Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11231

Wadah Pegawai KPK, Berharap Polri Ungkap Pelaku Penyiraman Novel Baswedan

0

batampos.co.id – Wadah Pegawai (WP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap rekomendasi tim pakar investigasi yang akan diumumkan Polri pada Selasa (16/7/2019) besok memenuhi ekspektasi publik.

Yakni, mengungkap siapa pelaku lapangan dan aktor intelektual penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Penegasan itu kembali didengungkan setelah munculnya berbagai spekulasi liar yang menyebut bahwa tim pakar bentukan Polri hanya akan mengumumkan aktor intelektual saja.

”Yang kami inginkan itu adalah pelakunya ditangkap, diadili, baik itu aktor yang melakukan penyerangan di lapangan maupun aktor dibelakangnya,” kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo, Minggu (14/7/2019).

Salah satu spekulasi yang berkembang adalah terkait dengan keterlibatan jenderal bintang tiga.

Spekulasi itu menjurus pada sosok mantan Kapolda Metro Jaya Iriawan yang saat ini berpangkat komisaris jenderal (komjen).

Namun, Iriawan tidak terima dengan spekulasi tersebut. Bahkan, dia menilai spekulasi itu hanya untuk mencari sensasi belaka.

Novel Baswedan memberikan keterangan pers usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6) lalu. KPK memfasilitasi penyidik Polda Metro Jaya didampingi oleh tim asistensi ahli atau tim gabungan yang sudah dibentuk oleh Kapolri untuk memeriksa penyidik senior KPK Novel Baswedan sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras. Foto: Miftahulhayat /JAWAPOS

Yudi mengatakan, pengungkapan kasus teror terhadap Novel sangat berarti bagi KPK. Sebab, dari situ, harapan agar teror-teror lain yang pernah menimpa pegawai dan pimpinan KPK dapat terbongkar akan kembali muncul.

Dan memberi semangat bagi keluarga besar KPK.

”Sampai saat ini seluruh teror tersebut tidak pernah terungkap dan tidak pernah bisa ditangkap siapa pelakunya,” ujarnya.

Bila pengungkapan kasus Novel tidak terungkap maksimal, Yudi pun kembali meminta Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) independen.

”Kalau rekomendasi tim pakar kepada Kapolri tidak menemukan pelakunya, maka sudah tidak ada jalan lagi bagi Bapak Presiden Jokowi untuk segera membentuk TGPF,” tegasnya.

Diketahui, Tim Investigasi Kasus Novel bentukan Polri selesai bekerja menginvestigasi kasus penyiraman terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Telah disusun laporan setebal 170 halaman terkait kasus tersebut. Ada perkembangan menarik yang ditemukan tim pakar.

Namun, perkembangan itu baru akan disampaikan setelah Kapolri Jenderal Tito Karnavian mempelajarinya.

Anggota Tim Investigasi Kasus Novel Nur Kholis menuturkan, setelah bekerja selama enam bulan, semuanya telah selesai.

Hasilnya, sudah dibuat laporan setebal 170 halaman dengan lampirannya yang mencapai 1.500 halaman.

”Laporan itu telah diberikan ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian,” tuturnya.

Namun begitu, tim ini juga mendapat masukan dari Kapolri serta laporan tersebut akan dipelajari dalam waktu satu minggu oleh Kapolri.

”Secara substansi tidak akan berubah, layaknya laporan perlu perbaikan sana sini,” urainya.

Anggota Tim Investigasi lainnya, Hendardi menjelaskan bahwa selama enam bulan telah dilakukan berbagai pendalaman, seperti reka ulang tempat kejadian perkara, penjelajahan saksi, dan mengembangkan saksi.

”Ada langkah untuk mencari saksi baru,” tegasnya.

Tim ini juga telah melakukan investigasi di beberapa kota, seperti Ambon, Malang dan Kebumen.

Hal tersebut untuk memastikan kebenaran alibi dari orang yang diduga terlibat.

