Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 10910

Melihat Gedung PLUT KUKM di Bengkong Laut

0

batampos.co.id – Gedung sekaligus galeri Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) Batam di Bengkong Laut, belum sepenuhnya digunakan.

Pantauan Batam Pos, Minggu (22/9/2019), di lantai satu gedung yang direncanakan akan digunakan sebagai tempat memamerkan produk UMKM belum terisi barang kerajinan apapun.

Di sana hanya ada sarana pendukung sebagai tempat memajang produk UMKM.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (KUM) Kota Batam, Suleman Nababan, menyebutkan, hal ini karena akses berupa jembatan ke gedung tersebut belum rampung dibangun.

”Makanya galerinya memang belum bisa dioperasikan, bagaimana orang bisa ke sana aksesnya belum bisa. Gimana bisa isi, orang (petugas standby) tak ada,” kata Suleman, Minggu (22/9/2019).

Lain halnya dengan kegiatan pendampingan. Aktivitas itu telah mulai dilakukan di lantai dua gedung tersebut walau tidak setiap hari.

Seorang warga melihat galeri Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang berada di Bengkong Laut, Minggu (22/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Hal itu, lanjut Suleman, dilakukan para pendamping yang telah mendapat Surat Keputusan (SK) dari tingkat provinsi.

Serta diadakan di PLUT dengan menggunakan akses sementara dari samping Hotel Golden Bay, Bengkong.

Namun, para pendamping juga melakukan kegiatan ’jemput bola’ di lokasi UMKM.

”Pendampingan tetap jalan. Pendamping sudah sekitar dua minggu ini bekerja,” katanya.

Ia menyebutkan, produk UMKM yang akan dipamerkan di lantai satu gedung ini, akan diisi produk Batam.

Namun, juga dimungkinkan produk luar daerah. Sementara lantai dua, digunakan untuk kegiatan pendampingan dan kantor.

”Masih banyak tanah yang kosong juga. Jangka panjang kami ingin ada tempat workshop, misal bagaimana cara buat batik, di situ wisatawan bisa lihat langsung. Ini akan jadi tarik wisata,” paparnya.

Kini, yang sedang dilakukan pemerintah dengan pendamping adalah menyeleksi UMKM yang akan menempati lokasi tersebut.

”Kami lakukan sambil tunggu jembatan rampung,” kata dia.(iza)

Smartfren Gelar Kopdar

0

batampos.co.id – Smartfren, sebagai operator telekomunikasi berbasis teknologi 4G di Indonesia, terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Salah satunya dengan mengajak Komunitas Pelanggan Smartfren atau Smartfren Community Batam nonton bareng (nobar) WOW Concert di Socialite Cafe & Bar, Jumat (20/9/2019).

Mengambil tema ”Kopdar Smartfren WOW Concert Batam” kegiatan ini diikuti oleh 50 orang, yang terdiri dari YouTuber Batam, influencers Batam, dan Smartfren Community.

”Kopdar bareng ini serentak yang diadakan di 30 kota,” kata Leader Smartfren Community, Melisa, Jumat (20/9/2019).

“Kegiatan ini merupakan rangkaian kejutan WOW, berupa konser musik akbar bertajuk Smartfren WOW Concert di Istora Senayan, Jakarta pukul 20.00 WIB, Jumat (20/9),” ujarnya lagi.

Lebih lanjut Melisa menjelaskan, kegiatan kopdar ini juga ajang mempererat silaturahmi antara Smartfren Community Batam.

Bukan hanya menggelar kopdar, Smartfren Comunity Batam juga menggelar seminar Explore Your Self in Digital Era bertempat di Politeknik Negeri Batam, baru-baru ini serta mendukung kegiatan Politeknik Negeri Batam di KBC, Sabtu (21/9/2019).

Smartfren Community Batam nonton bareng WOW Concert di Socialite Cafe & Bar, Jumat (20/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Kami memberikan edukasi literasi Smaftfren, yang tentunya berguna bagi kaum milenial agar dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa adalah ilmu entrepreneurship atau kewirausahaan,” sebutnya.

Regional Brand Activition Smartfren, Jefrie, menjelaskan, Smartfren WOW Concert ini, juga mengenalkan program terbaru Smartfren WOW.

Program Smartfren WOW ini merupakan apresiasi untuk para pelanggan, dengan membagikan undian berhadiah tiap bulannya.

Ada berbagai hadiah yang telah disiapkan, mulai rumah senilai miliaran, mobil motor Vespa, dan smartphone iPhone XS hingga paket liburan.

”Caranya cukup mengaktifkan paket senilai Rp 30 ribu pelanggan bisa mengikuti undian yang diundi setiap bulan. Dan tiap bulan akan ada satu unit rumah yang akan diundi,” kata Jefrie.

Ia menjelaskan bahwa kupon undian WOW resmi hanya tersedia di aplikasi MySmartfren masing-masing pelanggan dan berlaku untuk sekali pengundian.

Tahap pertama undian Smartfren WOW dimulai pada 10 hingga 30 September 2019, sementara tahap kedua akan dimulai pada 1 Oktober hingga 31 Oktober 2019.

Pada kopdar ini, Smartfren Community Batam juga menggelar Nobar Smartfren WOW Concert ini menampilkan artis lokal dan internasional.

