Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11541

112 Ribu KK di Batam Belum Memiliki Rumah

0

batampos.co.id – Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam, mencatat hingga saat ini masih terdapat sekitar 112 ribu kepala keluarga (KK) belum memiliki rumah. Seratus ribu lebih kepala keluarga yang belum memiliki rumah itu, kini yang tinggal di rumah-rumah liar (ruli).

Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Disperkimtan pada tahun 2019 ini, kembali mengajukan penambahan rumah susun sewa (rusunawa) ke pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan hunian warga Batam.

Kepala Disperkimtan Kota Batam, Eryudhi Apriadi mengatakan, saat ini pihaknya telah mengajukan penambahan tiga twin block rusunawa untuk Kota Batam. Hanya saja, kemungkinan yang akan disetujui hanya satu twin block. Sebab pemerintah pusat tengan memprioritaskan bantuan untuk daerah-daerah yang terka bencana alam pada akhir tahun 2018 lalu.

”Memang kita sudah mengajukan penambahan rusunawa, ada tiga twin block yang kita usulkan tapi sepertinya hanya satu yang akan disetujui. Namun hingga saat ini Disperkimtan masih mengusahakan agar bisa terealisasi,” kata Eryudhi, Minggu (20/1).

Dia mengaku, Disperkimtan harus proaktif dalam mengajukan penambahan twin block ini kepada pemerintah pusat. Tidak cukup hanya mengusulkan saja, melainkan harus sering di follow-up sampai tahap mana usulan yang diajukan. Sebab Batam juga bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia dalam pengajuan bantuan dari pemerintah pusat.

”Usulan yang diajukan sudah masuk dalam daftar yang akan disetujui oleh pemerintah pusat. Dan usulan Batam masuk dalam urut nomor pertama, semoga saja disetujui,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini di Kota Batam hanya memiliki 78 twin block yang dikelola Pemko Batam, Badan Pengusaha (BP) Batam, serta Jamsostek. Dimana, 30 twin block di antaranya merupakan rusunawa yang dikelola oleh Pemko Batam dengan kapasitas 2.900 kamar untuk satuan rusun.

”Itu (rusunawa) diperuntukkan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah,” sebutnya.

Eryudhi, Kepala Dinas Perkimtan Pemko Batam.
foto: batampos.co.id / Yulitavia

Eryudhi mengatakan, rusunawa ini sangat membantu masyarakat karena harga sewanya juga sangat murah. Mulai harga terendah Rp 155 ribu hingga harga tertinggi sevesar Rp 240 ribu per bulan.

”Harga (sewa) tersebut berdasarkan lantai mana kamar yang disewa. Makin ke atas harganya makin murah,” sambungnya.

Dikatakannya, rusunawa seperti di kawasan Mukakuning, Sekupang, dan Tembesi umumnya kamar-kamarnya sudah penuh terisi. Hanya saja, untuk rusunawa di kawasan Tanjunguncang sekarang masih banyak yang kosong karena ditinggalkan penghuni yang tidak lagi bekerja.

”Di daerah Tanjunguncang banyak perusahaan galangan kapal yang tutup, sehingga penghuni rusunawa yang dulu bekerja disana sekarang sudah pindah,” ungkapnya.
Akan tetapi, lanjut Eryudhi, kebutuhan secara keseluruhan akan rusunawa untuk Kota Batam dengan 78 twin block yang ada saat ini dianggap masih sangat kurang. Sebab, dari hasil pendataan rumah liar pada tahun 2017, masih ada sekitar 33 ribu. Dan itu harus diatasi dengan penambahan rusun.

”Jadi kami (Disperkimtan) sangat berharap agar setiap tahun ada penambahan rusun untuk Kota Batam, sebagai solusi hunian yang layak bagi masyarakat,” tuturnya.(cr2)

Jelang Pemilu, Pemko Batam Kebut Rekam eKTP untuk Pelajar

0
Sejumlah siswa-siswi saat akan melakukan perekaman E KTP di mobil unit pelayanan keliling Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Batam | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam akan memaksimalkan perekaman KTP elektronik (e-KTP) di sekolah-sekolah. Remaja yang sudah memiliki hak pilih pada pemilu 2019, tepatnya 17 April 2019, dipastikan bisa menggunakannya.

