Wabub Natuna Ngesti Yuni Suprapti saat meninjau sawah di Kelarik Kecamatan Bunguran Utara. F. Aulia Rahman/Batam Pos.
batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti meninjau cetak sawah yang diprogramkan Kementerian kerjasama Kodim 0318 Natuna dan Dinas Pertanian di Desa Kelarik Kecamatan Bunguran Utara, Jumat (1/2).
Peninjauan tersebut untuk memastikan kondisi percetakan sawah dan kendala petani di Kelarik yang dibuka seluas 68 hektare pada akhir tahun 2017 lalu. Dan kunjungan tersebut masih banyak menemukan kekurangan dalam program percetakan sawah.
Ngesti menyarankan, dinas teknis dapat memenuhi kebutuhan petani agar cetak sawah yang diprogramkan Kementerian dapat berlanjut dan terus ditekuni masyarakat. Pemerintah Daerah terus mendorong semangat petani, mendukung rencana swasembada beras di Natuna.
Menurut Ngesti, dilihat dari kondisi dan keluhan petani. Pemerintah Daerah akan membangun jalan pertanian supaya memudahkan akses petani dan kendaraan dapat masuk lokasi persawahan. Saat ini ada kecemburuan petani, karena ada sawah yang dekat dengan jalan dan ada yang jauh.
Ngesti juga menyarankan petani dapat memulai pola tumpang sari, dengan tanaman holtikuluran disekitar persawahan. Mengingat lahan padi sawah yang baru dimulai kemungkinan terjadi gagal panen. Karena lahan hutan yang digarap belum maksimal.
“Sekarang percetakan sawah juga belum bisa ditanami. Petani harus mengolah lagi lahan supaya hasil panen lebih maksimal,” sebut Ngesti.
Tidak hanya itu, Ngesti mengatakan, petani juga mengalami kendala pengairan yang belum tertata. Ada sawah yang teraliri dan ada sawah yang tidak teraliri air. Karena saluran pengairan belum dibenahi optimal. Belum lagi kayu-kayu masih harus dibersihkan.
“Petani juga harus memilik varites padi yang cocok menyesuaikan kodisi lahan. Karena kondisi pengairan yang belum optimal,” ujar Ngesti.(arn)
batampos.co.id – Siti Solikhan mencoba mengakiri hidupnya dengan cara menyayat pergelangangan tangganya sendiri di rumahnya yang berada di Perumahan Cipta Land, Sekupang, Sabtu (3/2) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban pertama kali ditemukan kakaknya yang bernama Sri Utami. Saat itu, korban tergeletak tidak berdaya dengan berlumuran darah.
“Saat saya membuka pintu kamar, dia sudah tergeletak, dan banyak darah,” kata Sri Utami, Sabtu (3/2).
Sri yang kaget langsung berteriak memanggil tetangga yang ada di sekitar rumah korban. Tetangga yang mendengar langsung membantu korban untuk dibawa ke RSBP guna mendpatkan perawatan.
Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji mengatakan korban mencoba bunuh diri dengan menyadat pergelangan tangannya.
Menurut keluarga, korban sebelumnya pernah mengeluh tentang permasalahan kehidupan rumah tangganya. Sebelumnya korban juga menyinggung mengenai harta yang bukanlah segalanya.
“Ya diduga korban mungkin tidak kuat jadi berfikir untuk mengakhiri hidupnya.
Beruntung keluarga korban cepat mengetahui, sehingga korban bisa diselamatkan dan dirawat di RSBP. Oji mengungkapkan saat ini masih memintai keterangan terkait percobaan bunuh diri ini.
“Korban masih sangat lemah, jadi kami belum bisa menggali informasi yang lebih dalam lagi mengenai kasus ini,” ujarnya.
Oji menambahkan tekanan hidup yang cukup tinggi terkadang menjadi salah satu alasan orang untuk bertindak seperti ini. Namun demikian dia berharap warga bisa menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin bukan dengan bunuh diri.