Sebut saja Niki Zefanya, Atta Halilintar, Chung Ha, Boyband Ateez, Dewa 19, Dul Jaelani, Jaz, Via Vallen, Rissa, Rizky Febian, Kallula, Dipha Barus, Alffy Rev, dan juga Aaliyah Massaid.

Konser semakin seru karena dipandu oleh Daniel Mananta, Okky Lukman, dan Yuki Kato.
Di akhir acara kopdar, panitia Smartfren Community Batam, turut membagikan berbagai hadiah langsung yang diundi setelah pembelian kupon pulsa senilai Rp 30 ribu pada booth yang tersedia.

Hadiah yang dibagikan adalah merchandise Smartfren, meliputi note book, t-shirt, dan Xiaomi Redmi 7A.(ocu)

Seminggu Penerbangan Batam-Anambas Dibatalkan

0

batampos.co.id – Dampak kabut asap yang menyelimuti Kepri selama sepekan terakhir membuat rute penerbangan dari Bandara Hang Nadim Batam ke berbagai daerah terganggu.

Bahkan, untuk rute Batam-Anambas yakni ke Letung dan Matak, hampir seminggu ini dibatalkan karena jarak pandang yang sangat pendek di lokasi tujuan.

Pada Minggu (22/9/2019), jarak pandang di wilayah Kepri berada di bawah 5.000 meter hingga yang terendah 500 meter.

Untuk Batam, pada pagi hari jarak pandang sempat berada di bawah 3.000 meter.
Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso, mengatakan, sudah seminggu penerbangan rute Batam-Anambas dibatalkan.

Bahkan, karena kabut asap masih pekat, maskapai penerbangan tak lagi menjual tiket untuk rute itu.

”Untuk rute khususnya ke Anambas masih belum bisa terbang. Jarak pandang di daerah tersebut masih sangat pendek,” jelas Suwarso, Minggu (22/9/2019).

“Sudah hampir seminggu penerbangan batal,” ujarnya lagi.

Menurut Suwarso, pihaknya atau maskapai tak bisa menjamin keselamatan penumpang jika penerbangan tetap dilanjutkan.

Karena itu, demi alasan keamanan, untuk sementara rute ke Anambas ditutup.

”Untuk rute ke daerah lainnya sempat ada delay (keterlambatan atau penundaan), seperti ke Natuna,” paparnya.

“Natuna dua hari lalu juga sempat batal berangkat karena jarak pandang yang juga pendek,” jelas Suwarso lagi.

Kabut asap kembali terlihat pekat sepanjang hari kemarin (22/9/2019). Seperti yang terlihat di flyover Jalan Sudirman, tampak langit memutih akibat kabut asap. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Andini, mengatakan, kabut asap yang menyelimuti wilayah Batam dan Kepri pada Minggu (22/9/2019) cukup pekat dibanding hari sebelumnya.

Pada pagi hari, jarak pandang sempat turun ke level 3.000 meter. Namun, sore harinya jarak pandang sudah 5.000 meter.

”Untuk penerbangan sebenarnya cukup pekat. Namun sampai saat ini aktivitas penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam masih lancar,” ujarnya.

Sedangkan di daerah lain di Kepri, seperti Tarempa, Anambas jarak pandang sangat pendek, yakni di bawah 700 meter.

Bahkan, pada pagi harinya jarak pandang sempat 500 meter.

”Untuk kesehatan, pastinya tidak sehat, karena ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) di atas 100,” imbuh Andini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, pihaknya membagi-bagikan masker kepada pengendara di 17 titik persimpangan di Batam.

Masker dibagi kepada pengguna jalan karena kualitas udara yang tidak sehat.

”Hasil pemantauan BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan) hari ini ISPU di atas 100 sejak pagi,” kata Didi.

Meski kualitas udara tidak sehat, sampai saat ini pemerintah daerah belum memutuskan untuk meliburkan anak-anak sekolah.

Sebab, menurut aturan Kementerian, meliburkan anak sekolah dibolehkan dengan catatan ISPU harus di atas 200.

”Di atas seratus memang sudah tidak sehat. Tapi aturan Kementerian yang mengatur di atas 200, libur level SD sampai SMP. Kalau SMA di atas 300,” pungkas Didi.(she)

Dua Unit Rumah di Bengkong Dilalap Api

0

batampos.co.id – Dua unit rumah di Bengkong Kartini dilalap si jago merah, Minggu (22/9/2019) pagi.

Belum diketahui penyebab terbakarnya dua rumah tersebut. Hingga kemarin, Unit Reskrim Polsek Bengkong masih menyelidiki kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari saksi.

Kapolsek Bengkong, AKP Yuhendri Yanuar, mengatakan, kebakaran ini diketahui pertama kali oleh tetangga korban, Sutikno yang melihat api dari depan rumahnya, yakni di rumah Blok A Nomor 11.

Saat itu, ia melihat api sudah membesar dan kemudian langsung memanggil warga sekitar.

“Kejadiannya sekitar jam 09.30 tadi, ada dua unit rumah yang terlihat terbakar,” ujar Yuhendri.

Dijelaskannya, dua unit rumah yang terbakar itu ditempati oleh Irma, 54, yang tinggal di Blok A Nomor 11 dan Irvan Saputra Batubara, 22, yang tinggal di Blok A Nomor 05.

