Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10532

KPU Batam Tunda Semua Aktivitas PPK

0

batampos.co.id – Setelah menunda pelantikan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS), Komisi Pemilihan Umum Kota Batam juga menunda semua aktivitas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang telah dilantik sejak tanggal 29 Februari 2020 lalu.

Anggota KPU Kota Batam, William Seipatiratu, mengatkaan, penundaan dilakukan menyusul adanya surat KPU RI Nomor 285 Tahun 2020 Tentang Tindaklanjut Pelaksanaan Tahapan Pemilihan Tahun 2020 oleh PPK dan PPS.

“Selain surat tersebut, penundaan aktivitas PPK oleh KPU Batam ini juga merujuk pada SK KPU RI Nomor 179 tentang penundaan tahapan pilkada dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 serta surat edaran KPU RI nomor 8 tahun 2020 tentang pelaksanaan SK nomor 179,” jelasnya, Kamis (26/3/2020).

Komisioner KPU Kota Batam,William Seipattiratu. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Ini lanjutnya adalah bentuk perhatian KPU Batam menyikapi penyebaran virus Corona.

“Di mana Provinsi Kepri telah menetapkan status tanggap darurat bencana non alam wabah virus Corona di Kepri serta imbauan Wali Kota Batam terkait penyebaran virus Corona,” kata dia.

Dengan ditundanya tahapan ini, maka seluruh staf dan komisioner KPU Kota Batam juga menindaklanjutinya dengan bekerja dari rumah (work from home) hingga akhir Maret 2020.

“Kantor KPU Batam tetap dibuka selama jam kerja dan pelayanan surat menyurat di kantor tetap berjalan karena ada piket,” jelasnya.

Terkait penundaan tahapan pilkada, kata dia, menunggu keputusan dari KPU RI.

KPU Kota Batam lanjutnya, telah resmi menunda tiga tahapan pilkada. Yakni pelantikan anggota PPS, penyerahan berita acara hasil verifikasi administrasi dan verifikasi faktual bakal pasangan calon perseorangan serta perekrutan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).

“KPU Kota Batam juga minta agar seluruh staf dan komisioner tetap tinggal di rumah dan melakukan protokol pencegahan penyebaran virus Corona.(*/esa)

BP Batam Minta ATB Batalkan Penggiliran Distribusi Air Bersih

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam, meminta PT ATB untuk membatalkan rencana pengiliran penyaluran air bersih kepada masyarakat Kota Batam.

Direktur Fasilitas Lingkungan da Aset BP Batam Binsar Tambunan, mengatakan, ketersediaan air baku Dam Duriangkang masih tersedia dalam jumlah yang cukup.

Serta dapat memenuhi produksi instalasi pengolahan air bersih yang dikelola oleh ATB di waduk Dam Duriangkang dan Tanjungpiayu.

“Sesuai evaluasi pimpinan BP Batam atas kondisi air baku kita (BP Batam) tidak setuju atas rencana PT ATB melakukan penggiliran air ke pelanggan,” katanya saat mengelar konfrensi pers, Kamis (26/3/2020) di lobby gedung Marketing Centre BP Batam.

Baca Juga: Penggiliran Di Depan Mata, Ratusan Industri Terdampak

Ia menjelaskan, hingga saat ini air baku di Dam Duriangkang masih cukup.

Kondisi dam Duriangkang. BP Batam meminta PT ATB untuk membatalkan rencana penggiliran air bersih atau rationing bagi masyarakat Kota Batam. Foto; batampos.co.id/dalil Harahapi

Karena itu pihaknya meminta PT ATB untuk melakukan berbagai langkah praktis untuk memperbaiki sistem pengambilan air baku di waduk Duriangkang. Terutama instalasi pengolahan di Tanjungpiayu.

Binsar mengatakan, ATB sebagai operator air bersih mengklaim sudah mempunyai teknologi yang cukup canggih untuk mendistribusikan air secara baik ke sekitar 285 ribu pelanggan di Batam.

