Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11223

DPRD Minta Wali Kota Batam Evaluasi Kinerja Kepala Dinas Perhubungan Dievaluasi

0

batampos.co.id – Penerapan sistem parkir elektronik atau e-Parking yang akan diberlakukan pada awal Januari 2019 lalu, hingga saat ini belum terealisasi.

Padahal, penerapan e-Parking bertujuan untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi perparkiran yang selama ini banyak menguap.

Hal tersebut mendapat sorotan tajam dari anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Jefri Simanjuntak.

Jefri menegaskan tidak terealisasinya e-Parking di Kota Batam karena ketidakmampuan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Rustam Effendi.

”Sampai sekarang belum ada laporan triwulan yang dilaporkan Dishub Batam terhadap kinerja APBD 2019, khususnya mengenai e-Parking,” ujarnya, Selasa (9/7/201).

“Kalau diundang Komisi III (DPRD Batam), tak pernah hadir, sehingga kami tak mengetahui apa kendalanya sampai belum bisa diberlakukan e-Parking yang harusnya diimplementasikan sejak awal tahun ini,” kata Jefri lagi.

Begitu juga saat digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II. Kadishub Kota Batam juga enggan menghadirinya.

Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Padahal, RDP itu untuk menjelaskan dan mencari akar permasalahan suatu laporan.

”Kami sangat menyesalkan sikap Dishub Kota Batam yang kami anggap sangat melelahkan,” jelasnya.

Baca Juga: Kota Batam Akan Terapkan Parkir Elektronik di 100 Titik

“Padahal Wali Kota Batam menegaskan target PAD tahun ini tak tercapai, harusnya dengan penerapan e-Parking, sesegera mungkin dijadikan harapan meningkatkan PAD,” paparnya.

e-parking kata dia, harusnya segera diterapkan. Pihak yang bisa mendesak penerapan e-Parking adalah wali Kota Batam.

Atas tak terealisasinya penerapan e-Parking sampai saat ini, Jefri, meminta ketegasan Wali Kota Batam untuk mengevaluasi kembali kinerja Kadishub Batam.

”Wali Kota Batam harus berani mengambil sikap tegas ke para pimpinan OPD (Organisasi Pemerintah Daerah)-nya,” kata dia.

“Apabila tak mampu merealisasikan programnya, kalau perlu ganti kadisnya dengan orang yang sanggup, mau dan mampu menjalankan program Wali Kota Batam,” ujarnya lagi.

Jefri juga mengaku tidak mengetahui berapa besaran biaya yang dibutuhkan untuk melatih para juru parkir yang nantinya akan diturunkan ke lapangan menjalankan program e-Parking.

Baca Juga: E-Parking Tunggu MoU Pemko-Telkomsel Diteken

“Itu (biaya pelatihan) tak pernah dibicarakan ataupun dilaporkan ke Komisi III,” paparnya.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Dinas Perhubungan, Rustam Efendi tidak berkenan menjawab tudingan Jefri Simanjuntak.

Ia mengaku tengah cuti dan mengarahkan untuk menghubungi Kepala UPT Parkir Dishub Batam, Alexander Banik.

Namun, saat dihubungi, Alexander Banik, juga tak merespons. Pesan yang dikirimkan padanya juga belum berbalas.(gas)

Pajak Hiburan di Kota Batam Bocor

0

batampos.co.id – Alat permainan berupa gelanggang permainan ketangkasan elektronik (gelper) dewasa banyak yang menggunakan izin permainan anak dan keluarga.

Padahal, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah, jelas mengatur jika gelper dewasa ditetapkan pajak sebesar 50 persen dan izin permainan anak-anak dan keluarga pajaknya sebesar 15 persen.

Hal ini diketahui saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPRD Batam, Selasa (9/7/2019).

”Ada 34 perusahaan, sebagian besarnya menggunakan izin permainan anak-anak dan keluarga,” ujar anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging.

“Tentu ini kebocoran sumber pajak yang cukup besar,” kata dia lagi.