Kepala Disdukcapil Kota Batam, Said Khaidhar mengatakan, pihaknya sudah memaksimalkan dua armada mobil perekaman e-KTP untuk berkeliling ke sekolah-sekolah. Khaidhar berharap semua siswa yang masuk usia memilih, tidak lagi terkendala masalah e-KTP untuk menggunakan hak pilih mereka.

Dalam prosesnya, armada Disdukcapil ini akan berkeling ke sekolah-sekolah dua kali dalam seminggu. Mendatangi sekolah-sekolah yang ada di berbagai daerah di Batam.

“Kita terus datang ke sekolah-sekolah, sesuai jadwal yang ada, kita juga kerja sama dengan pihak sekolah,” kata Khaidhar di Batam pada Sabtu (19/1).

Perekaman ini sendiri, kata Khaidhar lagi, tidak hanya untuk mereka yang berada di usia 17 tahun saja, tetapi juga untuk mereka yang belum genap berusia 17 tahun, namun pada saat pemilu 2019 nanti sudah 17 tahun. Nantinya hasil rekaman tersebut akan diberikan ketika mereka genap berusia 17 tahun.

“Walaupun sudah merekam, mereka tetap akan menerima hasilnya ketika sudah berusia 17 tahun, karena syaratnya itu harus 17 tahun,” kata Khaidhar lagi.

Perekaman dengan cara jemput bola ini, sudah dilakukan sejak Mei 2017 lalu, dimana pada saat itu ada 2.300 pelajar yang melakukan perekaman. Sementara untuk 2018, ada 60 sekolah yang menjadi target Disdukcapil dan 4.332 siswa yang berhasil dilakukan perekaman.

Untuk Kota Batam sendiri, jumlah pemilih pemula yang didalamnya termasuk anak di usia sekolah berada di angka 10 persen dari total DPT sebanyak 638.170 jiwa. Jumlah ini dinilai cukup besar dan harus bisa dimaksimalkan untuk bisa menggunakan hak pilih mereka. (bbi/jpc)

Oxley Tawarkan Hadiah Samsung Note 9

0
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Manajer Oxley Convention City, Glori, memberikan presentasi pada acara jamuan makan malam untuk tamu dan calon pembeli di Galeri Oxley Convention City, Jumat (18/1/2019).

batampos.co.id – Oxley menggelar Imlek Dinner atau Ciak Tok bersama konsumen dan calon pembeli di Marketing Gallery Oxley Batam Center, Jumat (18/1) lalu. Dalam acara ini, selain hidangan makanan, tamu yang hadir juga mendapatkan informasi dan penjelasan proses pembangunan.

”Ini acara eksklusif untuk tamu dan calon pembeli. Dalam momen Imlek ini kami juga menawarkan promo berupa hadiah langsung, dan cicilan mulai dari empat jutaan,” ujar Marketing Communication Manager Oxley Convention City, Irina.

Hadiah yang ditawarkan yakni Samsung Note 9 yang berlaku untuk pembelian dari 12 Januari hingga 28 Februari. Kemudian hadiah utama doorprize Motsubishi Pajero Sport yang akan diundi pada akhir Juni mendatang.

”Jadi, untuk pembelian tipe studio, konsumen mendapatkan 1 kupon, tipe 1-2 bed ada 2 kupon, 3 bed dan penthouse 3 kupon,” kata Irina.

Apartemen Oxley Convention City Batam dikembangkan Rich Capital bekerja sama dengan Oxley dan PT Karya Indo Batam. Apartemen ini terdiri dari 32 lantai, dan memiliki konsep langit yang tinggi dengan balkon pemandangan ke laut, alam dan Kota Batam.

”Hunian ini dilengkapi dengan konsep tinggal, kerja, bermain, dengan gaya hidup kosmopolitan,” kata Irina.

Oxley Convention City tersedia dalam 5 tipe unit, yakni tipe studio, satu kamar tidur, dua kamar tidur, tiga kamar tidur, serta penthouse. Sedangkan fasilitas pendukung tersedia kolam renang, fitness center, gym, yoga area dan taman bermain anak-anak.