”Benarkah alibinya,” paparnya.

Menurutnya, penyiraman terhadap Novel bukan merupakan perkara biasa. Ini perkaran yang melibatkan orang yang bisa dikategorikan politik.

”Maksudnya politik itu dari motifnya yang bisa jadi karena politik,” tuturnya.

Motif apa saja yang mungkin ditemukan dalam kasus ini. Hal tersebut penting untuk diketahui tim ini.

”Pendek kata ini ada progres yang baik, ada kemajuan atau temuan baru dalam investigas,” urainya.

Saat ditanya apakah sudah mengetahui aktor intelektual penyiraman, dia menjelaskan bahwa hal tersebut masuk dalam materi penyelidikan.

Semua itu akan diungkapkan pekan depan. ”tunggu kapolri yang akan menyampaikannya,” paparnya.(tyo/jpg)

Indonesia Prakarsai Pembentukan Multinational Investigation Support Team

0

batampos.co.id – Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memprakarsai pembentukan Multinational Investigation Support Team (MIST).

Terdiri atas beberapa negara dan organisasi internasional diantaranya Indonesia, Panama, Interpol, CCAMLR, Australia, dan Amerika Serikat.

MIST, kata Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, akan mendukung otoritas Indonesia dalam melalukan pemeriksaan MV NIKA yang baru saja diamankan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Mereka akan membantu sesuai dengan keahlian negara dan organisasi internasional terkait.

“Ini adalah pertama kali Indonesia mengumpulkan dan membentuk MIST untuk menangani dugaan tindak pidana yang dapat kami golongkan sebagai kejahatan terorganisir yang bersifat lintas nasional (transnational organized fisheries crime),” kata Susi dalam ekspos yang dilakukan di Pangkalan PSDKP Batam, Senin (15/7/2019).

Kata dia, belajar dari kasus itu, dirinya mewakili pemerintah Indonesia meminta negara bendera (flag State) maupun flag of convenience, untuk melakukan tindakan konkrit.

Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti, saat berada di atas kapal MV Nika yang telah bersandar di Pangkalan PSDKP Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Terutama dalam menghukum pelaku illegal fishing yang telah menggunakan bendera negara bendera sebagai wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan perikanan yang ilegal.

Belajar juga dari kasus ini, kata Susi lagi, sudah saatnya kerjasama penanganan kasus dalam bentuk MIST pada kasus STS 50 dan NIKA yang dibentuk secara adhoc, dijadikan model di berbagai negara di dunia untuk mengatasi transnational organized crimes dalam industri perikanan dengan leadership Interpol.

Susi juga meminta kepada negara-negara di dunia yang memiliki direct legal interest terhadap kejahatan lintas negara terorganisir, untuk menerapkan pertanggungjawaban pidana korporasi/corporate criminal liability diterapkan seperti kasus Viking, STS 50 dan NIKA.

“Apabila pertanggungjawaban pidana korporasi tidak diterapkan, selama itu pula kelompok-kelompok pelaku illegal fishing ini tidak akan pernah jera,” katanya.

Susi melanjutkan, sudah saatnya peran Interpol diperkuat. Dengan memiliki dana yang lebih besar untuk memperkuat jaringan dengan negara-negara yang gigih memberantas kejahatan perikanan lintas negara ini.

Terutama untuk kualitas pertukaran informasi, asistensi investigasi dan pengembangan kapasitas.(bbi)

Ini Pelanggaran yang Dilakukan MV Nika, Buronan Interpol yang Ditangkap Satgas 115 Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

0

batampos.co.id – Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas 115, Susi Pudjiastuti, menjelaskan, berdasarkan laporan awal yang diterima Satgas 115, MV NIKA diduga melakukan beberapa pelanggaran.

Salah satunya pemalsuan registrasi sertifikat di Panama. “Pemerintah Panama melalui surat kepada KKP menyatakan bahwa kapal MV NIKA terdaftar sebagai general cargo ship,” jelasnya, Senin (15/7/2019).

