Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11234

Jaga Harga Pangan, Pelra Minta Pemerintah Sediakan Pelabuhan

0

batampos.co.id – Amblesnya pelabuhan utara Batuampar, Kota Batam, berdampak pada terlambatnya alur distribusi barang, termasuk di dalamnya komoditas pangan dari berbagai daerah menuju Kota Batam.

Kondisi ini membuat Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pengelola pelabuhan yang melayani arus distribusi produk pangan, memindahkan tempat bersandar kapal dari Pelayaran Rakyat (Pelra) ke Pelabuhan PT Bintang 99.

Ketua Pelra Kota Batam, Ilyas Bone, mengatakan, hal itu memang menjadi solusi untuk tetap tersalurnya distribusi pangan kepada masyarakat.

Hanya saja pemindahan tersebut menimbulkan persoalan baru. Yaitu naiknya harga produk disebabkan biaya pelabuhan jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Ketua Pelayaran Rakyat Kota Batam, Ilyas Bone. Foto: Bobi/batampos.co.id

Bone menjelaskan, tidak hanya harga bersandar kapal yang lebih tinggi dari biasanya, biaya buruh, dan jalur distribusi lainnya juga akan itu melonjak.

Hal itu lanjutnya, menimbulkan kenaikan harga pangan sekitar 15 sampai 20 persen dibanding kondisi normal.

“Ini harus menjadi perhatian pemerintah karena masyarakat yang langsung akan menerima dampaknya,” kata dia, Selasa (16/7/2019)

Pihaknya berharap Pemko Batam dan BP Batam bisa bersinergi untuk menghadirkan pelabuhan sebagai tempat bersandarnya produk yang didistribusikan Pelra.

Dengan begitu, harga produk di pasaran akan lebih stabil.

“Sekarang pelabuhan itu milik swasta, kalau bisa ada pelabuhan dari pemerintah berbiaya ringan,” kata Bone.

Dengan hadirnya pelabuhan rakyat yang bisa menampung pasokan dari Pelra, Bone menilai akan ada kemudahan yang berujung pada penurunan harga pangan.

“Pelra ini armada yang disubsidi pemerintah, kalau pelabuhan bisa juga disubsidi, maka paling besar peningkatan harga itu hanya lima persen saja,” tuturnya.(bbi)

Khawatir Haknya Tidak Diberikan, Karyawan PT Unisem Tahan Aset Perusahaan

0

batampos.co.id – Khawatir hak-haknya tidak dibayarkan perusahaan, karyawan PT Unisem melakukan penahanan aset-aset perusahaan.

Sekretaris PUK FSMPI PT Unisem, Rotiana Ginting, mengatakan, hingga saat ini belum ada pembicaraan kapan pembayaran pesagon mereka akan dilakukan pihak perusahaan.

“Sebagaian karyawan menahan aset perusahaan karena kita takut hak-hak kita tidak dibayarkan,” ujarnya kepada batampos.co.id, Selasa (16/7/2019).

Para karyawan PT Unisem melakukan aksi mogok kerja. Aksi itu lakukan karena hingga saat ini mereka belum mendapatkan kepastian mengenai nasib mereka dari manajemen perusahaan. PT Unisem sendiri diinformasikan akan menutup usahanya di Kota Batam pada 30 September mendatang. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Kata dia, para karyawan ingin mendengarkan langsung dari manajemen perusahaan dari Malaysia terkait tutupnya perusahaan elektronik tersebut.

“Selama ini informasi yang kita dapat penutupan perusahaan hanya melalui kertas fotokopian,” jelasnya.

Rotiana mengatakan, terakhir perwakilan karyawan bertemu dengan manajemen perusahaan pada awal Juli kemarin.

“Di sini ada 1.500 karyawan, 1.300 karyawan sudah permanen dan sisanya karyawan kontrak,” paparnya.(nto)

Tidak Mau Kecolongan, Karyawan PT Unisem Periksa Kendaraan yang Keluar Perusahaan

0

batampos.co.id – Karyawan PT Unisem masih melakukan aksi mogok kerja. Mereka memilih berjaga-jaga dan memeriksa mobil yang keluar masuk ke perusahaan tersebut.

Pantauan batampos.co.id, ratusan karyawanPT Unisem terlihat siaga di sekitar area pabrik.

Setiap mobil yang keluar perusahaan langsung dicek oleh karyawan beserta petugas sekuriti. Tujuannya untuk memastikan tidak ada barang-barang perusahaan yang dibawa keluar.

Baca Juga: Karyawan PT Unisem Minta Manajemen Lakukan Audit Eksternal

“Hal ini kita lakukan, demi antisipasi agar tidak kecolongan, kita di sini hanya meminta kejelasan kepada perusahaan,” kata Sekretaris PUK FSMPI PT Unisem, Rotiana Ginting, Selasa (16/7/2019).

