Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11626

Bully Berujung ke Polisi

0
C didampingi ibunya saat melapor ke SPKT Polresta Palembang. (Alwi Alim/JawaPos.com)

batampos.co.id – Gara-gara merasa dii-bully alias perundungan siswi SMA melaporkan sahabatnya ke polisi.

Adalah  C, 17, siswi sebuah SMA di Palembang melaporkan J, 17, ke polisi. Gara-garanya ia merasa di-bully.

Terlebih dia juga difitnah rekan SMA-nya. Akhirnya C berhenti sekolah.

Tidak hanya itu, warga Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning Palembang, itu melaporkan rekannya J, 17, ke Polresta Palembang. Dia tidak terima difitnah oleh J.

Korban mengatakan, kejadian bermula saat dia bersama keluarga sedang berlibur ke Bangka, Sabtu (5/1/2019). Saat itu, J yang merupakan teman satu geng mengirim pesan.

J meminta C untuk sekalian pergi ke dukun santet di sana. Tujuannya untuk menyantet geng putri di sekolah yang sering membully mereka.

“Tapi saya tidak mau melakukannya dan dia (J) marah-marah kepada saya,” katanya saat ditemui di Polresta Palembang, Senin (21/1).

Tidak cukup hanya marah, J juga menyebarkan fitnah. C dituduh pergi ke dukun untuk menyantet geng putri lainnya. Dugaan fitnah itu dia tahu dari temannya.

Ia pun kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah. Namun, pihak sekolah tidak mau terlibat. Justru, pihak sekolah menyarankan untuk membuat laporan ke polisi.

“Saya kecewa dengan pihak sekolah. Jadi ketika masuk ajaran baru saya berhenti sekolah dan melaporkan kejadian ini ke polisi,” terangnya.

Ia berharap laporan ini segera ditindaklanjuti dan diproses oleh pihak kepolisian. Sehingga, dapat memberikan efek jera kepada J.

“Saya harap cepat diproses pak, agar J jera atas perbuatannya,” tutupnya.

Sementara itu, Kasubag Humas, AKP Andi Hariyadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut. Pihaknya saat ini tengah menyelidiki kasus tersebut dan akan ditindaklanjut.

“Kami akan segera menindaklanjuti laporan tersebut,” pungkasnya. (jpc)

Tren Sneaker 2019; Chunky Shoes

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tahun ini, sepatu kets dengan model chunky shoes atau sneakers berbentuk besar kembali jadi tren. Bentuk sneakers seperti ini sebenarnya sudah ada sejak 90-an namun kembali difavoritkan di tahun ini.

Chunky shoes dinilai sangat berbeda dari speatu kebanyakan. Ditambah perempuan semakin sadar bahwa sneakers dengan busana apapun bisa tetap terlihat stylish dan chic untuk kegiatan apa saja.

“Karena sekarang tren fashion enggak lagi pakem gimana-mana, hampir semua kayak cewek pakai jeans yang bentuk legging itu cocok pakai sport wear baju olahraga, baju yoga, gym masuk banget,” kata Adityalogy, penyanyi sekaligus brand ambassador Jakarta Sneaker Day, ketika ditemui di acara konferensi pers Jakarta Sneaker Day, Jumat (18/1).

Ia juga mengatakan saat ini sudah banyak yang memadu padankan busana dengan konsep ‘nabrak’. Misalnya busana kantor tetapi dipasangkan dengan sepatu apa saja.

Perempuan mulai marak menyukai sneakers terlihat sejak awal tahun 2018. Tak bisa dipungkiri berkembangnya sneakers di Indonesia karena terpengaruh oleh media sosial. Padahal dulu pemakai sneakers masih hanya dari kalangan-kalangan tertentu seperti musisi hip hop atau olahragawan.

Silaturahmi PWI Kepri ke Walikota Batam

0

batampos.co.id – Sejumlah jajaran pengurus PWI Kepri menyambangi Kantor Pemko Batam untuk bersilaturahmi langsung dengan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Senin (21/1). Kunjungan itu membawa laporan Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim, terkait kepengurusan yang telah terbentuk.

“Karena home base PWI Kepri itu ada di Batam, maka kami melaporkan bahwa PWI Kepri sudah selesai melaksanakan Konferprov, 15 Desember lalu. Kepengurusan sudah di SK kan oleh PWI Pusat yang ditandatangani Ketua Umum PWI Atal S Depari, dan Sekjen M Mirza,” kata Candra.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua PWI Kepri datang bersama Ketua DKD PWI Kepri Richard Nainggolan dan Sekretaris Hariyanto, pengurus PWI Kepri mulai dari Sekretaris Novanto serta wakilnya N.Syahrul dan Aini, Bendahara Andi, juga para wakil ketua bidang antara lain Aldi Samjaya, Edi Sabhara, Zabur Anjasfianto, dan M Riza Fahlevi. Sementara Wali Kota Batam didampingi Wakil Walikota Amsakar Ahmad dan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Raja Azmansyah.

