil saja. Tadi naik ke atas, bagus bisa lihat ke bawah laut,” ujarnya, polos.

Hal senada dikatakan Jordan, pelajar SMPN 59 Batam. Ia yang datang bersama rombongan pelajar lainnya kagum melihat kecanggihan KRI Bima Suci.

“Sebelumnya, waktu SD sudah pernah juga naik ke atas kapal. Bentuknya masih sama, tak ada yang berubah. Cuma senang saja, bisa naik lagi ke sini,” ujar pelajar kelas VIII ini.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Sementara, Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI, Arsyad Abdullah, mengatakan KRI Bima Suci adalah kapal latihan TNI AL setelah KRI Dewa Ruci tak berlayar lagi. Saat ini, Kapal Bima Suci mengangkut Taruna dan Taruni (AL) Angkatan ke-66 yang tergabung dalam satuan Latih (Satlat) Kartika Jala Krida (KJK) tahun 2019.

“Jadi, kapal ini digunakan sebagai sarana latihan, sehingga nantinya taruna bisa menjadi pewira yang melaksanakan tugas TNI AL dengan baik,” ujarnya.

Menurut dia, selama perjalanan mengarungi laut, para taruna akan belajar dengan kondisi alam, seperti bulan, bintang, matahari, teluk, tanjung dan lainnya. Para taruna juga belajar bagaimana cara berbaur dan memahami karakter masyarakat dari daerah berbeda.

“Selain itu, taruna juga berkunjung ke instansi pemerintahan, salah satunya di Batam. Ini juga ajang promosi kepada pelajar tingkat SMA, sehingga nantinya mereka bisa tertarik untuk jadi taruna AL,” jelas Arsyad.

Di tempat yang sama, Komandan KRI Bima Suci 945, Letkol Laut (P) Waluyo menjelaskan KRI Bima Suci bersandar selama tiga hari di Batam, yakni hingga tanggal 16 Oktober. Kapal tersebut mem­bawa 83 taruna, 11 di an­taranya adalah taruni. Kemudian 90 Satgas TNI AL dari seluruh Indonesia.

Selama berlayar di 2019, KRI Bima Suci telah mengunjungi delapan negara di Asia. Di antaranya Filipina, Korea Selatan, Jepang, Tiongkok, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Myanmar. Batam merupakan wilayah pertama di Indonesia yang dikunjungi setelah kunjungan ke delapan negara Asia tersebut.

“Di Indonesia wilayah terakhir yang akan kami singgahi adalah Bali, setelah dari Bali kami ke Australia, baru kembali lagi ke Indonesia,” jelas Waluyo.

Setelah kapal bersandar, taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 66 yang sedang melakukan diplomasi maritim, menyambangi Kantor Wali Kota Batam, Senin (14/10) siang. Rombongan diterima Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

Dalam kesempatan ini, Amsakar mengaku berbahagia menerima para taruna. Apalagi kegiatan dalam rang­ka satuan Latih (Satlat) Kartika Jala Krida (KJK) tahun 2019 menyambangi berbagai negara dan daerah, termasuk Batam.

“Kami berbahagia dikunjungi, karena tidak banyak daerah yang dikunjungi, hanya Batam, Bali, Banyuwangi. Mudah-mudahan bisa diinfokan lebih luas tentang Batam. Sekarang Batam sedang membangun infrastruktur untuk pariwisata. Kita punya masjid terbesar di Sumatera yang baru saja diresmikan,” tutur Amsakar

Selain itu, ia juga berharap para kadet bisa memotivasi anak-anak Batam untuk mengikuti jejak langkah mereka. Karena dalam kunjungan tiga hari di Batam, mereka juga akan sosialisasi di beberapa sekolah.

“Kami harap bisa menimbulkan minat bagi anak muda Batam untuk memilih taruna sebagai salah satu peluang pendidikan yang bisa mereka tekuni,” ujarnya. (she/iza)

Cobaan Sang Presiden

0

Presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Ma’ruf Amin segera dilantik. Jika tidak meleset, dilantik Minggu 20 Oktober 2019.

Jika kita simak di berbagai berita, banyak sekali kejadian yang “menyambut” pelantikan kedua pemimpin negara ini. Tidak sedikit pula korban berjatuhan.

