Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 11052

Ketika STNK dan BPKB Hilang

0

batampos.co.id – Bagiamana jika Anda kehilangan STNK dan BPKB kendaraan?!

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Kepri, AKBP Syafrudin, punya solusi buat Anda untuk urus kembali surat kendaraan itu.

Syarat yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang kehilangan BPKB kendaraan bermotor yakni,

  1. KTP,
  2. fotocopy BPKB,
  3. surat pernyataan BPKB duplikat tidak terikat pidana atau perdata diatas kertas bermaterai,
  4. laporan kehilangan barang,
  5. surat keterangan hilang dari unit pelaksana regiden,
  6. cek fisik,
  7. iklan di koran sebanyak 3 kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing satu minggu,
  8. arsip awal BPKB atau STNK.

“Jalani seluruh prosedur dan lengkapi syaratnya. PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) untuk kendaraan roda dua Rp 225ribu, sedangkan kendaraan roda empat Rp 375ribu,” katanya.

Pengurusan kehilangan BPKB dan STNK, kata Syafrudin syarat dan prosedurnya berbeda. Ia mengatakan bagi masyarakat yang kehilangan STNK, haruslah melakukan cek fisik kendaraan, mencatumkan KTP, BPKB, iklan kehilangan di koran satu kali terbit, laporan kehilangan dari unit regiden.

“Sedangkan untuk PNBPnya kendaraan roda dua Rp 100ribu, dan kendaraan roda empat Rp 200ribu,” tuturnya. (ska)

Pilot Asal Inggris Persunting Anak Johanes Kennedy

0

batampos.co.id – Managing Director Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang akan menikahkan anak sulungnya Maria Isadora Aritonang dengan pemuda asal Inggris Christopher Mark Froggatt. Acara pemberkatan pernikahan dan resepsi akan digelar, Sabtu (22/6/2019) mendatang.

“Saya bersyukur kepada Tuhan karena tahun ini anak saya kembali membuka rumah tangga yang baru. Semoga kedua pengantin ini kelak menjadi keluarga yang berbahagia. Seperti harapan dari semua orang tua yang menikahkan anaknya,” katanya Jhon Kennedy, Rabu (19/6).

Kennedy mengatakan, Maria Isadora bertemu dengan Christopher sejak beberapa tahun lalu di Singapura. Keduanya intens bertemu dan menjalin hubungan. Kebetulan, Christopher berprofesi sebagai pilot di sebuah maskapai penerbangan di Singapura.

“Kalau saya tidak salah mungkin sudah sejak dua atau tiga tahun lalu mereka bertemu di Singapura. Keduanya merasa cocok dan menjalin hubungan,” katanya.

Ketua KONI Kepri itu mengatakan, Christopher berasal dari keluarga penerbang.

“Jadi orang tua Christopher juga adalah penerbang. Saya sudah bertemu beberapa kali dengan orang tuanya. Keluarganya sangat baik dan enak diajak ngobrol,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pemberkatan pernikahan akan digelar di Villa Panbil sekitar pukul 09.00 WIB. Tetapi untuk resepsi pernikahan di malam harinya akan digelar di Hotel Best Western Panbil. Ia berharap doa restu dari semua keluarga, teman dan kerabat agar acara tersebut berlangsung dengan lancar.

“Terutama untuk kedua pengantin agar diberikan kemudahan dan menjadi keluarga yang berbahagia,”katanya. (ian)

Dewan Kawasan Ubah Aset BP Menjadi Unit Bisnis Mandiri

0

batampos.co.id – Dewan Kawasan (DK) akan mengubah wajah sejumlah aset-aset milik BP Batam yang dianggap berpotensi menjadi unit-unit bisnis yang mandiri.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Mugiarso, memberikan contoh seperti Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha bisnis yang menarik di mata dunia.

“Kedepannya, pengembangan aset ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Dimana saat ini perencanaan pengembangan pengelolaan aset menjadi unit-unit bisnis yang mandiri,” katanya Rabu (19/6/2019).

Minggu lalu, Susiwijono telah mengunjungi aset-aset milik BP Batam seperti RSBP, Pelabuhan Batuampar, Pelabuhan Sekupang hingga Asrama Haji.