“Kami juga melaporkan tentang rencana pelantikan PWI Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (4/2) juga tentang keikutsertaan kontingen PWI Kepri ke peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, 7-10 Februari 2019 mendatang,” terangnya.

Di samping laporan itu, PWI Kepri bersama Wali Kota Batam saling berdiskusi mengenai perkembangan Kota Batam. “Intinya, beliau (Rudi) menginginkan agar iklim investasi dan kepastian berusaha di Batam lebih kondusif ke depan. Ia berjanji akan meningkatkan kerjasama dengan PWI Kepri dan melibatkan PWI Kepri untuk ikut menjaga stabilitas dan kondusifitas iklim bisnis di Batam,” papar Candra.

Menyambut keinginan Wali Kota Batam tersebut, lanjutnya, PWI Kepri akan membentuk sebuah Pokja (kelompok kerja) PWI Batam di bawah naungan PWI Kepri. Sebab, meskipun level kepengurusan PWI Kepri adalah provinsi, akan tetapi lebih dari separuhnya merupakan wartawan dan media yang ada di Batam. Maka itu PWI Kepri masih berkantor di Batam.

“Ini sesuai kesepakatan PWI Kepri dan PWI Pusat, sejak dua periode kepengurusan sebelumnya,” tutup Candra. (nji)

Terjadi Penyelundupan Mobil Mewah dari Singapura ke Batam

0
foto: tni al

batampos.co.id – Tim gabungan terdiri dari Lantamal IV, Dispamal Mabes AL dan Satgas Bais TNI mengamankan tiga unit mobil mewah bekas dari Singapura di Gudang Batam Trans milik seseorang berinisal LT, Batam Center, Sabtu (19/1/2019) lalu.

Diduga mobil ini akan diselundupkan ke Jakarta.

Dugaan berdasarkan pengembangan yang dilakukan pihak Lantamal IV.

“Dari pengembangan, didapat informasi dua kontainer sudah sampai di Tanjungpriok. Dispamal dan Bea Cukai melakukan scanner. Hasilnya positif ada dua mobil mewah,” kata Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama (P) R Eko Suyanto, Senin (21/1/2019).

Pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat. Setelah didalami jajaran TNI AL, ternyata informasi ini benar. Akhirnya tim gabungan diturunkan melakukan pengecekan di PT Batam Trans di kawasan Batamcenter.

Sesampai di lokasi, tim menemukan ada tiga kontainer berwarna abu-abu. Kontainer dengan kode VODU 2279824 2210 ditemukan mobil Sedang Mustang warna merah tahun 1972.

foto: tni al

Lalu di kontainer abu-abu dengan kode GESU 2366360 2261, berisi mobil Nissan Skyline GTR 34 tahun 2000.

“Kontainer satunya lagi berisikan mobil yang sama, Nissan Sklyline GTR 33 tahun 2000 warna putih juga,” ucap Eko.

Terkait tiga kendaraan mewah bekas ini, Eko mengatakan sudah berkoordinaai dengan pihak Bea Cukai, untuk dapat ditindak lanjuti.

“Akan kami diserahkan ke Bea Cukai, karena wewenangnya mereka,” ucapnya.

Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata membenarkan informasi ini. Ia mengatakan bahwa kedua instansi sedang berkoordinasi terkait penemuan TNI AL.

“Saya hanya bisa bilang, kami lagi jalin koordinasi,” ujarnya. (ska)

Warga Buang Sampah di Jalan, Dalihnya ….

0
foto: thesun

batampos.co.id – Sejak dibersihkannya tempat pembuangan sementara (TPS) di pinggir jalan Sungai Nayon, banyak bermunculan TPS-TPS pinggir jalan. Bahkan, di samping jembatan Bengkong dekat Kecamatan Bengkong dijadikan TPS.

Camat Bengkong M Tahir tak mengelak hal tersebut. Menurutnya, masih banyak warga nakal dan membuang sampah sembarangan. Diduga sampah itu dibuang pada malam hari, saat jalanan sepi.

“Ya, kadang sampah itu dibuang di samping jembatan. Biasanya pagi langsung dibersihkan petugas,” ujar Tahir kepada Batam Pos, kemarin.

Disisi lain, Tahir tak bisa berbuat banyak, sebab memang kawasan Bengkong tak memiliki lahan penganti untuk TPS yang baru ditertibkan. Dari puluhan ribu warga Bengkong, hanya terdapat 4 TPS.

“Ini bukan TPS tetap, hanya bersifat sementara. Kalau lahan TPS tetap Bengkong belum ada. Harusnya Bengkong punya 30 TPS, namun ini hanya 4,” jelas Tahir.

