Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 11086

384 Orang Daftar Calon Pimpinan KPK, Incumbent Tidak Diistimewakan

0

batampos.co.id – Unsur internal KPK menjadi salah satu kelompok yang cukup banyak mengisi daftar calon pimpinan periode 2019-2023.

Total ada 16 orang. Mereka terdiri atas 13 pegawai dan 3 komisioner petahana. Meski demikian, panitia seleksi (pansel) memastikan tidak ada perlakuan istimewa pada ’’orang dalam’’ tersebut.

Ketua Pansel, Yenti Garnasih, mengatakan, incumbent atau unsur internal yang mendaftar seleksi calon pimpinan sebuah lembaga merupakan hal biasa. Meski demikian, bukan berarti mereka akan memiliki peluang lebih besar.

”Gak ada yang khusus, semua sama mengikuti seleksi,” ujarnya di kantor sekretariat Pansel Capim KPK Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Yenti menuturkan, proses seleksi mengacu pada mekanisme yang sudah ditetapkan pansel sesuai perundangan.

Mulai dari aspek administrasi, kompetensi, kesehatan, kejiwaan, track record, dan sebagainya.

”Semua diserahkan ke mekanisme dan bagaimana hasil tes mereka,” imbuhnya.

Bagi incumbent sekalipun, lanjutnya, yang dinilai adalah kondisi terbaru. Soal tes kesehatan dan kejiwaan, misalnya, bisa saja seseorang memenuhi syarat pada lima tahun lalu, namun tidak memenuhi saat ini.

”Jadi, kita serahkan kepada tim,” tuturnya.

Hal yang sama berlaku bagi pendaftar dari unsur lain. Baik kepolisian, jaksa, maupun lembaga lain.

”Kami bekerja independen. Masa mau mencari pemimpin yang independen tapi kami sendiri tidak independen,” kata pakar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) tersebut.

Sementara itu, selagi meneliti kelengkapan administrasi pendaftar, saat ini pansel mengkaji format uji publik.

Selama ini pansel hanya mengumumkan nama, meminta masukan publik, dan membuka proses wawancara sebagai bentuk transparansi.

Direktur Penyidikan KPK Giri Supradiono mendaftarkan diri menjadi Capim KPK 2019 -2023 di Sekretariat Pansel calon pimpinan KPK di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (4/7/2019). Foto: Fedrik Traigan/Jawa Pos

Nah, pansel berencana melakukan live report melalui siaran langsung dengan menggandeng stasiun televisi saat menguji kapasitas pendaftar.

Rencana itu merupakan usulan dari para pemimpin redaksi media saat bertemu dengan pansel.

”Formatnya belum tahu. Apakah ada pertanyaan masyarakat. Kita bukan ahlinya. Yang ahli kalangan jurnalis,” ujarnya.

Namun, ada berbagai hal yang harus dipertimbangkan. Misalnya terhadap orang-orang yang demam panggung kame­ra.

”Ada orang yang gak biasa bicara di depan kamera, tapi aslinya dia bagus,” kata dia.

Sementara itu, pendaftaran capim KPK resmi ditutup pada pukul 23.59 WIB Rabu malam. Berdasarkan data yang masuk ke pansel, baik yang daftar manual maupun via email, secara keseluruhan terdapat 384 orang yang menyerahkan berkas.

Saat ini pansel tengah melakukan pemeriksaan administrasi. Nama-nama yang lolos seleksi administrasi akan diumumkan pada 11 Juli.

Sebelumnya, kekhawatiran minimnya jumlah pendaftar calon pimpinan KPK tidak terjadi. Di hari terakhir pendaftaran, Kamis (4/7), jumlah pendaftar justru membeludak.

Jika dibandingkan lima tahun lalu, jumlah ini jauh lebih banyak. Sebelum dibuka perpanjangan tahap dua, kala itu jumlah pendaftar di bawah 200 orang.

Yenti mengatakan, jumlah pendaftar dinilai cukup untuk menyaring 10 nama yang nantinya diserahkan ke Presiden untuk dilakukan fit and proper test di DPR.

Sehingga, pansel memutuskan untuk tidak melakukan perpanjangan pendaftaran.