“Ya, masalah itu pasti ada, tapi cobalah berfikir dan mencari jalan yang terbaik,” tutupnya.(cr17)
batampos.co.id – Aplikasi dashboard untuk memantau jumlah armada taksi online buatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah siap digunakan pemda. Pengelola aplikasi taksi online juga telah menyampaikan jumlah armadanya masing-masing.
Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapkan beberapa hari lalu tiga pemain taksi online di Indonesia sudah menyampaikan data armadanya masing-masing. Mereka adalah Go-Jek (Go-Car), Grab (Grabcar), dan Uber.
Semuel hanya memaparkan jumlah armada untuk wilayah Jabodetabek saja. Dia mengungkapkan bahwa Go-Car paling banyak dengan jumlah armada mencapai 169 ribu unit sampai 170 ribu unit.
“Itu sudah termasuk taksi Blue Bird,” katanya di Jakarta kemarin.
Sebagaimana diketahui Go-Jek juga menggandeng armada taksi Blue Bird dalam layanan mereka.
Kemudian disusul oleh Uber dengan jumlah armada 7.500 unit. Sedangkan untuk Grabcar belum bisa memberikan data. Sebab masih melakukan update data dan bakal diserahkan ke pemerintah secepatnya.
Semuel menjelaskan pengelola aplikasi harus jujur dalam menyampaikan data jumlah armadanya. Kominfo tidak akan begitu saja menerima data jumlah armada taksi online dari pihak aplikasi itu. Kominfo ke depan juga bakal melakukan audit jumlah armada dari masing-masing aplikasi.
“Kalau mereka (perusahaan aplikasi, red) bohong kita tindak,” tuturnya.
Menurut dia seluruh data armada taksi online dari masing-masing perusahaan aplikasi itu sudah dimasukkan ke dalam basis data dashboard. Kemudian masing-masing pemda bisa mengamatinya. Apakah jumlah armada taksi onlinenya cocok dengan jumlah izin yang sudah dikeluarkan.
Jika ternyata jumlah armada jauh lebih banyak ketimbang yang sudah berizin, pemda bisa memanggil pengelola aplikasi. Kemudian menanyakan kenapa jumlah armada yang sudah mengantongi izin lebih sedikit dibandingkan yang beroperasi. Melalui pemantauan ini perusahaan aplikasi diharapkan tidak bisa mengelak lagi.
Pada prinsipnya Semuel mengatakan pengelola aplikasi taksi online harus bijak. Khususnya terkait dengan jumlah armada taksi online yang dijadikan mitranya. Dia berharap ada keseimbangan antara kebutuhan layanan taksi online dengan jumlah armada yang tersedia.
“Sehingga bisnisnya para mitra driver online bagus. Dapat order perjalanan,” tutur dia.
Semuel juga mengomentari terkait dengan kecaman bahwa Kominfo tidak berani menindak pengelola aplikasi taksi online. Dia menjelaskan selama ada pelanggaran dan permintaan pemblokiran oleh Kementerian Perhubungan, Kominfo siap menjatuhkan sanksi pemblokiran ke aplikasi taksi online.
Dia berharap ketika ada mitra atau pengemudi driver merasa dirugikan pengelola aplikasi, dipersilahkan melapor ke pemerintah. Menurutnya dalam ikatan kerjasama antara perusahaan aplikasi dengan supir, tentu ada ketentuan-ketentuan.
Dia menjelaskan perusahaan aplikasi sebaiknya memang tidak sembarangan dalam menjatuhkan sanksi pemutusan kerjasama atau mitra. Harus didasarkan pada ketentuan yang sudah diatur sebelumnya. Mitra supir taksi online jiga diberikan kesempatan sanggahan atau klarifikasi jika mendapatkan sanksi pemutusan kerjasama atau suspend.
Presidium Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Ellen Tangkudung mengatakan secara efektif ketentuan atau regulasi taksi online sudah berlaku efektif per 1 Februari lalu. Dia berharap pemerintah, perusahaan aplikasi, dan mitra driver untuk patuh terhadap regulasi pemerintah.
