batampos.co.id – Pengurus Satuan Karya (Saka) Bakti Husada (SBH) Kwartir Cabang Pramuka Kota Batam mengukuhkan kepengurusan pangkalan SBH Gerakan Pramuka Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, Selasa (23/4) pagi.
Upacara pengukuhan dilaksanakan di gedung BTKLPP Batam di Sei.Binti, Sagulung oleh ketua harian SBH Kwartir Cabang Pramuka Kota Batam, Kak Amril Nasrun.
Dengan pengukuhan pangkalan SBH BTKLPP Batam diharapkan dapat meningkatkan program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan serta dapat mendidik dan membina kader pramuka dari sekolah-sekolah sekitar kantor BTKLPP Batam. Sekolah yang saat ini yang telah bergabung di pangkalan SBH BTKLPP Batam antara lain; SMAN 23, SMKN 8, MAN 1, SMKN 4 dan SMK Putra Jaya Batam.
“Dengan pengukuhan pengurus baru ini tentunya pelaksanaan tugas dan program pemberdayaan masyarakat sebagai pangkalan langsung dimulai,” ujar ketua pangkalan SBH BTKLPP Batam, Slamet Mulsiswanto di lokasi pengukuhan.
Pengurus pangkalan yang baru dikukuhkan ini berjumlah 69 orang. Pangkalan ini akan membina kader pramuka dari lima sekolah tadi dengan jumlah 114 siswa yang diharapkan bisa menjadi Duta kesehatan. (eja)
batampos.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan kaji tunjangan bagi para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal usai bertugas mengawal Pemilu 2019. Berdasarkan laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada 90 petugas KPPS yang gugur dalam mengawal demokrasi ini.
“Saya sudah mendengar, mengenai usulan untuk mendapatkan tunjangan. Saya sudah mengecek, kemungkinan kita bisa mengakomodasi melalui standar biaya yang tidak biasa,” terangnya di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/4/2019).
Ia menuturkan bahwa biaya yang tidak biasa yang dimaksud dalam konteks kejadian ini adalah berapa kebutuhan biaya yang dibutuhkan yang bisa diakomodasi melalui aturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo juga memastikan pemerintah akan memberikan santunan kepada KPPS yang meninggal dunia. Tjahjo mengatakan, sampai saat ini masih menunggu usulan Bawaslu dan KPU terkait santunan untuk petugas KPPS yang meninggal dunia.
“Kami menunggu usulan dari Bawaslu dan KPU. Saya yakin Pemerintah akan memberi penghargaan, tetapi kalau soal anggaran nanti biar dari Bawaslu pastinya berapa untuk yang sakit, berapa yang meninggal termasuk KPPS dan anggota Polri,” kata Tjahjo.
Sementara itu, KPU menyebut akan mengusulkan santunan sebesar kurang lebih Rp 30-36 juta untuk korban meninggal dunia. Sedangkan untuk yang mengalami cacat maksimal santunannya Rp 30 juta. Besaran nominal akan disesuaikan dengan cacat yang diderita. Sedangkan untuk korban luka-luka, maksimal santunannya dianggarkan sebesar Rp 16 juta per korban.
batampos.co.id – Pangkalan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam menangani 13 kasus illegal fishing atau penangkapan ikan illegal sepanjang tahun 2019 ini. Kasus-kasus tersebut didominasi oleh kapal ikan asing (KIA) asal Vietnam yang ditangkap di sekitar periaran Natuna.
Kepala PSDKP Batam, Slamet mengatkan, perairan Natuna menjadi perairan yang sangat potensial yang dimasuki kapal asing untuk mencuri ikan. Dimana, belasan KIA itu hampir keseluruhannya ditangkap diperairan Natuna dan saat ini 8 kapal diproses di PSDKP Batam dan 5 lainnya diproses di Natuna.
“Yang nangkap dari Polair ada dua seperti saat ini, dan yang lainnya itu tangkapan instansi lain. Kita prosesnya itu sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya, Senin (22/4/2019).
Dijelaskannya, setelah dilakukan proses di PSDKP, selanjtunya berkas pemeriksaan diserahkan kepada jaksa dan dilanjutkan dengan tahapan persidangan di pengadilan. Dari persidangan itu, selanjutnya menunggu keputusan hakim yang menangani kasus ini.
“Tindak lanjutnya tergantung putusan hakim. Putusan hakim ada dua biasanya, ada dirampas untuk negara dan ada dirampas untuk dimusnahkan. Tahun 2018 kemarin, 69 kapal yang ditenggelamkan. Itu dirampas untuk di musnahkan,” bebernya.
sumber: humas psdkp
Dalam proses yang dilakukan, biasanya PSDKP Batam menjadikan nakhoda kapal ataupun Kepala Kamar Mesin (KKM) kapal. Hal ini tergantung dengan petunjuk dari jaksa nantinya. Sementara Amak Buah Kapal (ABK) akan dipulangkan atau diportasi ke negara asalnya, Vietnam.
“Sebagian ABK, setelah sidang baru ABK dipulangkan. Nanti dibagi, nahkoda tersangkanya, kemudian diambil dua orang sebagai saksi. Setelah sidang selesai, saksi dua orang ini baru dipulangkan. Kalau yang tidak dijadikan saksi langsung dipulangkan,” katanya.