“Kami putuskan tidak diperpanjang,” ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, belajar dari pendaftaran periode sebelumnya, saat dilakukan perpanjangan memang menambah jumlah hingga 611 orang. Namun, 450 orang di antaranya jobseeker.

“Ngedrop-nya saja langsung 450 orang. Nah, ini tahap pertama jauh lebih banyak dibanding waktu itu,” imbuhnya.

Lantas, bagaimana kualitas pendaftar yang masuk? Anggota pansel KPK Harkristuti mengatakan, pihaknya belum melihat detail masing-masing pendaftar. Pansel baru melihat sekilas beberapa pendaftar.

“Kami baru melihat sampai nomor 43 dari 348. Jadi tidak fair saya ceritakan profil yang 348 dari 43 orang,” ujarnya.

Usai pendaftaran, nantinya pansel akan melakukan seleksi administrasi terhadap syarat-syarat yang diatur dalam UU KPK.

Seperti umur, pendidikan, pengalaman hukum dan sebagainya. Nantinya, nama-nama yang memenuhi syarat administrasi akan dibuka ke publik pada tanggal 11 Juli mendatang untuk mendapat input masukan.

Pada saat bersamaan, akan dimulai tahapan selanjutnya. Seperti uji kompetensi, pembuatan makalah, psikotes, tes kesehatan, hingga wawancara terbuka.
(far/oni/jpg)

Tampil Modis Dengan Tas Pinggang

0

batampos.co.id – Tas tak lagi sekadar pelengkap penampilan, tapi juga kebutuhan pokok bagi wanita.

Selain fungsinya untuk menyimpan berbagai barang atau bahkan uang, tas juga digunakan untuk menunjang penampilan agar terlihat fashionable.

Dampak dari perkembangan fashion yang kian cepat, beragam mode tas yang dimiliki wanita seperti sling bag, handbag, clucth, serta tote bag, kini juga ditambah dengan kehadiran waist bag yang dikenal sebagai tas pinggang.

Umumnya dulu, tas ini dipakai para pria dengan model lebih sporty. Seolah bertransformasi, waist bag kini lebih bervariasi bahkan terkesan berkelas.

Uniknya, agar mendapat sisi fashionable, tas pinggang itupun beralih dikenakan layaknya tas selempang hingga membuat para wanita menggemarinya.

Penyuka waist bag, Nurmardiyah beralasan menggemari tas tersebut karena simpel.

”Biasa tas cewek kan besar, tapi dengan waist bag merasa lebih enteng saja untuk kemana-mana,” kata Nurma, sapaannya.

Berprofesi sebagai seorang Estate Management di perumahan ternama Batam, ia mengaku kerap bepergian dan membutuhkan gerak yang lebih luwes.

Nurmardiyah yang tampil fashionable dengan waist bag andalannya. Foto: Dokumentasi, Nurmardiyah untuk Batam Pos.

”Kalau kemana-mana, saya lebih senang dengan tas yang kecil biar nyaman. Waist bag salah satu yang sangat mendukung aktivitas saya itu,” ujar gadis kelahiran Batam, 17 Oktober 1995 ini.

Pendapat lainnya diutarakan Santi. Ia menilai waist bag sekarang cocok dibawa untuk ke berbagai acara.

Menurutnya, waist bag tidak seperti yang biasa dipakai para cowok atau untuk simpan uang dagangan.

”Sekarang itu model-modelnya sudah eye catching banget karena dikeluarkan dari brand ternama juga,” jelasnya.

“Harganya juga enggak tanggung-tanggung untuk waist bag original, artinya memang berkelas,” paparnya lagi.

“Jadi percaya diri untuk dibawa ke acara-acara atau traveling gitu,” papar Santi yang bekerja sebagai seorang banker swasta di Kota Batam.

Bagi Santi, mengenakan model tas pinggang juga untuk mengikuti tren.

”Kan emang lagi in sekarang. Kalau enggak salah karena artis Tanah Air banyak pakai, seperti Nissa Sabyan,” kata dia.

“Jadi, biar kekinian, ya ikutan punya juga,” beber mahasiswi UIB itu.