Masih kata Tahir, melalui Pemko Batam ia sudah mengajukan permintaan lahan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Bahkan, ia juga mengajukan peminjaman lahan kosong milik perusahaan di Bengkong untuk TPS.

“Kami sudah ajukan sekitar pertengahan Januari lalu, namun belum ada kabar. Ke Perusahaan juga sudah, masih belum ada kabar juga. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada kabar baik,” tutur Tahir.

Tak hanya itu, sejak kekurangan TPS, Satgas sampah Bengkong pernah langsung membawa sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Telaga Punggur. Namun tak berlangsung lama karena banyaknya beberapa kendala, seperti keterbatasaan armada, jauhnya jarak Kecamatan Bengkong dan TPA Telaga Punggur hingga pengeluaran untuk bahan bakar lebih banyak.

“Nah pengangkutan sampah ke TPA langsung tak jadi. Maka sampah dari pemukiman warga langsung kami serahkan ke petugas DLH untuk dibawa langsung ke TPA,” pungkas Tahir.(she)

Kuota 500, yang Urus Paspor 800, Petugas Imigrasi Batam Kuwalahan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Imigrasi Kelas 1 Batam Lucky Agung Binarto menjelaskan, jumlah pendaftar pembuatan paspor selalu melebihi kuota sebayak 500 pemohon. Padahal sebelumnya, pemohon hanya lebih sedikit dari kuota yang ditentukan. Saat ini jumlah pemohon mencapai dua kali dari kuota yang ada.

“Jumlah pemohon bisa sampai 800 orang sehari. Kami hanya sanggup layani 500,” kata Lucky ketika ditemui di Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam, Batam Centre, Kota Batam, Senin (22/1).

Kantor Imigrasi Kelas 1 Batam membuka layanan Paspor Simpatik sejak awal Januari 2019. Program tersebut banyak diserbu masyarakat yang ingin membuat paspor. Sampai-sampai, petugas Imigrasi tak mampu melayani semua pemohon.

Layanan Paspor Simpatik sendiri merupakan salah satu bagian dari kegiatan ekstra menyambut Hari Bakti ke-69 Imigrasi. Meski demikian, jumlah pemohon yang memanfaatkan fasilitas tambahan tersebut terbilang tidak biasa.

Lucky menyampaikan, tingginya minat pemohon pembuatan paspor pada awal tahun ini memang tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan tingginya harga tiket pesawat domestik. Sehingga masyarakat memilih bepergian melalui negara tetangga seperti Singapura atau Malaysia.

Namun kecenderungan itu cukup kuat jika melihat perbedaan harga tiket yang memang mencolok. Terutama jika bepergian dari Singapura atau Malaysia ke daerah lain di Indonesia.

“Saya ke Bangka Belitung lewat Singapura, memang jauh berbeda harganya kalau berangkat langsung dari Batam. Dari Singapura tidak sampai Rp 1 juta,” ungkap Lucky.

Terkait dengan tingginya warga yang mengajukan permohonan pembuatan paspor, Lucky mengaku sudah mengajukan penambahan kuota kepada Kantor Imigrasi Kepri. Jadi diharapkan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan pelayanan pembuatan paspor bisa memiliki peluang lebih cepat untuk dilayani.

“Kami harapkan Maret, kuota layanan bisa bertambah. Sekarang baru 500 orang. Kami minta untuk bisa bertambah jadi 800 orang,” papar Lucky. (bbi/jpc)

Pak Menteri Ditipu, Rp 10 Juta Lesap

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (Issak Ramadhani/ JawaPos.com)

batampos.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo ditipu. Rp 10 juta lesap.

Kejadian penipuan itu pada Januari 2019. Pelaku berpura-pura menjadi Kepala Sekolah SD Rejosari Semarang, Jawa Tengah. Sekolah tersebut ialah tempat Pak Mendagri mengenyam pendidikan.

“Pelaku mengaku sebagai kepsek SD Semarang tempat pak menteri bersekolah dan meminta dana bantuan Rp10 juta untuk pembangunan musala dan sekolah,” kata Panit II Resmob Polda Metro Jaya AKP Reza Pahlevi di Polda Metro Jaya, Senin (21/1/2019).

Mendapat panggilan permohonan bantuan itu, Mendagri melalui stafnya pun melakukan pengiriman uang kepada tersangka. Setelah beberapa waktu, Mendagri meminta kembali stafnya untuk mengecek pembangunan tersebut.

“Setelah dicek tidak ada pembangunan tersebut, kemudian pihak SD Rejosari menyatakan pelaku tidak menjabat sebagai kepala sekolah tersebut,” ungkap dia.

