batampos.co.id – Tiga unit rumah di Perumahan Pondok Kelapa di Jalan Kijang Lama, Tanjungpinang dibobol maling, Rabu (25/4) sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam aksinya, pelaku berhasil menggasak uang tunai Rp 2 juta, ponsel, dan dompet korban yang tertidur pulas.
Salah seorang korban, Wahib, 30, menceritakan bahwa kejadian tersebut diketahui ketika ia mendengar suara seseorang berjalan di dalam rumah. Lalu ia mengecek dan melihat dua orang keluar dari jendela kamarnya. Selain rumahnya, kata Wahib, dua rumah tetangganya juga ikut dibobol.
”Ketahuan, maling langsung kabur membawa uang dan dompet saya,” kata Wahib ditemui usai membuat laporan di Mapolres Tanjungpinang.
Warga yang mengetahui aksi pencurian tersebut langsung mengejar pelaku. Setelah beberapa lama, warga berhasil menangkap terduga pencuri dan menyerahkan pelaku ke pihak berwajib. Kasubag Humas Polres Tanjungpinang Iptu Rohmadi mengatakan, dua pencuri tiga rumah warga sudah diperiksa penyidik Reskrim dan kemungkinan ada pelaku lainnya. ”Masih pengembangan, lagi mengejar pelaku lainnya,” kata Rohmadi. (odi)
batampos.co.id – Rencana kerja penanganan kawasan permukiman kumuh akan dilaksanakan pada tahun ini. Untuk itu, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza meminta kepada pihak terkait untuk membangun komitmen dengan masyarakatnya.
Hal ini demi menghindari kesalahpahaman atau miskomunikasi antarkedua belah pihak.
“Paling tidak komitmen itu satu tahun seiring berjalannya perencanaan. Kalau komitmennya sudah ada, segala aspeknya tinggal jalan saja,” ujar Ariza pada rapat kerja di Kantor Bapetlitbang Tanjungpinang, kemarin.
Yang tidak kalah penting ditekankan Ariza pada kegiatan yang bersumber dari pemerintah pusat, Pemprov Kepri, dan APBD Tanjungpinang ini adalah sistem penanganan rumah pantai atau pesisir. Sebenarnya, kata Ariza, pembangunan rumah di atas air, termasuk jalan yang harus dipelajari adalah sistem pembangunan tapak atau pondasinya agar bangunan tersebut kuat.
“Model pancang dan jenis tanah harus disesuaikan, jika kontruksinya tepat, maka akan kuat menahan beban, ” pesannya.
Dari paparan pada rapat tersebut, disebutkan bahwa Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan 32 lokasi di Indonesia sebagai prioritas penanganan pemukiman kumuh pada tahun anggaran 2018.
Dari 32 lokasi, terpilih 12 lokasi menjadi prioritas yang akan dijadikan ploting untuk program keterpaduan infrastruktur permukiman kumuh tahun anggaran 2018.
“Dari dua belas kawasan yang sudah terpilih, Kota Tanjungpinang bakal menjadi contoh atau pionir untuk penanganan wilayah-wilayah kumuh yang ada di daerah lainnya di Indonesia,” terang Kepala Seksi Pemantauan dan Evaluasi I Direktorat Keterpaduan Infrastruktur Pemukiman Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Bhima Dhananjaya.
Menurutnya, penanganan kawasan kumuh perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari sinergi perencanaan, keterpaduan program, sumber pendanaan, pelaksanaan pembangunan hingga pemantauan dan evaluasi kinerja. Namun, kata dia, ini juga harus didasari dukungan, komitmen, peran aktif, dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.(aya)
Petugas mengecek ribuan paspor yang ditemukan di gudang kosong, Kamis (19/4). F. Kodim 0315 Bintan untuk batam pos
batampos.co.id – Kodim 0315 Bintan menemukan sekitar 1.167 paspor, puluhan ijazah, Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta Akte Kelahiran di salah satu gudang kosong di Jalan Iqro, Batu 3, Tanjungpinang, Kamis (19/4).
Paspor tersebut diduga milik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ditahan agen pengiriman TKI. Sebagian besar paspor telah dipenuhi stempel Imigrasi Malaysia dan Imigrasi Tanjungpinang.
Dari data pemilik paspor yang dikeluarkan antara tahun 2001 dan 2003 tersebut sebagian besar pemiliknya berasal dari daerah Jawa, Lombok, dan daerah lainnya.
