Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11233

Kebutuhan sapi Kurban di Kota Batam Mencapai 6 Ribu ekor

0

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan (DKP Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, memperkirakan jumlah sapi kurban yang dibutuhkan masyarakat pada hari raya Idul Adha 2019 mencapai 6 ribu ekor.

Kepala DKP Kota Batam, Mardanis, mengatakan, kebutuhan sapi kurban berada diangka 1.500 hingga 6.000 ekor.

Seorang pekerja memberi makan rumput sapi-sapi yang dijual untuk hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah mendatang, di Bengkong Sadai, Kamis (11/7/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Saat ini jumlah tersebut belum tercukupi dan akan ada distribusi sapi hingga menjelang momen hari raya kurban,” kata dia, Selasa (16/7/2019).

Kata dia, adapun jenis sapi yang banyak masuk ke Kota Batam adalah jenis Sapi Bali. Sapi jenis ini, kata dia, banyak diternakkan di berbagai daerah.

Termasuk di wilayah Sumatera seperti Lampung dan daerah lainnya.(bbi)

Pemko Batam Kembalikan 61 Sapi ke Dumai

0

batampos.co.id – Pemko Batam melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memulangkan 61 ekor sapi ke daerah asalnya di Dumai, Riau.

Dipulangkannya sapi-sapi tersebut karena tidak memenuhi dokumen resmi yang disyaratkan oleh pemerintah.

Kepala DKP Kota Batam, Mardanis, menjelaskan, sapi tanpa dokumen tersebut masuk ke Kota Batam pada Jumat (12/7/2019) lalu.

Seorang pekerja memberi makan rumput sapi-sapi yang dijual untuk hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah mendatang, di Bengkong Sadai, Kamis (11/7/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Namun sehari setelahnya langsung dipulangkan karena tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

“61 sapi itu dinyatakan sehat, tapi tidak ada surat dari laboratorium, makanya kita tolak dan sudah dikembalikan,” kata Mardanis ketika ditemui di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (16/7/2019).

DKP Kota Batam lanjutnya, terus melakukan pengawasan terhadap masuknya sapi dari berbagai daerah ke Kota Batam.

Ia bersama tim di lapangan selalu mengingatkan kepada para penyedia hewan ternak untuk melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.(bbi)

Kemenpora Bina 200 Pemuda se-Kepri untuk Perangi Narkoba

0

batampos.co.id – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar pelatihan kader inti pemuda anti narkoba di Hotel Sahid, Batamcenter.

Ketua panitia pelaksana pelatihan, Zubert Prihantoro, mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk menjadikan generasi bangsa bebas narkoba.

“Pelatihan ini digelar selama tiga hari mulai Selasa (16/7/2019) sampai Kamis (18/7/2019),” katanya kepada batampos.co.id, Selasa (16/7/2019).

“Usai pelatihan peserta langsung dikukuhkan sebagai kader pemuda inti anti narkoba pada hari Jumat,” paparnya lagi.

Kata dia, dalam kegiatan tersebut ada sekitar 200 peserta yang berasal dari kabupaten Karimun, Tanjungpinang, Lingga, Bintan dan Batam.

“Masing-masing kabupaten kota mengirim sekitar 40-an peserta dan mereka berasal dari berbagai organisasi kepemudaan serta mahasiswa,” jelasnya.

Pembukaan pelatihan kader inti pemuda anti narkoba yang diadakan Kemenpora. Kegiatan itu diikuti 200 perwakilan organisasi kepemudaan se-Kepri. Foto: Eja/batampso.co.id

Menurutnya, pelatihan itu juga bertujuan untuk melatih para pemuda agar lebih paham  dalam melawan memerangi narkoba.

“Dalam pelatihan ini kita menghadirkan narasumber dari BNN, Kadispora dari kabupaten dan kota serta provinsi Kepri,” jelasnya.

“Mereka (para pemuda) menjadi ujung tombak dan mereka akan turun ke organisasi pemuda lainnya di tempat asal untuk memberikan wawasan serupa kepada pemuda dan generasi penerus bangsa mengenai bahaya narkoba,” ujar Zubert.

Pelatihan itu lanjutnya, dimotori Deputi Bidang Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora. Sebagai wujud implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang penanggulangan narkoba.

Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Arifin Majid, mengatakan, pelatihan tersebut untuk membentuk karakter generasi bangsa yang bebas narkoba.

“Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2016 lalu dan tahun 2019 ini, Kepri adalah Provinsi ketiga,” jelasnya

“Sebelumnya kita adakan di Sulawesi Utara dan Maluku dan target pelatihan ini adalah kota-kota yang rawan dengan peredaran narkoba. Kepri salah satu karena berada di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Kata dia, target dari pelatihan itu adalah untuk mensukseskan program bebas narkoba di dalam negeri.