Kendaraan yang hendak keluar dari kawasan PT Unisem tidak hanya diperiksa petugas sekuriti, tapi juga pekerja. Pemeriksaan itu untuk mengantisipasi barang-barang perusahaan dibawa keluar oleh manajemen perusahaan. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Rotiana melanjutkan, pengecekan mobil manajemen perusahaan yang keluar kawasan PT Unisem merupakan hal normal seperti hari biasa bekerja.

Baca Juga: Ini yang Dilakukan Karyawan PT Unisem Jelang Perusahaannya Tutup

Hanya saja kata dia, dalam situasi seperti ini, para karyawan mau tidak mau turut ikut memeriksa mobil yang keluar dari perusahaan agar tidak kecolongan.

“Itu hal normal, kita lakukan agar tidak ada aset-aset perusahaan yang dibawa keluar,”jelasnya.(cr1)

Miris, Hingga Hari Terakhir PPDB Tahap Tiga SMK Negeri 8 Kota Batam Masih Kekurangan Siswa

0

batampos.co.idSekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Kota Batam masih kekurangan siswa.

Pada PPDB tahap pertama hingga hari terakhir tahap ketiga, Selasa (16/7/2019), sekolah tersebut baru menjaring sekitar 200-an siswa.

Padahal kuoata daya tampaung di atas 250-an siswa dan sekolah itu masih kekurangan sekitar 50-an siswa.

Jika ditambahkan dengan dua lokal tambahan sesuai kebijakan Gubernur Kepri, maka sekolah tersebut masih bisa menerima sekitar 100-an siswa.

Baca Juga: Ini Daya Tampung SMA/SMK Negeri di Kota Batam Pada PPDB Tahap Ketiga

“Tapi itu tadi, yang berminat kurang. PPDB tahap tiga ini baru dua orang yang daftar. Padahal siang ini sudah tutup PPDB tahap tiga,” ujar Kepala SMKN 8 Refio.

SMK Negeri 8 Kota Batam. Sekolah ini masih kekurangan calon siswa sekitar 55 orang. Foto: Eja/batampos.co.id

Situasi ini bertolak belakang dengan sekolah negeri lainnya. Seperti SMKN 5, SMKN 1, SMAN 5 dan SMAN 19 di wilayah yang sama, justru tidak cukup untuk mengakomodir semua siswa yang mendaftar.

Baik pada PPDB tahap satu, dua dan tiga. Jumlah pendaftar selalu membludak sejak PPDB tahap pertama.

Baca Juga: Ini Lokasi Pembangunan 6 SMA/SMK Negeri di Kota Batam

SMKN I Batam misalkan, pendaftar PPDB tahap tiga sudah di atas 300-an orang. Padahal sekolah tersebut hanya membuka dua lokal tambahan.

Sebagian besar pendaftar dipastikan tak akan tertampung sebab kuota daya tampung sekolah tersebut terbatas.

“Kami tak bisa paksakan karena diatur oleh sistem. Kapasitas daya tampung sudah segitu,” ujar Kepala SMKN 1 Batam, Lea Lindrawijaya.(eja)

Titik-titik Banjir di Kota Batam yang Ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

0

batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menangani enam titik banjir di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal ini diutarakan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam Yumasnur.

”Tahun lalu satu titik di Simpang Kabil. Alhamdulillah, tahun ini ada enam titik,” kata Yumasnur, Senin (15/7/2019).

Menurutnya penanganan banjir ini dilakukan dengan memasang box culvert atau gorong-gorong beton pracetak.

Saat ini lanjutnya, proses pemasangan bangunan pelintas tersebut sedang berlangsung di beberapa titik.

Kemacetan terjadi di Jalan R Suprapto depan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Batuaji, Kamis (4/7/2019). Kemacetan ini terjadi akibat banjir yang menggenangi jalan tersebut karena ada pengerjaan proyek pelintas air di dekat kawasan tersebut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Seperti di Tiban Vitka, SP Plaza, dan Pasar Melayu. “Sebagian lain sudah selesai, seperti di Simpang Raya Indah,” jelasnya.

”Harapan kita mudah-mudahan di jalan utama ini tidak banjir lagi,” harapnya.

Yumasnur menjelaskan beberapa tahun lalu, pihaknya sudah menginventaris titik banjir di Kota Batam.

Baik yang berlokasi di perumahan maupun jalan strategis. Hasil pendataan tersebut kemudian disampaikan ke Kementerian PUPR untuk bantuan penanganan.

”Waktu itu saya sama Pak Wali Kota sampai presentasi ke Jakarta, ke Kementerian (PUPR),” paparnya.