Kepala BP Batam Edy Putra Irawady menandatangani fakta kerjasama dengan dClinic International di RSBP Batam. Foto: Rifki/batampos.co.id

“RSBP ini bisa dikembangkan menjadi semacam kawasan ekonomi khusus (KEK) medical service. Fasilitasnya sudah ditinjau bersama. Dan akan dilaporkan sekaligus paparkan konsepnya ke Ketua DK,” jelasnya.

Selain itu, Susiwijono juga melihat prospek pengembangan dari Pelabuhan Batuampar dapat dikembangkan menjadi salah satu pelabuhan yang mengandalkan konsep internasional logistik ke depannya.

“Konsep pelabuhan internasional logistik ini, akan dibangun dan dikembangkan dengan skala yang modern,” jelasnya.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, mengatakan pengembangan aset BP Batam merupakan salah satu cara menyajikan ragam bentuk investasi kepada dunia internasional.

Fokusnya adalah menciptakan aset sebagai destinasi wisata, khususnya destinasi wisata kesehatan yang bisa dibuat di RSBP Batam.

“Sesuai hasil asset trip ini, kita akan banyak kembangkan destinasi wisata,” imbuhnya.

Pengembangan wisata memang sudah sesuai dengan program BP Batam.

“Jadi kita akan buat klinik yang dikembangkan oleh investasi asing. Seperti dari Australia, Singapura, Korea hingga Indonesia sendiri,” paparnya.

Nanti lanjutnya, akan ada laboratorium dan lainnya di RSBP Batam.

“Contohnya, jika ada yang mau buat bayi tabung, dan ini bisa dilakukan di Batam.Terbilang lebih terjangkau namun berkualitas dan ditangani oleh profesional,” jelasnya.

Sehingga lanjutnya, wisatawan mancanegara maupun nusantara yang datang ke Kota Batam, tidak hanya mencari destinasi wisata saja.

“Mereka juga bisa menikmati paket wisata kesehatan yang yang dikemas dalam sajian berkualitas dan profesional,” paparnya.(leo)

Kepala Bank Indonesia: Pasar Induk Mengefisiensi Proses Perdagangan Bahan Pangan

0

batampos.co.id – Keberadaan Pasar Induk dapat menjadi fasilitas penting yang dapat digunakan untuk mengontrol harga komoditas penting di pasar.

Seperti kacang panjang, bayam dan cabai merah yang selama ini selalu menjadi komoditas utama penyumbang inflasi terutama di hari-hari besar seperti Lebaran dan Natal.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Fadjar Majardi, mengatakan, keberadaan pasar induk akan lebih mengefisienkan proses perdagangan bahan pangan.

“Di mana para pedagang hilir maupun pedagang hulu cukup datang ke pasar induk untuk saling bertemu dan transaksi,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Sudut Pasar induk, Jodoh, Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kata dia, petani atau pedagang hulu tidak perlu lagi kesulitan mencari pasar-pasar untuk menjual produknya.

Sebaliknya pedagang hilir tidak perlu susah-susah mencari sumber komoditas yang akan dijual di pasar hilir.

“Dalam kaitannya dengan pengendalian inflasi, memang pasar induk tidak menjamin untuk menciptakan inflasi harga pangan yang stabil,” ujarnya.

Namun lanjutnya, keberadaannya sangat mendukung dan memudahkan program pengendalian inflasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: 1,5 Tahun Revitalisasi Pasar Induk Belum Terealisasi

Fadjar menyebut contoh pasar induk yang baik adalah Pasar Induk Xinfadi yang merupakan pasar induk terbesar di Beijing, ibukota Tiongkok.

“Dengan ketergantungan yang sangat tinggi dari para pedagang terhadap pasar induk tersebut, pengelola pasar bisa menetapkan aturan yang sangat ketat,” jelasnya.

Bahkan kata dia, kisaran harga jual komoditas tertentu bisa diatur dan diikuti oleh pedagang di pasar tersebut.

“Di sisi data dan informasi, pasar tersebut juga memiliki informasi kedepan mengenai harga dan volume suplai komoditas yang akan masuk ke pasar dalam beberapa hari kedepan,” jelasnya lagi.