Dimana, pada saat kejadian itu, korban Irma sedang tidak berada di rumah.

Anggota Polsek Bengkong memasang garis polisi di area rumah yang terbakar di kawasan Bengkong Kartini, Minggu (22/9/2019). Foto: AKP Yuhendri Yanuar untuk Batam Pos

“Pada saat terjadi kebakaran itu, ibu Irma ini sedang berada di gereja dan rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong,” jelasnya.

“Belum tahu pasti penyebab terjadinya kebakaran. Karena setiba korban di rumah, api sudah sudah membesar,” kata dia lagi.

Sementara untuk korban, Irvan Saputra Batubara, mengatakan, saat kejadian itu ia tengah tidur di kamar belakang dan mendengar suara serpihan jatuh.

Dari suara tersebut, tidak lama kemudian Irvan mendengar suara Sutikno yang memberitahukan adanya kebakaran.

“Korban masih sempat menyelamatkan dua unit sepeda motor,” paparnya.

“Saat kembali ke rumah, api udah membesar dan membakar rumahnya. Api kita diduga berawal dari rumah ibu Irma yang penyebabnya masih belum diketahui,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, dari kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Sementara untuk total kerugian, ditaksir mencapai Rp 200 juta dari barang peralatan rumah tangga yang tidak bisa diselamatkan.

“Saat ini kita amankan dulu lokasi kejadian dengan memasang garis polisi untuk dilakukan penyelidikan,” imbuhnya.(gie)