Ellen diantaranya menyoroti soal kuota taksi online. Dia menjelaskan laporan terakhir dari Kementerian Perhubungan menyebutkan, kuota taksi online masih banyak dibandingkan jumlah armada yang berizin. Misalnya untuk wilayah Jabodetabek kuota taksi online mencapai 36 ribu. Sementara data akhir Januari lalu, jumlah armada taksi online yang sudah kantongi izin masih 878 unit. Sebelum berbicara penambahan kuota, dia berharap kuota yang ada dimaksimalkan terlebih dahulu.
Dia juga menceritakan pada kondisi tertentu biaya taksi online lebih mahal dibandingkan taksi konvensional.
“Saya pernah mengalaminya saat ke bandara Cengkareng,” tuturnya. Kebijakan taksi online yang menaikkan tarif pada kondisi tertentu juga harus jadi perhatian masyarakat. (wan/jpg)
Pemain SMK Kartini (biru), Nico mendribel bola melewati hadangan pemain-pemain SMA Djuwita dalam babak semifinal putra Turnamen Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL) 2018 di Hi Test Arena Batam, Sabtu (3/2). SMK Kartini menang 56-32. foto kanan: Laga semifinal tim putri Turnamen Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL) 2018 yang mempertemukan SMA Maitreya (hitam) melawan SMA Maha Bodhi di Hi Test Arena, Batam, Sabtu (3/2). SMA Maitreya menang 40-9. Foto: Octo Zainul Ahmad/Batam Pos
batampos.co.id – Tim putra SMK Kartini sukses melaju ke babak final untuk pertama kalinya dalam turnamen Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL). Dengan hasil ini, laga final Batam Pos HSBL 2018 akan mempertemukan SMK Kartini melawan SMA Ananda yang dihelat di Hi Test Arena Batam, Minggu (4/2) sore pukul 15.00 WIB.
Partai final Batam Pos HSBL 2018 ini bakal melahirkan sang juara baru, setelah SMA Maitreya merajai gelaran tersebut selama dua tahun beruntun dan harus berakhir di tangan SMA Ananda.
Sementara di bagian putri, Tim putri SMA Maitreya sukses melaju ke partai final setelah menggilas SMA Maha Bodhi dengan skor mencolok 40-9 dalam laga semifinal pada hari yang sama. SMA Maitreya akan menghadapi SMA Mondial yang lolos ke final setelah lawannya di semifinal mengundurkan diri.
Dalam babak semifinal Batam Pos HSBL 2018 yang dilangsungkan di Hi Test Arena Batam, Sabtu (3/2), tim putra SMK Kartini berhasil menghempaskan SMA Djuwita dengan skor cukup telak 56-32.
Tempo permainan sudah berjalan tinggi dan cepat sejak awal-awal kuarter pertama. SMK Kartini sudah unggul 9-1 di akhir kuarter pertama ini.
Laga semakin berjalan seru dan menarik memasuki kuarter kedua. Permainan SMK Kartini yang dimotori sang kapten Nico dan center, Esha sanggup membuat repot pertahanan SMA Djuwita.
Semangat dan motivasi anak-anak Kartini semakin tinggi, usai sang kapten, Nico mencetak enam poin hasil dua kali melepaskan tembakan tiga poin beruntun. Hal itu semakin memperlebar jarak poinnya menjadi 42-25 pada akhir kuarter ketiga.
SMK Kartini semakin nyaman dan mendominasi ritme permainan di kuarter terakhir ini. meski pelatih SMK Kartini, David merotasi pemain-pemainnya, mereka tetap mengontrol jalannya laga hingga pertandingan berakhir. SMK Kartini menutup perlawanan SMA Djuwita dengan skor 56-32.
Pada partai semifinal lainnya, SMA Ananada berhasil membalas kekalahan mereka di final tahun lalu usai menekuk sang juara bertahan, SMA Maitreya dengan skor 56-40.