”Sampai sekarang sudah terjual lima ratus unit atau delapan puluh persen,” kata Irina. Keunggulan dari apartemen ini terletak sangat strategis, yakni di pusat kota atau di sekitar sentral bisnis Kota Batam. Lokasinya berdekatan dengan Terminal Feri Batam Center dan hanya berjarak 30 menit ke Singapura.

”Progres pembangunan sekarang sudah masuk pemasangan tiang pancang. Yang terpasang mencapai lima ratus,” kata Irina.

Dia menambahkan pemasangan tiang pancang ini akan selesai pada akhir April, dan direncanakan apartemen ini serah terima kunci pada 2022.
”Setelah tiang pancang akan naik ke struktur atas. Semua perencanaan dan pengerjaan pembangunan kita sesuai jadwal,” tegas Irina. (opi)

Pedagang Kembali Padati Jodoh Boulevard

0

batampos.co.id – Hampir setahun berselang pembongkaran pedagang yang berjualan di Taman Jodoh Boulevard. Namun hingga kini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum menata atau mengembangkan lokasi yang digadang-gadang menjadi pusat belanja oleh-oleh hingga kuliner tersebut. Tak heran, para pedagang kembali berjualan di tempat tersebut.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam Suhar mengungkapkan, pengembangan lokasi ini tak kunjung dikerjakan karena berkaitan dengan belum jelasnya pembangunan Pasar Induk Jodoh. Untuk diketahui, para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dulu berjualan di sekitar taman Jodoh Boulevard rencananya akan dipindahkan ke Pasar Induk Jodoh.

”Semuanya saling terkait. Ini satu kesatuan, penyelesaiannya dilakukan secara makro dan tuntas,” kata Suhar, Minggu (20/1/2019).

Ia mengaku, pengembangan lokasi ini perlu banyak yang harus dibicarakan dan merujuk pada skala prioritas.

”Selesaikan dulu pasar induknya, karena kunci penataan wilayah sana adalah penataan pasar induk. Setelah itu, baru yang lain bisa kita bereskan,” kata dia.

Untuk itu, menurut Suhar, jika pasar induk cepat terselesaikan tentu Jodoh Boulevard akan segera ditata. Ia mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) perihal progres pembangunan Pasar Induk Jodoh.

”Tergantung secepat mana progres kita selesaikan penataan pasar induk. Mungkin soal ini bisa ditanya ke Disperindag,” ucapnya.

Ia menambahkan, tidak mungkin pemerintah mem­bangun Jodoh Boulevard lebih dulu dibanding pengejaan pasar induk. Namun, ia menilai yang mungkin akan dilakukan yakni pengembangan Jodoh Boulevard dilakukan bersamaan dengan pembangunan pasar induk.

Jodoh Boulevard
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

”Nanti kita mungkin kordinasi dengan Disperindag,” ujarnya.

Sementara itu, Disperindag Kota Batam tengah intens melobi pemerintah pusat melalui dua kementerian, yakni Kementrian Perdagangan dan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). ”Kami terus koordinasikan soal ini (anggaran),” sebut Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam, Zulkarnain.

Rencana penataan Jodoh Boulevard yang akan dikembangkan menjadi lokasi pusat kuliner, disampaikan Wali Kota Batam Muhammad Rudi. ”Kami punya desain sendiri, taman ini jadi pusat kuliner,” ujar Rudi, awal September 2017 lalu.

Tak sembarang pusat kuliner, kelak lokasi ini akan didesain dengan konsep yang modern. Akan dipasang atap yang menghubungkan ruko-ruko. Dan, kawasan ini bebas kendaraan.

”Parkir secara khusus kami siapkan, orang masuk ke sini jalan,” katanya.

Untuk pusat kuliner yang ia maksud, pihaknya membuka kesempatan pihak ketiga untuk mengelola, baik dalam bentuk koperasi maupun badan usaha yang lain atau lazim disebut pihak swasta. ”Kita desain, swasta saja yang bangun,” ucapnya.

Pantauan Batam Pos di Ta­man Jodoh Boulevard, para pedagang memang kembali berjualan, terutama saat sore hingga malam hari. Namun, Camat Batuampar Tukijan membantah para pedagang ini beraktivitas secara permanen. Para pedagang hanya diperbolehkan berjualan di atas pukul 16.00 WIB.