Ia mencontohkan, di Kapita Plaza misalnya, yang jelas-jelas tidak ada anak-anak sama sekali tetapi izinnya adalah permainan anak-anak dan keluarga.

Hal ini, kata Uba, tentu harus jadi perhatian serius pemerintah, karena sebagaimana diketahui Pemko Batam saat ini mengalami kekurangan atau defisit anggaran.

”Tujuan kita mendorong Pemko Batam meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” jelasnya.

“Tetapi kenapa itu terus dibiarkan, sementara kita tahu Pemko defisit anggaran,” sesal Uba.

Puluhan mesin gelangan permainan elektronik (Gelper) yang disita Mapolda Kepri, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Kata dia, banyaknya permainan ketangkasan dewasa yang menggunakan izin anak-anak dan keluarga ini, disinyalir akibat kurangnya kordinasi antara Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) dengan BP2RD (Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah) Kota Batam.

DPM-PTSP yang mengeluarkan izin permainan, tidak sinkron dengan bagian pengawasan BP2RD, khususnya terkait de-ngan izin yang dikeluarkan.

”Ini yang tengah kami coba sinkronkan, dimana penyimpangannya, apakah memang ada kesengajaan atau pembiaran ataupun kesalahan dalam mengeluarkan izin,” tuturnya.

“Sebagaimana di RDP tadi (kemarin), Kabid Perizinan DPM-PTSP juga membenarkan jika selama ini tidak ada koordinasi sama sekali dengan BP2RD,” papar Uba lagi.

Ia menambahkan, BP2RD harusnya mendapat input dari DPM-PTSP khususnya bagian mana yang beroperasi menggunakan izin anak-anak dan keluarga serta sebaliknya.

Sehingga, ketika ada pengawasan di lapangan, BP2RD memiliki data jika setiap izin yang dikeluarkan sesuai dengan apa yang ada di lapangan.

”Menurut kami ini aneh karena jelas terang benderang di lapangan (untuk dewasa), tetapi kenapa pajaknya hampir semuanya anak-anak dan keluarga,” tambahnya lagi.

Lantas, bagaimana solusinya? Politikus Hanura itu menjawab, DPM-PTSP harus segera merevisi izin yang dikeluarkan.

Kemudian BP2RD harus mengejar ke lapangan. Di dalam pengawasan, BP2RD diminta tidak pasif, sehingga mereka sifatnya tidak hanya menerima apa yang disampaikan oleh pengusaha hiburan.

”Kita pikir pengusaha enggak ada yang mau bermain, tetapi juga harus diberi sosialisasi kepada mereka,” ucapnya.

“Karena patokan mereka izin itu yang menjadi patokan, padahal semestinya bukan. Ini yang makin jelas dan memang butuh keseriusan pemerintah daerah,” paparnya.(rng)

Kota Batam Membutuhkan Sumber Daya Manusia Sadar Wisata

0

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menggelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Tingkat Kota Batam di Sahid Hotel Batam Center, Selasa (9/7/2019).

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, untuk mendapatkan destinasi wisata yang berkualitas dibutuhkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang andal sekaligus sadar wisata.

Hal itu tidak hanya dari pengelola tempat wisata, namun juga dari masyarakat di sekitarnya.

“Melalui anggaran dana alokasi khusus Kemenpar (Kementerian Pariwisata), kita menggelar pelatihan ini dengan harapan pengelolaan destinasi wisata kita semakin baik ke depannya,” ujar Ardiwinata.

Selanjutnya, kata Ardi, destinasi wisata harus diperhatikan karena ini merupakan kebutuhan utama untuk menarik pengunjung.

Apalagi, Kota Batam memiliki daya saing yang tinggi karena letaknya yang berdekatan dengan Sigapura dan Malaysia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata saat mengisi Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata tingkat Kota Batam di Sahid Hotel Batam Center, Selasa (9/7/2019). Foto: Disbudpar Kota Batam untuk Batam Pos

TIdka hanya itu Kota Batam, juga sebagai penyumbang jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) terbesar ketiga di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta.