“Setiap tahun (data BNN Nasional) 18 ribu pemuda meninggal karena narkoba dan ini sangat berbahaya,” katanya.

“Sebab generasi penerus bangsa terus diracuni dengan narkoba dan Kemenpora melalui kegiatan ini bertekad akan memerangi persoalan ini,” ujar Arifin lagi.(eja)

Gila, Tiga Tahun Paman Cabuli Keponakan

0

batampos.co.id – Entah apa yang ada di benak E hingga ia tega mencabuli keponakannya sendiri, Mp, 13, selama tiga tahun.

Perbuatan asusila pria 39 tahun tersebut terhadap Mp sudah dilakukan sejak korban masih berusia 10 tahun atau ketika korban masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar (SD).

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan, mengatakan, perbuatan pertama yang dilakukan pelaku, berawal saat rumah Mp sepi.

Di mana, saat itu kedua orangtua korban sedang tidak berada di rumah. Pelaku selalu mengancam akan membunuh ibu korban jika tak mau memenuhi hasrat birahinya.

”Awalnya korban mendapat paksaan untuk melakukan hubungan itu, kemudian berlanjut selama kurang lebih tiga tahun dengan adanya ancaman terhadap korban. Kalau ngasih tahu, dia akan dipukul,” kata Andri menjelaskan.

Setelah itu, perbuatan asuslia pelaku terus berlanjut hingga korban usianya menginjak 13 tahun dan masuk kelas I SMP.

E, tersangka pencabulan terhadap keponakannya, Mp, tertunduk saat menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polresta Barelang, Senin (15/7/2019). Foto: Eggi Idriansyah/batampos.co.id

Perbuatan tersebut selalu dilakukan di rumah saat ibu dan bapak korban bekerja. Sementara E, selalu datang ke rumah korban di kawasan Batuaji untuk makan siang.

”Sudah berkali-kali melakukan perbuatan pencabulan ini. Kami masih memintai keterangan dari pelaku,” jelasnya.

“Sementara korban kondisinya masih mengalami trauma dan takut bertemu dengan laki-laki,” tuturnya.

Aksi tak senonoh pelaku baru terbongkar pada Sabtu (25/5/2019) lalu. Dimana, pada saat itu korban mengalami sakit biduran atau gatal-gatal di bagian selangkangannya dan kemudian dibawa berobat ke rumah sakit.

Saat hendak dicek dokter pada bagian kemaluannya, korban menolak dan marah-marah hingga menimbulkan kecurigaan dari orangtuanya.

Saat ditanyakan, korban pun akhirnya mengaku bahwa ia selama ini telah dicabuli oleh E.

Di mana, aksi pencabulan itu dilakukan E pertama kali pada November 2016. Mengetahui aksi tidak senonohnya telah terbongkar, E kabur ke Sumatra Utara.

Sementara orangtua korban melaporkan kejadian ini ke Polresta Barelang. Atas laporan tersebut, pelaku akhirnya ditangkap di kawasan kebun sawit Indra Pura Simpang Semujur, Desa Tanjung Medan, Kabupaten Batubara, Sumut, Kamis (11/7/2019).

E kemudian dibawa ke Mapolresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Andri menambahkan, pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.(gie)

Jumlah Pesangon yang Harus Disiapkan PT Unisem Hampir Rp 400 Miliar

0

batamppos.co.id – PT Unisem yang berencana menutup total usahanya di Kota Batam pada 30 September 2019 mendatang harus menyediakan uang pesangon sekitar Rp 400  miliar.

Hal ini diutarakan Ketua Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI) Kota Batam, Mochamat Mustofa. Jumlah tersebut lanjutnya sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2013.

“Perusahaan maunya membayar 1N, artinya jika perusahaan hanya sanggup 1N berarti mereka hanya menyiapkan pesangon Rp 200 miliar,” ujarnya kepada batampos.co.id, Selasa (16/7/2019).

Beberapa karyawan PT Unisem beristirahat di depan pintu masuk perusahaan. Para karyawan PT Unisem meminta perusahaan tersebut membayarkan hak-hak mereka sesuai dengan Undang-Unang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2013. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

“Padahal berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2013 minimal pesangon adalah 2N, artinya perusahaan harus menyediakan uang pesangon hampir Rp400 miliar,” paparnya.

Baca Juga: Khawatir Haknya Tidak Diberikan, Karyawan PT Unisem Tahan Aset Perusahaan

Pihaknya berharap para pengusaha asing yang datang ke Indonesia harus mentaati peraturan yang berlaku di Indonesia.

“Kami minta agar manajemen menyelesaikan semuanya berdasarkan aturan yang berlaku,” paparnya.