Pada babak semifinal putri, awal-awal kuarter pertama, tim SMA Maitreya dan SMA Maha Bodhikesulitan mengembangkan pola permainan. Terlihat baik SMA Maitreya maupun SMA Maha Bodhi masih memantau dan melihat kelemahan dan kekuatan masing-masing.
Meski begitu, SMA Maitreya mampu lebih unggul 5-0 lewat serangan balik atau fast break dan bertahan hingga kuarter pertama usai. Memasuki kuarter kedua, SMA Maireya tetap menjaga keunggulan poinnya dengan skor 11-2. SMA Maha Bodhi masih terlihat kesulitan menemukan formula dan strategi tepat untuk memberikan perlawanan kepada SMA Maitreya. Dua poin yang didapat anak-anak Maha Bodhi itupun berasal dari dua kali tembakan free throw.
Di kuarter ketiga, SMA Maitreya yang dimotori Evelyn sebagai point guard mulai mengontrol jalannya permainan. Berbanding terbalik dengan permainan anak-anak Maha Bodhi. Metta dan kolega terlalu berlama-lama memegang bola hingga waktu 24 detik habis. SMA Maitreya semakin menjauh dengan keunggulan poin menjadi 24-5 atas SMA Maha Bodhi pada akhir kuarter ketiga.
Keunggulan poin yang semakin jauh mambuat Evelyn dan kawan-kawan semakin nyaman dalam bermain di kuarter terakhir ini. Sebaliknya, permainan anak-anak Maha Bodhi seperti kebingungan dan kehilangan arah pola permainan.
Permainan Metta dan kolega tampak ragu-ragu dan bingung antara mau passing, shooting atau mendribel bola. Ditambah pertahanan SMA Maha Bodhi yang membiarkan pemain-pemain SMA Maitreya leluasa dalam bergerak maupun melepaskan tembakan.
SMA Maitreya menutup perlawanan SMA Maha Bodhi dengan kemenangan telak 40-9 dan bertahan hingga pertandingan usai.
Pemain SMA Maitreya sekaligus motor serangan, Evelyn menjadi Most Valuable Player (MVP) dalam laga kali ini. Setelah menyumbang 12 poin dan menjadikannya top skor pada partai semifinal tersebut.
Sementara itu, laga semifinal lainnya yang mempertemukan SMA Yos Sudarso melawan SMA Mondial terjadi keributan dan kericuhan. Pasalnya SMA Yos Sudarso memboikot pertandingan melawan SMA Mondial dan memilih mengundurkan diri sebelum laga berjalan. (oza)
Ratusan turis asal Tiongkok tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Jumat (2/2). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Maskapai Citilink kembali mengangkut wisatawan mancanegara asal Tiongkok ke Tanjungpinang, Jumat (2/2) pagi. Kedatangan 174 wisman ini merupakan kali pertama pada 2018 via Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang melalui penerbangan langsung dari Chongqing, Tiongkok.
Senior Manager Charter Bussiness and Operational Citilink Indonesia, Teddy Rezariansyah menyatakan, sudah menjadi komitmen maskapai tempatnya bekerja untuk turut menunjang pembangunan pariwisata di Indonesia. Karena itu, kali ini Citilink tetap melanjutkan layanan carter pesawat dari Tiongkok ke Tanjungpinang sebagaimana tahun lalu.
“Ini bukan yang pertama penerbangan langsung dari Chongqing ke Tanjungpinang. Kami berharap nanti bisa jadi penerbangan reguler dan bukan carter lagi. Di Manado dan Bali sudah melakukan itu,” ungkap Teddy.
Dari tinjauan pangsa pasar, sambung Teddy, antusiasi wisman Tiongkok ke Indonesia, Kepri khususnya, cukup tinggi. Utamanya wisata bahari yang kini menjadi primadona di sejumlah kabupaten di Kepri. Karena itu, Teddy merasa sudah sepatutnya bisa mulai dipertimbangkan penerbangan langsung internasional menjadi penerbangan reguler yang rutin.