Sehingga kata Susi, MV Nika tidak berhak melakukan aktivitas perikanan baik penangkapan maupun pengangkutan ikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan pers terkait tim Satgas 115 KKP yang menangkap kapal MV Nika, Senin (15/7/2019). Foto: Bobi/batampos.co.id

Berikut pelanggaran yang dilakukan MV Nika yang berhasil dihimpun batampos.co.id: 

1. Memalsukan certificate of registration di Panama

Kapal MV Nika menyatakan dirinya adalah General Cargo Vessel. Sementara MV NIKA       diduga melakukan penangkatan dan/atau pengangkutan ikan.

2. Melakukan Penangkapan Ikan Ilegal

Berdasarkan laporan dari the Convention on Antarctic Marine Living Resources                  (CCAMLR) dan Inspection Report UK Marine Management Organization (UK-MMO), MV      NIKA melakukan penangkapan ikan tanpa izin dan/atau transhipment di zona 48.3 B.

Yaitu di dalam wilayah The South Georgia and the South Sandwich Islands dan The          Falklands Island (Islas Malvinas).

3. Kapal Berganti-ganti Nama

MV Nika diketahui kerap menganti-ganti nama dan juga menggunakan data AIS milik        kapal lain yang bernama “JEWEL OF NIPPON”. Hal itu dilakukan guna mengaburkan          identitas asli MV NIKA, ketika memasuki wilayah CCAMLR untuk menangkap ikan.

Berdasarkan informasi dari Interpol, Pemerintah Panama, IMO GISIS, dan UK-MMO          Inspection Report, MV NIKA telah dikonfirmasi dimiliki oleh pemilik yang sama dengan      pemilik FV STS-50, yaitu Marine Fisheries Co. Ltd.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran oleh Satgas 115 bersama Interpol, MV NIKA        sudah mematikan AIS sebelum memasuki ZEE Indonesia.

4. Tidak Mengibarkan Bendera

Terhitung sejak tanggal 6 Juli 2019, pada saat memasuki wilayah Indonesia, MV NIKA       tidak mengibarkan bendera Panama maupun Indonesia.

Bendera kapal baru dipasang pada saat kapal diintercept oleh KP ORCA 3 dan 2. Hasil       pemeriksaan yang dilakukan terhadap kapal, terdapat 18 ABK dari Rusia dan 10 ABK         dari Indonesia.

Ditemukan juga hal-hal yang mengkonfirmasi dugaan MV Nika merupakan kapal               perikanan. Seperti ditemukan umpan berupa ikan di dalam palka kapal, di atas kapal       NIKA juga terdapat Unit Pengolahan Ikan.(bbi)

Ini Wajah Penembak Pada Aksi 22 Mei 2019 Lalu

0

batampos.co.id – Polri terus mendalami kasus kerusuhan 22 Mei. Khususnya, terkait penembakan terhadap delapan korban dan satu korban tewas karena benda tumpul.

Untuk penembak salah satu korban wajahnya dilihat oleh tiga orang saksi. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, ciri-ciri pelaku berambut gondrong dengan tinggi sekitar 175 cm. Serta, berkulit gelap diketahui dari dua orang saksi mata.

”Namun, polisi ternyata menemukan saksi lainnya yang juga melihat pelaku,” urainya.

Artinya, tiga orang saksi melihat langsung kejadian tersebut. Dengan begitu langkah untuk menggambar wajah pelaku melalui sketsa menjadi lebih mudah.

Sebab, ada tiga orang saksi yang bisa saling menyempurnakan. ”Ketiganya sebut ciri-cirinya memang sama, tuturnya.

Sayangnya, dalam rekaman closed circuit television (CCTV) yang diperoleh penyidik tidak terlihat wajah pelaku. Sehingga, sulit untuk menerapkan face recognition atau mengenali identitas melalui deteksi wajah.

”Yang terlihat di CCTV hanya saat korban Harun terjatuh setelah tertembak,” urainya.