“Seharusnya mereka sudah melakukan upaya-upaya perbaikan sistem, pengambilan air baku jauh hari sebelumnya sehinga pendistribusian air bersih tidak terganggu dan tidak dilaksanakan rationing,” jelasnya.

Selain itu kata dia, sesuai arahan Kepala BP Batam, dalam menghadapi situasi kemarau panjang, pihaknya akan tetap melaksanakan evaluasi terhadap kondisi ketersediaan air baku di setiap waduk.

Terutama waduk Duriangkang dan akan menyampaikan informasi kepada ATB kapan akan melakukan pengambilan air baku sesuai dengan skema yang berbeda dengan saat ini.

Baca Juga: Warga Batam! Dam Duriangkang Hanya Bisa Bertahan 10 Hari

“Jadi intinya kondisi saat ini masih normal. Belum ada kekurangan pengambilan air,” jelas Binsar lagi.

Binsar juga mengatakan, BP Batam terus mengevaluasi debit waduk saat kemarau panjang.

Langkah yang dilakukan yakni memperpanjang pipa di waduk Tanjungpiayu.(nto)

Sejumlah Masjid di Batam Ditutup Sementara, Berikut Daftarnya…

0

batampos.co.id – Sejumlah masjid di Kota Batam ditutup sementara guna mencegah penyebaran Covid-19.

Pemerintah Kota Batam juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 306/Kesra/2020 Tentang Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Masjid dan Musala.

Hasilnya, hingga kemarin, jumlah masjid dan musala yang menutup sementara aktivitas kajian dan salat berjamaah lima
waktu terus bertambah.

Beberapa masjid yang ditutup sementara untuk aktivitas salat kajian maupun salat berjamaah adalah:

  1. Masjid Bukit Indah Sukajadi.
  2. Masjid Jabal Arafah Nagoya.
  3. Masjid Baitul Makmur Bukit Senyum.
  4. Masjid Agung Batam Centre.
  5. Masjid Sirhathol Mustaqim, Greendland.
  6. Masjid Al-Khoir Anggrek Mas.
  7. Masjid Al- Anshor di Crown Hill,
  8. Masjid Toriqul Jannah di Mitra Raya,.
  9. Masjid At Taqwa di Odessa.
  10. Masjid Darusaalam di Rexvin.
  11. Masjid Nurul Abidin di Citra Batam.
  12. Masjid Al-Kaffah Legenda Malaka.
  13. Masjid Nurul Yaqin di Legenda Malaka.
  14. Masjid Ar-Rahmah di Kintamani.
  15. Masjid Al-Ikhlas di Plamo Garden, dan beberap masjid              lainnya.

”Iya, Jumat ini juga ditiadakan dulu sesuai imbauan edaran Wali Kota dan MUI. Terhitung sejak malam ini (kemarin malam, red) hingga waktu yang belum bisa ditentukan, Salat fardhu berjamaah, Salat Rawatib, dan Salat sunnah lainnya ditiadakan,” kata Usep RS, salah satu Takmir Masjid Bukit Indah Sukajadi,
Rabu (25/3/2020).

Dalam rangka pembersihan dan mencegah penyebaran Covid-19, Masjid Agung Batam ditutup untukmsementara dari segala aktivitas seperti salat wajib dan salat Jumat, Rabu (25/3/2020). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Selain itu kata dia, ruang utama, ruang tengah dan belakang lantai satu dan dua juga ditutup.

Saat ini pembersihan masih tetap dilakukan oleh petugas
kebersihan Masjid. Namun, meski ditutup sementara, adzan salat lima waktu tetap dikumandangkan oleh muadzin.

”Dengan penambahan lafaz yang artinya, salatlah kalian
di rumah masing-masing,” jelasnya.

Selama Masjid ditutup, area parkir tenda juga ditutup dengan portal diturunkan. Kebersihan Masjid tetap dilakukan seperti biasa bahkan disemprotkan disinfektan.