Dandim 0315 Bintan Letkol Ari Suseno mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga yang menemukan ribuan paspor, pihaknya langsung menyelidiki dan mengamankan dokumen negara tersebut. ”Paspor diduga milik TKI” kata Ari.
Selanjutnya Kodim 0315 Bintan menyerahkan ribuan paspor tersebut ke Imigrasi Tanjungpinang. Imigrasi yang berwenang menyelidiki lebih lanjut.
Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Imigrasi Tanjungpinang, Babay Bainullah membenarkan pelimpahan ribuan paspor tersebut. “Kami masih memeriksa dan menunggu instruksi selanjutnya dari pimpinan Imigrasi,” ujarnya.(odi)
batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi menerima banyak keluhan terkait Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga pengajar (guru) yang jarang masuk kerja di Kecamatan Tambelan, Bintan.Rata-rata tenaga pengajar yang jarang masuk berasal dari luar Pulau Tambelan yaitu dari Kijang, Tanjungpinang, dan Tanjunguban.
Akibatnya, kelas di wilayah tersebut sering kosong dan tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM). Karena persoalan tersebut, Pemkab Bintan meminta bantuan alumni sekolah yang tinggal di Tambelan untuk mengajar di sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Tambelan.
”Itu solusi sementara untuk menutupi kekosongan tenaga pengajar,” kata Apri.
Diakui Apri, selama ini banyak tenaga pengajar yang menolak ditempatkan di Tambelan. Akibatnya, guru tak mau masuk kerja alias tidak mengajar. Dihubungi terpisah Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Pemkab Bintan, Irma Annisa mengakui dirinya banyak mendengar keluhan tersebut. Hanya saja, pihaknya belum menerima laporan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
”Belum ada sama sekali laporan baik dari UPT maupun kepala sekolahnya,” ujarnya, Rabu (25/4).
Soal sanksi tenaga pengajar yang jarang masuk diberikan sesuai dengan tingkatan kesalahan, mulai teguran tertulis, lisan, hingga pemecatan. Teguran ini biasanya diberikan berjenjang, mulai kepala sekolah sampai kepala dinas.
Jika tenaga pengajar tersebut masih membandel, selanjutnya akan ditangani pihak BKPPD. Setelah diproses dengan disertai bukti seperti absen yang jarang masuk, berikutnya akan dikeluarkan sanksi ringan hingga berat. ”Sanksi terberatnya dipecat,” tegasnya.
Ia mengimbau kepada kepala OPD untuk melaporkan apabila ada oknum tenaga pengajar atau ASN yang jarang masuk kerja. ”Jika ada yang jarang masuk kantor atau malas kerja, laporkan ke kami agar kami proses,” tegasnya.
Untuk diketahui, pada 2017 terdapat sedikitnya 10 ASN dipecat, kemudian tahun ini sudah 20 orang honorer yang diberhentikan karena berbagai alasan. (met)
Antrian penonton Avengers: Infinity War saat memasuki ruang studio 6 Cinema 21 BCS Mall, Rabu (25/4). F. Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos
batampos.co.id – Pukul 10.15 WIB, pintu bioskop Cinema 21 BCS Mall, Baloi masih terkunci. Kendati demikian, di luar pintu ramai pengunjung yang seolah memaksa agar pintu tersebut segera dibuka. Ya, siapa lagi kalau bukan penggemar film superhero dari Marvel Studio, Avengers: Infinity War yang tayang perdana, Rabu (25/4).
Didominasi para remaja, keresahan akibat tak sabar menunggu bercampur dengan keriuhan suasana yang membahas masing-masing hero. Keadaan itu nyatanya tidak hanya meresahkan para penggemar, tapi juga pihak bioskop.
“Di sini (Cinema 21 BCS) penayangan awal pukul 12.00 WIB. Seharusnya kami buka setengah jam sebelum penayangan. Tapi melihat antusias penonton, kami buka dari pukul 11.00 WIB,” kata Supervisor Cinema 21 BCS, Imam.
Ia menyebutkan, dalam penayangan perdana ini pihaknya berhasil menjual 3.500 hingga 4.000 tiket. “Kami buka lima studio, dan full. Dua studio untuk tiket online atau booking, dan tiga studio yang dibeli langsung di hari penayangan. Total sehari 20 kali tayang untuk film Avengers,” jelasnya.
Antusias penonton tidak hanya dari kalangan anak-anak dan remaja, tapi juga para orang tua. Momen yang dinilai tepat karena sebagian pelajar yang tidak UN libur sekolah, membuat film ini dipadati pengunjung dari berbagai kalangan.