Dari 13 kapal yang diproses tersebut, tiga diantaranya sudah keluar putusan yang inkrah dari pengadilan. Selanjutnya kapal itu rencananya akan ditenggelamkan seperti sebelumnya. Namun, untuk waktunya, Slamet masih menunggu dari kejaksaan.
“Tahun ini belum (ada penenggelaman). Ini rencananya dalam waktu dekat. Ada tiga kapal yang sudah putusan untuk dimusnahkan. Kita tunggu kejaksaan, karena eksekutornya itu kejaksaan,” tuturnya.
Sementara itu, untuk kapal-kapal yang kerap mendapatkan intervensi dalam penangkapan KIA, Slamet mengatakan bahwa itu merupakan urusan antar negara dengan negara. Pihak yang berwenang dalam mengajukan protes tersebut adalah Kementrian Luar Negeri.
“Karena yang bisa protes kemenlu. Yang pasti sudah kita laporkan masalah ini. Kita sudah laporkan ke pusat kemudian dilanjutkan ke Kementrian luar negeri. Yang biasa intervensi itu Coast Guard dari Malaysia dan Vietnam,” imbuhnya. (gie)
batampos.co.id – Ujian nasional tingkat SLTP digelar serentak Senin (22/4/2019). Tak terkecuali SMPN 28 Batam yang menggelar UN namun masih menggunakan pensil dan kertas.
“Jumlah siswa yang ujian hari ini 222 orang. Berjalan dengan aman, lancar dan terkendali. Semuanya ikut ujian,” ujar Wakil Kepala Sekolah SMPN 28 Batam, Tri Bandono.
Tri mengatakan semuanya dibagi menjadi 12 kelas dan hanya satu sesi saja dan akan berlangsung selama empat hari kedepan. Untuk UNKP hari pertama ini, yang diuji adalah bidang studi Bahasa Indonesia.
“Tadi mulai pukul 10.30 sampai pukul 12.30,” katanya.
Pantauan di lapangan, setiap kelas diberikan pengawas sebanyak dua orang. Dan didepan pintu ujian bercantumkan tulisan dilarang masuk ruangan selain peserta ujian dan pengawas. Selain itu, tidak diperkenankan membawa alat komunikasi dan atau kamera dalam ruang ujian.
“Ada 50 soal dan semuanya dari pusat bukan dari kita. Ujiannya dilakukan selama 120 menit,” katanya.
Diakuinya untuk tahun ini memang SMPN 28 Batam belum bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebab belum memiliki fasilitas yang memadai.
“Tahun depan rencana UNBK. Insyaallah sejauh ini kita masih dalam tahapan persiapan,” tutur Tri.
Jumlah siswa kelas VIII tahun ini sebanyak 240 siswa. Pihaknya mengajukan jumlah komputer sesuai dengan kuota siswa yang ada.
“Biasanya 1 sesi itu ada 60 komputer itulah yang kita ajukan. Kalau bisa 80 unit,” tutupnya. (yui)
batampos.co.id – Sebagai negara sahabat, Indonesia siap membantu pemerintah Sri Lanka dalam penanganan paska ledakan bom Paskah. Sikap tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (22/4/2019).
Kemarin, Retno sudah bertemu dengan duta besar Sri Lanka Dharshana Perera di Jakarta. Dalam kesempatan itu dia mewakili pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan duka cita.
”Duka untuk korban dan keluarga korban dari serangan yang terjadi di beberapa tempat di Sri Lanka,” katanya.
Dalam diskusi tersebut Retno menyampaikan pemerintah Indonesia siap membantu Sri Lanka jika memang ada permintaan. Namun, belum ada permintaan resmi dari pemerintah Sri Lanka.
Sebab, bantuan yang diberikan tergantung permintaan mereka. Menteri kelahiran Semarang 56 tahun itu sudah menjalin komunikasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Srilanka dan Maladewa I Gusti Ngurah Ardiyasa beberapa saat setelah terjadi serangan bom. Retno memperoleh informasi bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban dalam serangan bom tersebut.
”Jadi sekali lagi kita terus update. Dan saya berencana juga akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Sri Lanka,” katanya.
Retno menyatakan sangat mengecam aksi teror bom di perayaan paskah itu. Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir mengatakan, KBRI di Kolombo terus memantau perkembangan situasi. Koordinasi dengan otoritas keamanan, rumah sakit dan Perhimpunan WNI terus dilakukan. Ada sekitar 374 WNI di Sri Lanka.
”Termasuk 140 di Kolombo,” jelas pria yang akrab disapa Tata itu.
KBRI mengimbau agar WNI di sana untuk selalu waspada dan berhati-hati serta mengikuti arahan dari otoritas keamanan setempat. ”Bagi keluarga dan kerabat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dan bantuan konsuler dapat menghubungi hotline KBRI Kolombo +94772773127,” terangnya.
Kecaman keras juga disampaikan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin. ”Itu tindakan tidak berperikemanusiaan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama,” tegasnya.
Dia mengatakan serangan bom tersebut sangat ironi karena terjadi justru saat umat kristiani sedang memperingati hari besar keagamaan mereka.