Di antara pendapat di atas, tentunya juga banyak alasan lainnya bagi para wanita untuk memiliki tas model lama yang kembali hits ini.

Jadi, tidak perlu ragu lagi kalau tas pinggang itu ketinggalan zaman karena sudah masuk ke dalam kategori barang yang kekinian.(nji)

Sudah Diketahui, Ini Ciri-ciri Pelaku Penembak Kerusahaan 22 Mei 2019 Lalu

0

batampos.co.id – Tim Investigasi kerusuhan 22 Mei membeberkan ciri-ciri yang diduga pelaku penembakan dalam kerusuhan 22 Mei.

Ciri-ciri itu diketahui setelah melakukan face recognition terhadap 704 visual, baik dari closed circuit television (CCTV), video amatir, dan foto amatir.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, penyelidikan begitu rumit dengan menggunakan scientific crime.

Salah satunya, pembuktian terkait siapa pelaku penembakan dalam kerusuhan.

”Setelah dilakukan uji balistik, diketahui peluru kaliber 5,56 dan kaliber 9 mm,” tuturnya.

Namun, uji balistik ini hanya bisa mengungkap jenis peluru dan kemungkinan senjatanya. Maka, dilengkapi dengan face recognition.

”Tingkat kerumitannya tinggi untuk mencocokkan 704 visual terkait kerusuhan 22 Mei, secara detil ini dijelaskan Dirkrimum Polda Metro Jaya,” urainya.

Dari semua itu, juga telah diketahui siapa komando lapangan yang melakukan berbagai provokasi.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (tengah) memberikan keterangan saat rilis perkembangan hasil penyidikan perkara kerusuhan tanggal 21-23 Mei 2019 di Divhumas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/7). Hingga kini polisi telah mengamankan sebanyak 447 tersangka terkait perkara kerusuhan tanggal 21-23 Mei 2019. Foto: . Miftahulhayat/Jawa Pos

Bila komando lapangan ini tertangkap, tentu akan diketahui siapa yang merancang kerusuhan yang telah diprediksi Polri ini.

”Sudah ditetapkan sebagai DPO,” paparnya.

Baca Juga: Akibat Kerusuhan 22 Mei, Pasar Tanah Abang Merugi Rp 200 Miliar per Hari

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombespol, Suyudi Ario Seto mengatakan, dari sembilan korban meninggal dunia, yang telah dilakukan otopsi mencapai empat korban.

”Lima korban tidak diotopsi karena keluarga tidak berkenan,” urainya.

Salah satu di antara korban yang diotopsi, bernama Harun Al Rasyid. Menurutnya, berdasarkan dari pemeriksaan saksi lapangan, diduga Harun ditembak dari jarak sekitar 30 meter.

Posisi korban dengan polisi yang menangani kerusuhan sekitar 100 meter. Pelaku penembakan berada di sisi kanan berdekatan dengan ruko di Flyover Slipi.

”Saksi menyebut Harun ditembak dengan pistol berwarna hitam,” tuturnya.

Ciri-ciri pelaku penembakan juga telah diketahui dengan analisa face recognition dari 704 visual.

Yang terdiri dari 60 CCTv, 470 video amatir dan 93 foto amatir. Pelaku diduga berambut panjang atau gondrong, dengan tinggi sekitar 175 cm, dan menembak dengan tangan kiri.

”Mungkin kidal,” terangnya.

Baca Juga: Pasca Kerusahan 22 Mei, Investor Nilai Indonesia Masih Menarik

Selanjutnya, korban bernama Abdul Aziz yang tewas di sekitar asrama Brimob. Dia menjelaskan, korban ditemukan 100 meter dari asrama tersebut.

Pelaku penembakan juga orang tidak dikenal. ”Korban ditembak dari belakang mengenai punggung tembus ke dada,” paparnya.

Selanjutnya, terkait para pelaku kerusuhan. Menurutnya, juga melalui face recognition telah diamankan sembilan orang yang diduga melakukan perusakan terhadap kendaraan kepolisian.

”Untuk yang masuk DPO seperti disampaikan Pak Karopenmas, merupakan aktor intelektualnya,” urainya.