“Anak yang ngebet nonton. Karena semangatnya, saya sekeluarga juga ikut nonton. Suami sampai libur kerja,” ungkap Carmen, salah satu orang tua yang mendampingi anaknya menonton Avenger di Cinema 21 BCS.
Dengan durasi film 150 menit, respon dari para penonton pun beragam. Tapi, tak satupun memberikan respon negatif. Hanya rasa penasaran itu kembali muncul di adegan akhir (after credit) film.
“Seru. seru banget, spektakuler. Tapi lagi-lagi gantung,” ucap Tia bersama sembilan rekan satu kampusnya.
Sepuluh mahasiswa UIB ini mengaku, keseruan tersebut muncul kala masing-masing hero hadir di sekuel yang sama. Setiap adegan superhero itupun punya peran berarti. “Ada decak kagumnya, ada romantisnya, ada patah hatinya, dan ditutup penasaran karena belum tahu siap satu hero yang berhasil melawan Thanos (musuh) itu,” terang Kiki, satu-satunya pria yang nonton bareng di kelompok Tia tersebut.
Belum lagi, soal perselisihan antara Captain America dan Iron Man di The Avengers (sekuel sebelum Infinity War) yang masih terjadi di film ini. “Kirain Captain America sama Iron Man bakal baikan, tapi nyatanya enggak. Huuffttt,..,” sambung teman Tia lainnya.
Menggantungnya ending cerita Avengers: Infinity War bakal menjadi rasa penasaran yang cukup lama. Pasalnya, lanjutan film tersebut akan kembali dirilis di 2019 nanti.
“Terpaksa nunggu tahun depan lagi. Tapi gak apa-apa, biar superhero Marvel ada filmnya terus. Intinya film yang sekarang menggelitik emosi banget. Haru,” tutup Tia. (nji)
batampos.co.id – Jajaran Satlantas Polresta Barelang mulai hari ini melaksanakan Operasi Patuh Seligi 2018. Operasi ini akan berlangsung selama empat belas hari atau hingga tanggal 9 Mei 2018 mendatang.
“Dalam Operasi Patuh ini kita mengedepankan tindakan tilang. Kita juga melihat kondisi masyarakat apabila bisa diberikan toleransi atau teguran akan kita berikan teguran. Dan jika pelanggarannya sudah fatal, akan kita tilang,” kata Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol I Putu Bayu Pati, Kamis (26/4) pagi.
Dijelaskan Kasat Lantas, ada tujuh sasaran dalam Operasi Patuh Seligi 2018 ini, yakni antara lain penindakan terhadap
pengemudi menggunakan ponsel,
pengemudi melawan arus lalu lintas,
sepeda motor berboncengan lebih dari satu penumpang,
pengemudi di bawah umur,
tidak menggunakan helm,
menggunanakan narkoba atau mabuk
mengemudi melebihi kecepatan.
tidak mengenakan sabuk pengaman
“Contohnya seperti pelanggaran melawan arus lalu lintas atau pelanggaran menerobos lampu merah. Itu kan pelanggaran fatal. Karena membahayakan pengendara lain. Tentunya kita akan memberikan sanksi tilang dan bukan teguran lagi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pihak kepolisian juga melibatkan beberapa instansi eksternal dan internal. Untuk internal, polisi melibatkan Sat Intelkam, Sat Lantas dan Propam. Sementara intansi eksternal, Dishub Batam, POM TNI, Jasa Raharja, Dispenda dan lainnya. Mereka nantinya akan dibagi menjadi lima satuan tugas (Satgas).
Lima satgas itu memiliki tugas masing-masing.
Satgas I, melakukan deteksi dini,
Satgas 2 bertugas untuk preentif,
Satgas 3 lebih pada preventif,
Satgas 4 melakukan penolongan dan penegakan hukum khusus kecelakaan di jalan raya, serta
Satgas 5 bertugas memberi bantuan operasi dengan menyampaikan informasi dan dokumentasi.
Ditambahkannya, dalam pelaksaan Operasi Keselamatan ini akan dilakukan dengan dua metode, yakni dengan cara berpatroli keliling atau dengan hunting maupun dengan stasioner atau diam di satu tempat.
“Operasi ini dilakukan sebagai upaya polisi dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas,” imbuhnya. (gie)
batampos.co.id – Cindy Claresta, salah satu finalis Duta BP Batam sangat mencintai dunia broadcasting. Perawakan boleh mungil, tapi semangatnya sangat besar. Hingga saat ini, Staff Humas BP Batam ini tercatat menekuni karir sebagai presenter di Batam TV dan juga Detak Kepri.