”Kami turut berduka. Umat kristiani diharap tabah, tapi waspada, dan tetap menjadi pembawa damai bagi sesama,” katanya. Menurut dia tindakan pengeboman itu jelas menyalahi ajaran agama. Sebab, tidak ada agama yang membenarkan tindak kekerasan, apapun motifnya.
Lukman juga mengajak tokoh dan umat beragama untuk mendoakan yang terbaik buat korban di Sri Lanka. Dia minta masyarakat untuk menahan diri dan tidak emosional. Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus bekerja untuk mengetahui perkembangan kondisi di Sri Lanka. Termasuk memastikan kondisi keamanan warga negara Indonesia di sana.
Dia mengajak untuk tingkatkan kewaspadaan serta terus menjaga keamanan dan kesucian rumah ibadah masing-masing. Lukman mengingatkan para pengguna media sosial agar tidak terpancing dan turut menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya. (wan/han)
batampos.co.id – Badan Pe-ngawas Pemilu (Pemilu) masih memproses bentuk pelanggaran yang ditemukan jelang pemilihan berlangsung 17 April lalu.
Komisioner Bawaslu Batam Nopialdi mengatakan, temuan pelanggaran masih di pro-ses. Saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan sanksi yang akan diberikan kepada calon legislatif (caleg) yang terbukti melakukan pelanggaran.
Ia menyebutkan mulai dari laporan, barang bukti serta keterangan saksi sudah dikumpulkan. Semua ini akan tetap diproses sesuai dengan pelanggaran yang mereka lakukan.
“Masih dalam proses. Untuk AA dan IR masih dalam pemeriksaan, sedangkan RP yang menjadi temuan juga tetap kami proses,” katanya, Senin (22/4).
Mengenai sanksi yang akan diberikan terhadap caleg tersebut, Aldi mengungkapkan bahwa itu akan diputuskan nanti usai pleno atau penetapan lembaga penye-lenggara pemilu.
“Kami belum bisa petakan sanksi apa yang akan mereka terima. Yang jelas semua akan kami proses,” ujarnya.
Tindak lanjut dari temuan ini, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Gakumdu. Jika memang pelanggaran itu termasuk pidana pemilu tentu akan diteruskan hingga pengadilan.
“Kami kerja kan ada tahapannya. Jadi, kami tidak bisa memutus di awal proses ini,” tambahnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Batam Mangihut Rajagukguk menambahkan, pihaknya sudah menerima sedikitnya sembilan informasi pelanggaran pemilu.
“Penemuannya macam-macam, ada yang money politic ada juga yang berbagi barang-barang seperti jilbab dan lainnya. Dan semua itu dilakukan di masa tenang,” kata dia.
Bawaslu juga sudah meminta keterangan dari saksi serta penerima serangan fajar tersebut.
Untuk barang bukti juga sudah dikantongi. Selanjutnya temuan ini akan menjadi pertimbangan saat putusan pleno dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam nantinya.
“Itu bisa menggagalkan lah. Barang bukti berupa video rekaman juga sudah kami kantongi. Seperti politikus dari Gerindra kemarin itu,” terangnya. (yui/gas)
batampos.co.id – Meski penghitungan suara untuk DPRD Kota Batam belum rampung, sebagian besar partai politik sudah mengklaim mendapat jatah kursi pimpinan DPRD Batam. Di lain sisi, ada juga partai yang mengaku suara calegnya digembosi partai lain.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batam Jamsir mengatakan, dari enam dapil di Batam, ia yakin akan mengantarkan minimal tujuh caleg PDIP ke gedung DPRD Batam di Engku Putri. Bahkan ia yakin PDI Perjuangan akan tetap menjadi pemenang pemilu dan berhak atas jatah kursi ketua DPRD Kota Batam.
Ia menyebutkan, kemung-kinan besar di dapil I yang meliputi Batam Center-Lubukbaja, PDI Perjuangan mendapat jatah dua kursi. Kemudian di dapil II, Batuampar-Bengkong dapat dua kursi. Di dapil III Seibeduk, Nongsa, Bulang, dan Galang sudah sudah memastikan satu kursi, di dapil IV Sagulung berpeluang mendapat dua kursi, dapil V Batuaji sudah mendapatkan satu kursi dan di dapil VI Sekupang dan Belakangpadang juga sudah dipastikan satu kursi.
“Tetapi kami ingin sebanyak-banyaknya. Saya tidak menyebut nama siapa-siapa saja, tetapi dari data yang sudah masuk ke kami ya memang tetap jadi ketua,” kata Jamsir, Senin (22/4/2019).
Jamsir meminta kepada semua pihak untuk tidak melakukan kecurangan dalam proses penghitungan suara.
“Kami tidak berlaku curang dalam penghitungan ini, makanya kami juga tidak akan mau dicurangi. Kami tidak akan diam kalau kami dicurangi,” katanya.
Partai NasDem juga mengklaim menjadi pemenang dalam Pemilu kali ini dan kemungkinan besar akan mendapatkan jatah pimpinan DPRD. Likhai, caleg dan pengurus Partai NasDem mengatakan, saat ini sudah dipastikan partai bentukan Surya Paloh tersebut mendapatkan lebih dari enam kursi di DPRD Batam.