“Kami sangat berharap bisa bersinambungan. Karena turis-turis ini sangat mengagumi Bintan. Wisata baharinya luar biasa. Perlu dukungan instansi vertikal agar keinginan ini bisa terwujud,” ujar Teddy.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kepri, Novianto mengapresiasi kerja keras Citilink dan pihak Bandara Internasional RHF yang kembali mampu mendatangkan ratusan wisman asal Tiongkok langsung ke Tanjungpinang. Hal ini, kata Novianto, akan jadi preseden baik buat pariwisata Kepri ke depannya.
“Mereka sudah mau datang itu tandanya ada kepercayaan terhadap destinasi wisata di Kepri. Itu bagus. Kami berharap hal positif seperti ini bisa berkelanjutan agar destinasi wisata kita lebih terkenal di internasional,” ujar Novianto. (aya)
batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan menguji ulang 43 unit bus sekolah yang menelan anggaran Rp 7,9 miliar. Hal itu dilakukan setelah tergulingnya salah satu bus sekolah di Simpang Tiga, Kawasan Pariwisata Bintan Resorts Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan, Selasa (30/1) lalu,
“Kadishub harus berkoordinasi dengan Kasatlantas, siapa pun pemenang pengadaan bus sekolah agar dilakukan pengujian kembali sebelum bus sekolah itu dimanfaatkan,” ujar Bupati Bintan Apri Sujadi usai menghadiri ramah bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi di Mapolres Bintan, Jumat (2/2).
Dishub Kabupaten Bintan, lanjut Apri harus benar-benar menguji kelaikan bus sekolah bersama pihak kepolisian. “Jangan sampai kecelakaan bus sekolah terulang,” kata dia.
Disinggung lelang pengadaan bus sekolah di Kabupaten hanya diikuti 1 peserta, karena minimnya pengusaha yang bergelut di bidang transportasi di Kabupaten Bintan. Umumnya pihak perusahan tak siap mengadakan armada bus dalam jumlah yang banyak. “Kenyataannya, di daerah kita sangat susah mengadakan bus sebanyak itu. Setelah saya cek tidak banyak pengusaha bus yang bisa mengadakan bus sekolah,” ujarnya.
Namun, ke depan, diharapkan muncul kompetitor dalam lelang pengadaan bus sekolah. Sehingga muncul daya saing yang sehat, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Tentunya harapan kita muncul kompetiter,” tukasnya.
Kabid Sekolah Dasar Disdik Kabupaten Bintan, Johari mengatakan, lelang pengadaan bus sekolah telah dilakukan Januari 2018 dengan anggaran Rp 7,9 miliar. “Kita memang kejar dari awal, jangan sampai terputus dan masyarakat komplain,” katanya.
Soal 1 peserta yang ikut lelang, awalnya yang mendaftar 7 perusahaan, namun yang mengupload dokumen hanya PT Aneka Jaya Kijang. ”Mungkin yang lain tidak sanggup,” jawabnya singkat. (met)
batampos.co.id – Penyaluran beasiswa Pemprov Kepri Tahun Anggaran (TA) 2017 molor di tahun ini. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir mengatakan, tertundanya pembayaran tersebut disebabkan adanya revisi atas adanya kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) soal bantuan sosial (Bansos).
“Atas sebab itulah, penyalurannya menjadi tertunda. Dan Disdik sudah membuat pengumaman tentang waktu penyalurannya,” ujar Arifin menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (2/2) di Tanjungpinang.
Mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri tersebut menjabarkan, besaran beasiswa Tahun 2017 adalah Rp 5 miliar. Dijelaskannya, dari jumlah tersebut Rp 3,3 miliar diperuntukkan bagi beasiswa mitra.
“Sisanya adalah untuk bantuan beasiswa berprestasi dan jalur kurang mampu. Kami sudah berupaya menambah jumlahnya menjadi Rp2 miliar, bukan Rp 1,7 miliar,” ujar Arifin.