Menurutnya, pembangunan pasar induk harus memiliki perencanaan yang matang, visi yang kuat dan pengelolaan yang profesional.

Karena dengan membangun sebuah pasar induk yang dapat mendukung pengendalian harga, tidak cukup hanya menyediakan sarana fisik saja.

Tapi juga harus mampu menghasilkan data perdagangan.

“Hal yang lebih sulit adalah menciptakan efisiensi perdagangan sebagaimana layaknya fungsi sebuah pasar induk dan tidak sedikit pasar induk yang gagal mencapai hal ini,” ungkapnya.

Kota Batam sebenarnya memiliki pasar induk di kawasan Jodoh.

Tapi sayangnya hingga saat ini belum dikembangkan meski asetnya sudah diserahkan BP Batam kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Baca Juga: Pemugaran Pasar Induk Jodoh Menanti Dana Pusat

Pasar induk memang sangat diharapkan karena fungsinya dapat mengatur standar harga komoditas strategis di pasar seperti cabai merah dan daging ayam.

Sehingga tidak akan ada lagi lonjakan harga besar-besaran terutama saat menjelang hari-hari besar perayaan keagamaan.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Hendra Asman, mengatakan, Pemko Batam harus segera merevitalisasi pasar induk.

Karena keberadaanya sangat penting untuk menjaga kestabilan harga pangan di Kota Batam.

“Sudah hampir dua tahun diserahkan ke Pemko Batam, tapi sampai sekarang belum dibangun,” kata dia.

“Kami dari DPRD mendesak agar revitalisasi pasar induk segera dilakukan karena mengingat perannya yang vital,” tegas Hendra.

Ia menegaskan, jika sudah ada perencanaan yang matang, maka DPRD bisa segera membahas perencanaan anggaran untuk tahun depan.

Sedangkan Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Zulkarnain pernah mengatakan, pembangunan pasar induk bisa dilakukan kalau pasar ini sudah bebas dari pedagang.

“Dalam hal ini, komunikasi dengan tim terpadu. Lokasi itu harus clear and clean dulu lah. Baru bisa dibangun,” ucapnya.

Upaya untuk memindahkan pedagang sudah beberapa kali dilakukan.

Namun kini pedagang masih ada yang berjualan di pasar dan tempat relokasi masih banyak yang kosong, meskipun Pemko Batam sudah mempersiapkan lokasi untuk relokasi pedagang.

“Sebetulnya bukan tidak mau pindah. Kita sudah beberapa kali ketemu, tinggal tunggu waktu. Maka kita siapkan lahan disamping itu. Pedagang mungkin masih siap siap pindah,” jelasnya.

Pemko Batam akan terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat, agar ikut mendanai pembangunan pasar induk ini.

“Total anggaran untuk pembangunan sekitar Rp 200 miliar. Ini terus kami kejar ke pusat juga,” pungkasnya.(leo)

Jika Masuk Ranah Pidana, Temuan Diduga Limbah B3 akan Diteruskan KLHK

0

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Bea Cukai (BC) Batam dan tim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan pemeriksaan terhadap 65 kontainer di Pelabuhan Batuampar.

Kontainer-kontainer itu diduga merupakan limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).

Jika nantinya diketahui benar mengandung unsur B3, tidak tertutup kemungkinan akan masuk ke ranah pidana.

Limbah yang diduga mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) yang ditemukan di Pelabuhan Batuampar, Kota Batam. Jika terbukti mengandung B3, kasus ini akan ditangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Foto: Cecep Mulayana/batampos.co.id

Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie menjelaskan, jika nantinya dilanjutkan ke ranah pidana, hal tersebut akan dilakukan oleh KLHK.

“Nanti KLHK yang akan menentukan berdasarkan hasil penelitian dan pemeriksaan yang kita lakukan,” kata Herman ketika ditemui di Bengkong, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga: Dinas Lingkungan Hidup Segel Gudang Limbah Elektronik dan Plastik di Kota Batam

Sejauh ini, lanjut Herman, pemeriksaan sudah dilakukan terhadap 28 dari 56 kontainer.