”Sebenarnya tidak boleh, namun bagaimana lagi. Jadi kembali ke hati nurani saja,” terang Tukijan.(iza)

Gelar Bangsawan untuk Seekor Kucing

0

Seekor kucing lucu telah diangkat menjadi “bangsawan” oleh pengurus sebuah kastel bersejarah di barat Jepang. Kabar ini ikut menarik kunjungan para turis dan membantu daerah itu pulih dari bencana hujan mematikan yang terjadi tahun lalu.

Kucing yang diberi nama Sanjuro itu mendapatkan gelarnya pada 16 Desember 2018 di Kastel Bitchu Matsuyama di Takahashi, Prefektur Okayama setelah melarikan diri dari rumah pemiliknya dan menetap di sana.

Terpesona oleh Sanjuro, Hideo Aihara, direktur eksekutif asosiasi pariwisata lokal yang mengelola kastel itu, memutuskan menjadikannya sebagai maskot promosi. (dea)

KPU Cetak 255 Juta Surat Suara untuk 10 Provinsi

0

batampos.co.id – Konsorsium PT Temprina Media Grafika (Jawa Pos Group) mulai mencetak surat suara untuk pemilu serentak 17 April mendatang. Minggu (20/1), Komisi Pemilihan Umum (KPU) meninjau proses produksi perdana ke tempat percetakan di Desa Sumengko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Ada sebelas perusahaan yang tergabung dalam konsorsium PT Temprina Media Grafika. Jumlah surat suara yang diproduksi mencapai 255 juta lembar. Itu sekitar 27,1 persen dari kebutuhan surat suara nasional. Surat suara tersebut akan didistribusikan untuk sepuluh provinsi, yaitu Bengkulu, Kepulauan Riau, Daerah Istimewa Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Bar­at, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua Barat.

Ketua KPU, Arief Budiman, menyebutkan kebutuhan surat suara nasional mencapai 939.879.651 lembar. Ada enam konsorsium yang mengerjakannya.

Semuanya ditarget selesai pada 11 Maret. ”Hari ini (kemarin, red) produksi perdana,” ujarnya setelah meninjau proses produksi surat suara pilpres dan pileg di PT Temprina.

KPU, ungkap Arief, sejatinya memberikan waktu 70 hari untuk menyelesaikan proses produksi. Namun, pihak konsorsium perusahaan diminta menyelesaikannya lebih awal.

Ketua KPU RI Arief Budiman (kiri) memeriksa cetakan pertama untuk lembar surat suara Pilpres saat pencetakan surat suara untuk Pilpres dan Pileg di PT. Temprina Media Grafika, Sumengko, Gresik, kemarin (20/1/2019). PT. Temprina Media Grafika mencetak sebanyak 255.019.544 untuk propinsi Bengkulu, Kep. Riau, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Papua Barat. Hanung Hambara/Jawa Pos

Produksi surat suara harus selesai dalam waktu 60 hari. Sebab, seluruh surat suara harus sampai di kabupaten/kota paling lambat 16 Maret. KPU kabupaten/kota akan melakukan sortir lebih dulu. Berikutnya, semua surat suara dimasukkan ke kotak suara dan disegel.

Arief memastikan bahwa kualitas surat suara yang dicetak di PT Temprina sudah sesuai. Hasilnya memuaskan. Namun, KPU mengingatkan terkait jumlah dan proses distribusi. Tidak boleh sampai ada surat suara yang salah kirim. Misalnya, surat suara untuk daerah pemilihan (dapil) 1 dikirim ke dapil 4. Hal itu bisa mengacaukan sistem penyelenggaraan pemilu.

Surat suara sudah dibuat sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap dapil. Ada lima jenis surat suara yang diproduksi untuk 2.592 dapil se-Indonesia.

”Kalau sampai salah produksi atau distribusi, pasti tidak bisa dipakai,” tuturnya.

Untuk memastikan produksi dan distribusi surat suara sesuai target, KPU menempatkan staf di tiap perusahaan. Progres pekerjaan akan dilaporkan setiap hari. ”Kalau ada yang tidak sesuai, akan kami cek,” kata Arief.

Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali menyatakan, tahapan-tahapan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan undang-undang dan PKPU (peraturan KPU).