Disebutkannya, secara keseluruhan penerima beasiswa adalah 975 orang. Sebanyak 650 orang penerima beasiswa berprestasi. Sedangkan sisanya adalah untuk jalur kurang mampu dan bantuan pendidikan. Menurut Arifin, proses seleksi yang dilakukan adalah untuk menjadikan beasiswa ini tepat sasaran.
“Demi Allah, saya jamin tidak ada titip menitip. Karena prosedurnya sudah kita perketat. Terkait adanya nama ganda, sudah kita revisi. Penerimanya tetap berdasarkan nilai yang sudah ada,” jelas Arifin.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kepri, Teddy Jun Askara (TJA) meminta Disdik Kepri untuk tidak mempersulit proses pencairan tersebut. Ia berharap, dengan adanya penyelesaian tersebut tidak lagi terjadi polemik yang sama di tahun 2018 ini.
“Kita sudah rapat dengan Disdik Kepri. Tertundanya penyaluran tersebut memang disebabkan adanya Permendagri tentang dana hibah bansos,” ujar Teddy, kemarin.(jpg)
batampos.co.id – Tim Pemenangan Syahrul-Rahma (Sabar) akan menyiapkan tim khusus untuk memplototi pelaksanaan Pilkada Tanjungpinang nanti. “Selain adanya tim khusus, kita juga akan menyebar ratusan relawan untuk mengawasi jalannya tahapan-tahapan Pilkada Tanjungpinang nanti,” ujar Ketua Tim Pemenangan Sabar, Ade Angga, Jumat (2/2).
Wakil Ketua DPRD Tanjungpinang tersebut menjelaskan, pihaknya juga akan memberikan edukasi politik yang santun kepada simpatisan maupun relawan. Yakni dengan memanfaatkan jejaring media sosial yang sudah ada.
Ketua Golkar Tanjungpinang tersebut optimis Sabar bisa meraih hasil yang baik. “Kami terus melakukan konsolidasi. Baik ditingkat partai pengusung maupun simpatisan dan relawan. Kita berharap pelaksanaan Pilkada Tanjungpinang berjalan dengan aman dan tertib,” jelas Angga.
Kepala Dinas Komunikas dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kepri, Guntur Sakti khawatir, panggung Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) Tanjungpinang menjadi lembah yang menyebabkan masyarakat terjebak dalam penerapan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 11 Tahun 2018. Terutama hal yang berbau dengan Suku Ras Agama dan Antar Golongan (SARA).
“Kita tahu Pemerintah sudah melakukan revisi terhadap UU ITE. Penegasannya adalah setiap aktivitas di media sosial ada konsekuensi hukumnya. Apalagi dengan hal-hal yang berkaitan dengan konten sara,” ujar Guntur.
Menurut Guntur, di Tanjungpinang sudah terjadi beberapa kasus, karena postingan di media sosial berujung ke meja hukum. Maka dari itu, Guntur mengingatkan masyarakat Kepri, Tanjungpinang khususnya untuk berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. Ditegaskannya, apapun tindakan yang dilakukan di media sosial adalah perbuatan hukum. “Apapun postingan di media sosial yang mengganggu ataupun mencemarkan nama baik, bisa dilaporkan ke aparat penegak hukum,” jelasnya.(jpg)
batampos.co.id – Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak terkesan bungkam terkait proses seleksi komisioner Komisi Informasi dan Penyiaran Daerah (KPID) Kepri. Sementara itu, Komisi Informasi Pusat (KIP) mendesak Pemerintah Provinsi Kepri untuk memperpanjang masa tugas komisioner yang lama. Yakni sampai dilantiknya pejabat yang baru.
Kepada Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, Batam Pos berupaya bertanya melalui pesan singkat whatsapp. Meskipun dibaca sama politisi PDI Perjuangan tersebut. Akan tetapi, legislator Dapil Kota Batam itu enggan untuk merespon pertanyaan tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kepri, Guntur Sakti mengatakan sampai sekarang ini, berkas tersebut masih belum sampai ke tangan Gubernur. Ditegaskan Guntur, menyiasati kevakuman KPID Kepri sekarang ini, KIP sudah mengeluarkan surat perintah kepada Pemprov Kepri.