Sebut saja demo dan kerusuhan mahasiswa di berbagai daerah hingga bentrok di Wamena yang seluruhnya menelan korban jiwa. Yang terbaru, tentu saja penikaman Menkopolhukam, Wiranto.

Miris memang. Di saat kompetisi demokrasi yang sempat memisahkan rakyat akibat beda pilihan berakhir, persoalan lain justru muncul. Nyaris tidak terduga sama sekali. Bak hujan di siang bolong. Semua terjadi begitu cepat. Ada yang mengaitkan rentetan peristiwa itu sebagai bagian dari upaya menggagalkan pelantikan.

Namun, tak sedikit pula yang beranggapan itu hanya setting-an. Entahlah. Biar publik yang menilai.

Terlepas dari itu semua, tidak ada salahnya juga kita mengapresiasi upaya dari pemerintah, maupun TNI/Polri. Meski banyak yang menganggap kecolongan, namun yang perlu dipahami adalah, tidak ada yang sempurna.

Kalau saya punya pendapat sendiri. Mencoba menilai secara diplomatis. Menganggap itu bagian dari cobaan. Sebuah ujian bagi sang presiden dan wakilnya, sebelum benar-benar memimpin bangsa dan negara.

Menjadi pemimpin negara di tengah situasi seperti sekarang ini tidaklah gampang. Mulai dari masalah ekonomi, konflik, terorisme, dan persoalan-persoalan lainnya menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sudah menanti. Dan tentu harus diselesaikan.

Untuk itulah, kita semua berharap agar presiden benar-benar menyiapkan tim yang tangguh. Membentuk kabinet berisikan orang-orang yang sesuai bidangnya. Tidak lagi berasaskan utang budi kepada partai politik (parpol).

Kalaupun para menteri diisi orang-orang parpol, alangkah baiknya dipilih yang berkompeten. Punya kemampuan dan kualitas untuk mem-back up kerja-kerja presiden-wakil presiden. Tidak sekadar ABS alias asal bos senang.

Saya pikir, Jokowi tidak punya beban lagi dalam memimpin bangsa ini. Sudah periode terakhir. Tidak salah jika meninggalkan kesan dan prestasi yang nantinya akan diingat generasi penerus bangsa.

Saya pikir, tidak ada salahnya juga menggandeng dan mengadopsi program-program calon penantangnya tempo hari, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tidak perlu malu atau sungkan. Ini demi masa depan bangsa dan negara.

Tidak salah pula menjadikan lawan kontestasi politik tempo hari sebagai kawan untuk berbagi ide, bertukar pikiran, atau sharing program. Dilihat dari beberapa kali pertemuan antara Jokowi-Prabowo, saya pikir itu bukanlah sebuah keniscayaan.

Rentetan persoalan yang terjadi diambil sisi positif saja. Tidak perlu panik. Tidak perlu menuding. Anggap saja sebagai cobaan sang presiden. Karena persoalan yang terjadi di bangsa ini bukan untuk dihindari. Namun diselesaikan secara bijaksana.

Semoga beragam cobaan ini dapat menguatkan hati pak presiden. Sehingga Indonesia semakin baik dan maju. (*)

51 Yachters Berkumpul di Kota Batam

0

batampos.co.id – Sebanyak 51 kapal layar atau yachters dari berbagai negara berpartisipasi dalam penggelaran Batam Bahari Festival (BBF) yang dilaksanakan Jumat (1/11/2019) hingga Senin (4/11/2019) mendatang.

Kegiatan Kepariwisataan ini bertemakan “Wonderful Sail To Abang Island 2019″ karena dipusatkan di Pulau Abang, Kota Batam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata, mengatakan, Batam mencetak sejarah baru karena menjadi tempat berkumpulnya kapal layar bonafit dari berbagai negara.

Diantaranya Australia, USA, Canada, Inggris, New Zealand, Swedia, Norwegia, Spanyol, Perancis, Belanda, Jerman, Belgia, dan Italia.

“Untuk kali pertama, satu-satunya kawasan konservasi laut Batam ini bakal jadi titik labuh yacht rally kelas dunia,” ujar Ardi kepada Batam Pos, Senin (14/10/2019).