Lik Khai menyebutkan, untuk dapil I, hampir pasti mendapatkan dua kursi.
“Kalau satu kursi sudah lewat dan sangat besar kemungkinan dua kursi,” katanya.
Sementara di dapil lainnya, sudah dipastikan dapat satu kursi. Bahkan ada dapil yang kemungkinan mengantarkan dua kursi. “Jadi, masih menunggu nih. Tetapi NasDem sangat bagus hasilnya,” katanya.
Ia yakin dengan perolehan suara yang didapat NasDem, maka sangat memungkinkan NasDem akan menempatkan salah satu wakilnya di kursi pimpinan DPRD Batam.
“Mohon doanya saja, karena penghitungan suara masih terus berlangsung dan belum selesai,” katanya.
ilustrasi foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Sementara Partai Golkar Kota Batam juga sudah yakin salah satu wakilnya akan duduk di kursi pimpinan. Kalau tidak jadi wakil ketua I, kemungkinan akan jadi wakil ketua II. Saat ini Golkar terus memantau penghitungan suara di tingkat kecamatan.
“Ini adalah pemilu yang melelahkan. Dan semua data memang belum masuk dan kita masih menunggu. Tetapi dari data yang sudah masuk kalau tidak waka I, maka kita dapat waka II,” kata Bendahara DPC Partai Golkar Kota Batam, Hendra Asman.
Hendra mengatakan, dari data yang masuk, untuk dapil I Partai Golkar mendapat dua kursi. Dapil II sudah pasti satu kursi, dapil III, IV, V, dan VI juga sudah dipastikan satu kursi.
“Tapi kami tetap berpeluang untuk mendapat dua kursi di sana. Jadi, kita tunggu saja hasil akhirnya nanti,” katanya.
Partai Demokrat juga optimistis akan mendapat jatah pimpinan DPRD. Dimana di setiap dapil partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini dipastikan mendapatkan satu kursi.
“Kami tetap yakin dapat jatah pimpinan seperti sekarang ini. Tapi hasilnya kita lihat saja seperti apa nanti,” kata Sekretaris DPC Demokrat Kota Batam Sahat Tambunan.
Sahat mengatakan, saat ini belum semua data perolehan suara masuk. Artinya masih ada kemungkinan jumlah suara terus bertambah. Dan ia mengucapkan terima kasih kepada semua pemilih dan kader Demokrat yang sudah berpartisipasi dalam pemilu tahun ini.
Partai Gerindra tak kalah optimistis. Partai pimpinan Prabowo Subianto itu yakin kembali akan mendapatkan jatah pimpinan DPRD Kota Batam. Mulia Rindo Purba, kader Gerindra, mengatakan, di setiap dapil, Gerindra mendapatkan satu kursi. Bahkan ada dapil yang berpotensi mendapatkan dua kursi seperti dapil I, dapil III, dan dapil VI.
Sementara Partai Hanura juga mengaku bahwa suara yang didapat tahun ini jauh lebih besar dari pada pemilu 2014 lalu. Ketua DPC Hanura Iwan Krisnawan mengatakan, sejauh ini Hanura hampir dipastikan mendapatkan satu kursi di setiap dapil.
“Kalau kami satu dapil satu kursi. Sudah hampir pasti itu. Jadi, kalau untuk unsur pimpinan itu masih sangat memungkinkan. Tetapi kita tunggu saja keputusannya. Kan berdasarkan rangking partai, dan suara belum semua masuk,” kata Iwan, Senin (22/4/2019).
Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengklaim ada enam calegnya yang hampir dipastikan duduk di kursi DPRD Kota Batam periode 2019-2024. Masih-masing dapil satu kursi.
“Semua dapil kami yakin dapat satu kursi. Tetapi memang masih ada dapil yang selisih suara antara caleg satu dengan yang lain sangat tipis. Ya kita tunggu saja,” kata Sekretaris DPC PAN Kota Batam Edward Brando.
Edward mengatakan, perolehan suara dalam Pemilu kali termasuk besar. Dan ia mengucapkan terima kasih kepada semua kader dan warga Batam yang sudah ikut berpartisipasi dan membesarkan PAN.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Batam Jefri Simanjuntak mengakui bahwa partainya kali ini hanya mengirimkan tiga wakilnya, yakni dari dapil I, dapil IV, dan dapil VI. Meski begitu, menurut dia, masih saja ada partai lain yang mencoba menggembosi suara PKB.
Sama dengan partai lain, PKS juga optimistis menempatkan enam wakilnya di DPRD Batam.
“Sesuai target, enam daerah pemilihan satu kursi telah kami amankan,” kata Warya Burhanuddin, Sekretaris Umum DPD PKS Batam, Senin (22/4).
Jika dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu, suara PKS meningkat signifikan. Bahkan bila melihat potensi di daerah pemilihan I yakni Batam Kota-Lubukbaja, PKS berpotensi mengirimkan dua orang wakilnya. (ian)
batampos.co.id – Bulan suci Ramadan masih dua pekan lagi, tapi harga-harga kebutuhan pokok di pasaran Batam terus merangkak naik. Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai yang harganya kian ”pedas”.
Tak tanggung-tanggung, harga cabai rawit merah atau lebih dikenal cabai setan kini mencapai Rp 85 ribu per kilogram (kg).