“Kapan adanya keputusan tersebut, kami belum tahu. Salah satu solusinya adalah memperpanjang masa kerja komisioner lama sampai dilantiknya pejabat yang baru,” tegas Guntur.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri tersebut menjelaskan, sepekan setelah uji kelayakan dan kepatutan, DPRD sudah mengirimkan usulan kepada Gubernur sebanyak sembilan nama. Akan tetapi, ketentuanya adalah tujuh nama. Sehingga perlu diperbaiki lagi sebelum disampaikan kembali kepada Gubernur. Menurut Guntur, Gubernur tidak punya kewenangan untuk membuat keputusan.
“Persetujuan tersebut merupakan ranahnya DPRD Kepri. Maka kita masih menunggu usulan yang baru. Karena sampai hari ini, kami belum menerima,” papar Guntur.
Ditambahkan Guntur, apabila sudah ada usulan, Gubernur Kepri akan segera melakukan pengukuhan terhadap komisioner yang baru. Di akuinya, kekosongan posisi di KPID Kepri memang harus segera diisi.
“Semua proses sudah berjalan baik, hanya ada sedikit kekeliruan. Dan itu bisa di perbaiki,” jelas Guntur.
Sebelumnya, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengakui adanya keputusan yang keliru sudah dibuat DPRD Kepri. Atas dasar itu, kata Jumaga, DPRD Kepri sudah menarik surat keputusan yang disampaikan kepada Gubernur. Politisi PDI Perjuangan tersebut, pihaknya akan mengeleminasi dua nama lagi.
“Karena ada sembilan nama, artinya harus ada dua nama yang tersisih. Karana sudah menggunakan sistem ranking. Sehingga otomatis yang dibawah tersisih,” ujar Jumaga.
Ditanya apakah keputusan DPRD Kepri mengusulkan sembilan nama, karena banyaknya intervensi dari internal DPRD Kepri. Terkait hal itu, Legislator dapil Batam tersebut menegaskan, tidak ada yang namanya titip menitip atas proses yang sudah dilakukan. Menurut Jumaga, setiap proses sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ada.
“Kita mencari yang terbaik diantara yang baik. Bukan sembarangan dalam membuat keputusan,” tegas Jumaga.(jpg)
batampos.co.id – Partai Bulan Bintang (PBB) Tanjungpinang dinyatakan belum memenuhi syarat (BMS) pada proses verifikasi faktual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, awal pekan lalu. Status BMS ini diberikan lantaran jumlah anggotanya masih di bawah minimum yang telah ditetapkan. “Anggota mereka masih di bawah 207 orang,” terang Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria, Jumat (2/2).
Namun, bukan berarti kans PBB sebagai partai politik peserta Pemilu 2019 tamat. Robby menjelaskan, masih ada waktu sampai Senin (5/2) mendatang bagi jajaran pengurus PBB Tanjungpinang untuk melengkapi kekurangan persyaratan tersebut sehingga bisa dinyatakan memenuhi syarat untuk verifikasi faktual. “Baru nanti kami akan coba verifikasi lagi tanggal 6 Februari bagi partai yang masih BMS,” ujar Robby.
Sementara itu, 11 partai politik lama yang lain sudah dinyatakan memenuhi syarat melalui proses verifikasi faktual. KPU Tanjungpinang sudah memplenokan keputusan tersebut kemarin. Sebanyak11 partai politik lama dinyatakan telah mampu memenuhi persyaratan mulai dari pemeriksaan struktur pengurus partai politik, kantor atau sekretariat, dan 30 persen keterwakilan pengurus perempuan.
“Sebelas partai lama ini dan empat partai baru di Tanjungpinang sudah dinyatakan lolos verifikasi faktual di tingkat Kota Tanjungpinang. Kami juga sudah menyerahkan hasil verifikasinya ke parpol terkait,” pungkas Robby. (aya)