“Mengapa saya menekuninya, karena dulu saya ingin menjadi artis atau kerja di dunia broadcasting. Pengen juga tampil di depan layar,” kata Cindy di Media Centre (MC) BP Batam, Rabu (25/4).
Ia juga tertarik untuk mengetahui hingar bingar dibalik layar produksi. Makanya saat ini ia menekuni kuliahnya di Jurusan Multimedia Jaringan di Politeknik Batam. Sekarang Cindy duduk di semester empat.
Dalam kesehariannya menjalani tugas, ia bertugas menjadi reporter yang tampil di Channel Youtube BP Batam. “Ya ini sesuai dengan moto saya yang selalu ingin tampil di depan layar,” kata wanita Sunda kelahiran Batam, 31 Oktober 1998 ini.
Diluar kesehariannya, Cindy ini sangat hobi menari dan dansa. Hobinya tersebut yang mampu membawanya menjadi 10 besar Duta BP Batam, Februari lalu.”Tariannya tradisional dan dansanya kontemporer,” ungkapnya.
Selain itu putri bungsu dari pasangan Irzal Caniputra dan Venny Ieswandhani ini memiliki hobi makeup dan berswafoto.(leo)
batampos.co.id – Menjelang masuknya bulan Suci Ramadhan, jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang merazia beberapa toko yang menjual minuman beralkohol (mikol) tanpa izin, Selasa (24/4) malam.
Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdul Rahman mengatakan, razia ini berdasarkan perintah langsung dari Wakapolri Komjen Syafruddin sehubungan dengan banyaknya korban yang meninggal dunia akibat mikol oplosan dan masuknya bulan Suci Ramadhan.
“Kemudian dari perintah itu, kami tindak lanjuti dengan mendatangi beberapa toko di Sagulung. Dari satu toko, kami menyita ratusan botol miras,” kata Abdul Rahman, Rabu (25/4) siang.
Dijelaskannya, satu toko itu tidak bisa menunjukkan surat izin penjualan mikol kepada petugas. Sehingga, polisi melakukan penyitaan terhadap 228 botol mikol. Selain itu, pihaknya juga memanggil pemilik toko itu untuk dimintai keterangannya.
“Saat dimintai keterangan, alasan dia gak ada izin itu alasan klasik. Karena tidak sempat ngurus izin atau pengurusannya ribet,” ujarnya.
Dilanjutkannya, beberapa miras yang disita oleh pihaknya merek Red Label, Jack Daniel, Martel, Chivas Regal, Topi Miring, Double Black. Kini barang bukti mikol dari 20 merek itu diamankan di Satres Narkoba Polresta Barelang.
“Selanjutnya kami akan lihat aturan atau perda nya dulu. Kalau mengandung tindak pidana ringan, kita akan koordinasikan dengan Sat Sabhara Polresta Barelang,” tuturnya.
Abdul Rahman menambahkan, Razia minuman beralkohol ini rencananya akan terus dilaksanakan menjelang masuknya bulan Suci Ramadhan. Mengingat seringkali mikol menjadi satu penyebab tindakan kriminal dan keributan. Diharapkan dengan demikian situasi akan lebih kondusif.
“Operasi ini akan terus kami laksanakan menjelang bulan Ramadhan beberapa minggu lagi. Kita akan tindak tegas bagi yang menjual tanpa izin,” tegasnya. (gie)
batampos.co.id – Berawal dari pesatnya penggunaan ponsel dua siswa SMA Negeri 1 Dabo Singkep, Kepri berhasil menemukan pacu daya / power bank rakitan berbahan alami.
Adalah Alfi Sefia Wijaya dan Yola Amanda yang menemukannya. Mereka memamerkan temuan mereka pada ajang perlombaan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Gedung Nasional Dabo Singkep, Rabu (25/4/2018) siang.
Powerbank rakitan penemuan kedua siswa ini bukan seperti biasanya, sumber tenaga untuk mengisi baterai gadget hanya berbahan belimbing asam, karbon arang dan air garam. Seluruh bahan yang mudah didapat ini, diramu dalam takaran tertentu dan seterusnya dimasukkan dalam baterai kering bekas yang telah dikeluarkan isinya.
Setelah baterai bekas tersebut penuh dengan adonan belimbing asam, arang dan air garam, lalu dijadikan satu dalam kota kayu sederhana dan dirangkai dengan jaringan kabel mini untu dapat memberikan input kepada gadget.