Rosi, pedagang cabai di Pasar Bengkong, menyebutkan, untuk jenis cabai rawit sudah menembus Rp 85 ribu per kg. Tingginya harga cabai tersebut, sejumlah konsumen terpaksa hanya membeli per ons yang dibanderol dengan harga Rp 9.000.
”Satu kilogram Rp 85 ribu, kalau beli se-ons Rp 9 ribu. Memang sekarang cabai lagi mahal,” sebutnya, Senin (22/4).
Tidak hanya cabai setan, untuk jenis cabai rawit hijau juga mahal, yakni Rp 70 ribu per kg. Begitu juga cabai hijau keri-ting sudah menembus Rp 60 ribu per kg.
”Semua jenis cabai sekarang memang mahal. Cabai merah keriting Rp 50 ribu per kg, kalau cabai hijau Rp 60 ribu per kg,” terangnya.
Dia menduga melambungnya harga cabai yang sangat cukup tinggi selama sepekan terakhir karena cuaca buruk. Apalagi di daerah penghasil sedang musim hujan yang menyebabkan cabai banyak yang busuk.
”Lagi musim penghujan katanya, karena itu cabai mahal,” terang Rosi lagi.
Sedangkan di Pasar Mitra Raya, Batam Center, harga cabai setan lebih murah Rp 5 ribu yakni Rp 80 ribu per kg.
Sedangkan cabai rawit hijau dijual Rp 75 ribu per kg, cabai merah keriting di kisaran Rp 45 ribu – Rp 50 ribu per kg.
”Naik drastis dua minggu belakangan. Dua minggu lalu cabai setan masih Rp 60 ribu, sekarang sudah Rp 80 ribu per kg,” jelas Anto, pedagang Pasar Mitra Raya.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Tak hanya cabai, harga tomat juga naik menjadi Rp 14 ribu -Rp 16 ribu per kg, wortel Rp 17 ribu, sawi manis Rp 20 ribu per kg, bunga kol Rp 35 ribu per kg, brokoli Rp 45 ribu per kg. ”Beberapa jenis sayur memang lagi tinggi,” terang Anto lagi.
Mulai Langka
Sementara itu, di Pasar Tos 3000 Jodoh, cabai setan masih dijual Rp 70 ribu – Rp 75 ribu per kg, cabai rawit Rp 60 ribu – Rp 65 ribu per kg, cabai merah keriting Rp 40 ribu – Rp 50 ribu per kg. Begitu juga dengan harga bawang putih dijual Rp 22 ribu – Rp 25 ribu per kg, bawang merah Rp 20 ribu – Rp 24 ribu per kg, kentang Medan Rp 10 ribu – Rp 12 ribu per kg.
Di Pasar Botania 1 Batam Center cabai yang di pasok dari Surabaya dan Mataram itu dijual bervariasi, mulai Rp 60 ribu – Rp 80 ribu per kg, padahal sebelumnya hanya di kisaran Rp 35 ribu per kg.
Aan, penjual sayur di Pasar Botania 1 menyebutkan, tinggi-nya harga cabai disebabkan pasokannya berkurang. Bahkan ada beberapa pedagang yang tidak menjual cabai rawit lantaran kosong dari distributor.
”Sudah hampir tiga hari ini pasokan berkurang,” ujar Aan.
Akibat kenaikan harga tersebut, banyak pembeli yang mengeluh. Namun karena sudah menjadi kebutuhan, pembeli tetap mengambilnya. Walaupun terkadang dikurangi jumlah timbangannya.
”Pembeli banyak ngeluh, tapi karena kebutuhannya tetap dibeli,” sebutnya.
Selain cabai, komoditas lain juga ikut naik seperti sayuran sawi dijual Rp 25 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp 15 ribu per kg. Kacang panjang Rp 25 ribu per kg dari Rp 18 ribu per kg dan tomat Rp 17 ribu per kg dari sebelumnya Rp 10 ribu – Rp 12 ribu per kg.
”Semua pada mahal, faktor cuaca mungkin,” ungkapnya.
Pedagang lainnya, Jasri juga membenarkan harga cabai rawit mengalami kenaikkan, bahkan di sejumlah pedagang mengalami kehabisan stok sekitar pagi kemarin.
”Stok cabai saya habis. Memang lagi sedikit stoknya dan dijual dengan harga Rp 70 ribu per kg. Lagi tinggi sekarang padahal biasanya kami jual Rp 35 ribu,” sebutnya.
Kelangkaan pasokan ini, lanjut dia, diduga karena banyaknya penerbangan yang ditunda ke Batam dari daerah lainnya. Ditambah biaya logistik yang tinggi.
”Langka karena banyak penerbangan yang di-cancel. Harusnya 3 kali jadi 1 kali aja,” tutupnya.
Pedagang Makanan Ganti Cabai
Tingginya harga cabai setan membuat pengusaha makanan di Tiban Center harus mengganti dengan jenis cabai lainnya. Pedagang soto di Tiban Center, Aminah, mengatakan, sudah dua hari mengganti cabai rawit setan dengan cabai hijau.
”Mahal. Semalam sampai nembus Rp 110 ribu per kg, jadi kami ganti dulu pakai cabai hijau biasa,” kata dia, kemarin.