Sejumlah yacht tiba di Tarempa dalam acara Rally sail to Anambas 2017 lalu. Tahun ini 51 yachter akan berkumpul di Pulau Abang, Kota batam pada November mendatang. Dokumentasi batampos.co.id

Menurut dia, kegiatan BBF merupakan angin segar bagi Batam. Karena dalam kegiatan itu, Batam tak hanya kedatangan yachters, namun juga media serta agen travel asing dari berbagai negara.

Ia yakin, event ini akan mengdongkrak Kota Batam di mata dunia.

“Ini kelas dunia, pastinya bukan acara main-main,’ ujarnya.

“Kalau sudah pernah digelar di sini (Batam, red), kedepannya bisa kembali digelar,” paparnya lagi.

Hal ini kata dia, akan mendongkrak Batam sebagai salah satu tujuan wisata bahari di tingkat dunia.

“Apalagi ada media dunia yang meliput,” harapan Ardi.

Ia berharap, kegiatan BBF bisa meningkatkan kunjungan wisman ke Batam yang memiliki target 2,4 juta wisman tahun 2019.

Ia yakin, semakin banyak kegiatan berbau Internasional, akan mempercepat target itu tercapai.

“Semakin banyak event di Batam, akan semakin baik, apa lagi event yang bertema bahari,” katanya.

“Karena secara geografi, Batam memang bahari. Cara tercepat untuk mendatangkan wisman adalah atraksi yang dikemas dengan event epertii ini,” jelas Ardi lagi.(she)

Nilai Ekspor Batam Turun 8,35 Persen

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor di Kota Batam mencapai 864,35 juta dolar AS di bulan Agustus 2019.

Jumlah tersebut menurun 8,35 persen dibandingkan nilai ekspor di bulan Juli 2019.

Kepala BPS Batam, Rahayuddin, mengatakan, penurunan ekspor diketahui berasal dari sektor migas yakni gas alam sebesar 50,89 persen atau sebesar 146,11 juta dolar AS.

“Nilai ekspor kita pada Agustus 2019 adalah 864,35 juta dolar. Dibanding Juki 2019 berarti ada penurunan 8,35 persen,” katanya, Senin (14/10/2019).

Diketahui, jika pada Juli 2019 sektor migas gas alam 297.537 dolar AS, maka pada Agustus 2019 jadi 143.969 dolar AS.

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Batam, belum lama ini. BPS Kota Batam mencatat nilai ekspor Kota Batam turun 8,35 persen. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sedangkan untuk hasil tambang bila pada Juli 2019 sebesar 11,50 dolar AS, maka pada Agustus 6,57 dolar AS.

Sementara untuk sektor non migas Agustus 2019 mencapai mencapai 718,24 juta dolar AS atau naik 11,25 persen dibanding Juli 2019.

Rahayuddin menambahkan, ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar Agustus 2019 adalah golongan barang mesin peralatan listrik sebesar 280,92 juta dolar AS.

“Secara kumulatif Januari-Agustus 2019 mencapai 1,48 miliar dolar AS dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 34,97 persen,” paparnya.

Dijelaskan Rahayuddin, ekspor ke Singapura pada bulan Agustus 2019 mencapai nilai terbesar yaitu 381,09 juta dolar AS.

Sedangkan secara kumulatif Januari-Agustus 2019 mencapai sebesar 2,69 miliar dolar AS dengan kontribusinya mencapai 49,28 persen.

Nilai ekspor Kota Batam Januari-Agustus 2019 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar 233 juta dolar AS.

Disusul Pelabuhan Belakang Padang 120 juta dolar As, Pelabuhan Sekupang 119 juta dolar AS, Pelabuhan Kabil 708,9 juta dolar AS dan Pelabuhan Pulau Sambu13,40 juta dolar AS.

“Kontribusi kelima pelabuhan ini terhadap komulatif ekspor Januari-Agustus 2019 adalah sebesar 99,94 persen,” jelas Rahayuddin.(rng)

K-Pop Berduka, Sulli Meninggal

0
Sulli mantan personel f)x) ditemukan meninggal dunia. (Soompi.)

batampos.co.id – Kabar mengejutkan datang dari panggung hiburan Korea. Penyanyi dan aktris Sulli atau yang memiliki nama asli Choi Jin Ri ditemukan meninggal dunia.