”Jika ada jamaah yang singgah untuk salat, masih dibolehkan, tapi hanya di teras kiri-kanan Masjid. Namun setelah salat akan langsung dibersihkan,” tutupnya.

Kabag Kesra Pemko Batam, Riama Manurung, membenarkan sejumlah masjid ditutup sementara.

”Kami sudah edarkan ke pengurus Masjid dan Musala seluruh Batam. Pak wali ber-arap SE ini dipatuhi,” ujarnya.

Salat berjamaah diarahkan dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di Masjid Agung Batam, semua pintu masuk tetap dibuka namun diberi garis sebagai tanda larangan masuk.

Azan salat lima waktu juga masih tetap berkumandang
sebagai tanda masuknya waktu salat.

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat di rumah masing-masing untuk sementara waktu.

Ketua Takmir Masjid Agung Batam, Firmansyah, mengatakan, keputusan mentiadakan salat berjamaah diambil atas Surat Edaran Wali Kota Batam dan pertimbangan dari MUI.

Sehingga pengurus Masjid Agung memutuskan untuk tidak mengadakan salat berjamaah.

”Pengurus Masjid Agung Batam menyampaikan permohonan maaf, bukan menghalangi beribadah dan semua (kegiatan),” ujarnya.

Ia mengungkapkan, penutupan salat berjamaah untuk umum itu dimulai dari salat zuhur, kemarin.

Di samping itu, keputusan ini berlaku untuk semua pihak yang berada di kawasan Masjid Agung.

”Musafir juga kita minta keluar semua. Karena malam kita tidak bisa deteksi,” katanya.

Ia belum bisa memastikan sampai kapan mentiadakan salat berjamaah di Masjid Agung.

Namun yang pasti pentupan ini dilakukan hingga pandemi virus corona mulai berakhir.

”Azan tetap dilaksanakan untuk salat 5 waktu,” tuturnya.

Selama penutupan kata dia, yang berada di Masjid Agung
hanya petugas yang masuk.

Jumlah petugas masjid kata dia, juga dikurangi sebesar 50
persen dari hari biasanya.

Tidak hanya itu, setiap karyawan yang bertugas juga dilakukan pengecekan suhu tubuh secara berkala.(zis,nur,gie)

Terdampak Corona, Pembelian Gas Menggunakan Brizzi Ditunda

0

batampos.co.id – Merebaknya virus corona di Kota Batam membuat rencana pemerintah untuk mempersiapkan skema pembelian gas elpiji 3 kilogram (kg) menggunakan kartu Brizzi tertunda.

“Sempat berproses, namun terhenti karena Covid 19,” kata Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo, kemarin.

Soal kapan kebijakan ini akan diteruskan, Roby menyebutkan tergantung pada penanganan Covid 19 yang kini menjadi salah satu fokus pemerintah.

“Belum tahu ( kapan dilanjutkan), tergantung kondisi Covid. Sekarang, kita patuhi anjuran pemerintah untuk mengurangi interaksi sosial,” ujar dia.

Masyarakat memadati operasi pasar gas LPG 3 kilogram di Pasar TPID Grand Niaga Mas Batam Center, Senin (18/11/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Untuk diketahui, kini pemerintah memang memngimbau masyarakat untuk menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Dalam hal penyiapan skema pembelian gas menggunakan elpiji tentu akan membutuhkan sejumlah agenda pertemuan.

“Ada memang hal yang bisa koordinasikan dengan digital, tapi ada yang perlu ketemu di lapangan, ini dihindari dulu,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, yang mendapat kartu brizzi adalah warga yang sebelumya terdata di pangkalan yang sudah ada.

“Data ini sudah ada tembusannya di pertamina juga. Data itu sebenarnya sudah tepat namun tidak dijalankan,” imbuhnya.

Menurut dia, jika menyusun data baru tentu memerlukan waktu yang cukup lama. Namun demikian, data ke depan tentu akan terus dievaluasi.

“Pembaruan data pasti ada,” ujar dia.