“Kalau tidak kami akan tetap melakukan perlawanan,” ujarnya lagi.(nto)

Pemko Batam Akan Kembangkan Komoditas Pangan, Di Sini Lokasi

0

batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Batam akan melakukan pengembangan komoditas pangan. Hal itu bertujuan untuk menekan harga komoditi yang kerap memicu naiknya inflasi.

Kepala DKP Kota Batam, Mardanis, mengatakan pengembangan komoditas pangan sangat pentingnya. Baik dari sisi harga dan maupun stok pangan di pasaran.

Hal itu disampaikan Mardanis dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (16/7/2019).

Kata dia, DKP Kota Batam berecana menghadirkan sejumlah kawasan yang akan dijadikan lokasi pengembangan komoditas pertanian.

Warga memilih cabai di pasar Botania 2 Batam Kota, beberapa waktu lalu dan menjadi salah satu komoditi yang memicu inflasi di Kota Batam. Pemko Batam berencana mennjadikan beberapa lokasi di Kota Batam untuk pengembangan komoditas pertanian. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Seperti di Pulau Kenon dan Subangmas di Kecamatan Galang, yang saat ini masih dilakukan pendataan.

“Memang memantau harga penting, tapi lebih penting lagi kita mengembangkan komoditas yang harganya tinggi itu,” kata Mardanis.

Dengan pengembangan tersebut, kata Mardanis, ada aksi bahwa tim TPID melakukan tindakan nyata.

Di mana hal tersebut akan didukung oleh Pemko Batam melalui pengadaan anggaran untuk pengembangan komoditas ini.

Ke depan, Mardanis berharap, komoditas yang mengalami fluktuasi harga, seperti cabai bisa dipanen di waktu-waktu harga cabai mengalami kenaikan.(bbi)

Realisasi Investasi Capai Rp 1,1 Triliun

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat, komitmen investasi di Batam hingga 2020 nanti sudah mencapai Rp 12,7 triliun. Nilai itu setara dengan 900 juta dolar Amerika.

“Komitmen yang sudah terealisasi sudah mencapai Rp 1,1 triliun di kuartal pertama 2019” ujar Kepala BP Batam Edi Putra Irawady, Senin (15/7).

Komitmen investasi tersebut disebut sebagai penanaman yang sudah siap. Tinggal direalisasikan.

“Saya yakin 10 ribu orang tenaga kerja bisa terserap nantinya,” kata Edi.

Tahun ini, komitmen investasi sudah mencapai Rp 5,2 triliun dan sudah terealisasi sekitar 20 persen atau Rp 1,1 triliun. Dengan kata lain, tahun depan ada tambahan komitmen investasi sebanyak Rp 7,5 triliun.

Edi menyebut kontributor utama penyebab investasi singgah ke Batam yakni karena pengaruh perang dagang antara Amerika dan Tiongkok. Salah satu investor yang ke Batam karena perang dagang adalah Pegatron dari Taiwan yang membuka pabrik di PT Sat Nusapersada Tbk dan Batamindo dengan total investasi mencapai Rp 560 miliar atau 50 persen dari realisasi investasi tahun ini.

“Kami juga seleksi ketat investasi yang masuk ke Batam. BP hanya ingin investasi dengan nilai barang tinggi, jasa-jasa atau substitusi impor,” jelasnya.

Ia optimis investor akan menyukai Batam karena memiliki banyak fasilitas, seperti tax holiday, tax allowance, insentif sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK), dan juga bebas bea masuk atas impor barang tertentu.

Selain itu, pembangunan infrastruktur juga akan terus ditingkatkan. Apalagi rencananya pagu anggaran BP Batam akan naik 22 persen pada tahun depan.

Anggaran itu akan digunakan untuk membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan untuk pengembangan industri manufaktur teknologi tinggi, jasa logistik, hub logistik, serta pariwisata.

“Saya cukup senang dengan anggaran ini karena hanya Batam yang mampu menangani sunset industry dan punya akses ke negara-negara yang tidak memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia,” terangnya. (leo)

Jaga Harga Pangan, Pelra Minta Pemerintah Sediakan Pelabuhan

0

batampos.co.id – Amblesnya pelabuhan utara Batuampar, Kota Batam, berdampak pada terlambatnya alur distribusi barang, termasuk di dalamnya komoditas pangan dari berbagai daerah menuju Kota Batam.

Kondisi ini membuat Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pengelola pelabuhan yang melayani arus distribusi produk pangan, memindahkan tempat bersandar kapal dari Pelayaran Rakyat (Pelra) ke Pelabuhan PT Bintang 99.

Ketua Pelra Kota Batam, Ilyas Bone, mengatakan, hal itu memang menjadi solusi untuk tetap tersalurnya distribusi pangan kepada masyarakat.