Quo Vadis Dam Baloi

0
Ada kecukupan di dunia untuk kebutuhan manusia, tetapi tidak untuk keserakahan manusia. (Mahatma Gandhi) Batam ingin dikenal sebagai apa?
Jika pertanyaan itu muncul, apa jawaban Anda? Berbagai sudut pandang akan muncul. Jawaban Anda pasti hebat-hebat.
Mungkin ada yang akan menjawab ingin dikenal sebagai kota industri terkemuka di ASEAN. Ingin dikenal sebagai kota pariwisata paling diminati. Bandar dunia madani. Dan macam-macam jawaban canggih lainnya.
Tapi ketika pertanyaan itu disampaikan kepada saya, justru kekhawatiran yang muncul.
Bukan karena pesimis. Saya optimis. Namun ada beberapa fakta yang terlihat jelas dari sudut pandang saya, yang cenderung diabaikan oleh sebagian besar pihak.
Apa itu? Lingkungan. Lebih spesifik lagi, air bersih. Entah kenapa, pertanyaan itu justru mengarahkan ingatan saya kepada tragedi Minamata.
Nun jauh di teluk Minamata, Prefektur Kumamoto di Jepang. Tahun 1959. Tidak ada yang tidak tahu musibah yang menggemparkan ini.
Waktu itu, secara tiba-tiba penduduk Minamata mengalami gangguan kesehatan yang aneh.
Kejang-kejang, tidak bisa bicara dengan jelas, berjalan dengan terhuyung-huyung, lumpuh, koordinasi gerakan terganggu, dan gangguan fungsi kerja sistem syaraf lainnya.
Apa yang terjadi? Kena santet? Bukan. Waktu itu tak ada yang tahu mengapa kejadian tersebut mendadak terjadi.
Tapi setelah diteliti lebih dalam, ternyata mereka terpapar Mercury.
Tidak secara langsung. Tapi melalui ikan-ikan yang mereka makan. Kok bisa?
Musababnya adalah pencemaran yang dilakukan pabrik besar yang bernama Chisso.
Berdiri sejak tahun 1908. Pabrik ini membuang sampah Methyl-mercury ke teluk Minamata.
Inilah yang menjadi cikal bakal tragedi Minamata. Laut yang telah tercemar menyebabkan seluruh ikan dan hewan laut lainnya di teluk Minamata juga  tercemar.
Apa hubungannya sama penduduk Minamata? Anda harus tahu, penduduk Minamata itu doyan makan ikan.
Konsumsi ikan rata-ratanya adalah 3 kilogram perorang perharinya. Karena itu, lama kelamaan penduduk Minamata juga terpapar Mercury.
Hingga saat ini, hanya sekitar 2.900 korban yang diakui. Sementara itu ada lebih dari 60.000 orang hidup dengan gejala penyakit Minamata di Jepang.
Anda bisa bayangkan, 60 ribu orang hidup membawa penyakit akibat pencemaran lingkungan itu hingga hari ini. Bagaimana keadaan mereka?
Ada yang lumpuh, tak bisa bicara, keterbelakangan mental, dan lain sebagainya.
Akibat kejadian tersebut, nama Minamata akhirnya diabadikan menjadi nama penyakit.
Sindrom Minamata, yakni penyakit kelainan fungsi syaraf akibat terpapar Mercury.
Apa hubungannya dengan Batam? Kualitas air baku di Batam cenderung semakin memburuk.
Terbukti dari penggunaan bahan kimia yang semakin tinggi dalam pengolahan air baku.
Saya jelaskan hal teknis sedikit. Kualias air yang diolah ATB berpatokan pada standar World Health Organisation (WHO).
Untuk mencapai standar tersebut, maka penggunaan bahan kimia untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme dibutuhkan.
Ini juga sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan.
Nah, jika takaran bahan kimia yang digunakan semakin tinggi, maka dipastikan kualitas air yang diolah semakin buruk.
Kenapa kualias air baku kita memburuk? Jawabannya adalah karena pencemaran.
Baik karena aktifitas ekonomi ilegal yang dilakukan di Daerah Tangkapan Air (DTA), maupun karena limbah-limbah rumah tangga yang mengalir langsung ke Dam tanpa diolah terlebih dahulu.
DTA nya sudah dirusak oleh aktifitas ilegal, kondisi Dam-nya juga tak jauh beda.
Eceng Gondok menutupi  sebagian besar permukaan Dam. Anda tahu, kalau Eceng Gondok tumbuh subur, artinya telah terjadi pencemaran limbah organik yang sangat parah disitu.
Limbah-limbah rumah tangga tak kalah banyaknya. Sampah plastik kemasan yang paling banyak. Jenisnya macam-macam.
Anda sebut saja satu-satu, hampir pasti ada disana.
Kondisi airnya?
Wah, saya malu menceritakannya. Sekali-sekali Anda lihat saja langsung kesana. Sambil sepedaan boleh. Toh sudah banyak yang sepedaan disana.
Kita tampaknya tak trauma dengan kejadian Dam Baloi. Dam yang dulu jadi cikal bakal harapan Batam untuk bisa mendapatkan layanan air bersih yang andal.
Dam Baloi termasuk yang paling tua di Batam. Dulu jadi tulang punggung untuk melayani kebutuhan air bersih di pusat ekonomi Batam, Nagoya.
Tapi kemana Dam Baloi sekarang? Berubah jadi Septic Tank umum. Maaf kalau bahasa saya agak kasar. Tapi itulah faktanya.
DTA nya tak lagi berupa hutan. Tapi berubah jadi hunian liar. Makin hari bukan makin habis.
Tapi makin banyak. Kondisi ini menyebabkan pencemaran di Dam Baloi jadi luar biasa tak terkendali.
Limbah rumah tangga, limbah solid, sampai limbah manusia dibuang langsung ke Dam.
Jadi tidak salah kalau saya sebut Septic Tank umum kan? Karena memang semua limbah masuk tanpa disaring.
Semasa dam Baloi masih berfungsi, ATB mengolah air Dam Baloi untuk dialirkan kepada penduduk. Itu sama dengan mengolah air Septic Tank.
Jadi tidak hanya Singapura yang bisa mengubah air limbah menjadi air tawar. ATB juga bisa mengubah air Septic Tank menjadi air minum.
Tapi pencemaran air di Dam baloi semakin hari semakin parah. Sampai akhirnya diputuskan, Dam Baloi tutup pada tahun 2012. Kita kehilangan 1 sumber air karena tidak awas.
Saya tidak tahu pasti bagaimana kondisinya sekarang. Tapi dari penelitian terakhir Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terakhir yang saya baca, parameter menunjukan konsentrasi yang lebih besar daripada konsentrasi maksimum.
Diantaranya adalah konsentrasi Deterjen, Kromium, Kadmium dan Timbal.
Tiga nama terakhir adalah logam berat. Jika pencemaran terjadi terus menerus, maka bukan tak mungkin konsentrasi logam berat akan semakin tinggi.
Sangat berbahaya sekali kalau Anda mengkonsumsi air yang terkontaminasi logam berat seperti Timbal.
Dampaknya tak akan langsung terjadi. Lama. Bertahun-tahun. Jika anda terus menerus minum air yang tercemar mikroba, senyawa kimia, atau logam berat, Anda bisa kena penyakit tiroid dan kanker untuk dampak jangka panjangnya.
Jadi ingat Minamata bukan? Apa itu yang kita mau terjadi di Batam?
Kita sudah punya pengalaman dengan Dam Baloi. Tapi tampaknya belum jera juga.
Justru sejumlah Dam sedang menuju nasib yang sama dengan Dam Baloi. Ada Sei Harapan.
Ada Nongsa. Bahkan Duriangkang yang 70 persen kebutuhan air di Batam disumbang olehnya.
Kita tahu, di sekeliling dam Sei Harapan itu penuh dengan hunian penduduk.
Berkontribusi besar terhadap terjadinya pencemaran. Juga pendangkalan Dam. Efek lain yang pasti akan terjadi jika ada pencemaran.
Dam Harapan belum pernah dikeruk sejak pertama kali dibangun. Sehingga kapasitas tampungnya merosot hingga 30 persen.
Jika dilakukan abstraksi ketika air penuh, tak berapa lama akan segera habis. Artinya apa?
Disinilah kita harus mulai mulai menyadari, bahwa kesadaran akan air bagi masa depan masih sangat rendah.
Boro-boro kita mau bicara soal menambah kapasitas. Yang ada saja terdegradasi dan tidak dijaga dengan baik. Kualitas maupun kuantitasnya turun.
Apa kita mau bernasib sama seperti Cape Town? Kota ini pernah terancam Day Zero. Dimana air tidak akan mengalir sama sekali.
Beruntung, Day Zero urung terjadi pada 2018 silam, karena hujan mengguyur kota itu.
Apa yang mereka lakukan? Hemat air. Menjaga daerah tangkapan air. Memperbaiki tata kelola air.
Intinya, kesadaran kalau sumber air yang mengandalkan hujan harus benar-benar mereka rawat dipupuk agar semakin besar.
Day Zero tahun 2018 berlalu.
Tapi Capetown masih dilanda kecemasan sampai hari ini. Karena kalau mereka lalai, bisa jadi air lenyap sama sekali dari kota terbesar kedua di Afrika Selatan ini.
Pelajaran lain bisa dipetik dari Sao Paulo, Brazil. Brasil memiliki pasokan air tawar sangat besar.
Sekitar 12 persen persediaan dari seluruh volume air tawar di dunia. Itu menurut Global World Resources Institute (WRI).
Tapi situasinya jadi jauh berbeda sejak terjadi penebangan hutan besar-besaran di Sao Paulo.
Deforestasi mengangkat sejumlah besar air ke udara, dan mengurangi curah hujan ke wilayah tengah dan selatan Brasil.
Akibatnya, 70 persen lahan penghasil air di Amerika Selatan secara efektif dapat berubah menjadi gurun.
Mengerikan bukan? Jika kota dengan cadangan air terbesar di dunia saja bisa merasakan hal yang demikian mengerikan akibat lalai menjaga hutan, apalagi Batam.
Apa kita mau Batam jadi seperti Cape Town atau Sao Paulo?
Keterbatasan air bisa benar-benar jadi ancaman di masa depan.
Sehingga setiap insan, tidak hanya pemerintah, wajib melestarikan ketersediaan air di masa depan.
Dengan menggandeng pemerintah, ATB sudah melakukan kontribusi melalui program penanaman pohon.
Kami bukan ingin pamer kegiatan. Tapi membangun kesadaran tentang pentingnya air di masa depan.
Kami juga membangun kesadaran melalui program edukasi. Mendidik anak-anak soal pentingnya menghemat air melalui school campaign.
Mengedukasi masyarakat melalui program kontak forum. Mengundang pelanggan untuk melihat kondisi waduk secara langsung melalui program Customer Visit.
Ini adalah bagian dari upaya ATB membangun awareness atau kesadaran bahwa pengelolaan air itu tidak mudah, dan mari kita jaga ketersediaan air.
Apapun impian Anda tentang Batam di masa mendatang, tanpa menjaga keberlangsungan sumber daya air itu akan hanya jadi mimpi.
Indonesia sudah dikenal seabgai penyumbang sampah plastik terbesar nomor 2 di dunia.
Jakarta dikenal dengan kota dengan polusi terparah nomor 2 di Dunia. Jangan sampai Batam juga dikenal dengan predikat-predikat serupa.
Itu bukan prestasi yang ingin kita capai. Kenapa kesadaran untuk menjaga kelestarian dan ketrsediaan air tidak juga tumbuh?
Apakah karena mereka tak sadar bahwa air di Batam terbatas? Atau karena mereka tak peduli?
Haruskah kita menunggu sampai musibah seperti tragedi Minamata? Mari kita pikirkan. Salam kopi Benny.(*)