Ia menyebutkan, pada sistem baru kelak, salah satunya mengatur distribusi sehingga satu orang tidak lagi mendapat gas
dengan jumlah yang cukup banyak untuk dijual kembali.

“Memutus mata rantai pengecer,” pungkas dia.(iza)

Pelayanan di Samsat Kepri Ditutup

0

batampos.co.id – Pelayanan di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kepri di Batam ditutup sementara, sejak Kamis (26/3/2020) hingga Rabu (8/4/2020) mendatang.

“Iya benar. Pelayanan samsat kami tutup sampai dengan 8 April 2020,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri Reni Yusneli, Rabu (25/3/2020).

Langkah itu diambil dalam upaya pencegahan penyebaran Corona virus Disiase-19 (Covid 19) di Provinsi Kepri.

Ia menjelaskan, bagi wajib pajak yang akan melakukan pembayaran pajak dapat dilakukan melalui aplikasi E-Samsat Kepri.

Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan surat kendaraan di kantor Samsat Kepri di gedung Graha Kepri. Pelayanan di kantor Samsat Kepri ditutup hingga 8 April 2020. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Dapat diunduh di aplikasi playstore dan samsat online nasional
(Samolnas),” jelasnya.

BP2RD Kepri lanjutnya, juga mengeluarkan surat edaran mengenai penutupan sementara pelayanan samsat ini.

Dimana ada beberapa poin penting yang disampaikan. Di antaranya, seluruh pegawai UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah baik PNS dan Non PNS tetap melakukan presensi sebagai
mana mestinya dengan bekerja dari rumah (Work From Home).

Bertanggungjawab penuh kepada atasan langsung terhitung mulai tanggal 26 Maret 2020 sampai dengan 8 April 2020, dan aktif kembali pada tanggal 9 April 2020.

Ketentuan presensi bagi pegawai yang bekerja di rumah tetap menggunakan presensi manual dan dianggap hadir.

Pelaporan kinerja pegawai yang bekerja di rumah tetap mengisi laporan kinerja harian melalui aplikasi SIMANJA.(rng)

Warga Batam, Jika Anda Berkumpul Akan Dijebloskan ke Penjara Lho

0

batampos.co.id – Polisi memberikan peringatan keras bagi masyarakat yang masih nekat membuat kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar, dengan ancaman pidana.

“Kami tetap mengimbau masyarakat di rumah saja. Jangan berkumpul, ikuti anjuran pemerintah. Kalau ngeyel, kami bisa terapkan beberapa pasal pidana,” ujar Kabid Humas Polda Kepri,
Kombes Harry Goldenhardt, Rabu (25/3/2020).

Ia mengatakan, pasal pertama yang dapat menjerat masyarakat yang tetap berkumpul atau mengadakan kegiatan mengumpulkan massa dalam jumlah banyak, yakni pasal 212 KUHP.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam melakukan penyisiran ke sejumlah rumah warga untuk mendata orang yang sedang mengalami gejala sakit mengarah Covid-19, baik di wilayah mainland maupun di hinterland, Senin (23/3/2020). (istimewa)

Pasal tersebut berbunyi; barang siapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang melaksanakan tugas, bisa dipidana.

Lalu tambahan pasal 216 ayat 1, berisikan; barang siapa tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang, juga dapat berujung pidana.

Polisi akan menjerat dengan menggunakan pasal 218 KUHP.

“Hukuman penjaranya bervariasi, ada hitungan bulan hingga tahun,” ujarnya.

Walaupun begitu, polisi akan tetap mengambil langkah
persuasif. Untuk itu, Harry meminta masyarakat mematuhi aturan ini beberapa saat dulu.

Karena dengan menghindari kerumunan, dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Tujuan semua ini untuk dapat menangkal dan memutus peredara virus corona,” ucapnya.

Ia mengatakan, melalui operasi terpusat Aman Nusa yang dimulai sejak 19 Maret 2020, Polda Kepri dan jajaran telah melakukan kegiatan monitoring, pencegahan, patroli, penyemprotan disinfektan dan imbauan.