Menurutnya, beberapa pelanggan memang mempertanyakan kenapa cabai yang digunakan diganti. Namun, ini merupakan solusi agar pelanggan tetap bisa menikmati soto meskipun cabainya diganti.
”Mungkin karena lidahnya sudah biasa pakai cabai setan jadi pas diganti mereka sedikit mengeluh. Karena harganya mahal sekali. Jadi tak sanggup kami,” terang Aminah.
Ia menambahkan, jika harga cabai setan tersebut sudah kembali normal, pihaknya akan kembali menggunakan cabai setan untuk pelengkap saat pelanggan menikmati soto.
Sedangkan pantauan Batam Pos di Pasar Tiban Center harga cabai rawit dijual Rp 80 ribu per kg, cabai merah Rp 38 ribu per kg, ayam segar Rp 38 ribu per kg, dan cabai setan Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu per kg, tergantung kualitas cabai.
Erni, pedagang sayur, menga-takan, harga cabai mengalami kenaikan sudah berlangsung selama satu minggu belakangan ini. Menurutnya, jumlah pasokan yang masuk tidak sebanding dengan permintaan.
”Barang tak ada masuk, sedangkan permintaan terus ada jadi harga-nya naik. Kemarin infonya kapal pengangkut sayuran lagi perbaikan,” terangnya.
Ia mengatakan, harga cabai terus merangkak naik, sedang-kan untuk sayuran lainnya masih terbilang normal.
”Mau puasa pasti naik lagi,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam Mardanis mengatakan memang ada kenaikan harga cabai. Kondisi ini disebabkan pasokan dari luar yang tidak masuk seperti biasanya.
”Barang menipis jadi harga naik,” kata dia.
Untuk saat ini kebutuhan cabai mayoritas berasal dari luar Batam. Faktor ini menyebabkan harga cabai tidak stabil. Jika pasokan dari luar lancar harga normal, namun jika ada kendala pengiriman harga langsung naik.
”Kebutuhan kita pasok dari luar semua. Makanya harga tak bisa terbendung,” sebutnya.
Untuk solusinya dalam waktu dekat ini jika harga terus meroket, ia bersama Tim Pe-ngendali Inflasi Daerah (TPID) akan berusaha turun ke lapa-ngan, agar harga bisa kembali normal.
”Pastinya akan ada nanti operasi pasar hingga pasar murah. Ini karena sudah dekat dengan bulan puasa. Kendati demikian distributor terus berupaya mendatangkan komoditas ini. Yang terpenting tidak kosong,” ungkapnya.
Dipantau Satgas Pangan
Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan pokok mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Kapolresta Barelang Kombes Hengki memastikan bahwa tim Satgas Pangan selalu melakukan pengecekan secara berkala terhadap ketersediaan kebutuhan pokok hingga memasuki bulan suci Ramadan nanti.
”Dari hasil monitoring tim Satgas Pangan yang dilakukan setiap saat, kebutuhan memang ada kenaikan. Dalam waktu dekat ini, kami akan turun ke lapangan dan memantau harga,” ujar Hengki, kemarin.
Ia mengatakan, selain memantau harga pangan, pihaknya juga memantau ketersediaan pangan. Sebab, Satgas Pangan dari Polresta Barelang juga termasuk ke dalam tim Satgas Mafia Pangan yang memberi peringatan kepada pedagang, untuk tidak memainkan harga atau menimbun kebutuhan pokok hingga menimbulkan kelangkaan.
”Tim kita akan selalu mengecek di lapangan. Kalau kita temukan, akan kita tindak. Hal-hal yang berbau dengan tindak pidana, pasti akan kami lakukan penindakan,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa tim Satgas Pangan akan tetap melakukan pemantauan secara berkala. Jika terjadi kenaikan harga yang sangat signifikan, Hengki memastikan akan terpantau Satgas Pangan.
”Kalau ada sedikit kenaikan, itu karena biaya transportasi atau lainnya. Tapi kalau sudah signifikan, kita akan lakukan penyelidikan,” ucapnya. (yui/une/she/gie)
batampos.co.id – Kesehatan sangat penting. Gaya hidup sehat yang baik untuk diterapkan sehari-hari adalah dengan berolahraga. Terutama para wanita percaya dengan hidup sehat aura kecantikan pun kian terpancar.
Wajar arena olahraga bagi wanita pun banyak bermunculan. Di antaranya ada senam aerobic, zumba, yoga, fitnes, bahkan olahraga ekstrem sekali pun. Mereka yang memilih mengikuti olahraga tersebut, selain hobi atau tujuan tertentu, juga beralasan karena ada pemandunya.
”Kalau ada instrukturnya kan enak, tinggal ngikutin gerakannya saja. Jadi lebih instan,” ujar Ranti, pegawai hotel di Batam.
Bahkan dengan sejumlah jenis olahraga tersebut, para peserta bisa dijamin hingga kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuannya mengikuti olahraga.
”Kalau saya pengen tetap langsing. Takut gendut,” ungkapnya malu.
Namun, di sisi lain dari olahraga tersebut, bisa menjadi pertimbangan yang membe-ratkan. Mulai dari biaya yang harus dikeluarkan untuk menyesuaikan diri, hingga pergaulan kurang baik yang kemungkinan dapat ditemukan.