Dia menjelaskan, dari analisa sementara diketahui pelaku kerusuhan berasal dari berbagai elemen, seperti organisasi masyarakat (ormas) dari berbagai daerah, seperti Serang, Banyumas, Cianjur, Lampung, Aceh dan lainnya. Ada pula oknum Ormas dari beberapa kelompok.

”Ada oknum dari Parpol dan bahkan relawan salah satu pasangan calon,” tuturnya.(idr/jpg)

Info Lowongan di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Hoaks

0

batampos.co.id – Beberapa waktu lalu tersebar di sosial media mengenai info lowongan pekerjaan khusus memandikan dan perawatan jenazah di Rumah sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUDEF), Kota Batam, namun ternyata kabar tersebut tidak benar.

Humas RSUD Embung Fatimah Batam, Novi, menegaskan, sejauh ini, RSUDEF sudah melakukan klarifikasi terkait informasi tersebut.

”Informasi yang beredar itu kami klarifikasi dan sampaikan kepada masyarakat bahwa itu tidak benar,” jelas Novi, Jumat (5/7/2019).

Sejauh ini, lanjut dia tidak ada lamaran yang diterima dari masyarakat yang merespons adanya informasi bohong tersebut.

Warga berjalan di depan RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Namun begitu, banyak juga masyarakat yang menanyakan hal itu ke manajemen RSUDEF.

”Informasinya beredar luas, jadi masyarakat langsung menelepon kami dan menanyakan hal ini,” tuturnya.

Melalui koordinasi dari masyakarat tersebut, Novi menilai bahwa masyakat sudah cerdas dan tidak mau dibohongi oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

”Salah satu bukti, masyakarat tidak langsung mengirim lamaran, mereka memilih koordinasi dengan kita,” terangnya.

Pihak RSUDEF hingga kini belum mengetahui siapa dalang dari penyebar hoaks tersebut. Meski demikian, pihak RSUDEF akan berupaya mencari sumber utama atas informasi tersebut.

”Itu pasti kami cari, kami juga tidak tahu apa tujuan dari orang tersebut hingga menyebarkan informari hoaks tentang RSUD-EF,” paparnya.(cr1)

Batam Memilih 2020, Lukita “Terdampar” Diposisi 2

0

batampos.co.id – Persaingan untuk menempati posisi puncak polling bursa calon wali kota dan wakil wali kota bertajuk “Batam Memilih” berlangsung sengit.

Kejutan terjadi. Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo secara tidak terduga tergusur oleh calon lain.

Adalah Helmy Hemilton yang membuat kejutan. Politisi Demokrat itu melenggang ke puncak klasemen sementara polling dengan dukungan mencapai 53 persen.

Tim sukses (timses) Helmy begitu gesit mengumpulkan dukungan.

“Kami borong koran Batam Pos di lampu merah agar elektabilitas Pak Helmy memuncaki polling Batam Memilih,” kata salah seorang timses Helmy.

Akibat dukungan yang luar biasa terhadap Helmy, berakibat pada peringkat polling. Per Jumat (5/7/2019) kemarin, Lukita harus turun peringkat.

Dia berada di posisi runner up dengan dukungan mencapai 28 persen.Sementara itu, sang petahana, Muhammad Rudi yang sebelumnya berada di posisi kedua, harus turun ke peringkat ketiga.

Politisi Nasdem itu, meraih 13 persen dukungan. Sedangkan Ketua PDIP Kep-ri Soerya Respationo mendapatkan 5 persen dukungan.

Hasil poling sementara Batam memilih 2020. Batam Pos

Anggota DPR RI terpilih, Asman Abnur terpaksa menempati posisi juru kunci polling bursa calon wali kota.

Hingga tabulasi ditutup kemarin, mantan Menpan-RB itu masih belum mendapatkan dukungan alias nol persen.

Untuk persaingan di bursa calon wakil wali kota, tidak ada perubahan yang berarti. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri Candra Ibrahim memimpin dengan dukungan mencapai 67 persen.

Sementara wakil wali kota petahana, Amsakar Achmad mengekor di peringkat kedua dengan 33 persen.

Sayangnya, calon wakil wali kota lainnya yang digadang-gadang akan bertarung di pemilihan kepala daerah (pilkada) belum juga meraih dukungan alias nol persen.