“Sekali lagi masyarakat tetap di rumah dan biasakan hidup
sehat,” jelasnya.(ska)

Rumah Sakit Corona di Batam Beroperasi 30 Maret 2020

0

batampos.co.id – Rumah Sakit (RS) Infeksi di Pulau Galang  dipastikan mulai beroperasi 30 Maret mendatang.

Progres pembangunannya saat ini sudah mencapai 78 persen.

”Iya, saat ini rumah sakit ini sudah selesai 78 persen,” kata Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, saat mengunjungi RS Infeksi di Pulau Galang bersama Kapolri Jenderal Idham Azis, Rabu (25/3/2020).

Ia mengatakan, pengerjaan rumah sakit ini akan selesai tepat waktu, 28 Maret mendatang.

”Dalam waktu 3 hari lagi rumah sakit ini sudah siap,” terangnya.

Kendati sudah selesai pembangunannya pada 28 Maret nanti, tapi Hadi menjelaskan, RS Infeksi ini tidak bisa langsung beroperasi begitu saja.

Karena perlu pelatihan ke para tenaga medis agar RS khusus infeksi ini bisa beroperasi maksimal.

”Efektifnya, Senin (30/3/2020) depan, sudah beroperasi,” ucapnya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Idham Azis saat memberikan keterengan kepada wartawan terkait pembangunan RS Infeksi di Kota Batam. Foto: Humas Polda Kepri

Terkait dengan proses pembangunan rumah sakit ini, Hadi menerangkan, ruang observasi sudah selesai untuk 340 tempat tidur.

Sementara ruang isolasi sudah diselesaikan untuk 20 tempat
tidur.

Sebelumnya disebutkan, rumah sakit ini memiliki kemampuan menampung 460 pasien untuk observasi.

Tempat observasi ini memiliki dua bangunan. Sementara untuk
ruang isolasi terdapat 50 kamar yang terdiri 30 kamar non ICU  dan 20 kamar ICU.

Ruang isolasi ini bangunannya terpisah dari ruang observasi. Ruang isolasi dilengkapi AC standar HEPA, oksigen, dan kamar
mandi di dalam.

Hadi mengatakan, penyelesaian pembangunan Rumah Sakit khusus Infeksi ini akan didukung penuh.

Beberapa partisi rumah sakit dibawa menggunakan pesawat Hercules.

”Nanti akan datang lagi bahannya,” katanya.

Ia berharap doa dan dukungan masyarakat, sehingga rumah
sakit ini dapat beroperasi maksimal.

Selain memiliki bangunan observasi dan isolasi, Rumah Sakit Khusus Infeksi ini juga memiliki sarana pendukung lainnya.

Seperti farmasi, ruang sterilisasi, laundry, ruangan gizi, power house, ruangan perkantoran, gudang, mes dokter, tiga bangunan asrama perawat, dan asrama petugas.

Pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi di Sijantung, Galang, menelan biaya sekitar Rp 400 miliar.

Pembangunan menggunakan sistem modular, sehingga pemmbangunan rumah sakit ini bisa cepat selesai.(ska)

Tiba dari Malaysia Langsung Dikarantina

0

batampos.co.id – 122 warga Negara Indonesia (WNI) Migran Korban Perdagangan Orang (MKPO) dideportasi dari Malaysia  melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP), Tanjungpinang, Selasa (24/3/2020) lalu.

Koordinator Rehabilitasi Sosial, Tuna-Sosial dan Korban  Perdagangan Orang, Kementerian Sosial (Kemensos), Pitter M. Matakena, menjelaskan, pihaknya menerima 81 WNI MKPO yang dideportasi dari Malaysia.

“Laki-laki 46, perempuan 33, dan anak-anak dua orang,” kata Pitter,, Selasa (24/3/2020).

Pitter menyampaikan, Rabu (25/3/2020) juga dilakukan deportasi sebanyak 41 orang dengan rincian laki-laki 34 orang, perempuan dua, dan anak-anak lima orang. Sehingga totalnya 122 orang.