Dilansir dari Soompi, Senin (14/10), menurut kantor polisi Seongsam Sujeong, Sulli ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lantai dua rumahnya di daerah Seongnam, Provinsi Gyeonggi sekitar pukul 3:21 waktu Korea, 14 Oktober 2019.

Kabar mantan personel f(x) ini meninggal diketahui oleh menajernya setelah Sulli tak bisa dihubungi. Sang manajer pun mengunjungi rumahnya dan menemukan Sulli sudah terbujur tak bernyawa. Manajernya mengatakan Sulli sudah tidak bisa dihubungi sejak pukul 6:30 sore waktu Korea, 13 Oktober 2019.

Selain itu, stasiun Pemadam Kebakaran Seongnam juga menyatakan telah menerima panggilan melalui telepon terkait kabar kematian Sulli.

“Kami menerima laporan kematiannya sekitar pukul 3:20 malam. Dia sudah meninggal ketika kami tiba di tempat kejadian,” ujar sumber dari pemadam kebakaran tersebut.

Seperti diketahui, Sulli lahir pada 1994 dan memulai debutnya pada 2005 sebagai aktris cilik. Sedangkan pada 2009, Sulli bergabung sebagai anggota f (x). Namun pada 2015, Sulli memutuskan untuk hengkang dari f(x) agar bisa fokus pada dunia akting.

Di media sosial pun Sulli memiliki pengikut setia sekitar 5 juta lebih di Instagram. Dikatakan BBC, Sulli memang terkenal kontroversial. Salah satu hal yang kontroversial darinya adalah skandal yang disebut ‘no bra’, yakni dia menunjukkan bagian putingnya disejumlah kesempatan. (*)

Lagi, Ada Orang Terjun dari Jembatan 1

0
Anggota SAR mencari tubuh JS

batampos.co.id – Seorang warga berinisian JS diketahui melompat dari Jembatan I Tengku Fisabilillah Barelang. Disebutkan perisitiwa ini terjadi pada Senin (14/10/2019) pukul 13:00 WIB siang tadi.

Hal ini di sampaikan langsung oleh Kasatpolair Polresta Barelang AKP Samsurizal di lokasi kejadian. Ia mengatakan salah seorang warga terjun dari jembatan tersebut namun belum diketahui alasan resminya.

“Iya, terjun dari Jembatan Barelang, inisial namanya JS umur 33, kejadian pukul 13:00 siang ini,” ujarnya.

Sementara itu Tisno, salah seorang pedagang di sekitar jembatan turut membenarkan kejadian ini, ia mengatakan melihat salah seorang warga yang tiba-tiba turun dari mobil dan langsung terjun dari Jembatan I Barelang.

“Iya, benar mas ada yang mendadak terjun bebas seketika turun dari mobil. Tiba tiba langsung lompat dari jembatan. Bajunya bewarna pink,” terangnya.

Sementara itu hingga pukul 18:00 WIB malam hari ini. Pencarian berakhir nihil. Hal ini di sampaikan Agung, Humas Basarnas dan juga oleh Kasatpolair Polresta Barelang AKP Samsurizal.

“Pencarian hari ini telah dihentikan. Yang mana pada hari ini kita turun mencari dengan 1 unit kapal Sat Polair. Juga ada tim dari Basarnas dan Bakamla. Semua 25 orang tambah personil Polsek,” pungkas Agung, Humas Basarnas. (zis)

11 Kali Razia, UPT Samsat Batuaji Hasil Uang Segini

0

batampos.co.id – Kegiatan penertiban pajak kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat oleh UPT Samsat Batuaji telah berjalan 11 kali sepanjang tahun 2019.

Total secara keseluruhan dari kegiatan tersebut, dana pajak kendaraan yang telah berhasil didapatkan Rp 21,9 miliar, atau sudah mencapai 82 persen dari target yaitu Rp 26,7 miliar.

“Sudah 82 persen target tercapai,” ujar Kepala Upt Samsat Kecamatan Batuaji dan Sagulung, Riko Juniandy, Senin (14/10/2019) di lokasi razia Top-100 Tembesi, Sagulung.