Mereka antara lain, Sekda Kota Batam Jefridin, Iman Sutiawan, Kamsa Bakri, M Al Ichsan, Ruslan Ali Wasyim, dan Zainal Abidin.

Untuk mendukung jagoan Anda, dapat dilakukan dengan cara mengirimkan kupon polling Batam Memilih di Harian Pagi Batam Pos.

Silakan isi kupon sesuai petunjuk yang tersedia. Lalu, gunting kupon tersebut dan kirimkan ke kantor Batam Pos di Gedung Graha Pena Lt. 2 Batam Center.

Di sana, kupon langsung dimasukkan dalam kotak yang sudah disediakan. Atau, dapat juga menghubungi layanan pelanggan Batam Pos di nomor 0812-611-0909.(gun)

BP Batam Tunjuk Konsultan Investarisasi dan Konsultasi Hukum untuk Akhiri Konsesi Dengan PT ATB

0

batampos.co.id – Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam, Binsar Tambunan, menjelaskan, pihaknya tengah mematangkan persiapan untuk mengakhiri konsesi pengelolaan air dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB).

Tahun 2019 ini, BP Batam telah menunjuk konsultan inventarisasi dan konsultan hukum yang akan membantu selama proses pengakhiran dilakukan.

Sebelumnya BP Batam bersama ATB juga telah melakukan pertemuan, mengkaji dan menganalisa proses pengakhiran konsesi yang sudah berakhir di PDAM Tirta Mangutama Badung, Bali sebagai rujukan.

Batam butuh cadangan air baku baru untuk kebutuhan hingga 50 tahun mendatang. Foto: Dokumentasi Humas PT ATB

“Konsesi ini merupakan yang terbesar dan akan menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia yang juga akan menjalani proses serupa, seperti Jakarta dan kota lain, harapannya bisa berjalan baik,” kata Binsar saat dihubungi, Jumat (5/7/2019).

BP Batam juga tengah memeprsiapkan infrasturuktur Pengelolaan Air Limbah (PAL) yang prosesnya dibiayai softloan dari pemerintah Korea Selatan.

Ditargetkan tahap satu dari proses pengerjaan proyek PAL ini bisa selesai di akhir tahun 2020 mendatang.

Hadirnya sistem pengelolaan air limbah ini, juga akan dioptimalkan dengan hadirnya sistem one bill retribusi air bersih dan air Limbah kedepannya.

Sebagai bagian dari penerapan Batam Integrated Total Water Management yang rencananya akan dilaunching akhir tahun 2019 ini.(bbi)

Kota Batam Punya Perda Larangan Membakar Sampah Lho, Baca Ini

0

batampos.co.id – Masyarkat Kota Batam diminta untuk tidak membakar sampah sembarangan. Larangan tersebut bahkan tertuang dalam Perda Kota Batam Nomor 11 Tahun 2013 tentang Persampahan pasal 64, poin E dan F.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Faisal.

Kata dia, dalam Perda tersebut disebutkan setiap orang dilarang membakar sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah.

Serta setiap orang dilarang membakar sampah selain yang dihasilkan oleh rumah tangga yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis pengelolaan sampah.

Asap tebal dari pembakaran sampah di sekitar proyek pembangunan di kawasan Tanjunguncang mengganggu pengendara dan pelajar yang tinggal di asrama dekat proyek tersebut, beberapa waktu lalu. DLH Batam mengingatkan warga agar tak membakar sampah karena hal itu dilarang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Warga tidak boleh membakar sampah, itu sudah ada perdanya,” kata Faisal melalui Batam Pos, Kamis (4/7/2019).

Dia mengatakan, saat ini memang masih banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan membakar sampah di depan rumahnya.

”Sebenarnya ini kebiasaan buruk karena menyebabkan polusi udara dan merusak udara di Kota Batam,” jelasnya.

“Jangka panjang penyebab efek rumah kaca dan merusak lapisan ozon,” ucapnya lagi.

Terkait larangan tersebut, Faisal mengaku bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Yakni, melalui kelurahan dan dilanjutkan ke RT dan RW.