Dari pemeriksaan tersebut 10 kontainer berupa biji plastik, sementara sisanya terindikasi mengandunng B3 dan sampelnya telah dibawa ke laboratorium BC Batam.

Pihaknya juga masih terus melakukan pemeriksaan terhadap ke-56 kontainer ini.

Baca Juga: Bea Cukai telah Cek 35 Kontainer, Isinya, Berisi Limbah Plastik Berbagai Bentuk

Pihaknya menargetkan dalam waktu satu minggu ke depan semua kontainer selesai dilakukan pengecekkan.

Pemko Batam, diakui Herman, akan mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat untuk menjaga kota Batam dari limbah khususnya yang mengandung B3.

Jika bahan-bahan yang ada dalam kontainer tidak mengandung limbah atau murni biji plastik, pihaknya tidak akan mempermasalahkan.

Sementara yang diperiksa saat ini adalah dugaan adanya B3 yang terkandung dalam limbah yang ditahan saat ini.

“Kontainer itu harusnya homogen. Misalnya skrap plastik. Tapi faktanya, ada kabel, VCB, kotor dan ada yang bau menyengat,” tutur Herman lagi.(bbi)

Ketua INSA: Amblesnya Dermaga Selatan Akan Menurunka Citra Batam

0

batampos.co.id – Amblesnya dermaga selatan di Pelabuhan Batuampar mendapat tanggapan negatif dari pengusaha pelayaran.

Ketua Indonesia National Shipyard Association (INSA) Batam, Osman Hasyim, mengatakan, apabila kabar tersebut sampai ke dunia internasional, akan menurunkan citra Batam sebagai kota yang kondusif untuk iklim investasi.

“Semua orang mengetahui kapan Pelabuhan Batuampar dibangun. Sebenarnya harus ada kajian penelitian yang memastikan usia ketahanannya,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Dermaga peti kemas Batuampar, Kota Batam ambles. Lokasi amblesnya dermaga peti kemas itu termasuk dalam lokasi yang merupakan bagian dari rencana revitalisasi Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Osman mengatakan di media massa, BP Batam menyampaikan jika kerusakan tersebut dikarena faktor usia dermaga yang sudah setengah abad.

“Berarti jika ada pelabuhan dengan umur yang sama, bisa terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Dengan amblesnya dermaga selatan, Osman menilai, BP Batam tidak bisa menjaga asetnya dengan baik.

Menurut dia, pelabuhan merupakan sarana penting bagi kegiatan ekspor dan impor dan bisa menjadi sumber pendapatan negara bukan pajak (PNBP) terbaik bagi BP Batam.

Sehingga sepantasnya harus dijaga dan dioptimalkan.

“Kejadian ini bisa menurunkan kepercayaan investor terhadap Batam. Pelabuhan itu merupakan komponen utama dalam perdagangan dan juga merupakan pilar utama industri maritim,” jelasnya.

Kata dia, jika sudah tidak ada kepercayaan dari investor, mimpi Kota Batam untuk menjadi bandar dunia madani akan menjadi mimpi belaka.

“BP ingin Batam jadi tempat berkumpulnya kapal. Kalau tidak ada kepercayaan lagi, bagaimana,” pungkasnya.(leo)

Dermaga Selatan Batuampar Ditutup Selama 9 Bulan

0

batampos.co.id – Dermaga selatan Pelabuhan Batuampar yang ambles pada minggu lalu akan ditutup total selama 9 bulan untuk perbaikan. Seluruh aktivitas bongkar muat akan dipindahkan ke dermaga utara.

Kepala Badan Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nasrul Amri Latif, mengatakan, amblesnya dermaga selatan tersebut sudah dilaporkan ke Ketua Dewan Kawasan (DK).

“Untuk saat ini, penangangan awal mulai dilakukan. Melihat tingkat kerusakan yang ada membuat dermaga selatan akan ditutup total selama sembilan bulan,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Nasrul mengungkapkan, selain cuaca faktor usia pelabuhan juga menyebabkan tanah timbun di dermaga selatan mengalami penurunan hingga 10 sentimeter dari titik awal dan menyebabkan dermaga tersebut tiba-tiba ambles.