”Sampai saat ini KPU masih on the track,” ucapnya.

Meski demikian, legislator Partai Golkar itu memastikan bakal terus mengawasi semua tahapan pemilu. Mulai proses produksi surat suara hingga distribusinya. Sebab, ini merupakan pengalaman pertama KPU menyelenggarakan pemilu serentak.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Temprina Media Grafika, Kristianto Indrawan, menyatakan logistik pemilu yang diproduksi bukan hanya surat suara. Perusahaan yang tergabung dalam konsorsium juga memproduksi formulir pemilu. Jumlahnya mencapai 346 juta lembar.

Khusus untuk surat suara, distribusi akan dilakukan secara berangsur. Dimulai dari provinsi terjauh. Karena itu, surat suara untuk dapil yang paling jauh dikerjakan lebih dulu. Dengan begitu, proses pengiriman surat suara bisa sampai ke kabupaten/kota tepat waktu.

Kristianto optimistis seluruh logistik pemilu, khususnya surat suara, bisa selesai sesuai target KPU. Sebab, PT Temprina Media Grafika bukan kali pertama terlibat dalam proses produksi surat suara.

”Semoga amanah ini bisa kami laksanakan dengan baik,” ujarnya. (adi/c9/oni)

Narkoba Diselipkan di Alas Sepatu, Eh, Ketahuan Juga

0
Petugas mencek sepatu tersangka.
foto: hang nadim

batampos.co.id – Petugas Bandara Internasional Hang Nadim mengamankan dua orang kurir narkoba, Umardani, 27,dan Iskandar, 38, dengan barang bukti 1.014 gram sabu, Minggu (20/1/2019).

Kedua orang kurir ini memegang tiket Batam-Surabaya-Lombok dengan waktu keberangkatan pukul 08.30.

“Tujuannya (pengiriman sabu), masih belum diketahui. Mereka bedua masih menjalani pemeriksaan di Bea Cukai,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, Minggu (20/1/2019).

Kronologis penangkapan terhadap kedua ini, bermula dari kecurigaan petugas avsec (Aviation Security) saat melihat gerak gerik Umardani saat memasuki terminal keberangkatan Hang Nadim. Petugas makin bertambah curiga, saat pintu Walkthourght berbunyi nyaring.

Karena dua alasan ini, petugas melakukan pemeriksaan manual terhadap Umardani. Dari pemeriksaan badan (body check), petugas tidak menemukan barang yang mencurigakan. Namun, ketika petugas meminta Umardani membuka sepatu, ia terlihat gelisah.

Ada sesuatu yang disembunyikannya di dalam sepatu. Perkiraan petugas ternyata tepat, dari pengecekan di sepatu ditemukan sabu yang diletakan bagian dalam sepatu.

“Kami temukan sabu seberat 311 gram,” ucap Suwarso.

Lalu, Umardani dibawa ke kantor pemeriksaan khusus tak jauh dari Security Check Poin Pertama (SCP) Hang Nadim. Saat diinterogasi, ia mengakui tidak sendiri berangkat menuju Surabaya dan Lombok. Berbekal keterangan Umardani, petugas Avsec bersama Bea Cukai, melakukan pengamatan di Security Check Poin pertama di terminal keberangkatan.
Selang 10 menit kemudian, petugas Hang Nadim berhasil mengamankan rekan Umardani, Iskandar.

“Dari Iskandar kami mengamankan 701 gram sabu yang disembunyikan di dalam sendal,” ungkap Suwarso.

Terkait penangkapan dua kurir ini, Suwarso mengatakan ini merupakan penegahan perdana di awal tahun 2019. “Kami terus meningkatkan pengawasa dan pengamanan. Agar Hang Nadim bebas dari aksi penyelundupan hal-hal lainnya,” tuturnya.

Kedua orang kurir narkoba itu, kata Suwarso sudah diserahkan ke petugas Bea Cukai untuk pengembangan. (ska)

Harga Cabai Merah Berangsur Normal

0
Aktivitas berbelanja di tos 3000, Jodoh, Batam Kepri.
foto: batamposco.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Memasuki akhir Januari 2019, harga komoditas sayuran terpantau stabil. Harga cabai merah yang sempat melambung sudah berangsur turun. Husni, 36, salah satu pedagang di Pasar Pagi Jodoh mengatakan, harga cabai merah mulai turun. Sebelumnya, harga cabai sempat menanjak hingga Rp 60 ribu per kilogram (Kg).