”Sosialiasasi tetap jalan agar tidak ada lagi yang bakar sampah, nantinya sampah tinggal disimpan depan rumah,” jelasnya.

“Kalau tidak diangkut bisa hubungi lurah atau kecamatan. Bisa juga DLH kalau lokasi tersebut menjadi wilayah pelayanan sampah dari DLH,” tutupnya.(yui)

721 Ribu Rumah Tangga Belum Terlistriki

0

batampos.co.id – Kementerian ESDM mencatat, per 1 Juli 2019, ada 721.008 rumah tangga di Indonesia yang masuk golongan belum mampu memasang listrik.

Jumlah itu berkurang jika dibandingkan pada Desember 2018 yang mencapai 992.841 rumah tangga.

Angka tersebut memang relatif kecil bila dibandingkan dengan jumlah rumah tangga yang telah menikmati listrik sebanyak 67.548.773 rumah tangga.

Jawa Timur (Jatim) menjadi provinsi dengan rumah tangga miskin belum berlistrik terbanyak. Yakni, 228.742 rumah tangga atau 32 persen.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana menyatakan, rumah tangga miskin ini sebenarnya bisa membayar biaya listrik bulanan.

Namun, mereka tidak mampu membayar biaya pemasangan untuk mendapat sambungan listrik dari PLN.

’’Kebanyakan di Jatim yang menjadi lumbung listrik. Ini kemudian buat isunya sosial, isu keadilan listrik ada, tetapi tidak mampu untuk pasangnya,’’ kata Rida.

Ilustrasi.
Foto: twitter plnbatam

Kementerian ESDM mengupayakan partisipasi badan usaha sektor ESDM untuk membantu pasang baru listrik bagi rumah tangga miskin belum berlistrik.

Bantuan pasang baru listrik tersebut berupa instalasi sederhana dengan dua titik lampu dan satu kotak kontak, termasuk biaya penyambungan, biaya instalasi, biaya penerbitan sertifikat laik operasi (SLO), dan voucher perdana listrik prabayar.

’’Ini akan menggunakan dana CSR badan usaha sektor ESDM, semuanya gratis,” jelasnya.

“Jadi, mereka (masyarakat tidak mampu, red) tinggal terima beres. Kami tinggalkan dengan kondisi sudah menya-la,’’ ujarnya lagi.

Rasio elektrifikasi (RE) Indonesia per Juni 2019 naik menjadi 98,81 persen dari 98,30 persen pada akhir 2018. Angka itu diharapkan akan terus meningkat hingga mencapai 99,9 persen pada akhir 2019 sesuai dengan target pemerintah.

’’Yang paling kita perhatikan saat ini dan ini juga mohon dukungannya adalah NTT. Diharapkan, masyarakat atau saudara-saudara kita di sana setidaknya sejajar dengan saudara-saudara lain di Indonesia,’’ tutur Rida.

NTT adalah satu-satunya provinsi dengan RE di bawah 80 persen, yaitu 72 persen.(vir/c14/oki/jpg)

DPRD Batam Minta Dinas Perhubungan Gandeng Satpol PP untuk Awasi Titik Parkir Ilegal

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam diminta lebih aktif mengawasi pertumbuhan kawasan yang berpotensi menjadi titik parkir baru di penjuru Batam.

Ketimbang, titik baru tersebut dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menarik uang parkir secara ilegal dari masyarakat.

”Harus ditingkatkan lagi, Dishub ajak penegak Perda yaitu Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) untuk mengawasi,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Patimura, Jumat (5/7/2019).

Ia mengatakan, pihaknya ingin Dishub Batam tak tinggal diam dan segera memanfaatkan potensi parkir sehingga berdampak pada pendapatan daerah yang semakin meningkat.

”Jangan sampai kita buat Perda tapi malah mandul,” tegasnya.

Ia menilai, otoritas pengelola parkir adalah Dishub Batam untuk kepentingan menambah pendapatan daerah, yang nantinya akan dipakai untuk pembangunan daerah itu sendiri.

”Parkir itu otoritas pemerintah daerah untuk dikelola,” katanya.