Dermaga peti kemas Batuampar, Kota Batam ambles. Lokasi amblesnya dermaga peti kemas itu termasuk dalam lokasi yang merupakan bagian dari rencana revitalisasi Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Dermaga ini sudah lama. Dibangun sejak tahun 1970, usianya sudah hampir 50 tahun. Jadi sudah memang harus direvitalisasi,” jelasnya lagi.

Nasrul mengatakan perkiraaan biaya untuk perbaikan sekitar Rp 200 miliar.

“Ahli engineering yang ditugaskan tim teknis DK juga sudah turun untuk memantau situasi dermaga yang ambles,” paparnya.

Selama perbaikan lanjutnya, akan terjadi penurunan kapasitas pelabuhan sekitar 40 persen.

“Tapi kita akan coba optimalkan kegiatan bongkar muat dari dermaga yang ada agar eksportir tidak terganggu. Selain itu, ada juga nanti beberapa modifikasi supaya lalu lintas barang tak terganggu,” paparnya

Kata dia, rencana perbaikan bukan hanya normalisasi pada dermaga. Tapi juga menambah fasilitas di dermaga selatan.

Selain itu, karena posisinya dekat dengan lokasi rencana pembangunan container yard yang saat ini masih merupakan gudang Persero Batam, maka pengembangannya akan berjalan secara bersamaan dengan perbaikan dermaga.

“Intinya, anggaran dan semua persiapan sudah dilakukan, salah satunya dokumen yang sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan tinggal menunggu pengumuman saja,” ujarnya.

Namun kata dia, dengan adanya kejadian itu proses ULP dihentikan. Pasalnya jika dilanjutkan, maka prosesnya akan lebih lama lagi.

“Jadi opsinya penunjukan langsung, dengan harapan bulan Juli akhir sudah langsung dikerjakan,” tegasnya.(leo)

Pemerintah Samosir Jajaki Peluang Kerjasama Dengan ATB

0

Pemerintah Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, menjajaki peluang kerjasama pengelolaan air dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB).

Pemerintah Kabupaten Samosir menilai, kehadiran ATB sebagai perusahaan pengolahan air di Samosir akan turut mendorong pertumbuhan wilayah tersebut.

“Samosir sudah menjadi Kawasan Strategis Nasional untuk pariwisata.
Infrastruktur air menjadi sangat penting, sehingga harus dikelola oleh perusahaan profesional. ATB adalah perusahaan yang kami lihat memiliki kapasitas tersebut,” ujar Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga.

Pemkab Samosir telah melakukan survey terhadap sejumlah perusahaan pengolahan air yang ada di Indonesia.

Presiden Direktur ATB Benny Andrianto saat menjelaskan keunggulan SCADA ATB kepada Wakil Bupati Kabupaten Samosir, Juang Sinaga di Kantor Pelayanan Pelanggan ATB Sukajadi. Dokumentasi Humas PT ATB untuk batampos.co.id

Menurut Juang, hasil survei menunjukkan bahwa ATB merupakan perusahaan terbaik, dengan sistem pengelolaan paling efisien yang ada di Indonesia.

Sebagai kawasan strategis nasional, kebutuhan air bersih di Samosir tidak hanya untuk penduduk setempat.

Kota yang berada di tengah danau Toba ini dikunjungi sekitar 1 juta turis setiap tahunnya, dan akan terus bertambah seiring pengembangan kawasan Danau Toba.

Pemkab Samosir harus memastikan, kebutuhan air bersih untuk para wisatawan yang datang bisa diakomodir dengan baik.

Selama ini kebutuhan tersebut belum dikelola optimal, karena distribusi air bersih hanya difokuskan pada pemukiman padat penduduk.

“Sudah waktunya ATB juga ada di Samosir, ini impian kami. Air adalah infrastruktur utama setelah jalan,” jelasnya.

Juang bersama timnya diterima oleh Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto, di kantor ATB pada Senin (17/6/2019) silam.

Selain mendapat penjelaan dari Benny Andrianto, delegasi Pemkab Samosir juga berkesempatan mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Muka Kuning dan Duriangkang.

Menurutnya, sistem IT yang digunakan oleh ATB berada jauh di atas ekspektasinya.