Aksi Global demi Masa Depan

0

batampos.co.id – “Anda akan mati karena usia tua, saya akan mati karena perubahan iklim”.

Kalimat itu terpampang jelas di spanduk yang dibawa oleh Samra Shehzad. Perempuan 20 tahun itu adalah salah satu peserta Global Climate Strike dari India.

Aksi mogok massal itu digelar di berbagai kota besar di lebih dari 150 negara secara serentak Jumat (20/9/2019).

“Kita harus melakukannya sekarang. Ini adalah masa depan kita,” ujar Shehzad seperti dikutip BBC.

Penduduk India memang patut waswas. Delhi merupakan satu dari 21 kota di India yang diperkirakan akan kehabisan air bawah tanah pada 2020 nanti.

Ibu kota India itu juga masuk dalam daftar kota paling berpolusi di dunia.

Aksi kali ini lebih besar dari Maret lalu. Yang turun juga ke jalan juga bukan hanya para pelajar dan orang tua mereka.

Tapi juga para pekerja. Berbagai kota memberikan toleransi pada sekolah agar siswanya bisa ikut aksi.

Pun demikian dengan perusahaan-perusahan di berbagai belahan dunia. The Guardian misalnya.

Seluruh pegawai di kantor pusat yang terletak di London, Inggris diperbolehkan bergabung dengan massa untuk aksi kepedulian lingkungan.

Patagonia, Ben and Jerry’s, The North Face dan puluhan perusahaan lainnya juga melakukan hal serupa.

Peserta aksi tengah berpose meninggal saat beraksi dalam Global Climate Strike di jalanan Seoul, Korea Selatan, Sabtu (21/9). Aksi ini dilakukan secara serentak di 150 negara. Foto: Yonhap/Reuters

Pemerintah New York, AS jauh hari sudah mengumumkan bahwa para pelajar di kota tersebut boleh bolos sekolah dan ikut aksi turun ke jalan.

Hal serupa dilakukan oleh pemerintah Boston. Ada sekitar 10 ribu massa yang beraksi di kota tersebut. Mereka yang turun ke jalan tidak hanya membawa spanduk.

Ada yang memakai kostum beruang kutub, dinosaurus, globe, dan berbagai hal lainnya.

Jika aksi di berbagai kota besar di dunia dipenuhi dengan ratusan ribu massa, tidak demikian halnya dengan di ibu kota Rusia, Moskow.