Atas kasus itu, Menteri Tjahjo membuat laporan melalui stafnya ke polisi. Polisi langsung mengejar pelaku dari nomor rekening transfer yang dikirimkan Tjahjo. Polisi menangkap NSN di daerah Bekasi, Jawa Barat.

“Dari pengakuan pelaku mendapat nomor menteri dari group Whatsapp. Dia tidak bekerja alias pengangguran,” terang Reza.

Tersangka dikenakan pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 Jo Pasal 2 Ayat 1 UU RI No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Pelaku mengaku uang itu bukan digunakan untuk perbaikan sekolah, melainkan untuk berjudi,” pungkas dia. (jpc)

Paman Dolit Terkena Serangan Jantung, Wafat

0

batampos.co.id – Pemeran Paman Dolit, Moch Syafi Saleh meninggal dunia pada Minggu (20/1/2019).

Ia meninggal karena serangan jantung. Banyak yang tidak menyangka dengan kepergian beliau. Sebab, selama ini dalam keadaan sehat dan tidak pernah menderita sakit yang serius.

“Nggak nyangka aja karena selama ini papa sehat-sehat saja. Nggak pernah ada sakit yang sampai dirawat gitu,” ujar Nesti, anak ketiga Paman Dolit yang ditemui di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Ketiga anak Paman Dolit juga tidak menyangka karena selama ini beliau masih melakukan aktivitas kantoran seperti biasa. Beliau dikenal sebagai sosok yang ceria dan penghibur. Sosoknya dimata ketiga anaknya adalah sosok yang suka membantu teman-temannya.

“Papa itu sosok yang kocak, dia suka ngelucu gitu sama anak-anaknya. Terus papa itu temennya banyak gitu, gampang berbaur, suka ngebantu temennya, lanjut Nesti.

Nesti pun mengungkapkan sebelum sang ayah ditemukan tak bernyawa, dia masih berkomunikasi lewat telepon genggam. Namun, tak lama setelah itu, dia mendengar bahwa papanya sudah tiada.

“Terakhir papa tuh masih ngurus data gitu. Terus pergi ke kostan dia, nggak lama aku dapet kabar papa udah nggak ada. Aku nggak nyangka aja. Kita semua nggak nyangka,” papar Nesti.

Paman Dolit yang dekenal dengan lagunya Gelang Sipatu Gelang, kini sudah tiada. Namun, karyanya akan selalu dikenal dengan generasi 80-an. Beliau dimakamkan pada hari Minggu (20/1), di TPU Tanah Kusir pukul 20.00 WIB. (jpc)

Dangdut Goes to America

0

batampos.co.id – Para pecinta dangdut patut berbangga, musik dangdut semakin diterima. Setidaknya musik dangdunt telah berkembang sedemikian rupa sehingga tak ada alasan untuk tak menikmatinya.

Sebut saja Via Vallen yang mampu membuat publik ikut bergoyang. Musiknya kekinian, penampilan Via pun diterima publik. Sebelum,nya nama Cita Citata menjadi buah bibir.

Ssstt… tahukah Anda di Amerika sana, dangdut pun sudah berkumandang. Orang Amerika telah menyanyikan lagu dangdut.

Ada nama Farees Kaleemah yang suka banget dangdut. Ia mengaku mengidolakan Rhoma Irama.

Farees sejatinya penyanyi RnB sekaligus sebagai Music Engineer.

Mau tahu bagaimana dangdut berkembang di negeri paman Trump, silakan ikuti di TVRI melalui acara Dangdut in America. (ptt)

Polisi Kembali Amankan Konflik Galangan Kapal di Tanjunguncang

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Polisi gabungan kembali mengamankan kawasan galangan yang bertuliskan PT Cahaya Maritim Indonesia di Tanjunguncang, Senin (21/1/2019). Dua kubu yang memperebutkan kepemilikan galangan kapal tersebut kembali bersiteru.

Pihak dari PT Sintai Industri Shipyard yang mengaku sebagai pemilik resmi kawasan galangan itu kembali datang untuk menggantikan plang perusahaan dari PT Cahaya Maritim jadi PT Sintai Shipyard.

Kedatangan pihak dari PT Sintai Shipyard ini sempat dihadang oleh kelompok yang menempati kawasan galangan yakni PT Cahaya Maritim. Namun setelah melalui perbincangan yang diawasi pihak kepolisian, pihak PT Sintai Shipyard akhirnya berhasil memasang plang bertulisakan nama perusahaan mereka. Perusahaan itupun diduduki pihak PT Sintai Shipyard.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe di lokasi kejadian belum bisa memberikan keterangan pasti tentang siapa yang berhak atas perusahaan itu. Pihaknya hadir disana hanya untuk pengamanan dan jika masih ada konflik sebaiknya diselesaikan secara baik-baik atau melalui jalur hukum. (eja)