Qhairunnisa, mahasiswi Universitas Andalas Padang asal Batam memilih olahraga yang lebih sederhana. Menurutnya, olahraga itu tak perlu mahal. ”Saya hanya rutin lari pagi,” ucap Nisa, panggilannya.
Tinggal di lingkungan asrama kampus, gadis 21 tahun ini rutin mengelilingi area sekitar kampus tiap pagi de-ngan berlari-lari kecil. Waktu yang dipergunakan lebih kurang satu jam saja.
”Minimal seminggu tiga kali,” sambungnya yang kini tengah berada di rumahnya di Batam Center.
Dilihat dari postur tubuhnya, Nisa memang tampak ideal dengan tinggi 161 sentimeter dan berat sekitar 58 kilogram. Kebiasaan olahraga nan sederhana itu diakuinya baru ditekuni setahun belakangan sejak ia mulai kuliah. Disinggung soal biaya yang dikeluarkan, ia bahkan mengatakan ’gak perlu modal’.
”Cuma lari-lari saja, sering gak pakai alas kaki malahan. Anggap aja lagi main kejar-kejaran waktu kecil,” beber Nisa dengan polos.
Pandangan lain juga diungkapkan Gustia Meta, yang memilih olahraga sederhana di rumah. Sebagai ibu rumah tangga sekaligus pedagang daring, ia melakukan tugas olahraganya dengan sengaja banyak gerak di rumah.
”Beres-beres rumah kan sudah olahraga. Tapi kalau sudah santai, ikutin gerakan senam atau yoga yang sudah di-download suami ke dalam flashdisk. Tinggal putar di Tv,” terang Meta.
Ia yang tinggal di Ruko Seraya ini juga gemar memanfaatkan trotoar yang kini ada di sepanjang jalan sekitar Lubukbaja.
”Lebih banyak dibawa jalan-jalan sore, kalau lari sekali-sekali pas ada suami. Soalnya saya gak begitu kuat untuk olahraga berat,” ucapnya.
Dengan rutinitas yang sederhana itu, ia mengaku memiliki semangat berlebih hari-hari-nya.
”Bangun pagi itu udah semangat, beres-beres, urusin jualan, sampai tidur lagi bawaannya masih tetap fit. Tidak mudah lelah,” beber Meta.
Pemandangan yang umum untuk berolahraga juga sering terlihat di Dataran Engku Putri, Batam Center. Ada lari, badminton, bersepatu roda, senam, juga olahraga bela diri. Tapi rata-rata mereka tidak begitu menekuninya.
”Ini sekalian olahraga sembari kumpul sama teman-teman. Paling di hari libur saja,” ungkap Rere yang sedang bersama lima rekannya.
Dengan beberapa versi olahraga yang dapat dilakukan, jika ditekuni pasti membuahkan hasil yang diharapkan. Tidak perlu mahal, dan tidak perlu sulit. Mari budayakan berolahraga. (nji)
batampos.co.id – Pemadaman listrik secara bergilir oleh PT bright PLN Batam terus berlanjut. Tak hanya dikeluhkan warga, kondisi ini juga mulai diprotes kalangan pengusaha karena dinilai sangat mengganggu aktivitas industri di Batam.
Protes itu dilayangkan oleh manajemen Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK) dan sejumlah tenant di dalamnya. Seperti yang telah terjadi sebelumnya, pemadaman listrik yang terjadi pada Senin (22/4) kemarin membuat aktivitas industri sejumlah tenant di KITK kacau balau. Bahkan PT SMOE terpaksa harus menghentikan proses produksi dan memulangkan 1.500 karyawannya akibat pemadaman listrik, Senin (22/4/2019).
“Kalau kerugian material susah dihitung. Tetapi yang jelas terlihat adalah, produksi terganggu dan otomatis pengiriman pesanan ke konsumen akan tertunda,” kata Direktur Utama KITK Peter Vincent, Senin (22/4/2019).
Kondisi ini, kata Peter, tentu sangat merugikan pengusaha. Sebab keterlambatan pengerjaan proyek akan berdampak pada tingkat kepercayaan konsumen.
“Perusahaan kemungkinan akan mendapatkan penalti atas delay itu,” katanya.
Peter menambahkan, persaingan untuk mendapatkan proyek atau pesanan produk dari dalam maupun luar negeri saat ini sangat ketat. Selain masalah kualitas, ketepatan waktu juga menjadi pertimbangan utama bagi konsumen pemberi proyek.
“Yang sangat berbahaya adalah kepercayaan klien pemberi kerja bisa berkurang dan konsekuensi order placement yang bisa dibatalkan,” ungkap Peter.
Menurut Peter, pihaknya sudah sering menyampaikan protes ini kepada PLN Batam. Namun, sejauh ini belum ada solusi. PLN Batam justru menawarkan layanan premium agar listrik ke KITK tidak terganggu. Sebab tarifnya jauh lebih mahal dan tarif yang ada saat ini.
“Harganya nggak cocok untuk industri. Beda harganya 40 hingga 60 persen lebih mahal,” ucapnya.