“Setelah ini tidak ada lagi deportasi, distop hingga akhir bulan.
Akan berlanjut awal April, karena ada edaran dari imigrasi Kuala Lumpur,” ujarnya.

Kali ini, WNI yang dideportasi masuk melalui Pelabuhan Feri Batam Center kemudian dilanjutkan ke Tanjungpinang.

WNI Migran Korban Perdagangan Orang (MKPO) antre di pintu keluar Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Rabu (25/3). Mereka adalah WNI yang dideportasi dari Malaysia dan langsung menjalani
karantina selama 14 hari di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) di Kilometer 14, Senggarang, Tanjungpinang. Foto: batampos.co.id/Peri Irawan

Dijelaskan Pitter, kondisi WNI yang dideportasi pada Selasa
(24/3/2020) lalu itu dalam keadaan sehat.

Hanya satu laki-laki mengalami patah kaki dan lumpuh akibat kecelakaan di Malaysia.

Sesuai arahan Presiden, kata Pitter, WNI tersebut akan dikarantina selama 14 hari di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) di Kilometer 14, Senggarang, Tanjungpinang.

RPTC merupakan salah satu tempat karantina WNI MKPO khususnya di Kepri.

“Pastinya mereka bermasalah dan sudah selesai menjalani
hukuman penjara di Malaysia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, alasan WNI terlebih dahulu dibawa ke Batam, karena jumlah yang diangkut ke Tanjungpinang minimal 120 orang.

Alasan lain adalah izin kapal yang biasa berangkat dari Pasir Gudang ke Tanjungpinang juga mati, sehingga harus lewat Batam.

Pitter juga menyampaikan, yang dideportasi tersebut didominasi WNI dari Pulau Jawa, seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Selebihnya Medan dan Aceh. Saat ini, para WNI tersebut tidak lagi bermasalah, karena telah melalui proses pemeriksaan
kesehatan sangat ketat di Malaysia.

Bahkan, sambungnya, sebelum dibawa ke Tanjungpinang, saat masuk Pelabuhan Feri Batam Center dan Telagapunggur, juga dicek kesehatan, serta disemprot menggunakan disinfektan oleh petugas.

“Sehingga aman saat digabung dengan penumpang umum dari Malaysia,” ucapnya.

Menurut Pitter, WNI tersebut aman karena alur perjalanan yang langsung dari pintu ke pintu.

Di mulai dari pintu penjara ke pintu bus, kemudian langsung ke pintu ponton, dan langsung ke pintu kapal sehingga dinilai aman.

Wali Kota: Tak Ada Pembangunan Tak Masalah, Saya Ingin Covid-19 di Batam Tuntas

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan, bantuan pengusaha Batam untuk penanganan Covid-19 di Batam terus bertambah.

“Sudah terkumpul Rp 15 miliar, janji mereka sampai Rp 20 miliar,” ujarnya, Rabu (25/3/2020).

Ia memahami anggaran Pemko Batam tidak cukup untuk melakukan pencegahan penyebaran virus corona.

Maka dari itu, ia telah berkomunikasi dengan DPRD Batam agar
dapat mengalihkan anggaran pembangunan.

“Anggaran berapa pun saya akan alihkan untuk selesaikan Corona, mau Rp 100 miliar mau Rp 200 miliar akan saya alihkan. Tak ada pembangunan tak masalah, saya ingin Covid-19 di Batam tuntas,” tegasnya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (kemeja putih) berfoto bersama 50-an warga Batam yang sempat diisolasi di Rusunawa BP Batam. Mereka diperbolehkan pulang dan dinyatakan steril dari virus corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

Rudi berterima kasih pada semua pihaknya yang membantu penanganan Covid-19.

Secara khusus ia memberikan apresiasi kepada tenaga medis
yang telah mendedikasikan diri dalam penanganan virus ini.

“Terimakasih banyak tenaga medis, kalian telah mendedikasikan diri. Mulai besok (hari ini, red), mereka yang sudah tercatat membantu corona di lapangan akan kami beri insentif,” jelasnya.