Hanya satu orang yang berdiri di tengah kota sambil membawa spanduk tentang perubahan iklim.

Dia adalah Arshak Makichyan. Pria yang berprofesi sebagai pemain biola itu sudah enam bulan ini melakukan aksi mogok Fridays For Future.

Aksi yang diprakarsai oleh aktivis lingkungan Greta Thunberg itu digelar setiap Jumat.

Sejatinya pemuda 24 tahun itu sudah minta izin untuk menggelar aksi yang lebih besar kemarin.

Tapi pemerintah Rusia menolaknya. Aksi protes lebih dari satu orang di pusat kota Moskow harus mendapatkan izin dari pemerintah.

“Saya berusaha mendapatkan dukungan dari pemuda di sini jadi kamu bisa memengaruhi pemerintah untuk bertindak,” tegasnya.

Rusia adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar keempat setelah Tiongkok, AS dan India.

Para ilmuwan mengungkap bahwa Rusia sudah memiliki tanda-tanda perubahan iklim.

Misalnya kebakaran yang terjadi di Siberia dan gedung-gedung yang ambruk karena mencairnya permafrost dan banjir.

Permafrost adalah tanah yang berada di titik beku. Biasanya tanah tersebut membeku sepanjang tahun.

Rusia juga masih aktif mengebor minyak bumi di Artik.
Sementara itu di Jerman, pemerintah sepakat untuk menggulirkan rencana terkait perubahan iklim.

Dilansir Agence France-Presse, Jerman akan mengucurkan setidaknya EUR 100 miliar (Rp 1,5 kuadriliun) hingga 2030 nanti untuk usaha perlindungan lingkungan.

Rencananya anggaran itu dipakai untuk memangkas emisi di sektor industri dan energi, insentif untuk kendaraan listrik dengan nol emisi maupun transportasi publik.

Nantinya tiket pesawat akan naik sedangkan tiket kereta api dibuat jauh lebih murah.(sha/c10/dos/jpg)

IAI Kepri Susun Kepengurusan 2019-2022

0

batampos.co.id – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kepulauan Riau segera menyusun kepengurusan daerah untuk masa kerja 2019-2022, melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) Kepri ke-5 yang akan digelar di Aula Kampus Universitas Internasional Batam (UIB), Minggu (22/9/2019).

”Musprov Kepri 2019 ini diadakan sebagai wadah seluruh anggota IAI Kepri yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk memilih formatur yang akan membentuk Kepengurusan IAI Kepri untuk tiga tahun ke depan, IAI Kepri periode 2019-2022,” kata ketua panitia Musprov Kepri Evy Yusriani, kemarin.

Ia menjelaskan, sebelum musprov ini digelar, telah dilakukan proses pra musprov.

Dimulai dengan pembentukan panitia musprov dan panitia pemilihan provinsi.

”Dalam rangkaian persiapan Musprov IAI Kepri ini kami juga melakukan registrasi data pemilih secara online pada 7-10 Agustus lalu. Pengumuman DPT dilaksanakan pada 11-31 Agustus,” terang Evy.

Selanjutnya dilakukan penjaringan bakal calon ketua (e-vote 1) pada 1-7 September 2019.

Tim kemudian melakukan verifikasi bakal calon ketua pada 8-11 September 2019.

”Pemilihan bakal calon ketua, e-vote 2, kami laksanakan pada 12-16 September. Dan pada 17 September, pengumuman dan penetapan calon ketua,” sebutnya.

Calon ketua, lanjut Evy, diberi kesempatan untuk sosiali-sasi dan kampanye selama tiga hari, 18-20 September.

Sehari setelahnya, 21 September merupakan masa tenang. Dan 22 September pelaksanaan Musprov V IAI Kepri.

Persiapan panitia jelang Musprov IAI Kepri ke-5 yang akan digelar di Aula Kampus Universitas Internasional Batam (UIB), Minggu (22/9/2019). Foto: IAI Kepri untuk Batam Pos

Adapun rangkaian kegiatan yang akan diadakan pada saat Musprov ke-5 antara lain, pameran produk arsitektur, penataran kode etik bagi arsitek yang akan bergabung di dalam wadah IAI Kepri, serta pelantikan anggota IAI Kepri yang baru.

Musprov IAI Kepri ke-5 tahun 2019 ini rencananya akan dibuka langsung Plt Gubernur Kepri Isdianto didampingi Ketua IAI Nasional Ahmad Djuhara, Ketua IAI Kepri periode 2016-2019 Hendro Murtiono, dan Ketua LPJK Kepulauan Riau.

“Rektor Universitas Internasional Batam Prof.Handoko Karjantoro, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan DR.Ir.Mulia Pamadi, beserta Kaprodi Arsitektur dan mahasiswa Prodi Arsitektur UIB juga diharapkan bisa hadir memenuhi undangan IAI Kepri nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua panitia pemilihan formatur IAI Kepri 2019-2022, Azril Apriansyah menjelaskan jumlah anggota terdaftar saat ini ada 200-an arsitek.

”Mereka bekerja sebagai arsitek, akademisi, pegawai pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Kepri, kontraktor, developer, swasta, dan wiraswasta,” papar Azril.