Ia berharap lompatan kecil yang dilakukan Kemenpar dan Disbudpar Kota Batam bisa meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi pariwisata di Kota Batam.

”Sehingga nantinya, kemajuan pariwisata berkontribusi baik bagi perputaran ekonomi di Kota Batam,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sarana dan Objek Wisata Disbudpar Kota Batam, Rishi Kamandi, menyebut ada 40 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.

Mereka kata dia, rata-rata pemilik pantai dan pengelola destinasi wisata di Kota Batam. Di antaranya Pantai Melayu, Pantai Tegar Putri, Pantai Semandor, Pantai Kelembak, Pantai Mubut, Kebun Jambu Marina, Ocarina, Pulau Ranoh, dan Kepri Coral.

”Peserta juga mendapatkan materi dari pakar pelaku usaha pariwisata dan praktisi pariwisata,” jelasnya.

“Seperti, dari Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata (ASPPI) Kepulauan Riau Irwandi Azwar dan pemateri lain seperti I Wayan Thariqi,” paparnya.

Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata ini ditutup dengan kunjungan lapangan ke Pantai Mubut Darat, Galang, pada Kamis mendatang.(une)

Kurir Narkoba Antarnegara Ditangkap di Kota Batam

0

batampos.co.id – HT diamankan oleh jajaran Satresnarkoba dan Satreskrim Polresta Barelang, Kamis (4/7/2019) lalu, karena nekat menyelundupkan narkotika jenis sabu seberat 893 gram.

HT diketahui sebagai kurir narkoba antarnegara. Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, mengatakan, penangkapan HT bermula dari informasi yang diterima Polresta Barelang dari masyarakat bahwa ada seseorang yang mencurigakan membawa barang terlarang.

”Kemudian sekitar pukul 03.00 WIB, di pelabuhan tikus Kampung Tering Bay, Nongsa, ada seseorang yang telah dicurigai dan digeledah Unit Opsnal Satnarkoba dengan dibantu Satreskirm Polresta Barelang,” ujar Hengki, Selasa (9/7/2019).

Dari hasil penggeledahan itu, didapati dua bungkus barang yang diduga narkotika jenis sabu seberat 893 gram.

Selain itu, polisi juga menemukan kartu identitas HT sebagai wartawan di Kepulauan Riau. Serta identitas lainnya yang memperlihatkan tempat tinggal HT di Kampung Jawa, Bintan.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki didampingi Kasat Narkoba AKP Abdurrahman dan Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan menunjukkan tiga tersangka kurir narkoba jenis sabu dari dua pengungkapan berbeda saat ekspos di Mapolresta Barelang, Selasa (9/7/2019). Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

”Modusnya dibawa dengan menumpang kapal TKI (ilegal), dengan demikian barang tersebut dibawa dari Malaysia menggunakan pelabuhan tikus,” tuturnya.

Adapun, barang haram tersebut dijemput HT langsung ke Malaysia. Di mana, ia berangkat ke Malaysia pada Rabu (3/2019) melalui pelabuhan resmi.

Sesampai di Malaysia, ia bertemu dengan bandar narkotika bernama Kalibun dan menyerahkan sabu itu kepada Hadi.

Sementara untuk upah, Hadi belum diberitahu Kalibun. Dimana, pada saat itu Kalibun berjanji akan membayar upah kepada Hadi jika barang haram itu telah diserahkannya kepada seseorang yang telah menampung di Batam.

”Jadi, dia tidak tahu kepada siapa barang haram ini diberikan,” kata Kapolrsta Barelang lagi.

“Barang ini akan diserahkan setelah yang bersangkutan mendapat arahan dari bandar di Malaysia itu,” jelasnya.

Meski demikian, Hengki menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mengusut lebih mendalam lagi keterangan dari Hadi.

Sebab, ia menduga aksi penyelundupan sabu dari Malaysia ini tidak hanya sekali dilakukan HT.