“Jangan lihat berapa besarannya, tapi lihat ini sebagai bentuk kebersamaan kita,” ujarnya lagi.

Kepada masyarakat, ia juga meminta untuk tetap ikut andil dengan menjaga kesehatan diri dan mendengarkan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak.

“Kalau Wuhan bisa empat bulan, 8 April ini sudah mulai buka akses. Kita daerah kecil ini harus bisa juga cepat selesaikan. Kita
sama lakukan yang terbaik,” tuturnya.

Selain menyisir warga dengan keluhan tertentu, sambungnya, tim juga menyisir dan menutup sementara waktu tempat keramaian.

“Memang belum tuntas karena masih ada pengusaha yang tidak ikuti imbauan. Senin kemarin sudah mulai ditegaskan. Sekarang kalau bandel, saya akan cabut izinnya,” tegas Rudi.(iza)

Pengumuman, 2.000 Warga Batam Dipantau

0

batampos.co.id – Hingga hari kelima, Rabu (25/3/2020) tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, menemukan 2.063 warga Batam menunjukkan gejala awal terkait virus corona.

Sementara yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) 35 orang, terkonfirmasi positif 3 orang, dan meninggal dunia 4 orang. Dengan rincian satu positif dan tiga lainnya merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) negatif dengan penyakit
bawaan.

Sementara dalam skala Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Orang Dalam Pemantauan (PDP) 881, PDP 65 orang, positif terinfeksi corona lima orang.

Kemudian negatif 110 orang, positif meninggal di Batam satu orang, PDP meninggal yang uji labnya dalam proses dua orang (Batam dan Tanjungpinang), dan PDP negatif yang meninggal akibat penyakit penyerta tiga orang (semua di Batam).

“Jumlah 2.063 warga Batam itu ada yang demam tinggi, demam
saja, muntah, mual, dan lain-lain,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Rabu (25/3/2020).

Pengarah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam itu menyebutkan, dari data tersebut belum semua dibawa ke fasilitas karantina yang disiapkan pemerintah.

Namun telah diminta untuk bertahan di rumah masing-masing hingga kemudian ditangani lebih lanjut.

Personel Tagana dan satpol PP berjaga di Rusunawa BP Batam, Tanjunguncang. Di lokasi tersebut menjadi lokasi isolasi bagi warga Batam suspect corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

“Sebetulnya sudah punya alat untuk tes terkena Covid-19 atau
tidak. Kata pengusaha alat akan segera masuk dalam dua hari ini,” jelasnya.

Menurutnya, apabila alat sudah masuk, tes atau pemeriksaan akan diprioritaskan kepada masyarakat yang sekarang terdata. Tetapi jika harus dibawa karantina ke lokasitelah disiapkan akan langsung dibawa.

“Sehingga tahu betul siapa yang sakit atau tidak dan perlu dipisah,” paparnya.

Selain itu, ia berharap dukungan semua pihak termasuk FKPD dan Pemerintah Provinsi Kepri untuk menangani Covid-19 ini di Batam.

Ia menambahkan, untuk sementara fasilitas karantina yang disiapkan yakni Asrama Haji untuk warga yang terdata bagian Timur Batam.

Sedangkan dua rusun milik Pemko dan BP Batam di Tanjunguncang untuk warga yang terdata di bagian Barat.

“Di rusun sekitar 400 yang bisa ditampung. Asrama Haji 700 sampai 800 orang,” sebutnya.

Jika tak mencukupi juga, maka pihaknya menyiapkan dua gedung Rumah Sakit (RS) BP Batam yang lama karena memiliki beberapa ruangan yang saat ini tak digunakan.

“Kalau tak muat juga, kita gunakan Sport Hall Indoor Stadion Temenggung Abdul Jamal. Kami minta bantu alat tidur Dandrem dan Danlantamal, yakni alat tidur tentara,” imbuhnya.(iza)

Play sound