Menurutnya, tantangan terbesar yang akan dihadapi kepengurusan IAI Kepri periode 2019-2022 nanti adalah melanjutkan program yang sudah dirintis kepengurusan sebelumnya, konsolidasi internal pengurus dan anggota, serta kerja nyata mendukung dan membantu program pemerintah daerah terkait bidang arsitektur.

”Juga memberikan kontribusi nyata kepada IAI Nasional terkait telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek,” ucapnya.(nji)

Waspada Demam Berdarah

0

Faktor cuaca di Batam yang kadang hujan dan kadang panas, ternyata tidak berdampak banyak pada jumlah orang sakit terutama Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2013, telah terjadi 112.511 kasus demam dengue di 34 provinsi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, tercatat ada 871 penderita yang meninggal dunia.

Pada tahun 2014, kasus demam dengue di Indonesia mengalami penurunan.

Menurut data yang dikumpulkan hingga pertengahan Desember 2014, telah terjadi 71.668 kasus dengan 641 orang di antaranya meninggal dunia.

Data di atas menempatkan Indonesia sebagai negara nomor 1 di Asia Tenggara terkait kasus penyakit demam dengue.

Sedangkan di dunia, Indonesia adalah nomor 2 setelah Brazil.
Di Batam sendiri, kesadaran pola hidup sehat cukup baik. Terlihat dari data dari Dinas Kesehatan Kota Batam.

Dimana, Januari hingga Oktober 2017, tidak ditemukan kasus DBD di Kecamatan Sagulung dan Seibeduk.

Padahal sepanjang tahun 2016 kasus tersebut bisa mencapai 112 hingga 141 kasus.

Berbeda dengan Kecamatan Batuaji yang masih menempati posisi kedua dari kasus DBD terbanyak di Kota Batam.

Yakni, terdapat 48 kasus dari 149 kasus yang terjadi sepanjang tahun 2016.

Ilustrasi

Demam Berdarah Dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.

Dokter Umum Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam, dr Putri Yuliani, mengatakan, lebih jelas DBD merupakan komplikasi dari demam dengue yang memburuk.

Gejala DBD tergolong parah. Meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan.

”Kerusakan pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut,” ujar Putri.

Nyamuk aedes aegypti banyak berkembang biak di wilayah padat penduduk, misalnya di kota-kota besar beriklim lembap dan hangat.

Penting memeriksa lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak.

Dokter berjilbab ini menyebutkan beberapa langkah pencegahan. Pertama, setiap hari cek dan ganti air di dalam vas, buang air yang tergenang dalam vas bunga.

”Setiap minggu, bersihkan daun gugur pada selokan. Bersihkan genangan air di sekolakan dan halaman rumah. Setiap bulan bersihkan sumbatan pada saluran air dari genteng. Taburkan serbuk abate pada tangki air,” jelasnya.

Ketika fasilitas air tidak sedang dipakai, sebaiknya tutup semua wadah yang menampung air. Posisikan ember dan wadah lainnya dalam posisi terbalik.

”Bila akan bepergian lama, tutup semua toilet, semua keran air dan semua saluran air,” sebut Putri.

Jika mengalami gejala seperti flu (misalnya sakit kepala dan demam tinggi) selama lebih dari satu minggu, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Terlebih lagi jika gejala tersebut dirasakan setelah berkunjung ke daerah yang sedang dilanda wabah demam dengue.

Dalam penatalaksanaannya, pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk melihat keberadaan virus di dalam aliran darah.

Selain untuk memperkuat diagnosis, pemeriksaan darah juga bisa dilakukan untuk mengetahui dampak infeksi terhadap darah.

Demam dengue bisa ditangani dengan meminum banyak cairan, beristirahat, serta mengonsumsi parasetamol dan acetaminophen.

Jika langkah pengobatan ini diterapkan, biasanya gejala demam dengue akan mulai menunjukkan tanda-tanda pulih dalam waktu 2-5 hari.

Ia menyebutkan, apabila pasien dianjurkan bed rest, sebaiknya terus mengontrol demamnya.

Dengan memilih obat parasetamol, dan menghindari pemberian ibuprofen dan asetaminofen. Selain itu, kompres demam dengan air yang bersih.

”Untuk mencegah penularan, pakailah repellen pada anggota keluarga yang sehat. Gunakan kelambu atau bednet untuk keluarga yang sakit,” tutupnya.(nji)

Iman Sutiawan Berikan Santunan Kepada Warga Kurang Mampu, Daeng Sewang: Terima Kasih, Terima Kasih

0

batampos.co.id – Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Iman Sutiawan, memberikan santunan kepada warga kurang mampu yang menetap di Tanjungsekuan, Kota Batam, Daeng Sewang, Minggu (22/9/2019).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan usai acara gunting pita memasuki rumah baru Daeng Sewang di Perum Palem Raya Tanjungsengkuang.

Daeng Sewang yang menerima bantuan uang tunai tidak dapat berkata-kata dan hanya mampu mengucapkan terima kasih atas perhatian wakil rakyat tersebut.

“Terima kasih, terima kasih,” ujarnya.

Iman mengatakan, pemerintah harus hadir dan memperhatikan masyarakat yang kurang mampu.