”Kita akan cek lagi berdasarkan paspor miliknya yang saat ini sudah kita amankan dan dari paspor akan kelihatan, sudah berapa kali dia pergi ke Malaysia,” tuturnya.

Atas perbuatannya, HT dijerat dengan pasal 114 junto pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 tentang Narkotika dan Psikotropika dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.(gie)

Kabar Baik untuk Warga Kampung Tua, Sertifikat Hak Milik Dikeluarkan Pertengahan September 2019

0

batampos.co.id – Ada kabar baik untuk warga yang menetap di Kampungtua, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pada pertengahan September 2019 sertifikat hak milik akan dikeluarkan oleh pemerintah.

Sembari proses berjalan, kini Pemko Batam sedang melakukan tahapan sosialisasi di kampung-kampung tua yang dihadiri langsung Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

“Kami sedang sosialisasi juga sekarang, baru dilakukan pengukuran oleh tim,” kata asisten I Setdako Batam, Yusfa Hendri, Selasa (9/7/2019).

“Rencananya pengukuran mulai pekan ketiga Juli ini,” ujarnya lagi.

Ia mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Batam, tim harus semaksimal mungkin bekerja. Untuk itu, segala sesuatu yang kini masih ada persoalan dapat diselesaikan bersama.

Seperti, rumah yang masih berdiri di atas tanah yang dikuasai orang lain agar dibicarakan terlebih dahulu.

”Juga masyarakat segera mematok tanda batas rumahnya masing-masing untuk mudahkan tim pengukuran,” jelasnya.

Kampungtua Tanjungsengkuang, Batuampar, Kota Batam menjadi lokasi singgah Sang Nila Utama, Raja Pertama Negara Singapura. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Kalau (rumah warga) yang di atas pantai dimungkinkan akan mendapat Hak Guna Bangunan,” imbuhnya lagi.

Ia menyebutkan, wali kota memang konsen dengan kampung tua. Kebijakan penyelesaian legalitas kampung tua ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat.

”Targetnya pada Agustus paling tidak pertengahan September sudah ada sertifikat hak milik dari kampung tua yang akan keluar,” paparnya.

Menurutnya, sertifikat diperkirakan tidak akan keluar bersamaan. Sertifikat yang akan keluar terlebih dahulu tentu adalah tanah yang sudah tidak ada masalah.

”Bertahap yang diselesaikan lebih dulu yang sudah clean and clear. Kalau yang masih punya masalah selesaikan dulu,” katanya.

Selain itu, ada juga titik di kampung tua yang ada di PL yang harus dicabut terlebih dahulu.

Selain itu ada juga yang ada pada kawasan Daerah Penting dengan Cakupan Luas dan berdampak Strategis (DPCLS). Legalitas lahan kampungtua di DPCLS harus mendapat persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

”Yang terkait kewenangan pihak lain kita akan selesaikan dengan pihak yang bersangkutan, kalau tunggu semua selesai tak bergerak nanti,” imbuhnya.(iza)

Kondisi Hutan Daerah Tangkapan Air Butuh Perhatian

0

batampos.co.id – Peran hutan dalam menjaga ketersediaan air, patut menjadi perhatian bersama. Di Batam, kondisi hutan itu tak sepenuhnya baik. Selain akibat kerusakan yang disengaja (faktor manusia), juga terdapat faktor lain yang menyebabkan kegundulan hutan.

Sebagai perusahaan pengelola air bersih di Batam, PT.Adhya Tirta Batam (ATB) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam memulai langkah preventif melalui Program Festival Hijau sejak 2011 lalu. Program tahunan itu, merupakan bagian dari program konservasi sumber daya air yang dilaksanakan ATB untuk kelancaran suplai air di Batam.

Tahun ini, Festival Hijau kembali digelar dengan memusatkan penanaman 1.000 bibit pohon di dua titik yakni, hutan di Dam Duriangkang dan Dam Sei Harapan. “1.000 bibit pohon yang akan ditanam di kedua hutan tersebut dianggap paling mendesak untuk dilakukan penanaman, karena mengalami kerusakan cukup parah,” kata Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus, beberapa waktu lalu.