Government Relation and QHSE Manager KITK Sony Fuah menambahkan, ada lima dampak pemadaman listrik bergilir yang berlarut ini bagi industri, yaitu menggagalkan target industri, menimbulkan kerugian bagi industri, mengancam investasi, dan meningkatkan kecemasan investor terkait jaminan pasokan listrik.
“Dan kelima, berpotensi mengakibatkan investor hengkang keluar Batam,” ungkap Sony.
Sony mengaku sejauh ini telah banyak keluhan dari para tenant di KITK terkait pemadaman listrik yang terus berlarut ini. Seperti PT Yokohama, PT SMOE, dan PT DSAW.
Karena saat pemadaman bergilir, para tenant di KITK sedang menyelesaikan produksi dalam jumlah besar. Selain itu, pemadaman bergilir ini mengganggu tenant-tenant yang sedang dalam proses tender, atau saat kedatangan rekanan bisnis mereka.
“Kejadian pemadaman listrik PLN ini terjadi pada saat-saat produksi sangat tinggi, proses tender proyek baru, serta proses audit dan product testing dari customer,” ucapnya.
Yang lebih disayangkan, kata Sony, pemadaman listrik sering dilakukan saat jam-jam produktif. Sehingga menyebabkan gagal produksi dalam jumlah yang besar.
“Proses produksi yang sedang jalan itu tak bisa diteruskan lagi saat mati listrik. Jadi produksi itu cacat,” ungkapnya.
Sony menyebut, sejauh ini PLN Batam tidak menawarkan solusi atau alternatif bagi kawasan industri. Bahkan, pemberitahuan akan adanya pemadaman bergilir saja diinformasikan secara mendadak. Sehari atau semalam sebelum pelaksanaan. Hal ini, menurutnya, perusahaan seolah diminta memikirkan sendiri alternatif lain untuk menghadapi gangguan akibat pemadaman listrik tersebut.
Menurut Sony, seharusnya PLN Batam dapat memberikan alternatif kepada industri khususnya penetapan waktu pemadaman bergilir. Sebagaimana yang pernah mereka usulkan kepada PLN Batam, untuk mempertimbangkan penjadwalan ulang pemadaman bergilir, yaitu pemadaman di pagi dan siang hari bagi permukiman atau perumahan.
Sementara pemadaman bagi industri dapat dilakukan pada malam hari.
“Tapi usulan kami tersebut tidak mendapat respon dari PLN,” lanjutnya.
Human Resources dan General Affairs Manager PT Yokohama Syamsul Hidayat mengamini perkataan Peter Vincent dan Sony Fuah. Akibat pemadaman bergilir ini, Yokohama merugi hingga miliaran rupiah. “Sampai-sampai (investor) bilang ini crazy activities,” tutur Syamsul.
Ia mengatakan, bahan produksi di Yokohama memiliki waktu kedaluwarsa. Jika produksi gagal akibat listrik padam, maka bahan produksi itu tidak akan bisa dipakai lagi dan akan menjadi scrab.
“Hanya jadi sampah,” ungkapnya.
Saat ini, di Yokohama sedang dilakukan audit dari customer-nya. Audit tersebut dilaksanakan dari 22 April hingga 4 Mei nanti. Audit ini untuk melakukan kualifikasi atas produk yang dihasilkan. Namun, banyak ditemukan produk yang kurang baik karena gagal produksi akibat listrik yang sering padam.
“Listrik mati, produk gagal dan cacat,” tuturnya.
Syamsul mengatakan, hingga saat ini pihaknya memang tidak memiliki pembangkit atau genset sendiri untuk kebutuhan listriknya. Sebab, saat Yokohama masuk ke Batam, kata Syamsul, investor diyakinkan pemerintah tidak perlu memikirkan permasalahan listrik. Karena, pembangkit listrik tenaga gas milik PLN Batam mampu memasok listrik ke Yokohama.
“Ketika pemerintah bilang aman, investor percaya. Walaupun penyampaian itu hanya secara lisan saja,” ucapnya.
Selain audit, Syamsul juga khawatir ekspansi yang akan dilakukan investor Yokohama terancam gagal dilaksanakan. Tentu gagalnya ekspansi ini akan menjadi kerugian bagi pemerintah. Karena harusnya mendapatkan pajak dan terbukanya lowongan pekerjaan, tapi semua terancam gagal karena permasalahan pasokan listrik. “Ini baru masalah listrik loh, belum masalah lainnya. Katanya pemerintah mengejar investor masuk, tapi kenapa tidak dijaga dengan baik,” ungkapnya.
Syamsul mengaku sudah beberapa kali meminta respons dari PLN Batam. Tapi, tidak diberikan respons yang baik.
“Kondisi ini sungguh tidak nyaman. Hari ini mau mati, hari ini dikasih tahu atau sehari sebelumnya. Andai lupa lihat ponsel, kecolongan kami,” tuturnya.
Ia berharap apabila memang ada perbaikan, harusnya ada pemberitahuan sejak jauh-jauh hari. Setidaknya, sebulan sebelum pemadaman. PLN Batam, diminta juga lebih respons atas keluhan pihak industri.
“Contohnya ajak bicara investor, dijelaskan duduk masalahnya. Tapi ini tidak. Saat ini penuh ketidakpastian dan kecemasan,” ujarnya. (ska)