“Kita sudah mengajukan ke Kementerian PUPR, inilah tindak lanjutnya,” terangnya.

Berikut titik-titik banjir di Kota Batam yang dikerjakan Kemnterian PUPR:

  1. Simpang Tiban Princess-Kecamatan Sekupang.
  2. Depan SP Plaza dan Pasar Melayu-Kecamatan Sagulung dan Batuaji.
  3. Depan Perumahan Simpang Raya Indah-Batam Kota.
  4. Serta Tanjunguncang-Kecamatan Batuaji.(rng)

Selamat, SIM Anda Bisa Digunakan di Seluruh Indonesia

0

batampos.co.id – Bagi Anda yang telah memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak perlu khawatir saat mengendarai kendaraan di daerah lain. Pasalnya SIM yang Anda miliki bisa digunakan untuk di seluruh wilayah di Indonesia.

Wakasat Lantas Polresta Barelang, AKP Kartijo, mengatakan,

SIM yang dibuat di kota atau provinsi lain tetap berlaku di Kota Batam, bahkan seluruh wilayah Indonesia.

Sehingga siapapun yang sudah memiliki SIM, bisa digunakan di seluruh wilayah Indonesia.

“Berlaku di semua kota,” ujar Kartijo, Senin (15/7/2019).

Ilustrasi SIM. Foto: Hasanul Safri/batampos.co.id 

Tidak hanya itu, bagi warga negara Indonesia yang berasal dari luar Kota Batam dan ingin memperpanjang SIM bisa dilakukan di Kota Batam. Asalkan kota asal pembuatan SIM-nya sudah online.

“Kita cek dulu apakah sudah online, kalau sudah ya bisa dilakukan di Batam,” katanya.

Demikian juga bagi yang memiliki SIM di Kota Batam dan akan bekerja atau tinggal di luar Batam, SIM itu tetap berlaku di tempat/kota tersebut.

“Misalkan dia pindah ke Surabaya bisa berlaku, tapi jangan sampai SIM-nya mati. Kalau mati harus diurus dulu perpanjangannya,” jelasnya.

Sementara bagi yang ingin mengurus SIM baru kata dia, harus memiliki e-KTP asli dan menyertakan surat kesehatan yang asli serta mengisi formulir yang tersedia di Polresta Barelang.(une)

Kadisnaker: UMKM Boleh Gaji Karyawan di Bawah UMK, Tapi Jangan Terlalu Menekan Karyawan

0

batampos.co.id – Meski saat ini Upah Minimum Kota (UMK) Batam berada diangka Rp 3,8 juta, namun pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diperbolehkan memberikan upah kepada para pekerja di bawah UMK.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menjelaskan, jika ada restoran yang masih dikategorikan UMKM, maka pemilik diperbolehkan memberikan gaji karyawan di bawah UMK.

Terlebih lagi, apabila restoran tersebut tidak memiliki badan hukum yang jelas.

”Ya bisa saja kalau UMKM, daripada banyak yang menganggur,” kata dia, Senin (15/7/2019).

“Namun, gaji yang diberikan jangan sampai terlalu menekan karyawannya,” ujarnya lagi.

Para pelaku UMKM di Kota Batam saat mengikuti pameran di gedung Imperium Superblock beberapa waktu lalu. Foto: Immanuel Sebayang/batampos.co.id

Berbeda dengan perusahaan yang telah memiliki badan hukum, perusahaan tersebut wajib menggaji karyawan sesuai UMK.

Meskipun jumlah karyawannya hanya tiga atau lima orang.

”Kalau perusahaan wajib, beda dengan UMKM, walaupun karyawannya sedikit,” jelas Rudi.

Dijelaskannya, perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi, baik barang dan jasa di bidang apapun itu. Contohnya, media, IT, elektronik dan lainnya.

”Kalau ada perusahaan yang menggaji di bawah UMK, itu wajib dilaporkan,” ujarnya.(she)

Kepala Bulog Kota Batam: Beras di Batam Aman

0

batampos.co.id – Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog)  Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Arie Apriyansyah, menjamin ketersediaan beras untuk Batam hingga beberapa bulan ke depan.

Saat ini kata dia ada 2.000 ton stok beras di gudang Bulog Kota Batam.

“Untuk saat ini kita jamin ketersediaan beras di Batam aman,” kata Arie dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam pada Selasa (16/7/2019).

Ari melanjutkan, pada Juni 2019 lalu, kondisi stok beras memang mengalami penurunan. Hal itu karena ada kebijakan yang diterapkan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Sehingga diperlukan waktu tambahan untuk proses pengiriman. Sejauh ini, Bulog juga telah menyiapkan sebanyak sekitar 3.000 ton beras untuk dikirim lagi ke Kota Batam.