“Sebaiknya (jika ada warga kurang mampu) segera dilaporkan ke pemerintah,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Iman Setiawan (kemeja biru) memberikan santunan kepada Daeng Sewang. Foto: Dokumentasi Iman untuk batampos.co.id

Pada kesempatan itu, Iman, mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Batam yang turut serta memberikan kontribusi nyata dengan memberikan bantuan pembangunan rumah layak huni untuk keluarga Daeng Sewang.

Baca Juga: Hadiri Masta Maba STIT, Iman: Muhammadiyah Pelopor Pendidikan

“Kita berterima kasih kepada BAZNAS, serta KKT Batam yang sangat peduli dengan masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Ketua Baznas Kota Batam, Moch Arief mengatakan, pihaknya selalu merespon cepat ketika mendapat laporan dari masyarakat apabila ada warga Kota Batam yang kurang mampu.

“Sudah banyak warga yang kita bantu, semoga ini bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Iman Setiawan (kemeja biru) melihat kondisi istri  Daeng Sewang. Foto: Dokumentasi Iman untuk batampos.co.id

Perlu diketahui, selama ini keluarga Daeng Sewang hidup bersama istrinya dengan menggunakan rumah tidak layak huni di kawasan Tanjungsengkuang, Batuampar.

Baca Juga: Gebyar Muharram di BSI Residance, Iman: Senang Bisa Bersilahturahmi

Rumah yang dihuninya, hanya beratapkan plastik getah, berdinding kayu, dan berlantaikan tanah yang dialas dengan tikar plastik.

Sementara istrinya terbaring sakit sejak 14 tahun yang lalu. Keluarga Daeng Sewang hanya hidup dengan memelihara ayam kampung dan berkebun.

Usianya juga sudah cukup renta yaitu memasuki 60 tahun dan tidak memungkinkan Daeng Sewang untuk lagi bekerja.

Pengurus KKT Kota Batam pun berinisiatif untuk menggalang dana dan membangun rumah berukuran 4×5 meter.

Pemberian santunan oleh Iman Sutiawan turut didampingi Ketua Baznas Kota Batam, Moch Arief, Ketua Umum Kerukunan Keluarga (KKT) Kota Batam, Arifuddin Jalil, serta sejumlah pengurus KKT Batam, tokoh dan warga Tanjungsengkuang.(iwa)

Ditlantas Polda Kepri Luncurkan Smart SIM dan SP2HP, Ini Keunggulannya

0

batampos.co.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepri melaunching Smart SIM dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), Minggu (22/9/2019) di atrium DC Mall.

Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Roy Ardhya Candra, mengatakan, peluncuran Smart SIM dan SP2HP bertepatan dengan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke -64.

Smart SIM lanjutnya, tampilannya berbeda dari SIM biasa.

“Fungsinya (Smart SIM) tidak hanya sebagai alat atau kelengkapan dokumen berkendaraan saja,” jelasnya.

Menurutnya, bagi yang sudah memiliki Smart SIM dapat digunakan untuk membayar tol, E-Tilang dan lain sebagainya.

Ilustrasi Smart SIM. Jawa Pos

“Saat ini baru bank BNI yang masih bisa melakukan tool up dan akan menyusul bank BRI dan Mandiri,” paparnya.

“Saldo maksimalnya hanya Rp2 juta,” ucapnya lagi.

Sementara untuk SP2HP online sambungnya, saat ini baru bisa digunakan oleh Satlantas Polresta Barelang.

Namun, nantinya akan menyebar ke seuluruh Polres di Provinsi Kepri.

“SP2HP dibuat berrtjuan untuk mengetahui seberapa jauhnya perkembangan penyelidikan untuk kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Batam,” jelasnya.

Baca Juga: Ditlantas Polda Kepri Laksanakan Anjangsana ke Panti Asuhan dan Rumah Purnawiran Polri

Kata Roy, untuk mengetahui perkembangan di SP2HP bisa buka di website www.polrestabarelangkepri.com.

Di sana terdapat notifikaai icon SP2HP online Sat Lantas Polresta Barelang dan masukkan passwordnya yang sudah disediakan oleh penyidik Laka Lantas Polresta Barelang.

“Di website itu kita bisa mengetahui bagaimana perkembangan kasus Lakalantas secara terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Roy mengatakan pada HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 64 kali ini, bertemakan “Semangat Promoter Ditlantas Polda Kepri Mengoptimalkan Pelayanan Lalu Lintas Berbasis IT Guna Mendukung Program Road Safety“.

Personel Ditlantas Polda Kepri mendonorkan darahnya. Kegiatan ini dilakukan sempena dengan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 64. Foto: Dokumentasi Ditlantas Polda Kepri untuk batampos.co.id

“Sesuai arahan dari Mabes Polri khususnya Korlantas Hari Lalu Lintas tahun 2019 ini, kegiatan Hari Lalu Lintas melaksanakan kegiatan yang sifatnya keselamatan berlalu lintas,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga melaksanakan beberapa kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat.

Baca Juga: Ditlantas Polda Kepri Gelar Bakti Sosial

“Kami sudah melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan seperti bakti sosial, gotong royong membersihkan mesjid dan gereja,” paparnya.

“Serta anjangsana ke rumah purnawirawan Polri dan memberikan bantuan bedah rumah, sunatan massal, memberikan bantuan ke panti asuhan, donor darah dan lain sebagainya,” kata Roy lagi.(iwa)