Menurutnya, pekerjaan kepolisian masih banyak. Sebab, lokasi penembakan terhadap korban itu berbeda-beda serta jaraknya berjauhan.

Dengan begitu ada kemungkinan pelaku penembakan lebih dari satu orang. ”Empat TKP, jauh-jauh,” jelasnya.

Untuk korban lainnya, dia menuturkan bahwa ada satu saksi yang melihat peristiwa penembakan di depan kantor Pemadam Kebakaran. Saksi tersebut masih dalam pemeriksaan.

”Masih didalami bagaimana yang dilihat saksi,” terangnya.

Dedi menjelaskan bahwa saat ini polisi juga tengah mengejar salah seorang komandan lapangan kerusuhan 22 Mei di Jawa Barat.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (kiri) didampingi Wadir Tipidsiber Bareskrim Polri Kombes Asep Safrudin saat memberikan keterangan pers, beberapa waktu lalu. Foto: Fedrik Tarigan /JAWA POS

Sejak diumumkan beberapa hari lalu soal perkembangan kasus 22 Mei, hingga saat ini komandan lapangan ini belum juga tertangkap.

”Ini yang melakukan provokasi agar terjadi kerusuhan,” paparnya.

Bila komandan lapangan ini tertangkap, tentu akan dapat diketahui siapa pelaku lain yang tingkatannya lebih tinggi. Apakah komandan lapangan ini dibayar atau diperintah oleh seseorang.

”Semua itu baru akan ketahuan,” jelasnya.

Sebelumnya, Tim Investigasi kerusuhan 22 Mei membeberkan ciri-ciri yang diduga pelaku penembakan dalam kerusuhan 22 Mei.

Ciri-ciri itu diketahui setelah melakukan face recognition terhadap 704 visual, baik dari CCTV, video amatir dan foto amatir.

Menurut Dedi, penyelidikan begitu rumit dengan menggunakan scientific crime. Salah satunya, pembuktian terkait siapa pelaku penembakan dalam kerusuhan.

”Setelah dilakukan uji balistik, diketahui peluru caliber 5,56 dan caliber 9 mm,” tuturnya.

Namun, uji balistik ini hanya bisa mengungkap jenis peluru dan kemungkinan senjatanya. Maka, dilengkapi dengan face recognition.

”Tingkat kerumitannya tinggi untuk mencocokkan 704 visual terkait kerusuhan 22 Mei, secara detil ini dijelaskan Dirkrimum Polda Metro Jaya,” urainya.

Dari semua itu, juga telah diketahui siapa komando lapangan yang melakukan berbagai provokasi.

Bila komando lapangan ini tertangkap, tentu akan diketahui siapa yang merancang kerusuhan yang telah diprediksi Polri ini.

”Sudah ditetapkan sebagai DPO,” paparnya.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Suyudi Ario Seto mengatakan, dari sembilan korban meninggal dunia, yang telah dilakukan otopsi mencapai empat korban.

”Lima korban tidak diotopsi karena keluarga tidak berkenan,” urainya.

Salah satu diantara korban yang diotopsi, bernama Harun Al Rasyid. Menurutnya, berdasarkan dari pemeriksaan saksi lapangan, diduga Harun ditembak dari jarak sekitar 30 meter.

Posisi korban dengan polisi yang menangani kerusuhan sekitar 100 meter. Pelaku penembakan berada di sisi kanan berdekatan dengan ruko di Flyover Slipi.

”Saksi menyebut Harun ditembak dengan pistol berwarna hitam,” tuturnya.

Ciri-ciri pelaku penembakan juga telah diketahui dengan analisa face recognition dari 704 visual.

Yang terdiri dari 60 CCTV, 470 video amatir dan 93 foto amatir. Pelaku diduga berambut panjang atau gondrong, dengan tinggi sekitar 175 cm, dan menembak dengan tangan kiri.

”Mungkin kidal,” terangnya.