Keadaan itupun dibuktikan dengan mengajak Batam Pos untuk meninjau langsung ke hutan secara bertahap yaitu, penijauan di Dam Duriangkang pada Senin (8/7) lalu, dan Dam Sei Harapan pada Senin (15/7) mendatang. Dalam kegiatan itu juga, dilakukan penanaman awal sebelum acara puncak Festival Hijau 2019, Minggu (28/7) nanti.

Diketahui, Dam Duriangkang merupakan waduk dengan sumber air terbesar (hampir 75 persen) untuk masyarakat di Batam, yang berada di tengah hutan lindung Sei Daun, Duriangkang. Namun demikian, hutan yang diharapkan mampu menjadi area resapan (tangkapan) air paling banyak itu, cukup mengkhawatirkan.

Penanaman bibit pohon di Duriangkang dalam rangka ATB-BP Batam Festival Hijau, Senin (8/7). ATB menggandeng Komunitas Budaya Mangrove dan Siswa Pencinta Alam untuk menanam dan merawat pohon yang telah ditanam. F.ATB UNTUK BATAM POS

Saat penijauan ke Dam Duriangkang, Senin (8/7), sekitar 5 sampai 6 hektare lahan hutan mengalami kegundulan. Kondisi tersebut setidaknya membutuhkan 10 ribu batang pohon untuk memaksimalkan fungsi hutan. Di samping itu, juga terdapat adanya tanda-tanda aktivitas manusia di sekitar waduk yang memicu sedimentasi.

“Inilah yang menjadi kekhawatiran kami, dan langsung mengambil tindakan dengan memulai menanam 600 batang pohon di hutan Sei Daun, dari 1.000 batang yang telah disiapkan dalam Festival Hijau tahun ini,” terang Maria.

Meski jumlah pohon yang ditanam masih sangat kecil dibanding dengan kebutuhan rahabilitasi hutan saat ini, namun melalui kegiatan Festival Hijau diharapkan dapat menginspirasi semua pihak untuk berbuat hal yang sama.

“Kami ingin masyarakat peduli dan semakin memahami kaitannya dengan ketersediaan air baku. Karena, semakin baik area resapan air itu maka semakin lancar juga suplai air ke masyarakat,” jelasnya.

Penanaman 600 batang pohon yang diantaranya terdiri dari pohon Trembesi, Pulai, Merbau, Jambu Mede dan Mangga Hutan, dilakukan ATB-BP Batam melalui Komunitas Budaya Mangrove bersama 50 pelajar dari SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam. Walaupun di tengah hujan deras, semangat mereka pun tak hilang sehingga tugas tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

Ketua Budaya Mangrove Feri Irian menambahkan, 600 batang pohon itu ditanam di dua titik berbeda yang menjadi area cukup perlu dilakukan penanaman di Hutan Sei Daun, Duriangkang.

“Pohon yang ditanam dengan ketinggian rata-rata di atas 1 meter, sehingga jarak antar pohon sekitar 5 meter persegi dan kedalaman lubang 50 centimeter. Sampai pohon ini bisa tumbuh lepas di tahun keempat, maka kami akan secara berkala melakukan peninjauan guna memastikan pertumbuhannya,” ungkap Feri. (nji)

Fun Touristic Festival Undang 9 Negara

0
Lomba gasing memeriahkan HUT ke-73 Bhayangkara oleh Polres Natuna, Selasa (9/7). Gasing adalah salah satu permainan rakyat yang masih populer hingga kini di kalangan masyarakat Melayu.
foto: batampos.co.id aulia rahman

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna kembali mengagendakan Fun Touristic tahunan untuk memperingati hari jadi Kota Ranai ke-148. Fun Touristic Festival ini meliputi berbagai lomba yang digelar mulai 27 hingga 31 Juli mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Natuna Hardinansyah mengatakan, Fun Touristic Festival tahunan digelar untuk mempromosikan pariwisata Natuna. Sehingga persiapan perlu dilakukan, agar kegiatan Fun Touristic Festival berjalan lancar. Kegiatan akan dipusatkan di lapangan sepak bola Sri Serindit, Ranai.