“Cabai merah ini sekarang Rp 32 ribu per kg. Sudah mulai turun karena pasokan lancar,” kata Husni, Minggu (20/1/2019) pagi.

Diakuinya, selain harga normal, stok cabai merah juga cukup banyak. Tak hayal banyak beberapa pedagang menjual di bawah harga itu.

“Ada juga jual Rp 28 ribu per kg, tergantung kondisinya. Tapi yang baru masuk itu rata-rata kami jual Rp 32 ribu,” tutur pedagang asal Padang itu.

Sementara itu, Husni menyebutkan komoditas sayuran lainnya, yakni bawang merah dan bawang putih, belum mengalami perubahan harga sejak akhir tahun 2018 lalu. Untuk bawang putih sama merah harganya Rp 28 ribu per kg. ”

Bawang-bawangan sih dari kemarin (harganya) tidak berubah, masih segini-segini saja,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Yuda menyebutkan, penurunan harga cabai merah dikarenakan stok dari distributor lancar. Hal ini, katanya, juga tak lepas dari kondisi cuaca berangsur kembali normal. Sehingga hasil panen dari petani cabai menjadi stabil. “Kemarin memang ada kenaikan, namun sekarang sudah stabil dan stok cabai merah di pasaran mulai banyak lagi,” kata Yuda.

Seorang pemilik warung makan, Rina membenarkan, harga cabai merah mengalami penurunan beberapa hari ini. Pada awal Januari kemarin, harga cabai yang menjadi kebutuhan utama dalam warung nasinya itu, sempat menembus Rp 60 ribu per kg. Namun akhir-akhir ini sudah menurun menjadi Rp 32 ribu per kg.

“Kami berharap harga normal ya. Karena kalau naik seperti kemarin sangat menganggu pengeluaran kami. Sementara harga nasi sendiri tidak ada kenaikan,” kata Rina.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Batam Hendra Asman mengingatkan agar dinas terkait rutin mengontrol harga sembako di pasaran. Ia juga meminta jalur pengiriman barang dari luar daerah harus dipastikan, sehingga tidak menghambat pengiriman sembako ke Batam.

“Karena kita bukan daerah penghasil, pengiriman dari luar daerah harus dipastikan aman. Karena kalau ini terganggu dipastikan bisa berpengaruh kepada harga,” kata Hendra. (rng)

Kios Liar Kian Semakin Banyak di Pasar Seken Aviari

0

batampos.co.id – Bangunan kios liar semakin menjamur di sekeliling komplek pasar seken Aviari, Batuaji. Lokasi buffer zone yang rencananya akan dijadikan taman penghijau itu nyaris tak tersisa lagi.

Puluhan kios liar yang berdiri persis di pinggir jalan itu umumnya telah ditempati. Padahal sebelumnya sudah diperingati pihak kecamatan Batuaji agar mengosongkan lokasi buffer zone paskakebakaran hebat yang menghanguskan puluhan kios liar di pinggir jalan dekat perbatasan perumahan Pemda I, dua tahun yang lalu.

Informasi yang didapat, menjamurnya kios liar ini karena ada bekingan dari sekelompok orang. Kios-kios tersebut dibangun secara bersamaan oleh sekelompok orang kemudian dijual atau disewakan kepada pedagang barang seken.

Menjamurnya kios liar itu menuai pro dan kontra bagi masyarakat di sana. Sebagian warga yang memanfaatkan lokasi row jalan itu sebagai tempat usaha mengaku tak ada masalah sebab lokasi row jalan itu tak digunakan dengan baik sebagai lahan penghijauan. Dari pada nganggur mereka berpendapat sah-sah saja jika dimanfaatkan untuk kepentingan usaha mereka.

Berbeda dengan pedagang yang menempati lahan pasar seken segara legal keberatan sebab, keberdaan kios liar itu mengganggu usaha mereka. Begitu juga dengan masyarakat umum lainnya yang berpendapat kios liar tersebut merusak estetika lingkungan sekitar. Mereka berharap agar pemerintah tidak pilih kasih menertibkan bangunan liar yang ada di kota Batam termasuk di lokasi pasar seken tersebut.