Selanjutnya, korban bernama Abdul Aziz yang tewas di sekitar asrama Brimob. Dia menjelaksan, korban ditemukan 100 meter dari asrama tersebut. Pelaku penembakan juga orang tidak dikenal.

”Korban ditembak dari belakang mengenai punggung tembus ke dada,” paparnya.

Selanjutnya, terkait para pelaku kerusuhan. Menurutnya, juga melalui face recognition telah diamankan sembilan orang yang diduga melakukan perusakan terhadap kendaraan kepolisian.

”Untuk yang masuk DPO seperti disampaikan Pak Karopenmas, merupakan aktor intelektualnya,” urainya.(tyo/jpg)

Satuan Tugas 115 Kementerian Kelautan dan Perikanan Tangkap Kapal Buronan Interpol di Selat Malaka

0

batampos.co.id – Tim Satuan Tugas (Satgas) 115 menangkap kapal buronan Internasional di perairan Selat Malaka.

Kapal dengan nama MV Nika tersebut diamankan pada Jumat (12/7/2019) lalu, setelah tim dari unsur KP ORCA 3 dan 2 milik KKP berhasil menghentikan serta memeriksa kapal jenis General Cargo ink di ZEE Indonesia.

Tim Satuan Tugas (Satgas) 115 KKP berfoto bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. Foto: Bobi/batampos.co.id

Saat ini kapal berbendera Panama tersebut sudah berada di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kota Batam.

Sejak diamankan, kapal ini dikawal oleh KP ORCA 3 KP ORCA 2. Selama perjalanan kapal tersebut dikawal secara bergantian oleh KRI Patimura, KRI Parang, dan KRI Siwar.

Serta dilakukan pemeriksaan berdasarkan dugaan kuat pelanggaran hukum di berbagai negara dan UU Perikanan Indonesia, yaitu tidak menyimpan alat tangkap di dalam palka. (bbi)

Kapal Bendera Singapura Bawa 38 WNA dan 2 WNI Kandas di Perairan Lobam

0

batampos.co.id – Kapal berbendera Singapura MV Indra Bupala yang membawa 40 orang penumpang dari Singapura ke Pelabuhan Bandar Sri Udana Lobam kandas di Perairan Tanjungtalok, Lobam, Bintan pada Senin (15/7) sekitar pukul 08.10 WIB.

Komentar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Terkait Aksi Mogok Kerja Karyawan PT Unisem

0

batampos.co.id – Aksi mogok kerja ribuan karyawan PT Unisem ternyata dilatarbelakangi tidak mampunya manajemen perusahaan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,menghadirkan manajemen perusahaan dari Malaysia.

Hal ini diutarakan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti. Menurutnya, mogok kerja tidak akan terjadi apabila para karyawan mendapatkan penjelasan langsung dari manajemen PT Unisem yang berada di Malaysia.

“Mereka (karyawan PT Unisem-red) aksi agar corporate dari Malaysia dihadirkan untuk menemui mereka, tapi manajemen di sini belum bisa mendatangkannya ke sini,” jelasnya kepada batampos.co.id, Senin (15/7/2019).

Para karyawan PT Unisem melakukan aksi mogok kerja. Hal itu dilakukan karena hingga saat ini manejemen perusahaan belum ada penjelasan mengenai nasib para karyawan PT Unisem. Foto: Mochamat Mustofa untuk batampos.co.id

Kata dia, para karyawan menginginkan agar tutupnya perusahaan elektronik tersebut langsung dari manajemen PT Unisem Malaysia.

“Kalau sekarang ini kan melalui surat, mereka tidak mau itu. Mau langsung dengar dari manajemen yang di Malaysia da kita sudah sampaikan juga ke manajemen di sini (kota Batam-reda),” paparnya lagi.

Rudi menyatakan hingga saat ini memang belum ada pembicaraan kapan pembayaran pesangon para karyawan akan dilakukan PT Unisem.