Hari seorang pegawai Bulog sedang mengecek beras di gudang Bulog Batuampar. Kepala Perum Bulog Kota Batam, menjamin ketersediaan stok beras hingga beberapa bulan ke depan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Dengan datangnya tambahan beras itu, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan stabilitas harga dan stok pangan.

“Kita perkirakan inflasi dari beras bisa semakin kecil, karena sebelumnya kita terkendala aturan, untuk Juli sudah bisa optimal lagi,” kata Arie lagi.

Terkait dengan rencana pembentukan pasar TPID, Arie menjelaskan jika pihaknya mendukung penuh, dimana hal tersebut dinilai memberi sumbangsih besar terhadap stabilnya harga berbagai komoditas.

Ke depan pihaknya mengajak pemerintah untuk memperbanyak dan memperluas jangkauan pasar TPID itu sendiri.

“Kita pernah lakukan operasi pasar di tingkat kelurahan, dan itu mendapat tanggapan positif dari masyarakat,” kata Arie lagi.(bbi)

Garuda Indonesia Larang Awak Kabin dan Penumpang Ambil Gambar dan Video di Dalam Pesawat

0

batampos.co.id – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia melarang para penumpang dan awak kabin untuk mengambil segala kegiatan di pesawat baik berupa gambar ataupun video.

Larangan tersebut dikeluarkan Garuda Indonesia dan ditandatangani Pejabat Sementara (Pjs) SM. FA Standardization and Development, Evi Oktaviana pada Minggu (14/7/2019).

Pengumuman yang dikeluarkan maskapai Garuda Indonesia terkait larangan pengambilan gambar dan video di dalam pesawat.

Dalam pengumuman tersebut berisikan 3 hal yaitu:

1. Tidak diperbolehkan mendokumentasikan segala kegiatan di pesawat, baik berupa foto      ataupun video oleh awak kabin ataupun penumpang.

2. Awak Kabin harus menggunakan bahasa yang assertive atau tegas dalam                        menyampaikan larangan kepada penumpang untuk poin 1 di atas, kecuali sudah              mendapatkan surat izin dari perusahaan

3. Perusahaan akan memberikan sanksi jika terjadi pelanggaran terhadap ketentuan di          atas.(esa)

Dikabarkan Hilang, Bocah 12 Tahun di Kota Batam Ditemukan Meninggal Dunia

0

batampos.co.id – Safrizal, bocah 12 tahun ditemukan meninggal dunia di sekitar pelantar Tanjunguma, Lubukbaja, Kota Batam, Senin (15/7/2019).

Sebelum ditemukan tidak bernyawa di pelantar Tanjunguma, Safrizal dikabarkan hilang oleh orangtuanya.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yunita Stevani, mengatakan, penemuan mayat bocah laki-laki tersebut berawal dari laporan masyarakat.

“Setelah kami sampai di lokasi kejadian, ternyata jenazah korban sudah dibawa ke Pus-kesmas Tanjunguma dengan didampingi pihak keluarga,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, kata dia, pihaknya melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi. Menurut salah seorang saksi yang merupakan Ketua RT 03, orangtua korban, Rahmad Efendi, memberitahu anaknya tidak kunjung pulang ke rumah dan tidak tahu pergi kemana sejak Minggu (14/7/2019).

Safrizal, 12, ditemukan tewas di bawah pelantar di pesisir Tanjunguma, Lubukbaja, Senin (15/7/2019) pagi. Foto: Kompol Yunita untuk batam pos

“Besoknya atau hari ini (kemarin, red) salah seorang warga yang sedang memperbaiki rumahnya mendengar anak-anak berteriak bahwa ada anak kecil yang berada di bawah pelantar,” jelasnya.

Mendengar teriakan itu, warga tersebut melihat ke bawah dan menemukan sesosok mayat anak laki-laki dengan posisi telungkup.

Warga langsung turun ke bawah pelantar dan membalikkan badan mayat laki-laki itu. Kondisi tubuh bocah itu sudah kaku dan mengeluarkan darah dari hidung.

“Setelah memastikan, kemudian saksi berteriak meminta tolong dan mengangkat korban ke atas dan menghubungi pihak RT setempat,” jelasnya.

“Pihak RT yang mengetahui langsung memanggil keluarga korban dan memastikan mayat itu anaknya,” jelas Yunita.

Ia menambahkan, mayat Safrizal langsung dibawa pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

Sementara Unit Reskrim Polsek Lubukbaja tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengetahui penyebab meninggalnya Safrizal.

Termasuk, bagaimana korban bisa menghilang hingga kemudian sudah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

“Nanti tunggu informasi selanjutnya,” tutupnya.(gie)