Terlebih, ada potensi titik parkir yang dibiarkan saja dan malah digunakan oknum juru parkir (jukir) ilegal untuk memungut uang dari masyarakat untuk kepentingan sendi-ri atau kelompoknya.

Seperti, yang dialami masyarakat dan pedagang di kawasan Bukit Kemuning, Seibeduk.

Seorang juru parkir sedang mengarahkan pengendara kendaraan roda empat saat hendak parkir. Foto: Cecep Mulyana /batampos.co.id

Pengunjung kawasan itu semakin tak nyaman dengan ulah sejumlah juru parkir yang menarik uang parkir di lokasi yang sudah lama jadi tempat santai dan nongkrong warga tersebut.

Baca Juga: Lapor, Ada Pungutan Parkir Liar di Bukit Kemuning

Sejumlah warga mengaku tidak tahu kalau titik tersebut bukanlah titik parkir yang dikelola Pemko Batam.

”Ada yang minta kami kasih, tahunya malah tak resmi,” ucap seorang warga Seibeduk, Mia.

Meskipun, awal pekan lalu Kepala Dishub Batam, Rustam Effendy, menegaskan jika lokasi Bukit Kemuning bukan merupakan titik penarikan biaya parkir, nyatanya penarikan biaya parkir ilegal tetap terjadi di sana.

Karena itu, sambung Nyanyang, selain pengawasan hal lain yang mesti dikembangkan di Batam terkait parkir yakni penerapan sistem online. Dimana dengan sistem ini uang dari parkir dapat dipastikan masuk ke kas daerah.

Baca Juga: Kota Batam Akan Terapkan Parkir Elektronik di 100 Titik

”Kami ingin terapkan online, pada zona diluar parkir khusus, jujurnya, tidak terima cash, tapi cukup di-scan di alat yang sudah tersedia,” imbuhnya.

Sebelum dikelola secara online dan menyeluruh, ia bahkan berpendapat Pemko bisa mengambil kebijakan pembebasan retribusi parkir selama enam bulan hingga satu tahun sembari ditata dan kerja sama dengan pihak ketiga.

”Potensi parkir ini kalau dikelola dengan baik (hasilnya) banyak. Hasil studi banding kami, DKI Jakarta dulu hanya dapat Rp 50 miliar, tapi dalam tempo satu tahun naik sampai Rp 200 miliar,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kini Pemko Batam tengah menyiapkan sistem elektronik parkir yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Namun sayang, rencana sejak 2018 lalu ini belum kunjung terealisasi. Rencananya akan dimulai dari Nagoya dan Batam Center.

Kepala Dishub Kota Batam, Rustam Effendy maupun Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Kota Batam, Jeksel Alexander Banik, tidak merespons ketika dikonfirmasi melalui telepon dan pesan singkat.(iza)

Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Kota: Jodoh Pusat Bisnis Pertama di Kota Batam

0

batampos.co.id – Pemko Batam memastikan pengembangan lokasi eks Jodoh Boulevard akan tetap jadi target yang akan dikerjakan dalam beberapa waktu ke depan.

Hanya saja, penataan kawasan itu juga tak lepas dari kesiapan untuk merevitalisasi Pasar Induk Jodoh yang kini masih dalam proses.

”Jodoh itu simbol kita juga, pusat bisnis pertama Batam yang harus kita selamatkan,” kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam Suhar, Jumat (5/7/2019).

Kondisi Pasar Induk Jodoh yang terlihat rusak dan tidak terawat, Rabu (19/6/2019) lalu. Revitalisasi pasar ini mendesak untuk menekan inflasi sekaligus merelokasi pedagang dari kawasan Jodoh Boulevard. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia mengatakan, garis besar pengembangan lokasi ini sudah ada. Yakni, seperti arahan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, untuk pengembangan pusat kuliner dan pusat kerajinan atau cendera mata.

Baca Juga: Nama Sungai Jodoh Lahir Akibat Perkelahian Dua Orang Sakti

”Guna pengembangan, kami bahkan sudah ambil foto udaranya,” ucapnya.

Untuk diketahui, pasar induk kelak akan jadi salah satu tujuan relokasi para pedagang di eks Jodoh Boulevard, sehingga tidak kembali berjualan di lokasi Jodoh Boulevard.(iza)