“Jika 25 persen saja dari yang kami lihat disini bisa diterapkan di Samosir, maka masalah pengolahan dan distribusi air bersih bisa langsung selesai,” jelasnya.

Presiden Direktur ATB Benny Andrianto didampingi sejumlah Direksi dan Manajemen, menyambut baik kunjungan dari Pemkab Samosir.

Benny memaparkan sejumlah pengalaman ATB dalam mengelola air bersih di Batam.

Batam merupakan pulau tanpa sumber air alami, sehingga murni hanya mengandalkan air hujan yang ditampung di waduk-waduk yang ada di Batam.

Kendati curah hujannya cukup tinggi ketimbang daerah lain di Indonesia, namun intensitasnya terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

Namun dengan keterbatasan sumber air baku, ATB mampu menjaga ketersediaan air bersih untuk berbagai kebutuhan.

Baik untuk kebutuhan rumah tangga, hingga kebutuhan industri yang beroperasi di Batam dengan harga yang murah.

Untuk menjaga efisiensi produksi tanpa mengganggu kontiunitas pasokan air, ATB memanfaatkan teknologi informasi.

Wakil Bupati Kabupaten Samosir Sumatera Utara, Juang Sinaga bersama Manajer Produksi ATB Estiyudo Listyadi saat mengunjungi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang. Dokumentasi Humas PT ATB untuk batampos.co.id

Kini ATB mampu mengontrol proses dari hulu hingga hilir melalui sistem Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) yang terintegrasi dengan Geographic Information System (GIS).

Untuk mengoptimalkan efisiensi, ATB juga memasang sejumlah Loger pada pipa.

Dengan demikian, ATB mampu memonitor meteran,tekanan, hingga kebocoran.

Dengan cara tersebut, ATB mampu meengefisiensi kebocoran hingga hanya 16 persen pertahun.

“Dengan sistem IT yang kami miliki, kontrol, dan fungsi operasi bisa dijalankan dari ruang kontrol. Bahkan kontrol buka tutup valve di outlet tanki bisa dilakukan melalui HP,” jelas Benny.

Hari kedua kunjungan, Pemkab Samosir dibawa berkunjung ke IPA Muka Kuning dan IPA Duriangkang.

Di sana mereka melihat langsung pengoperasian sistem SCADA yang terintegrasi dengan GIS untuk memonitor proses operasional, distribusi hingga kebocoran.

Juang Sinaga tampak tertarik mendengar penjelasan manajemen ATB mengenai penggunaan SCADA dari masih air baku hingga didistribusi kepada pelanggan paling jauh.

Setelah melihat proses monitoring dan kontrol menggunakan SCADA, Juang bersama timnya dibawa menuju Lab Kalibrasi meteran dan Lab uji.

Dalam Lab Uji, Juang menyaksikan proses uji sample air dengan menggunakan peralatan modern.

Dengan demikian, kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan dipastikan sesuai dengan standar badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO).

Kualitas air yang diproduksi ATB kembali dibuktikan saat Juang bersama timnya berkunjung ke Dam Duriangkang.

Manager Produksi ATB, Estiyudi Listyadi, menunjukan kepada Juang perbedaan air yang sudah diolah ATB dengan air baku.

Juang tampak kagum dengan kualitas air yang dilihatnya. Air yang keluar dari proses pengolahan sudah langsung diminum.

Juang membuktikannya sendiri dengan meminum air menggunakan tangannya.
“Segar sekali airnya,” ujar Juang.(*)

Dinas Lingkungan Hidup Segel Gudang Limbah Elektronik dan Plastik di Kota Batam

0

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam segel gudang penyimpanan limbah campuran plastik dan elektronik di pinggir jalan menuju Kampung Tua Dapur 12, Seipelenggut, Sagulung.

Penyegelan dilakukan DLH akhir pekan kemarin setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar.

Informasi yang didapat gudang limbah itu milik seorang pria yang disebut berinisial Alb. Sudah hampir dua bulan limbah tersebut dibiarkan menumpuk dalam gudang yang dipagari seng tersebut.

Limbah campuran peralatan elektronik dan plastik ini diinformasikan sengaja didatangkan dari luar Batam untuk didaur ulang.