Hanya saja pemindahan tersebut menimbulkan persoalan baru. Yaitu naiknya harga produk disebabkan biaya pelabuhan jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Ketua Pelayaran Rakyat Kota Batam, Ilyas Bone. Foto: Bobi/batampos.co.id

Bone menjelaskan, tidak hanya harga bersandar kapal yang lebih tinggi dari biasanya, biaya buruh, dan jalur distribusi lainnya juga akan itu melonjak.

Hal itu lanjutnya, menimbulkan kenaikan harga pangan sekitar 15 sampai 20 persen dibanding kondisi normal.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah karena masyarakat yang langsung akan menerima dampaknya,” kata dia, Selasa (16/7/2019)

Pihaknya berharap Pemko Batam dan BP Batam bisa bersinergi untuk menghadirkan pelabuhan sebagai tempat bersandarnya produk yang didistribusikan Pelra.

Dengan begitu, harga produk di pasaran akan lebih stabil.

“Sekarang pelabuhan itu milik swasta, kalau bisa ada pelabuhan dari pemerintah berbiaya ringan,” kata Bone.

Dengan hadirnya pelabuhan rakyat yang bisa menampung pasokan dari Pelra, Bone menilai akan ada kemudahan yang berujung pada penurunan harga pangan.

“Pelra ini armada yang disubsidi pemerintah, kalau pelabuhan bisa juga disubsidi, maka paling besar peningkatan harga itu hanya lima persen saja,” tuturnya.(bbi)

Khawatir Haknya Tidak Diberikan, Karyawan PT Unisem Tahan Aset Perusahaan

0

batampos.co.id – Khawatir hak-haknya tidak dibayarkan perusahaan, karyawan PT Unisem melakukan penahanan aset-aset perusahaan.

Sekretaris PUK FSMPI PT Unisem, Rotiana Ginting, mengatakan, hingga saat ini belum ada pembicaraan kapan pembayaran pesagon mereka akan dilakukan pihak perusahaan.

“Sebagaian karyawan menahan aset perusahaan karena kita takut hak-hak kita tidak dibayarkan,” ujarnya kepada batampos.co.id, Selasa (16/7/2019).

Para karyawan PT Unisem melakukan aksi mogok kerja. Aksi itu lakukan karena hingga saat ini mereka belum mendapatkan kepastian mengenai nasib mereka dari manajemen perusahaan. PT Unisem sendiri diinformasikan akan menutup usahanya di Kota Batam pada 30 September mendatang. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Kata dia, para karyawan ingin mendengarkan langsung dari manajemen perusahaan dari Malaysia terkait tutupnya perusahaan elektronik tersebut.

“Selama ini informasi yang kita dapat penutupan perusahaan hanya melalui kertas fotokopian,” jelasnya.

Rotiana mengatakan, terakhir perwakilan karyawan bertemu dengan manajemen perusahaan pada awal Juli kemarin.

“Di sini ada 1.500 karyawan, 1.300 karyawan sudah permanen dan sisanya karyawan kontrak,” paparnya.(nto)

Tidak Mau Kecolongan, Karyawan PT Unisem Periksa Kendaraan yang Keluar Perusahaan

0

batampos.co.id – Karyawan PT Unisem masih melakukan aksi mogok kerja. Mereka memilih berjaga-jaga dan memeriksa mobil yang keluar masuk ke perusahaan tersebut.

Pantauan batampos.co.id, ratusan karyawanPT Unisem terlihat siaga di sekitar area pabrik.

Setiap mobil yang keluar perusahaan langsung dicek oleh karyawan beserta petugas sekuriti. Tujuannya untuk memastikan tidak ada barang-barang perusahaan yang dibawa keluar.

Baca Juga: Karyawan PT Unisem Minta Manajemen Lakukan Audit Eksternal

“Hal ini kita lakukan, demi antisipasi agar tidak kecolongan, kita di sini hanya meminta kejelasan kepada perusahaan,” kata Sekretaris PUK FSMPI PT Unisem, Rotiana Ginting, Selasa (16/7/2019).

Kendaraan yang hendak keluar dari kawasan PT Unisem tidak hanya diperiksa petugas sekuriti, tapi juga pekerja. Pemeriksaan itu untuk mengantisipasi barang-barang perusahaan dibawa keluar oleh manajemen perusahaan. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Rotiana melanjutkan, pengecekan mobil manajemen perusahaan yang keluar kawasan PT Unisem merupakan hal normal seperti hari biasa bekerja.

Baca Juga: Ini yang Dilakukan Karyawan PT Unisem Jelang Perusahaannya Tutup

Hanya saja kata dia, dalam situasi seperti ini, para karyawan mau tidak mau turut ikut memeriksa mobil yang keluar dari perusahaan agar tidak kecolongan.

“Itu hal normal, kita lakukan agar tidak ada aset-aset perusahaan yang dibawa keluar,”jelasnya.(cr1)