Lomba yang diagendakan adalah layang-layang tradisional, festival gasing tradisional, festival nyuloh, festival burung berkicau, festival lagu Melayu, dan festival band.

”Dalam Fun Touristic tahun ini, pemerintah juga mengadakan eksibisi layang-layang internasional dari sembilan negara, di antaranys United Kingdom, Singapura, Vietnam, Prancis, Filipina, Indonesia, Cina, Malaysia, dan Australia,” kata Hardinansyah, Selasa (9/7).

Dikatakan Hardinansyah, penyelenggaraan festival menyambut hari jadi Kota Ranai adalah agenda penting dan menjadi roh serta spirit dalam pengembangan pariwisata. Karena dianggap dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung menikmati alam dan budaya Kepulauan Natuna.

”Fun Touristic Festival tahun ini diharapkan bisa memberikan dampak positif pada pergerakan perekonomian pelaku usaha maupun masya-rakat,” ujarnya. (arn)

Natuna Butuh Pemimpin Berkomitmen Tinggi

0

batampos.co.id – Riuh menyambut pesta demokrasi memilih kandidat yang akan muncul sebagai calon bupati dan wakil bupati Natuna pada pemilu kepala daerah 2020 mulai ramai. Seperti apa kriteria calon pemimpin Natuna ke depan yang didambakan masyarakat Natuna dengan berbagai dilema yang ada saat ini?

Akademisi di Natuna, Umar Natuna, menilai, pemimpin Natuna pada 2020 mendatang harus memiliki kriteria tertentu. Di antaranya yang punya kapasitas, visioner, dan berkomitmen tinggi menuju Natuna baru.

Umar mengatakan, pemimpin Natuna 2020 mendatang juga harus memiliki kapasitas intelektual, sosial, entrepreneur dan spritual. Pemimpin yang lebih fresh, muda, profesional dan bebas dari masalah masa lalu.

Kampung nelayan di Segeram, Natuna, salah satu kampung masyarakat tertinggal yang mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah.
foto: batampos.co.id / Aulia Rahman

”Bahkan pemimpin Natuna harus punya pandangan dan wawasan lintas generasi dan lintas negara, karena Natuna berada di perbatasan,” kata Umar, dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Natuna tersebut, Selasa (9/7/2019).

Selain itu, sambung Umar, komitmen tinggi ini adalah pemimpin yang fokus, berjibaku dan loyal akan janji dan perubahan yang akan membawa Natuna mandiri, cerdas, dan berkeadaban.

“Komitmen tinggi ini masih kurang jika dilihat dari pemimpin Natuna selama ini. Kenapa, karena banyak godaan,” ucapnya.

Umar Natuna juga menyinggung hasil pembangunan Natuna selama 20 tahun waktu berjalan. Menurutnya, di segi infrastruktur sudah mendingan. Namun kenyataannya, di sektor ekonomi rakyat terpuruk. (arn)

ACT Distribusikan Puluhan Ribu Liter Air di Wilayah Kekeringan Tasikmalaya

0

ACT Tasikmalaya akan mendistribusikan hingga 25.000 liter air bersih per hari untuk membantu warga di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat yang terdampak kekeringan. Di Sukabumi misalnya, terdapat 11 kecamatan yang sudah mengalami kekeringan. Irfan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tasikmalaya mengungkapkan, ketika kekeringan melanda, warga desa harus berupaya lebih untuk mendapatkan air.

Sebagai bentuk kepedulian atas bencana kekeringan yang melanda Tasikmalaya, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama MRI Tasikmalaya pun memboyong Mobile Water Tank untuk terus mendistribusikan pasokan air bersih.

“Alhamdulillah, ACT Tasikmalaya menjadi lembaga yang pertama kali datang dan mendistribusikan air bersih untuk warga di wilayah Tasikmalaya. Misalnya, di Desa Singkup yang merupakan daerah terparah terkena dampak kekeringan, kami mengirim 5.000 liter air bersih,” tambah Irfan.