“Itu juga masalahnya,” ujarnya singkat.(esa)

Kawasan Batu Kasah Dilirik Investor

0

btampos.co.id – Pantai Batu Kasah di Kecamatan Bunguran Selatan yang ditetapkan sebagai geopark nasional ditahun 2019 ini, ternyata sudah dilirik oleh investor dibidang pariwisata.

Kawasan pantai di kecamatan tersebut, terutama di Desa Cemaga tengah yang memiliki keindahan pantai cukup panjang dan dipadukan bebatuan granit menjadi daya tarik investor.

Kawasan tersebut tidak hanya dikenal dengan Batu Kasah, namun terdapat wisata Pulau Akar yang masuk dalam ikon geopark nasional yang menjadi daya tarik wisatawan.

Direktur BUMDes Cemaga Tengah, Abdilah, mengatakan sejauh ini kawasan Batu Kasah sudah dilirik investor. Dan sudah sebagai lahan kawasan Batu Kasah sudah dibeli.

”Menurut informasinya, akan dibangun berbagai fasilitas, salah satunya hotel,” ujar Abdilah, Minggu (14/7).

Abdilah mengaku, saat ini BUMDes sudah mulai mengelola kawasan pantai Batu Kasah dengan kemampuan seadanya. Namun sudah memberikan kepuasan bagi masyarakat, salah satu tempat tujuan berlibur diakhir pekan.

”Sekarang BUMDes menerima bantuan dari pemerintah dan sponsor, hasilnya sudah terbangun beberapa gazebo, MCK dan Musala,” ujar Abdilah.

Menurut Abdilah, masyarakat setempat sangat mendukung dalam pengembangan pariwisata. Bahkan tidak mempersulit investor dalam berinvestasi. Pesona pantai Batu Kasah ini, juga dipadukan dua pulau yang berhadapan dengan pantai.
”Pulau di hadapan pantai ini juga menambah pesona, pulaunya kosong, paling dekat Pulau

Kemudi. Meski sudah kami kelola, pengunjung tidak dibebankan tarif masuk,” ujar Abdilah. (arn)

Provokasi di Laut Natuna Utara Perlu Diantisipasi

0

batampos.co.id – Upaya provokasi terhadap kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama kapal pengawas dari Bakamla oleh kapal Vietnam Fisheries Resources Surveillance Vessel di Laut Natuna Utara kembali terjadi, Kamis (11/7) lalu.

Menanggapi insiden tersebut Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan mengatakan, aksi provokasi oleh kapal pengawas perikanan Vietnam menjadi trend saat ini di Laut Natuna Utara.

”Semua kapal pemerintah sering mendapat provokasi dari kapal pengawas Vietnam, dengan cara kapal asing ini menabrak kapal pengawas perikanan Indonesia ketika melakukan penangkapan kapal illegal fishing. Kejadian ini sering di ZEE Laut Natuna Utara,” kata Danlanal, Minggu (14/7).

Menurut Danlanal, insiden yang terulang pada pekan lalu di Laut Natuna perlu diantisipasi oleh pemerintah. Karena unsur KRI sendiri kurang ideal untuk menghadapi strategi aksi provokasi tersebut di wilayah ZEE.

Danlanal menambahkan, insiden provokasi tersebut sudah dialami KRI saat melakukan pemeriksaan dokumen kapal ikan asing. Kapal pengawas perikanan Vietnam dengan sengaja menubruk lambung KRI.

”Wilayah ZEE ini baru sebagian disepakati, sebagian statusnya unilateral claim. Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh militer Indonesia terhadap kapal sipil Vietnam di wilayah sengketa dikuatirkan tidak akan menarik simpati Internasional” sebut Danlanal.

Danlanal menilai, sementara kekuatan Kapal Pengawas Perikanan Indonesia (KPPI) dan Bakamla yang beroperasi masih terbatas, baik jumlah maupun ukurannya. Sehingga kurang seimbang dalam menghadapi taktik kapal pengawas perikanan Vietam dalam adu tumbrukan.