“Seharusnya yang begini ditertibkan duluan karena mengganggu kepentingan umum seperti merusak lokasi buffer zone dan mempersempit jalan,” protes Syahrul, seorang warga di lokasi pasar seken, Minggu (20/1)

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja kota Batam Fridkalter saat dikonfirmasi mengalu telah mengagendakan rencana penertiban itu. Namun belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini untuk menjaga keamanan menjelang pemilihan umum. “Nanti setelah Pemilu baru kami agendakan lagi,” ujarnya. (eja)

Menyoal Terkait Penyatuan Perizinan BP dan Pemko Batam

0

batampos.co.id – Dualisme kepemimpinan di Batam, yakni BP Batam dan Pemko Batam memiliki dampak positif dan negatif. Sehingga pemerintah pusat diminta untuk mempertimbangkannya dengan matang dengan melihat aspek kepentingan jangka panjang untuk Batam, terutama soal penyatuan BP dan Pemko dalam satu kepemimpinan.

“Ada dampak positif dan negatifnya. Dampak positifnya yakni ada dua motor yang menggerakkan perekonomian Batam,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Batam, Wirya Putra Silalahi, Sabtu (19/1).

Di Indonesia, hanya BP Batam yang memiliki anggaran hampir Rp 2 triliun. Sehingga dengan anggaran Pemko yang kurang lebih sama tentu akan mendorong perekonomian Batam.

“Sedangkan BP lain, biayanya hanya cukup untuk operasional saja,” katanya.

Namun, sisi negatifnya pun juga ikut muncul, yakni dualisme di bidang perizinan. Pengusaha selalu dibuat repot karena harus mengurus perizinan ke Pemko maupun BP Batam, khususnya pengembang yang kabarnya mengurus puluhan perizinan di kedua instansi ini.

Wirya mengatakan penyatuan perizinan dari kedua instansi sangat bagus dilakukan. Dan hal tersebut sudah lama sekali ditunggu pengusaha. “Itu pasti kami dukung karena mempermudah kami dalam berusaha,” ucapnya.

Namun, wacana penyatuan ini lahir dari sejumlah ketidakpastian yang selama ini mendera Batam. Dan ketidakpastian tersebut muncul akibat sikap pemerintah pusat yang tak memahami akar persoalan di Batam.

“Jadi, pimpinan boleh berganti. Tapi arah pengembangan jangka panjang itu harus terus dijalankan. Batam ini seperti kurang dianggap serius,” ungkapnya.

Sedangkan Plt Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid menyimpulkan, pemerintah pusat menunggu hingga selesainya pesta demokrasi 2019, yakni pilpres dan pileg.

“Kemungkinan setelah pemilu, kebijakan untuk Batam akan berubah lagi,” ucapnya.

Kantor BP Batam.
foto: putut ariyo / batampos.co.id

Ia mengakui tidak paham dengan tujuan sebenarnya dari pemerintah pusat. “Kepala BP Batam yang tadinya sudah definitif mengapa harus diganti Plt jika tidak ada kebutuhan yang mendesak,” katanya.

Rafki mengatakan kalangan pengusaha tidak akan mencampuri jika ada unsur politik dalam pergantian kepala BP Batam ini.

“Kita berharap jangan ada unsur politik karena untuk memecahkan masalah Batam dibutuhkan pemikiran yang jernih tanpa ada unsur politik,” paparnya.

Ia kemudian menegaskan Apindo Batam akan menerima siapapun kepala BP Batam asalkan pro dengan dunia usaha dan FTZ Batam. “Kita siap bekerja sama memajukan Batam,” katanya.

Rafki berharap agar pemerintah pusat segera mengambil keputusan yang pasti soal Batam. Bentuk keputusannya harus permanen dan tidak diubah lagi.

“Jika terlalu sering berganti kebijakan, kita khawatir investor akan berpandangan kalau kepastian berusaha di Batam menjadi rendah. Saya harap polemik di Batam segera berhenti dan semua yang tertunda bisa berjalan seperti biasa,” ungkapnya. (leo)