Kata dia, awalnya pihaknya ditargetkan Rp 33,3 miliar lebih. Namun kemudian diturunkan menjadi Rp 26,7 miliar karena adanya penyesuaian pajak yang diberikan BP2RD kepada beberapa kriteria kendaraan bermotor.

Petugas BP2RD dan UPT Samsat Batuaji bersama Satlantas Polresta Barelang mengamankan puluhan kendaraan roda dua dan roda empat saat mengelar razia di depan Top 100 Tembesi. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

“Adapun penurunan Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) data lengkapnya yaitu penyesuaian pajak kendaraan bermotor di bawah tahun 1999 adalah 50 persen,” jelasnya.

Kemudian untuk kendaraan tahun 2000-2003 yaitu 40 persen. Tahun 2004-2007 30% persen. Lalu 2008-2011 yaitu 20 persen. Kemudian 2012-2014 ialah 10 persen. Terakhir 2015-2019 tidak ada penurunan atau nol persen.

“Tahun ini kita ada 11 kegiatan razia dan ada 4 kegiatan (tambahan) lagi yang akan kita agendakan di kawasan ini,” terangnya.

Menurutnya, Kecamatan Batuaji dan Sagulung adalah bagian dari wilayah rawan kecelakaan.

Sehingga kegiatan ini sangat baik dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan safety riding dan juga taat aturan hingga pajak kendaraan.

“Bahkan selentingan kita lihat, warga di sini memang terlihat lebih baik ditilang dari pada membayar pajak,” ujarnya.

“Namun tetap kita imbau untuk lebih sadar pajak, karena ini buat pembangunan daerah juga,” ungkapnya.

Sementara itu untuk kegiatan yang diadakan tadi pagi sejak pukul 09:30 WIB hingga
11:30 WIB, kurang lebih pendapatan dari pajak kendaraan sekitar Rp 14 juta lebih.(cr1)

Akhir Oktober Ruas Jalan Nagoya-Sei Panas Ditutup

0

batampos.co.id – Tahap pertama perbaikan Terowongan Pelita akan segera usai. Sekarang, tim dari kontraktor tengah melakukan proses akhir, baru kemudian berlanjut ke tahap selanjutnya.

“Proses injeksi gel sudah selesai. Dengan gel itu, maka dinding di terowongan tidak akan bisa lagi ditembus air sehingga menambah daya tahannya,” kata Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam, Boy Zasmita, Senin (14/10/2019).

Proses pengecatan juga sudah hampir selesai. Sehingga tahap kedua akan dimulai dalam waktu dekat.

Mengenai tahap kedua ini, kemungkinan akan dimulai menjelang akhir Oktober. Adapun bagian yang akan diperbaiki nanti adalah bagian jalan yang lalu lintasnya dari Nagoya menuju Sei Panas.

Adapun proses perbaikannya sama dengan tahap pertama, yakni injeksi gel yang dalam bahasa teknisnya disebut dengan Hydro Structure Gel Injection.

Sejumlah pekerja memperbaiki Terowongan Pelita, Jumat (27/9). Pertengahan Oktober nanti, perbaikan terowongan ini akan dilakukan pada sisi jalan yang mengarah dari Nagoya ke Batam Center. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Baru kemudian dilakukan tahap pengecatan. Prosesnya juga akan memakan waktu kurang lebih satu setengah bulan lamanya.

Mengenai jalur alternatif pengalihan lalu lintasnya, Boy mengaku akan segera dibahas dan akan diinformasikan kepada masyarakat.

“Jadi total perkiraan perbaikan Terowongan Pelita ini mencapai tiga bulan dari September hingga November,” katanya lagi.

Perbaikan terowongan Pelita bertujuan untuk menjaganya agar tetap dalam kondisi bagus sehingga bisa bertahan sesuai dengan usia pakainya.

”Memang 90 persen kondisinya masih bagus. Tapi ada rembesan di sana dan perlu diperbaiki. Kalau tak diperbaiki akan berkarat dan kekuatan strukturnya akan hilang,” katanya lagi.

Proses pemeliharaannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dengan anggaran bantuan dari APBN mencapai Rp 6,4 miliar.(leo)