Dermaga Selat Lampa
foto: batampos.co.id / aulis rahman

Danlanal menambahkan, pemerintah bersama Kementerian dan Kelautan perlu didorong untuk waspada dengan strategi yang dilaksanakan Vietnam.

Provokasi nelayan asing akan berdampak negatif terhadap keberlangsungan kelautan khususnya di laut Natuna Utara. Dan harus dilakukan dengan bijak agar nelayan-nelayan asing dapat ditangkal sedini mungkin.

”Jika ini tidak ditanggapi serius, maka mereka (nelayan asing, red) akan terus melakukan aksi yang sama dan bahkan semakin berani memasuki wilayah teritorial ZEEI. Disamping peralatan digunakan lebih diperkuat, petugas harus bisa melaksanakan tugas dengan tegas,” ujar Danlanal.

Sebelumnya kapal pengawas KKP Hiu 011 dan Bakamla KN Bintang Laut 401 yang melakukan pengawalan 6 kapal ikan asing berbendera Vietnam menuju ke stasiun PSDKP Natuna, mendapat intervensi dari kapal pengawas sumber daya perikanan Vietnam Kiem Ngu 214261 dan kapal ikan Vietnam Nhat Nam 79, Kamis (11/7).

Kapal Kiem Ngu 214261 melakukan pengejaran dengan kecepatan tinggi ke arah KP Hiu 11 dan KN Bintang Laut. Pada saat yang sama KIA Vietnam Nhat Nam 79 A20 melakukan intervensi ke kapal-kapal tangkapan yang dalam proses pengawalan. (arn)

Lingga Wakili Kepri Tingkat Nasional

0

batampos.co.id – Utusan Kabupaten Lingga berhasil meraih juara satu dalam ajang akbar lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kepri. Utusan tersebut adalah Al Fekri Gunawan dengan inovasi Batako Limbah Plastik.

Yakni bahan bangunan atau batako dibuat dari limbah pelastik yang sudah terbuang sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah plastik.

Inovasi yang ditemukan Al Fekri ini dinilai mempunyai unsur ekonomis dan pengembangan yang sangat berguna bagi masyarakat luas. Karenanya, Al Fekri berhasil menyingkirkan 30 inovator dari kabupaten dan kota lainnya se-Provinsi Kepri yang telah lulus dari penjaringan awal dengan peserta sebanyak 116 orang.

Asisten II Pemprov Kepri Syamsul Bahrum menyerahkan piala kepada Al Fekri Gunawan, juara I lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kepri.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dody Suhendra yang menangani TTG di Kabupaten Bunda Tanah Melayu mengatakan, dengan keberhasilan ini Kabupaten Lingga secara otomatis mewakili Provinsi Kepri pada lomba Inovasi TTG Tingkat Nasional pada 21 hingga 25 September 2019 di Bengkulu.

“Ini semua berkat dukungan, kerja keras dan doa dari masyarakat Lingga,” kata Dody.
Al Fekri mengungguli peserta lainnya dengan inovasi berjudul metode daur ulang sampah organik dengan pembudidayaan black soldier flay dari Posyantekdes Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan yang menduduki peringkat kedua.

Selain itu tema CIGBRICK yaitu metode pemanfatan limbah sampah plastik menjadi barang bermanfaat hanya mampu menduduki peringkat ke tiga.

Kesempatan itu, Asisten II Pemprov Kepri Syamsul Bahrum, mewakili Gubernur Kepri menyampaikan, kegiatan inovasi tidak terlepas dari kegiatan penelitian secara ilmiah dan memenuhi berbagai kaidah. Seiring dengan kemajuan peradaban manusia menurut Syamsul Bahrum telah menuntut semua pihakterus berinovasi dan menghasilkan karya-karya terbaru.

Kepala DPMD Dukcapil Kepri Sardison memastikan seluruh karya pemenang dan yang layak digunakan dalam ajang TTG akan didaftarkan dalam hak paten. (wsa)