Keberadaan limbah ini ditentang masyarakat setempat. Masyarakat kuatir akan berdampak buruk bagi lingkungan tempat tinggal mereka sebab tumpukan limbah ini tak jauh dari pemukiman warga.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam menyegel tumpukan limbah bekas elektronik dan plastik yang ditemukan di sekitar Kampung Tua Dapur 12. Foto: Eja/batampos.co.id

“Kami menolak karena tak tahu dampaknya seperti apa. Ini harus diusut tuntas,” ujar Ketua RW 10 Kampung Tua Dapur 12, Zulkifli Hasibuan, di lokasi gudang limbah, Rabu (18/6/2019).

Pantauan di lapangan, limbah campuran itu ada yang dibiarkan berserakandi dalam gudang dan ada juga yang dikemas dalam karung.

Limbah ini tidak saja bekas barang elektronik atau plastik utuh tapi juga ada yang berupa serbuk yang sudah diolah untuk didaur ulang.

Di sekitar lokasi gudang masih terpajang garis pembatas atau penyegelan dari DLH.

Penyegelan gudang limbah ini dibenarkan oleh Sekretaris Camat Sagulung, Adrianus, yang turun cek ke lokasi gudang, siang kemarin.

Adrianus bersama rombongan mendapati tumpukan limbah yang dikeluhkan warga.

“Sepertinya sisa-sisa barang elektronik dan plastik. Ini memang tak boleh ditimbun di sembarangan tempat,” ujarnya.

Dengan adanya temuan itu, Adrianus berharap DLH segera mengusut tuntas pelaku penimbunan dan dari mana asal limbah tersebut.

“Tadi kami sudah coba cari tahu pemilik gudang tapi tak ditempat dia. Alb katanya pemilik gudang ini tapi tak ada dia. Kata penjaga ini dari luar Batam,” ujar Adrianus.

Sementara pihak DLH belum memberikan keterangan tentang penyegelan tersebut. Kadis DLH Herman Rozie belum bisa dikonfirmasi terkait temuan tersebut.(eja)

Sekolah Swasta Diminta Beri Subsidi untuk Anak-anak Kurang Mampu

0

batampos.co.id – Menjelang bergulirnya ajaran baru untuk tahun 2019 ini, sebagian orangtua siswa masih dipusingkan dengan tidak tertampungnya anak-anak mereka ke sekolah negeri.

Kondisi ini memaksa Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengambil langkah-langkah dengan menambah daya tampung dan membangun sekolah baru.

Ketika sekolah negeri bermasalah dengan hal tersebut, tidak demikian dengan pihak sekolah swasta.

Padahal secara kualitas sekolah-sekolah swasta jauh melebihi sekolah-sekolah negeri yang ada di Batam.

Orangtua murid dan anaknya antre mendaftarkan anaknya di SMPN 26, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Menanggapi hal tersebut, Kapala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan menuturkan, pihaknya sebelumnya sudah berkoordinasi dengan sekolah swasta.

Salah satu poin penting yang diminta Disdik Kota Batam adalah hadirnya subsidi bagi anak-anak kurang mampu yang akan bersekolah di sekolah swasta.

Hal ini akan membantu masyarakat yang memang selama ini masih terkendala masalah biaya ketika ingin menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah swasta.

Akhirnya sekolah negeri menjadi pelarian hingga menimbulkan masalah pada daya tampung sekolah sekolah negeri itu sendiri.

“Paling tidak sekolah swasta ada subsidi untuk menampung anak yang kurang mampu untuk sekolah di sekolah mereka,” kata Hendri ketika ditemui di Bengkong pada Rabu (19/6).

Lebih jauh, Hendri menjelaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak memaksa orangtua calon siswa untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah negeri.

Disdik justru mendorong agar para orangtua bisa menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah swasta, karena memiliki kualitas baik.

“Untuk investasi pendidikan anak-anak sekolah swasta itu menjanjikan, kualitas mereka tidak kalah dengan sekolah negeri, bahkan lebih baik. Kita bisa lihat hasil UN (Ujian Nasional) tertinggi didominasi oleh sekolah-sekolah swasta,” kata Hendri lagi.(bbi)