Sedikitnya, tercatat 100 keluarga menerima bantuan air bersih. Raut gembira terpancar dari wajah warga Desa Singkup seperti halnya Een (45), warga Desa Singkup.

“Hatur nuhun (terima kasih), ACT sudah bantu keberlangsungan kebutuhan air bersih kami. Hatur nuhun juga untuk para dermawan yang sudah berbaik hati,” ungkap Een.

Dampak dari kekeringan ini mulai sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih untuk berbagai keperluan, termasuk pertanian. Sukabumi, Indramayu dan Purwakarta menjadi daerah terparah yang terdampak kekeringan di tahun 2019 ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis potensi kekeringan di beberapa wilayah di Indonesia. Dari grafis yang dipublikasikan BMKG, terlihat Jawa serta gugusan kepuluan Sunda Kecil ditandai warna merah untuk “awas” dan oranye sebagai tanda

“Siaga”. Jawa Barat, dari rilis BMKG, ditandai merah sebagai stastus “Awas” kekeringan. Pemberian status ini dilakukan setelah terjadi hari tanpa hujan lebih dari 61 hari, termasuk Indramayu. (*)

Bersama Global Qurban, Bahagiakan Jutaan Saudara Hingga ke Sudan

0

Jarak yang jauh dan akses yang sulit untuk menjangkau Dafur Selatan, Sudan, tidak mengurungkan niat Global Qurban untuk menyampaikan amanah kurban bagi warga Sudan. Darfur Selatan sendiri merupakan sebuah negara bagian yang dihuni oleh penduduk lokal dan ribuan pengungsu dari Sudan. Di tahun 2018, Global Qurban bersama mitra lokal telah menyalurkan kurban ke puluhan ribu penduduk Darfur Selatan.

Ismail Bey, mitra Global Qurban di Sudan mengungkapkan, sebanyak 16.000 penduduk Darfur Selatan secara bergantian mendapat daging kurban, kantong per kantong.

“Tingkat pengangguran di Darfur Selatan sangat tinggi, sehingga kondisi perekonomian pun sangat lemah. Mereka sangat bahagia ketika menerima daging kurban, banyak yang menitip salam untuk masyarakat Indonesia,” ungkap Ismail.

Ahmad Muhammad Djibril (62) seorang pengungsi sudan yang menetap di wilayah Gereida. Menyampaikan salam kepada masyarakat Indonesia, Ahmad merasa lewat daging kurban dari masyarakat Indonesia bisa mengikat ukhuwah islamiyah tanpa memandang suku, ras, bahasa, maupun warna kulit.

“Masyarakat Indonesia akan selalu kami kenang dan kami tunggu kembali kedatangannya di Iduladha mendatang (2019),” Ungkap Ahmad.

Selain Ahmad, Ahmed Isa (29) juga salah satu penerima kurban di Sudan. Menurut Ahmet Isa, upaya yang dilakukan masyarakat Indonesia dengan berkurban di Gereida merupakan sebuah langkah tepat. Sebab, usai konflik berkecamuk hingga awal 2010, bantuan kemanusiaan jarang ada yang menjangkau daerahnya.

“Terima kasih kepada Indonesia yang telah memberikan kepeduliannya kepada kami, di sini, di pedesaan yang letaknya jauh dari kota. Daerah kami banyak sapi, tapi kami sendiri tidak mampu membeli untuk memakannya,” tutur Ahmet.

Pada Iduladha mendatang, Global Qurban akan kembali menyapa pengungsi Sudan yang masih menadi korban konflik. Tak bisa dipungkiri, mengungsi ke wilayah yang lebih aman belum tentu membawa mereka menuju kehidupan yang lebih baik, kurban Anda bisa bahagiakan muslim sedunia. Tunaikan ibadah kurban Anda melalui Global Qurban di https://donasi.act.id/batam/qurban .

Play sound