Menurut Alfi, selain masyarakat sangat membutuhkan daya untuk gadget mereka, power bank hasil karya mereka dijamin ramah lingkungan serta tidak me makan energi berlebihan. Sebab, power bank ada saat ini juga membutuhkan daya listrik untuk menyimpan daya tidak dengan powerbank alami milik mereka.
Karena powerbank mereka dari bahan Karbon arang, garam dan belimbing maka kedua siswa ini memberikan nama pada temuan mereka dengan nama powerbank karambel.
“Sesuai dengan bahan yang digunakan kami menamakan powerbank ini karambel,” kata Alfi di Gedung Nasional, Dabo Singkep.
Karena tidak membutuhkan asupan daya dari listrik, powerbank karambel penemuan siswa SMA Negeri 1 ini nyaman dan aman untuk digunakan di luar ruang. Terlebih saat berada di tengah-tengah alam terbuka seperti di dalam hutan dan saat mencari ikan di laut. (wsa)
batampos.co.id – Kasus penipuan jemaah umrah di Indonesia masih saja terus terjadi. Penyebabnya, Meski ada 900 lebih penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), masih banyak masyarakat mendaftar di travel umrah tidak resmi. Jumlahnya diperkirakan mencapai 50 ribu lebih.
Terbitnya regulasi umrah baru membuat 50 ribu calon jemaah umrah itu terancam batal berangkat ke Tanah Suci. Mereka bisa dicekal di bandara saat hendak berangkat menjalankan ibadah umrah.
Kebijakan ini membuat travel umrah yang belum terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag) cemas. Rabu (25/4) kemarin, sejumlah pengusaha travel umrah yang menggunakan bendera Aliansi Muslim Indonesia (ATMI) itu mengadu ke DPR.
“Kami bukan travel umrah ilegal. Tetapi agen travel pra PPIU,” kata pembina ATMI Ezon di Senayan, Rabu (25/4).
Ezon mengatakan estimasi kasar saat ini ada 50 ribu calon jemaah umrah yang mendaftar melalui travel pra PPIU itu. Dia mengatakan dengan adanya regulasi Peraturan Menteri Agama (PMA) 8/2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah, mereka terancam tidak bisa memberangkatkan jemaah umrah. Sebab jika memaksa memberangkatkan, bisa terkena delik pidana. Kemudian jemaahnya dicekal di bandara saat akan bertolak ke Saudi.
’’Jangan sampai ada jemaah yang sudah komplit dokumennya, tetapi terkena pencekalan ketika sudah di bandara,’’ jelasnya.
Ezon mengatakan meskipun mendaftar melalui pra PPIU, banyak calon jemaah yang sudah mengatongi visa umrah, tiket pesawat, dan booking hotel di Saudi. Mereka berharap tetap diberi kesempatan untuk mengurus izin untuk menjadi PPIU atau travel umrah resmi.
Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong mengakomodasi permohonan dari travel yang belum berizin dari Kemenag itu. Dengan catatan dia juga meminta kepada travel-travel itu untuk berkomitmen mengurus perizinan ke Kemenag. Selain itu juga tidak menipu dan mengecewakan jamaahnya. Meskipun ada kebijakan moratorium travel umrah baru, Ali mengatakan sebaiknya tetap mengajukan izin saja.
’’Sebab mereka ini sudah punya jamaah. Supaya tidak menimbulkan masalah,’’ jelas politikus PAN itu.
Ali mengatakan, Kemenag sebaiknya merevisi PMA 8/2018. Di antara pertimbangan yang dia sampaikan adalah regulasi yang niatnya baik itu tidak bisa serta merta bersifat memotong atau cut off begitu saja. ’’Harus ada masa transisi,’’ katanya.
Perlu dipikirkan juga nasib masyarakat yang sudah terlanjur mendaftar melalui travel umrah yang belum berizin itu.
Pemerintah tidak bisa juga serta merta menyalahkan masyarakat karena mendaftar melalui travel umrah yang belum berizin. Selama proses pemberangkatan atau pelayanan umrahnya berjalan lancar, sebaiknya tetap diberi kesempatan. Dengan catatan travel-travel yang belum berizin itu supaya mengurus legalitasnya di Kemenag.
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim mengatakan usulan dari DPR itu tentu akan dibahas di jajaran pimpinan Kemenag. ’’Nanti akan dikaji. Tentu atas arahan pimpinan di Kemenag,’’ tuturnya.
Lebih lanjut Arfi mengatakan selama ini berdasarkan undang-undang, yang berhak memberangkatkan umrah adalah PPIU atau travel umrah dengan izin Kemenag. ***